Bayi Kembarku Dari Boss Kejam

Bayi Kembarku Dari Boss Kejam
Chapter 79.


__ADS_3

"... Sepertinya mereka menutupi sesuatu, apa Ayah sudah lihat beritanya? ... Tentu saja, mana mungkin tidak lihat saat artis besar terlibat." Meski Ayahnya berusaha untuk memutuskan semua komunikasi Asiah dengan media sosial nyatanya itu tidak berhasil dengan baik.


Komputer lamanya yang ada digudang perlahan dikeluarkannya dari dalam tas yang hitam besar berdebu.


Plak... Plak ...


"EHEM... Banyak sekali debunya." Perlahan dia membuka kembali komputer, menyalakannya lalu menunggu. Setelah 5 menit menunggu akhirnya proses pengaktifan selesai. "Fyuu... Ternyata masih bagus."


Sambil memasukan kata sandi Asiah mengingat anka kombinasi yang dia ingat.


[ Proses.... ]


[ Selamat Datang.... ]


"Huhh... Ternyata berhasil." Asiah mulai menghubungkan jaringan internet lalu mengakses situs internet populer yang merangkum berita seputar selebritis. "Hem...."


Klik.


[ Pencarian skandal pengusaha Aishwa dan artis terkenal Yeura Oberta. ]


Klik.


"Hem... Pencarian teratas rupanya, kupikir akan segera ditangani tapi masih ada rupanya." Jari-jari Asiah menekan semua artikel terkait isu skandal Ervin. "Bahkan model Olivia ikut terseret dalam kasus kali ini.... Dia benar-benar tidak bersih."


Asiah beralih ke aplikasi media sosial yang lain. Menekan prosif Adrian lalu melihat postingan terakhir. Aneh sekali... Biasanya dia orang yang aktif mengunakan media sosialnya. Asiah mengirim DM untuk berkomunikasi dengan Adrian namun masih tidak ada balasan. "Biasanya dia membalas cepat sebelum Ervin melihat duluan."


Klik.


"Hem.... Lama seka-." Disaat Asiah akan beralih keakun lain aku Julius terlihat. "Hem!, Sepertinya keberuntungan berpihak padaku."


Asiah mulai mengirim untaian pesan pribadi setelah mengikuti aku Julius dengan akun lamanya.


[ Dokter Julius ini Asiah Rosen, jika anda melihat DM dariku tolong luangkan waktu sebentar saja. ]


"Apa dia akan melihat-."


DING...


"Hem?."


DING... DING... DING........


Secepat kilat balasan dari Julius datang bertubi-tubi.


[ ASIAH ROSEN.... APA INI BENAR-BENAR ANDA YANG KUKENAL?!!. ]


Mengetik.


Kirim.


[ Benar, ini akun lamaku. ]


DING.


[ ADA DIMANA ANDA SAAT INI... TUAN MUDA ERVIN SUDAH SEPERTI ORANG GILA!!! ]


"...."


[ TUAN BESAR MNGHUKUM TUAN MUDA DENGAN CARA DITEMBAK KAKINYA!!!. ]


"Dihukum?." Asiah memiringkan kepalanya kekanan. "Ada yang bisa menghukum bajingan itu?."


Mengetik.


[ Seperti apa keadaanya?. ]


[ MENGERIKAN!. ]


Julius memberikan gambar keadaan Ervin saat ini yang sedang dirantai diatas kursi besi seperti seorang tawanan yang sedang di introgasi.


"...."


Keadaanya mengerikan... Ahh... Melihat ini entah kenapa perasaanku terasa lega....


Mengetik.

__ADS_1


[ Pemandangan bagus. ]


Mengirim.


Ding.


[ Benarkan!, Aku juga berfikir begitu. ]


Ding.


[ Tapi dia selalu menatap tajam kearahku setiap kali diobati, rasanya jantungku hampir melompat. ]


Ding.


[ Dia benar-benar berantakan. ]


Ding.


[ Tuan besar tidak memberinya ampun, bahkan tuan muda di mandikan dengan air dingin oleh bawahan tuan besar. ]


Ding.


"Dia tidak memberiku waktu untuk membalas."


[ Dia benar-benar seperti tahanan!!!. ]


Mengetik.


[ Waww... Sayang sekali aku tidak ada disana untuk menyaksikan semuanya. ]


Kirim.


Ding.


[ Benar, lagi pula kamu ada dimana sekarang?, Sepertinya tuan muda benar-benar ingin betemu benganmu...! Ini sudah hampir tiga hari dia tidak tidur dan hanya mengatakan ingin bertemu denganmu. ]


Setelah membaca pesan terakhir Asiah terdiam, merenung sebentar.


Tiga hari tidak tidur dalam keadaan terluka seperti itu.


Mengetik.


Kirim.


Dibaca.


5 menit lamanya setelah pesan dikirim akhirnya Asiah mendapat balasan.


Ding.


[ Tentu, aku akan membalut luka tuan muda jadi kalian bisa melakukan panggilan. ]


Ding.


[ Ngomong-ngomong, mengapa kamu ingin melakukan panggilan video dengan tuan muda ketika kamu bisa bebas tanpa perlu bertemu dengan dia lagi?. ]


"...."


Mengetik.


[ Lakukan saja seperti yang aku katakan hanya untuk kali ini saja. ]


Kirim.


Dibaca.


Ding.


[ Tentu. ]


Percakapan pesan mereka berakhir, lalu kemudian Asiah menerima nomor dari Julius. [ Ini nomor yang bisa kamu hubungi, jangan khawatir aku mengunakan banyak ponsel sehingga posisimu akan sulit untuk dilacak nanti. ]


Mengetik.


[ Terima kasih. ]

__ADS_1


Asiah beralih dari media sosial ke kontak panggilan, melalui komputer lamanya dia menghubungi Julius dalam sebuah panggilan video.


Memanggil....


[ "Halo." ]


Tersenyum.


"Anda terlihat berantakan," kata Asiah yang melihat jas dokter Julius berwarna merah terkena bercak darah, rambutnya yang tidak ditata rapi dan kantung mata yang lebih gelap dari biasanya.


[ "Hahaha...." ] Julius tertawa menampakan gigi putihnya yang rapih. [ "Ini semua karena ulah tuan muda, aku tidak bisa mengurus diriku walau hanya sejenak." ]


Asiah melihat Julius mengacak-acak rambut hitamnya dan memperbaiki kacamata yang miring. "Kalau begitu kita kerungan tahanan terlebih dahulu." Julius melepaskan jubah putihnya lalu keluar membawa beberapa obat.


Tak lupa dia memasukan ponselnya kedalam kantung saku untuk menghindari kecurigaan anak buah yang menjaga pintu masuk dimana Ervin dikurung. [ "Huhh... Aku melakukan sesuatu dengan nyawa taruhannya... Kuharap kamu membayarku dengan harga mahal untuk ini Asiah Rosen...." ]


"Tentu, aku akan membayarmu mahal jika kita bertemu lagi." Asiah mengangguk sambil melihat fokus kedalam layar putih. Kira-kira seberapa ketat penjagaan disana?.


Samar-samar Asiah mendengar semua percakapan yang dilakukan Julius pada beberapa orang yang tidak dia kenal dari dalam saku, kemudian tibalah didepan pintu yang dia pikir adalah tempat Ervin dikurung oleh Ayahnya.


[ "Aku akan memeriksa Tuan Muda." ]


[ "Masuklah." ]


Asiah mendengar suara asing yang tidak pernah dia dengar sebelumnya, suara berat dari pria yang tidak bisa dilihat wajahnya namun dia yakini sebagai bahwahan Jefry yang paling kuat, yang dia perintahkan khusus untuk menjaga Ervin.


[ Ktek. ]


[ "Tuan muda aku datang untuk memberimu ob-" ]


[ "Kelaur!." ]


Deg... Deg... Deg...


Jantung Asiah mulai berdegup kencang mendengar suara Ervin, bayi dalam kandungannya juga mulai mengeliat menunjukan respon.


"Kalian rindu suara Ayah kalian?." Bisiknya pelan.


[ "Tuan muda ada sesuatu yang ingin aku sampaikan terlebih dahu-" ]


[ "Tutup mulutmu dan keluarlah, aku tidak butuh bantuan siapapun." ]


[ "Tapi-" ]


[ "Nampaknya kamu baik-baik saja tuan muda Ervin Kyros." ]


Julius menutup matanya, merasakan kelegaan saat Asiah berbicara mengantikan dirinya. Huhh... Untung saja, kupikir dia tidak akan bicara sampai tuan muda mengamuk!.


Julius mengeluarkan ponselnya dari saku dengan sangat hati-hati lalu meletakannya sejajar dengan wajah Ervin untuk menghindari pandangan penjaga.


"Asiah...!"


[ "... Kamu terlihat lebih jelek dari biasanya." ]


"Asiah aku!."


[ "...." ] Asiah tidak berbicara saat Ervin mulai menatapnya dengan tatapan cemas. "Di-dimana kau?! Ada dimana itu?!, Apa kau aman-."


[ "Seharusnya kamu lebih menghawatirkan dirimu dari pada aku, tuan tahanan." ]


"Asiah dengar!." Ervin mencoba menjelaskan situasinya. "Pertama-tama tolong jangan percaya dengan laporan berita tentang skandal itu! Itu tidak be-."


[ "Apa kamu baik-baik saja?." ]


"... Aku baik-baik saja." Ervin tidak mengharapkan respon ini dari Asiah.


[ "Bagus, karena kamu baik-baik saja maka mari kita berbicara mengenai kesepakatan." ]


"Asiah...." Suara Ervin tersengat lemah. Tidak seperti nada suara yang diberikan saat berbicara dengan Julius, terdengar lemah seakan dia akan menangis. "Tolong dengarkan aku."


[ "Nahh... Aku tidak datang kegudang hanya untuk mendengar penjelasan yang kamu buat-buat, aku tahu orang seperti apa kamu jadi kamu tidak perlu menyangkalnya." ]


"Asiah... Tolong dengarkan aku sekali ini saja!!!."


[ "Kupikir tidak, mendengarmu bersuara saja seperti sesak nafas bagiku sekarang." ] Asiah tersenyum masam didepan layar komputernya sambil melihat keadaan Ervin yang menyedihkan.

__ADS_1


"Hahh... Aku meminta bantuan dokter Julius untuk menyampaikan pesan jadi dengarkan baik-baik."


__ADS_2