Bayi Kembarku Dari Boss Kejam

Bayi Kembarku Dari Boss Kejam
Chapter 010.


__ADS_3

Ervin menutup matanya sejenak dan menarik nafasnya perlahan. "Kalau begitu berikan aku alamat Erika, aku akan bertanya langsung pada—"


"Itu tidak mungkin."


"Apa?."


"Ervin biarkan aku memberitahumu sesuatu, Pertama! Erika sudah tidak ada di negara ini lagi.


"Kedua! Bob sudah bilang kalau Erika hanya bertemu wanita itu untuk beberapa saat hanya semata untuk membiarkan dia masuk kedalam klub.


"Ketiga!, Suaminya Erika itu bukan orang sembarangan. Salah langkah saja maka kamu akan mendapat masalah besar!."


Adrian memperingatkan Ervin sejelas mungkin. Aku juga terkejut setelah mengetahui kalau Erika menikah dengan orang berpengaruh di Arab Saudi. Akan berbahaya jika meprovokasi seseorang yang memiliki pengaruh besar di dalam sebuah negara.


"Hhhuuff...."


Sekali lagi Ervin mengusap wajahnya. Setiap kali dia menutup matanya wajah wanita cantik yang menghantuinya selama lima bulan terakhir. Bahkan setiap kali dia menyentuh tubuh wanita lain isi perutnya seakan ingin keluar dari perutnya. "Kemana aku harus mencarimu? Wajahmu tidak bisa hilang dari ingatanku," gumam Ervin.


"Tidak ada salahnya untuk menunggu sedikit lebih lama. Mungkin dia akan muncul dengan sendirinya jika kamu tidak mencarinya," kata Adrian memberi saran. "Biasanya barang yang sedang kita cari tidak akan muncul walau ada di depan mata namun ketika kita tidak mencarinya itu akan muncul dengan sendirinya."


"Masalahnya aku tidak bisa ereksi seperti biasa. Ini membuat kepalaku sakit! Itu menjengkelkan kau sendiri tahu akan hal itu."


"...."


Adrian mengangguk setuju dengan ucapan Ervin namun tetap berpegang pada pendapatnya barusan. "Yah~ apapun itu. Yang terpenting sekarang adalah menangani masalah lain dulu. Bukankah sekarang ada skandal plagiat?."


"Itu bukan urusanku, aku menggaji mereka bukan hanya untuk duduk diam di tempat kerja mereka. Jika mereka tidak bisa mengatasi masalah sepele seperti ini maka mereka tidak layak bekerja di perusahaanku."


"Kamu sangat santai. Yah mau bagaimanapun brandmu yang mereka plagiat jadi semua komisi akan masuk kedalam danamu."


"Lupakan soal itu. Yang terpenting sekarang hanya mencari wanita itu."


"... Sebenarnya sejak tadi aku ingin bertanya padamu. Apa kamu jatuh cinta padanya?."


"...."

__ADS_1


Ervin teridam untuk sesaat. "Cinta? Aku tidak tertarik dengan sesuatu seperti itu. Yang aku butuhkan hanya tubuhnya saja untuk memuaskan hasratku ini.


"Bahkan saat ini aku ingin ******* habis bibir lembutnya itu. Aku ingin mata tajamnya melihatku karena kesal. Aku juga ingin me—," tanpa sadar Ervin menumpahkan segala macam omong kosong dari mulutnya.


"...."


Jadi dia benar-benar menyukainya. Adrian hanya bisa pasrah dan mendengar semua ocehan Ervin untuk waktu yang lama.


***


Kalk... Klak... Kalk.


Membuka Pintu.


Klik.


"Shummp... Selamat pagi anak-anak!"


"Selamat Pagi Miss Asiah!," Teriak seluruh murid dalam kelas.


Anak-anak yang antusias mengikuti pelajaran berlomba-lomba untuk membuka buku hitung mereka secepat mungkin. Asiah yang melihat itu tersenyum dan mengelus perlahan perutnya yang membuncit dengan bahagia.


Saat ini Asiah telah hamil 'Bayi Kembar' selama lima bulan. Awalnya banyak orang yang memepetanyakan kehamilan Asiah namun, karena kerja keras Asiah dan Erika untuk menutupi banyak hal dan memalsukan beberapa hal, akibatnya kehamilan Asiah di anggap sebagai hasil dari program bayi tabung untuk seorang ibu tunggal yang tidak tertarik memiliki suami.


Bahkan banyak yang menerima keadaan Asiah itu dan memberikan ucapan selamat padanya walau banyak pria yang patah hatinya karena melihat Asiah sudah berbadan dua. Aku sudah mulai terbiasa dengan kehamilanku yang sekarang. Awalnya memang cukup sulit tapi seiring berjalannya waktu rasanya menjadi menyenangkan, batin Asiah.


Asiah membayangkan beberapa bulan yang dia lalui dengan brutal.


Asiah telah memberi kabar kehamilannya pada orang tuanya dan mendapat reaksi yang tak terduga. "YA TUHAN!!!. ANAKKU! ANAKKU SUDAH HAMIL! YA AMPUNN...."


"KE-KEMBAR! KEMBAR! PUTRI KECILKU HUAHHH.... SNIFF.... MY PRINCESS... BABY—"


Kedua orang tuanya menyambut kedatangan bayinya dengan bahagia tanpa bertanya apa-apa soal bagaimana Asiah bisa mengandung. Mereka bahkan tidak bertanya siapa Ayah dari bayi yang di kandung Asiah.


"Uungh, entah mengapa aku merasa tidak enak pada Ayah dan Ibu."

__ADS_1


Kedua orang tua Asiah datang ke Prancis untuk merayakan kehamilan Asiah dengan sukacita selama sebulan penuh dan kembali lagi ke Jerman untuk mengurus bisnis baru mereka.


Setelah hari itu berlalu, hari-hari Asiah sebagai calon ibu muda tidak begitu mudah. Dia merasakan mual ekstrim dan mood yang selalu berubah-ubah. Untungnya Erika membantu Asiah walau hanya melalui ponsel atau media sosial lainnya sampai akhirnya dia mulai terbiasa pada kehamilannya.


Bahkan awalnya Asiah tidak menyadari kalau dia mengandung bayi kembar selama Empat Bulan sampai akhirnya Erika menyarankan Asiah untuk melakukan pemeriksaan kandungan. Betapa terkejutnya dia ketika mengetahui kalau dia tengah mengandung bayi kembar yang sangat sehat dan segera menyebarkan berita bahagia itu pada keluarga dan sahabatnya.


Untuk masalah Ervin. Asiah dan Erika sudah melakukan banyak hal secara diam-diam dengan bantuan suami Erika. "Kalian melakukan sesuatu yang aneh. Apa wanita selalu melakukan hal nekat seperti ini?," Tanya Adam.


"Ahaha... Ayolah sayang~ Asiah saat ini sedang membutuhkan bantuan," ucap Erika memelas.


"Ayolah, tolong bantu aku!!," Asiah menyatukan kedua telapak tangannya.


"Yah yah~ kamu bisakah sayang~." Erika mengunakan rayuan mautnya untuk membujuk suaminya dan hasilnya.


"Baiklah."


Adam yang melihat hal itu tidak bisa membantah istrinya dan melakukan apapun yang di butuhkan untuk membantu Asiah dari kejauhan. "Terima kasih untuk kalian berdua... Aku sangat beruntung bisa berteman denganmu Erika."


"Hemp. Itu sebabnya kamu harus bersikap lebih baik padaku," kata Erika dengan bangga.


"Ngomong-ngomong. Di mana Ahmad? Kenapa dia tidak bersama kalian?."


"Ahmad sedang tertidur."


"Haiss... Anak itu sangat sulit untuk tidur, aku jadi lelah untuk beberapa saat, sial. Jadi beginilah rasanya menjadi ibu," gerutu Erika.


"Ahahah... Selamat bagimu. Sampaikan salamku padanya setelah dia bangun nanti dan aku tutup dulu yah. Ada panggilan dari sekolah."


"Baiklah, sampai jumpa lagi Asiah," kata Erika dan Adam bersamaan.


Setelah itu mereka masih belum menghubungi Asiah untuk beberapa waktu. Asiah juga sibuk dengan pekerjaan dan kehamilannya terutama dia sangat sibuk untuk waspada jika suatu-waktu dia bertemu dengan Ervin.


Kembali kemasa kini Asiah memeriksa buku pelajaran murid-muridnya satu persatu sampai jam pelajaran habis. "Huhhff... Pinganggu keram." Asiah menepuk pungangganya dan berjalan keluar dari ruangan kelas setelah mengucapkan sampai jumpa lagi pada muridnya.


"Miss Asiah apakah anda akan segera pulang?," tanya seorang guru pada Asiah.

__ADS_1


__ADS_2