
Harza menampar pipi Sela yang akan beranjak dari sofa, membuat Sela langsung terjatuh kembali sambil memegangi pipinya yang terasa perih.
"Maaf sayang aku tidak bermaksud menampar pipimu," ujar Harza lalu mendekati Sela dan ingin menyentuh pipinya.
Plak!
"Jangan pernah menyentuhku najis!" teriak Sela setelah menampar pipi Harza lalu beranjak dari duduknya.
Bugh!
Sela menendang perut Harza, dan dengan segera ingin meninggalkan nya, sebelum Harza menarik tangannya dengan kencang dan dirinya jatuh kembali ke atas sofa, saat emosi Harza begitu membuncah.
"Mau ke mana kamu sayang," Harza langsung mendidih tubuh Sela dan juga menahan kedua tangannya ke samping kanan dan kiri kepalanya. "Apa kamu sudah siap, memulai kesenangan hari ini?"
"Harza! Lepaskan aku Harza!" teriak Sela dan mencoba untuk melepaskan diri saat Harza mulai mendekatkan wajahnya. "
"Harza!"
"Ach!!!!!!" teriak Harza kesakitan saat Sela membenturkan kepalanya tepat di pelapisnya. "Apa kamu ingin bermain kasar? Baiklah kalau itu yang kamu mau,"
"Harza aku mohon lepaskan aku," Pinta Sela, lalu tangan Harza mengambil tali yang sedari tadi ada di atas meja tidak jauh dari jangkauan nya, lalu menyatukan tangan Sela dan mengikatnya kebelakang.
__ADS_1
"Aku akan melepas mu, jika kita sudah menyatukan tubuh kita menikmati surga dunia," ucap Harza sambil tersenyum sinis, lalu beranjak dari atas tubuh Sela, dan ingin mengikat ke dua kaki Sela.
Bugh!
Sela menendang tubuh Harza hingga jatuh terjengkang, dan membuatnya langsung berdiri dan berlari dengan kedua tangan di ikat menuju ke arah pintu, yang langsung di kejar oleh Harza lalu menghalangi jalan Sela menuju pintu.
"Mau kemana sayang? Ayolah sekali saja lakukan denganku, jangan membuat aku hilang kendali, dan memaksamu,"
"Har–
Belum juga Sela meneruskan ucapannya, Harza sudah membekap mulutnya dan mendorong tubuhnya hingga membentur tembok, lalu mendekatkan wajahnya.
"Baiklah kalau kamu ingin melakukannya dengan kekerasan," bisik Harza lalu menarik baju Sela hingga kancing yang menjadi pengait kemeja lengan pendek yang di gunakan nya berhamburan jatuh ke lantai, dan memperlihatkan kain berendra warna coklat susu yang membalut gunung kembarnya, membuat Harza langsung menelan air liurnya sendiri menatap ke indahan di depan matanya, yang pernah dirinya rasakan dulu.
"Kenapa kamu malu-malu sayang? Apa kamu lupa, kita pernah di satu ranjang yang sama tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuh kita?"
"Cih,"
Sela meludah dan tepat mengenai wajah Harza, yang langsung tersenyum sinis dan menampar Sela dengan kencang hingga Sela jatuh ke atas lantai.
"Baiklah, apa ini yang kamu inginkan Arsela Maharani?"
__ADS_1
Harza lalu melepas ikat pinggang nya dan langsung memukul sebelah kaki Sela dengan kencang, membuat Sela langsung mengerang kesakitan.
"Mau pilih yang mana sakit atau nikmat?" tanya Harza yang sekarang berjongkok di hadapan sela dan memegang dagunya.
"Tidak ada pilihan, karena pilihan aku ingin melihat kamu mati di hadapanku!"
"Apa kamu sedang meledek ku? Wow hebat sekali," Harza lalu mencengkram rahang Sela dan satu tangannya mengusap bibir Sela. "Apa rasanya masih sama seperti dulu? Oh tentu," lalu Harza mendekatkan wajahnya ingin mencium bibir Sela, tapi belum juga Harza menciumnya, Sela sudah menendang tubuh Harza dengan kencang hingga Harza jatuh terjengkang.
Plak!
Suara kencang dari sabetan ikat pinggang yang Harza pukul kan di kaki Sela, yang sudah beranjak dari tempatnya ingin meninggalkan Harza, membuat Sela langsung terjatuh kembali di atas lantai.
"Baiklah ini yang kamu inginkan bukan? Menikmati surga dunia bersamaku, setelah itu aku akan mengirim mu ke surga agar tidak ada satu orang pun yang bisa memilikimu," Harza yang sudah beranjak dari tempatnya langsung menindih tubuh Sela, dan tangannya mulai menurunkan celana panjang yang Sela gunakan.
Gubrak! Gubrak!
Dua kali suara gebrakan pintu dari luar, membuat Harza menghentikan aksinya dan menatap pintu yang sudah terbuka dan memperlihatkan seorang pria yang berlari menghampirinya.
Bugh! Bugh!
Bersambung.............
__ADS_1
Kalian tahu lah siapa yang datang menyelamatkan Sela iya kan iya kan yuk komen yuk komen 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭