BALAS DENDAM Terindah

BALAS DENDAM Terindah
38. Sebenarnya Aku Tidak Rela


__ADS_3

Sela yang sibuk di depan meja kerjanya saat belum lama dirinya tiba di toko kuenya, jari-jari lentiknya dengan cekatan memeriksa lembaran laporan dari para karyawannya. Dan memasukan data pendapatan yang di dapat hari kemarin ke dalam laptop yang sudah berada di hadapannya, dan itulah yang dirinya lakukan setiap hari, agar toko kuenya meskipun tidak besar ada pemasukan tetap.


Sela menghentikan aktivitasnya saat ponselnya berdering, lalu Sela mengambil ponsel miliknya yang masih terdapat di dalam tasnya.


"Kai," ucap Sela dan senyum tipis menghiasi bibir mungilnya ketika menatap layar ponselnya tercantum nama Kai, pria yang entah mengapa dirinya rindukan meskipun dirinya akui itu salah, dan dengan segera Sela mengangkat sambungan ponselnya tersebut.


"Selamat pagi Sela, bagaimana kabarmu? Aku harap kamu baik-baik saja. Sudah sarapan belum? Pasti sudah kan. Oh iya pasti kamu sedang berada di toko kue kan? Tentu saja, ke mana lagi kamu akan pergi," ujar Kai dari balik sambungan ponselnya, membuat Sela tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Kenapa tidak menjawab?"


"Aku harus menjawab apa? Kamu bertanya, kamu sendiri yang menjawab,"


Dan terdengar suara tawa Kai dari balik sambungan ponselnya.


"Apa kamu menertawakan ku?"


"Tentu saja, siapa lagi, aku sedang membayangkan wajahmu, pasti kamu kesal kan?"


"Untuk apa, tidak ada gunanya, sudahlah jangan bercanda, kapan kamu tiba? Kenapa tidak mengabari ku?" tanya Sela lalu membekap mulutnya sendiri saat dirinya baru menyadari pertanyaan yang di ajukan untuk Kai.


"Apa kamu merindukan aku?"

__ADS_1


"Tentu saja tidak, untuk apa aku merindukan kamu, karena aku teman yang baik, maka aku pantas menanyakan kabarmu iya kan?"


"Oh iya kita kan sahabat, sebelum nya terima kasih untuk perhatianmu," sambung Kai dengan tersenyum senang. "Sela,"


"Iya,"


"Bagaimana hubungan kamu dengan suamimu?"


"Entahlah,"


"Kenapa? Apa kamu berubah pikiran?"


"Tidak, aku masih dengan rencana ku, hanya saja aku begitu muak bila melihat wajahnya, dan aku ingin segera pergi meninggalkan rumah itu,"


"Kenapa?"


"Kamu harus tetap berada di rumah, mereka sedang merencanakan sesuatu untukmu,"


"Mereka?" tanya Sela penasaran dengan apa yang Kai katakan.


"Iya Harza dan wanitanya,"

__ADS_1


"Maksud kamu?" tanya Sela lagi saat dirinya tidak mengerti pada apa yang di katakan oleh Kai.


Sela menutup sambungan ponselnya, lalu mencerna semua apa yang Kai katakan padanya.


"Kai tahu dari mana, jika ada asisten rumah tangga baru di rumahku, dan Kai bilang, wanita itu adalah selingkuhan Harza, aku masih menyimpan foto selingkuhan Harza," ucap Sela, saat Kai mengatakan semuanya dan siapa wanita yang berpura pura menjadi asisten rumah tangganya, lalu Sela membuka galeri foto di dalam ponselnya saat kemarin sebelum menghapus foto Harza dan selingkuhan nya dari ponsel Hendri, Sela terlebih dahulu mengirim foto tersebut ke ponsel miliknya.


Sela menautkan ke dua alisnya, menatap dengan teliti foto selingkuhan Harza yang sedang bergelayut mesra di lengan Harza, yang terlihat mirip dengan asisten rumah tangga nya yang baru, meskipun penampilan keduanya berbeda seratus delapan puluh derajat, dan Sela terus menatap foto tersebut dan memperbesar, dan dirinya menemukan ada tahi lalat di dagu sebelah kanan selingkuhan Harza tersebut.


"Kalau Nia memiliki tahi lalat di dagu kanan, aku baru percaya," ucap Sela dan satu tangannya mengambil surat pengantar dari yayasan yang tadi pagi di berikan oleh Nia, untuk menghubungi rumah yayasan tesebut dan memastikan yang sebenarnya.


*


*


*


Kai terus menatap foto Sela yang berada di ponselnya, yang selalu di kirimkan oleh orang suruhannya, yang di tugaskan untuk mengawasi Sela dan melindunginya.


"Aku takut kamu akan terjebak dengan permainan mu sendiri Sela, Harza dan juga Hendri bukan lah pria sembarangan, sebenarnya aku tidak rela kamu melakukan ini, tapi aku juga tidak ingin melarang mu, kamu memiliki hak untuk memberi pelajaran kepada mereka," ucap Kai sambil mengelus wajah Sela yang ada di ponselnya. Lalu tangan satunya meraih ponsel yang lainnya untuk menghubungi seseorang.


"Kamu tambah orang untuk mengawasi ke manapun Sela pergi!" perintah Kai pada seseorang di balik sambungan ponselnya.

__ADS_1


Bersambung.........................


__ADS_2