BALAS DENDAM Terindah

BALAS DENDAM Terindah
47. Mengejekku


__ADS_3

Papa Doni yang sudah sampai pelataran toko kue milik menantu nya mengurungkan niatnya saat ingin turun dari mobil, dan matanya langsung tertuju pada mobil mewah yang baru saja memarkirkan mobilnya tidak jauh dari tempatnya berada. Lalu mengamati pria yang baru saja turun dari mobil, yang berjalan menuju pintu toko kue Sela, yang sudah di sambut beberapa orang.


"Siapa dia? Aku tidak ingin putriku–


"Tenang Tuan, dia Kaindra Maraja, pemilik perusahaan Maraja, dan aku mengenal anak buahnya yang juga selalu menjaga Nona Sela, kemana pun Nona pergi," sambung anak buah papa Doni yang baru saja menghampiri papa Doni.


"Maksud kamu? Apa putriku tahu?"


"Sepertinya Nona Sela tidak tahu, dan sepertinya dia adalah pengagum rahasia Nona Sela,"


"Apa mereka sudah saling mengenal?" tanya papa Doni penasaran, dan anak buahnya pun menceritakan semuanya, karena anak buah papa Doni juga bersahabat dengan anak buah Kai, dan keduanya selalu mengawasi Sela bersamaan meski bos mereka berbeda.


Papa Doni menghembuskan nafasnya lega, saat anak buahnya sudah menceritakan semuanya. Dan papa Doni langsung tersenyum bahagia dan langsung menyimpulkan jika Kai adalah pria baik, setelah anak buahnya memberi tahu siapa Kai, dan sejak kapan Kai menyukai Sela.


"Nak kamu pantas bahagia dengan orang lain yang benar-benar mencintaimu, dan menyayangi mu," gumam papa Doni, lalu menyuruh anak buahnya untuk meninggalkan toko kue milik Sela.


*


*

__ADS_1


*


"Kai," ucap Sela saat menatap ke arah suara yang ternyata Kai sudah berdiri di depan pintu, dan dirinya langsung beranjak dari tempatnya dan refleks berlari lalu memeluk Kai dengan erat dengan tangis yang semakin menjadi.


Dan tangan Kai, balik memeluk Sela dan membiarkannya terus menangis di pelukannya.


Sudah puas dengan tangisnya hingga membasahi kemeja yang Kai gunakan, Sela lalu melepas pelukannya.


"Maaf,"


"Untuk apa?"


Sela tidak menjawab pertanyaan Kai kerena dirinya langsung berjalan menuju tempat tidurnya, dan duduk di pinggiran nya di ikuti Kai yang ikut mendudukkan pantatnya di samping Sela.


Mendengar perkataan Kai, Sela langsung menoleh ke arah Kai dengan tatapan kesal lalu menghapus sisa-sisa air matanya.


"Dasar teman laknat, aku sedang bersedih, tapi kamu malah mengejekku, harusnya sebagai teman yang baik kamu menghiburku,"


"Baiklah aku akan menghiburmu," ujar Kai lalu beranjak dari duduknya kemudian berdiri di depan Sela dan berjoget di hadapannya.

__ADS_1


Bukannya senang Sela malah semakin kesal melihat Kai yang terus saja berjoget di hadapannya yang sesekali menjulurkan lidah ke arah Sela untuk meledek nya.


"Kai!" teriak Sela sambil menarik tangan Kai untuk berhenti melakukan hal konyol, tapi tarikannya begitu kencang membuat Kai hilang keseimbangan dan jatuh menindih Sela yang juga ikut terjatuh ke atas tempat tidur.


Mata keduanya saling bertemu, dan nafas yang keluar dari bibir keduanya menerpa wajah masing-masing dengan wangi mint yang begitu khas.


Detak kan jantung Kai terasa hingga ke kulit Sela, saat jantung Kai berdetak tidak sesuai irama. Kai menatap bibir ranum Sela dan mendekatkan bibirnya yang hanya beberapa senti.


Belum juga bibinya menyentuh bibir Sela, Kai begitu terkejut saat Sela mendorongnya dengan sekuat tenaga hingga Kai jatuh tepat di samping Sela dan keduanya sama-sama terlentang di atas tempat tidur yang hanya berukuran singgle dengan kaki keduanya menggantung.


"Apa kamu akan menindih ku, hingga aku kehabisan nafas? Teman macam apa kau?" tanya Sela masih dengan posisinya.


"Maaf aku tidak sengaja, kan kamu dulu yang menarik ku,"


"Sudahlah lupakan, kamu bilang, kamu dua minggu di Jerman, ini baru beberapa hari sudah pulang, apa urusan kamu sudah selesai?"


"Sudah," bohong Kai, pasalnya dia pulang dengan terburu buru karena merasa Sela tidak aman.


"Oh begitu, baguslah, setidak nya ada yang akan aku repot kan,"

__ADS_1


"Dengan senang hati, ceritakan apa yang terjadi padamu hari ini sehingga membuat temanku ini bersedih?" tanya Kai yang sekarang berganti posisi menghadap ke arah Sela dengan menumpu kepalanya dengan satu tangannya, padahal sebenarnya Kai sudah mengetahui apa yang terjadi hari ini pada wanita yang sangat di cintai nya. Dan anak buahnya bergerak cepat untuk mencari siapa dalang di balik kematian kedua orang tua Sela.


Bersambung................


__ADS_2