BALAS DENDAM Terindah

BALAS DENDAM Terindah
77. Makanan Pembuka


__ADS_3

Satu minggu kemudian


Kai menghembuskan nafasnya lega, pasalnya selama seminggu ini, tidak ada hal yang mencurigakan yang akan di alami oleh Sela, seperti yang selalu dirinya kuatir kan, karena dirinya sudah menyuruh anak buah Bima untuk menjaga Sela dua puluh empat jam saat Sela dengan keputusannya enggang tinggal di rumah Kai, dan Kai juga di larang tinggal di rumahnya, di perusahaan Sela pun, Kai sudah menempatkan orang kepercayaannya, dan tidak boleh sembarangan orang masuk ke dalam ruang kerja Sela.


"Selamat siang calon istri ku," ujar Kai saat sudah masuk ke dalam ruang kerja Sela sambil membawa paper bag berisi makanan di tangan kanan dan juga kirinya, lalu berjalan mendekati Sela yang sedang sibuk di meja kerjanya.


"Siang juga," sapa Sela dan menoleh sebentar ke arah Kai dengan senyum yang menghiasi ke dua sudut bibirnya, lalu fokus kembali menatap layar laptop yang berada di hadapannya.


Kemudian Kai menaruh paper bag yang ada di ke dua tangannya ke atas meja, lalu memutar kursi yang di duduki Sela untuk menghadap ke arahnya.


"Kai,"


"Teruskan saja nanti, sekarang makan siang dulu,"


"Tapi–


Belum juga menyelesaikan ucapannya, Kai sudah menaruh jari telunjuk nya di bibir Sela.


"Tidak ada tapi tapian, nanti aku bantu menyelesaikan pekerjaanmu,"


"Sungguh?"


"Kapan aku berbohong,"


"Terima kasih," Sela beranjak dari duduknya lalu memeluk tubuh Kai singkat sebelum melepaskannya. "Aku masih suka bingung dengan pekerjaan ku ini, aku lebih suka berada di toko kue, membuat cake dan berkreasi,"


"Semua butuh proses, nanti kamu akan terbiasa,"


"Tapi ini sudah berbulan bulan dan aku masih suka bingung, dan aku merindukan mixer, oven, dan bahan-bahan kue lainnya,"


"Nanti pulang kantor aku akan menemanimu ke toko kue miliki mu,"

__ADS_1


"Sungguh?" tanya Sela penuh antusias dan Kai pun menganggukkan kepala nya. "Terima kasih,"


"Stop!" Kai menahan tubuh Sela yang ingin memeluk dirinya kembali.


"Kena–


Sela menghentikan ucapannya, saat bibir kenyal Kai menyentuh bibirnya dan sedikit menggigitnya sebelum Kai melepasnya.


"Makanan pembuka,"


"Ada-ada saja, mau lagi?"


"Tidak menolak tentunya,"


"Enak saja," Sela mendorong wajah Kai yang ingin menciumnya kembali, lalu membalik tubuhnya ingin menuju dapur kecil yang ada di dalam ruang kerjanya, tapi tangannya langsung di cekal oleh Kai.


"Mau ke mana?"


Tapi Kai tidak menanggapi perkataan Sela, karena dirinya langsung memegang ke dua bahu Sela, dan mengarahkannya menuju sofa yang ada di ruangan tersebut, lalu mendudukkan nya dengan pelan.


"Kamu duduk saja di sini, aku yang akan menyiapkannya untukmu,"


"Tapi Kai–


"Jangan banyak protes," sambung Kai memotong perkataan Sela lalu dirinya berjalan menuju dapur kecil untuk mengambil peralatan makan.


Senyum terukir dari ke dua sudut bibir Sela, sambil menatap Kai yang berjalan menuju dapur.


Dirinya sangat bahagia dan juga beruntung di cintai pria seperti Kai, yang begitu perhatian dan juga penyayang tanpa memandang status yang di sandang nya, Sela tidak menyangka pertemuannya beberapa bulan, membawanya ke tahap ini.


Kai yang sudah kembali dari dapur, langsung mengerutkan keningnya melihat Sela yang masih tersenyum sendiri.

__ADS_1


"Apa sekarang kamu sudah ketularan gila?" tanya Kai yang sudah duduk di samping Sela, dan Sela pun langsung menoleh ke arah Kai yang sedang menyiapkan makanan.


"Apa kamu mengatai ku?"


"Tentu, siapa lagi,"


"Kai! Kamu i–


Sela menghentikan ucapannya saat Kai menyuapi nya.


"Diam dan habiskan makan siang mu, tentunya aku yang akan menyuapi mu,"


"Terus kamu?"


"Aku tidak butuh makan, saat aku sudah kenyang hanya dengan melihat wanita yang sangat sempurna, yang ada di hadapan ku ini," Kai mencubit hidung Sela gemas.


"Gombal terus," ucap Sela lalu mengambil sendok yang ada di tangan Kai, dan bergantian menyuapi nya.


"Kai," ucap Sela saat keduanya sudah menghabiskan makan siangnya.


"Hem," balas Kai sambil membereskan peralatan makan yang ada di atas meja, saat dirinya melarang Sela untuk membereskan nya.


"Kenapa akhir-akhir ini banyak pengawal di rumahku?"


"Aku sudah menjelaskan kemarin, karena kamu tidak ingin tinggal di rumahku dan aku juga tidak boleh tinggal di rumahmu,"


"Hanya itu?"


"Iya," jawab singkat Kai, lalu mengambil ponsel miliknya di atas meja saat ada yang menghubungi nya. "Iya Bima, ada apa?" tanya Kai saat sudah mengangkat sambungan ponselnya. "Apa tidak mungkin!"


Bersambung..................

__ADS_1


__ADS_2