Bayi Kembarku Dari Boss Kejam

Bayi Kembarku Dari Boss Kejam
Chapter 24.


__ADS_3

"...."


[ Dokter Julius.


'Tuan Muda, wanita bernama Asiah itu telah sadarkan diri. Dia saat sedang menjalani beberapa tes kesehatan. Aku mengawasinya dengan ketat jadi anda tidak perlu khawatir dan datang terburu-buru. ' ]


"Hah... Siapa dia berani mengaturku?."


Ervin berdiri dan berjalan melewati Olivia begitu saja seolah-olah Olivia tidak pernah ada di sana. "Tu-Tuan Muda?." Olivia membanggil Ervin beberapa kali tapi tidak ada jawaban darinya.


Olivia tidak menerima hal itu dan mengikuti Ervin dari belakang. Aku harus mendapatkan hatinya, biasanya pria dingin sepertinya akan luluh di hadapan wanita gigih sepertiku. Aku tidak bisa melepaskan kesempatan ini, tidak ada yang tahu kapan lagi aku akan bertemu dengan Tuan Muda setelah pesta ini berkahir.


Olivia berjalan cepat menyesuaikan langkahnya menyusul pria tinggi yang berjalan didepannya. Sedangkan Ervin dia tidak perduli kalau Olivia mengikutinya, dia berjalan keatas podium tempat Ayah dan Ibunya sedang berbicara dengan beberapa tamu di sana.


"Ibu aku harus pergi."


"Secepat ini?!."


"Urusan apa?," Tanya Jefry.


"Ada sesuatu yang harus aku urus."


Ervin merogoh sakunya, ada sebuah kotak yang sangat kecil seukuran permen di tangannya. Ervin memberikan kotak kecil itu pada ibunya. "Apa ini?," Tanya Janet.


"Ibu bisa melihatnya sendiri."


"...."


Janet membuka kotak kecil itu dan terpukau dengan yang ada di dalamnya. Sebuah cincin cantik dengan hiasan permata kecil di setiap lingkaran menghiasi cincin dengan baik. Walau terlihat sederhana dan biasa saja Janet tahu betul betapa mahalnya cincin kecil di tangannya itu karena Ervin memang selalu memberinya sesuatu yang mahal namun tidak terlihat mencolok.


"Happy Birthday Our Queen and I Love You."


Ervin mencium kening ibunya dan meluknya dengan sangat lembut membuat Janet tanpa sadar menitihkan air matanya karena bahagia.


"Sniff... Ibu tidak tahu harus berkata apa."


Jefry menjulurkan bibirnya dan bergumam. "Tsk, Kadoku lebih bagus dari pada miliknya."


"Sudah yah. Aku akan langsung per—"


"TUAN MUDA!." Seorang gadis muda yang bersusah payah naik keatas podium muncul di tengah-tengah Janet dan Ervin. "Huhff... Huhff... Tu-tuan Muda, apakah anda akan segera pergi?."


"Bukan urusanmu."


"Ak—"


"Wah! Nona Olivia! Anda terlihat sangat cantik malam ini," kata Janet pada Olivia yang terlihat kelelahan karena mengejar Ervin.


"Ervin!." Janet memegangi tangan Ervin dan memaksa Ervin untuk mendekati Olivia. "Nah! Ervin ini adalah Olivia LaRuorin, dia adalah model ternama di kota Paris kita saat ini."


"Oh."

__ADS_1


"Hem???."


"Aku tahu dia seorang model dan apa hubungannya denganku?."


"Eek— bukankah kau suka dengan model muda? Ibu mengundang Olivia kemari untuk memeprkenalkanya padamu. Mungkin akan terlihat baru bagimu karena dia masih begitu muda tapi-!.


"Ibu sangat yakin kalau kau akan menyukainya, ibu juga sudah melihat dirinya beberapa waktu yang lalu, dia gadis yang sangat baik dan berhati malaikat."


"...."


Ervin melihat kearah Olivia yang menyeka rambutnya karena malu dengan pujian Janet. "Ibu bilang pelacur kecil ini baik hati?." Ervin menunjukan seringai di bibirnya.


"Ervin... Jangan bicara kasar seperti itu."


"Hahh... Mulai lagi."


"Aku memang bicara yang sebenarnya! Malaikat ini baru saja menyentuh ************ putramu ibu...." Ervin menyeringai saat melihat Olivia.


"Ervin!."


"Baiklah-baiklah, aku minta maaf atas ucapanku tadi. .... Nak."


"Hahh... Maafkan dia Olivia, putraku terkadang masih belum dewasa."


"Ugh, tidak masalah." Olivia menahan rasa malunya, wajah dan telinganya sudah memerah setaip kali Ervin mendengar suara berat Ervin yang merendahkan dirinya. Uungh... Dia adalah tipe idealku, aku pikir inilah yang dinamakan cinta pandangan pertama.


"Oh iya Ervin, dimana Adrian? Biasanya dia akan datang bersamamu?," Tanya Janet.


"Nahh... Dia sedang sibuk mengurus sesuatu."


"Benarkah!, Lalu di mana Julius? Katanya dia bersamamu tadi siang, sekarang ada di mana dia? Kamu tidak melakukan apapun padanyakan?."


"Hahh... Dia juga sedang sibuk. Dia bilang tidak bisa datang karena suatu hal penting."


"Benarkah itu? Aku tidak yakin kalau anak itu akan sesibuk itu sampai tidak bisa datang ke acara penting ini."


"Urusannya mungkin lebih penting dari pada ulang tahun ibu. Lagi pula sudah saatnya dia melakukan apapun yang dia suka," kata Ervin santai.


"...."


"...."


"...."


Aku tidak ingin mendengar itu darimu, batin mereka. Janet, Jefry dan Angela melihat Ervin dengan tatapan aneh.


"Huhh- waktuku habis, aku akan mampir lagi kalau ada waktu." Ketika Ervin akan melangkahkan kakinya tiba-tiba lengan Ervin ditarik dari belakang. Wanita cantik dengan dress Putih bergaris emas menarik Ervin sekuat tenaganya dan mencium bibir Ervin.


"?!!"


"Tuan Muda! Menikahlah dengan Saya!!!."

__ADS_1


"Oo!!!"


"APA!."


"UNGH!."


"...."


Semua orang heboh melihat adegan ciuman itu. Olivia benar-benar terpanah dengan sikap cuek dan ketampanan Ervin sampai-sampai dia nekat melakukan hal itu di depan umum.


Sedangkan di tempat lain.


"Ugh-! Sepertinya wanita ini tidak akan hidup lama," kata Julius yang melihat layar monitornya.


Didalam Club Malam.


"Hahaha... Wanita ini cari mati, hahh... Haruskah aku menyerah pelabuhan lagi malam ini?." Adrian yang melihat kelayar ponselnya menyeringai dalam alunan musik merdu.


Kemudian. "Apa yang terjadi?,"tanya Asiah.


Julius melihat Asiah diatas ranjang lalu berjalan kearahnya dan membuka sesuatu di ponselnya. Dia menunjukan sesuatu pada Asiah, sebuah unggahan dari salah satu selebritis yang menghadiri acara ulang tahun keluarg Alvaro.


[#CiumanPanas#LamarandidepanPublik.]


"...."


Asiah melihat postingan tanpa menunjukan emosinya dia tidak menunjukan tanda-tanda cemas atau cemburu setelah melihat gambar Ervin yang berciuman dengan wanita yang sangat cantik itu menurutnya. "Bukankah hal seperti ini hal biasa bagi Tuan Mudamu?."


"Tentu saja!, Tapi... Kau lihat tangan kanannya itu," Julius memperbesar tampilan layar, dia menunjukan lengan kanan Ervin yang sedang menyentuh jari telunjuk tangan kirinya.


"Biasanya Tuan Muda Ervin akan menyentuh cincin di tangan kirinya itu ketika dia sedang dalam mood yang buruk.


"Aku pikir wanita ini telah melakukan sesuatu yang membuat Tuan Muda Marah Besar!!!."


"Bagaimana kau yakin tentang hal itu?.'


"Aku sudah melihat Tuan Muda sejak lama, dia juga melakukan hal yang sama saat membunuh wanita yang mengandung anaknya itu."


"..., Aku pikir kau benar, lalu bagaimana?."


"Haiss... Aku tidak tahu, wanita ini sudah berakhir, tsk tsk tsk... Padahal dia masih sangat muda," Julius mendekatkan lidahnya.


"Dia Olivia LaRuorin kan?. Dia Super Model yang banyak muncul di papan reklame dan majalah bulanan."


"Ah, Seorang Model rupanya. Karirnya tidak akan panjang."


"Temanku bilang Ervin adalah pria yang berkencan dengan Model dan Aktris yang sedang naik daun.


"Dia menguangkan beberapa di antara mereka untuk memperkenalkan brand miliknya apakah itu benar?."


"Kalau soal itu memang benar, tapi biasanya Tuan Muda Ervin akan memilih mereka secara langsung dia paling tidak suka dengan yang bertindak sembrono seperti ini," Julius masih melihat rekaman video ciuman Ervin dan Olivia.

__ADS_1


^^^...Bersambung........^^^


__ADS_2