BALAS DENDAM Terindah

BALAS DENDAM Terindah
90. Sah


__ADS_3

Kai mengucap ijab kabul dengan suara lantang dan penuh pasti, tak lupa tangan kanannya begitu erat menjabat tangan penghulu yang menikahkan dirinya dengan Sela.


"Sah," ujar penghulu sambil menoleh ke kanan dan kirinya untuk mendapatkan jawaban dari sekelilingnya.


"Tentu saja sudah sah pak, jangan mengulur waktu ku," sambung Kai lalu melepas tangannya yang masih menjabat tangan pak penghulu yang ada di depannya.


"Iya sudah sah,"


"Kalau sudah sah kenapa Bapak masih bertanya? Aku kan sudah kebelet pak dan tidak tahan lagi,"


"Biar afdol, lagian masih siang masa sudah mau ngamar dan tes drive,"


"Siapa yang mau ngamar pak,"


"Tadi bilang sudah kebelet dan juga tidak tahan lagi, pasti kesono pikirannya kan?"


Breetttt breettttttttt


Suara dari kentut Kai membuat semua yang menghadiri acara ijab kobulnya langsung menatap ke arah Kai, sambil tertawa.


"Tuh kan pak nyerempet," ujar Kai yang langsung beranjak dari duduknya dan dengan segera berlari menuju toilet yang berada di luar ballroom hotel di mana di adakan ijab kabul dan juga resepsi pernikahannya, saat sudah tidak bisa lagi menahan untuk buang air besar yang sudah di tahannya sadari tadi.


Dan Sela hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menatap punggung Kai yang sekarang sudah sah menjadi suaminya sudah keluar dari ballroom tersebut, lalu mengukir senyum dari kedua sudut bibirnya sambil menggelengkan kepalanya mendapati tingkah laku Kai hari ini yang benar-benar jauh dari karakternya.


*


*


*

__ADS_1


Mama Leni dan juga Sela yang sudah berada di kamar hotel, untuk mengganti gaun pengantin untuk acara resepsi yang akan di adalah tidak lama lagi, langsung menoleh ke arah pintu saat Kai datang sambil menggerutu.


"Kai ada apa, ini hari bahagia kamu, kenapa kamu marah-marah?" tanya mana Leni yang langsung menghampiri putranya tersebut.


"Kenapa aku di tinggal?"


"Ish begitu saja pakai cemberut, kamu ada-ada saja,"


"Iya dong Ma, aku belum melakukan ritual setelah melakukan ijab kabul, seperti di cium punggung tangannya oleh istriku, dan aku mencium kening istriku begitu Ma,"


"Ya ampun Kai kamu itu, mama kira kenapa," ujar mama Leni sambil menepuk punggung sang putra lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Kai. "Jangankan mencium keningnya, bibirnya, sekarang kamu juga boleh mencium yang lain, jangankan hanya mencium, melakukan yang lainnya juga sah-sah saja, Sela sekarang sudah menjadi istriku sayang,"


Mendengar bisikan mama Leni, Kai langsung menyunggingkan senyum dari ke dua sudut bibirnya, dan merapikan jas yang di gunakan nya, lalu menatap sang mama sambil memainkan ke dua alisnya.


"Tau kan sekarang apa yang ingin aku lakukan, sekarang silakan mama tercinta keluar dari kamarku,"


"Ish apa kamu mengusir mama?"


"Iya mama keluar," ujar mama Leni sambil memberikan sesuatu di tangan Kai, dan Kai langsung menatap bungkusan warna hitam yang ada di tangannya bergantian dengan menatap wajah mama Leni yang sedang tersenyum padanya, lalu Kai mengembalikan bungkusan tersebut ke tangan mama Leni.


"Apa mama kira aku tidak bisa berdiri lama, hingga aku harus mengunakan itu, jangan pernah remehkan putramu ini,"


"Kalau begitu bagus, mama kira kamu tidak akan bisa berdiri lama karena karatan,"


"Mama!"


"Da dah," mama Leni dengan segera berjalan cepat menuju pintu kamar hotel di mana sekarang dirinya berada.


Setelah kepergian mama Leni, Kai menghampiri Sela yang sedang berdiri di hadapan cermin, saat sedang berganti gaun dengan di bantu salah satu MUA.

__ADS_1


"Aku bisa melakukan nya, kamu pergi saja," ujar Kai pada MUA tersebut yang langsung mengikuti perintah Kai.


"Kai, apa kamu yakin bisa?"


"Tentu saja bisa, hanya menarik sleting belakang gaun ini kan?" ujar Kai yang sudah berdiri tepat di belakang Sela.


"Ya sudah lakukan," perintah Sela, tapi tidak di hiraukan oleh Kai yang langsung menelan ludahnya sendiri, saat melihat punggung mulus Sela, lalu tangan Kai menyusuri punggung Sela.


"Kai geli, apa yang kamu lakukan?"


Namun Kai, tidak menjawab pertanyaan Sela, karena sekarang dirinya beralih menurunkan sebelah lengan gaun yang Sela kenakan, dan memberi ciuman singkat di ceruk lehernya.


"Kai apa–


Belum juga Sela meneruskan ucapannya, Kai langsung memeluk tubuh Sela dari belakang dan terus menciumi ceruk lehernya.


"Kai hentikan!" perintah Sela, dan Kai pun langsung menghentikan aksinya beralih membalik tubuh Sela untuk menghadap ke arahnya, dan beralih meraup wajah Sela.


"Hari ini jangan hentikan aku sayang, aku ingin menyatu denganmu,"


"Tapi Kai in–


Belum juga Sela meneruskan ucapannya, bibirnya sudah di sambar oleh bibir Kai, dan langsung me lu matnya dengan rakus, lalu melepasnya saat Sela mulai kehabisan oksigen.


"Maaf sayang," ujar Kai yang langsung mengangkat tubuh Sela menuju ke arah ranjang pengantin yg sudah di hias sedemikian rupa.


Bersambung.....................


Kayanya otakku mulai g bener lagi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 lanjut besok lagi, takut ngelantur 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, JEMPOL MANFAATIN 🤣🤣🤣🤣🤣 wkwkwkwk


__ADS_2