Bayi Kembarku Dari Boss Kejam

Bayi Kembarku Dari Boss Kejam
Chapter 56.


__ADS_3

"Ah


Apa kamu berfikir aku akan percaya omongan pria yang sudah banyak menjelajahi dunia malam?. ....


"Kalaupun aku berhasil menghilangkan traumaku dan menerimamu bagaimana dengan kedua orang tuaku?.


"Ibuku mungkin akan menerima dirimu tapi bagaimana dengan Ayahku?, Jujur saja, aku lebih mementingkan perkataan Ayahku dari pada ibuku, jika Ayahku berkata tidak maka aku akan melakukan apa yang dia katakan dengan senang hati."


"Itu mudahkan?. Aku hanya perlu menarik perhatian Ayahmu saja bersikap selayaknya menantu biasa pada umumnya...."


"Gampang sekali kamu mengatakan itu, Ayahku sangat benci pada pria pemain seperti dirimu."


"Benci pada diriku? Lalu bagaimana dengan Mantan kekasihmu yang gila itu? Apa dia tidak membencinya?."


"Ed—"


"Jangan sebut namanya!." Ervin menatap mata Asiah.


"Huhh... Mantanku di kenal sangat baik di sekitar lingkungan tempat tinggalku di Jerman, dia juga berasal dari keluarga terpandang di sana, makanya Ayahku sangat mempercayai bajingan pisikopat itu sampai insiden yang dia lakukan berhasil melukaiku."


"Tapi aku tidak seperti mantanmu itu."


"...."


"Apakah kamu yakin?."


"Tentu."


"Walaupun kamu tidak seperti mantanku tetap saja kamu adalah pemain."


"Aku sudah tidak begitu lagi." Ervin mengaruk rambutnya pelan. "Sudah hampir lima bulan lamanya aku tidak menyentuh wanita, dan aku bisa memastikan padamu bahwa aku tidak akan menyentuh wanita lagi jika kau menjadi miliku."


"Kamu hanya ingin memilikiku saja, lalu setelah itu apa?. Biasanya setelah seseorang sudah memiliki apa yang dia mau, dia akan membuangnya setelah merasa bosan."


"Tapi aku tidak seperti seseorang yang ada di dalam pikiranmu itu sayang...," kata Ervin tegas. "Aku sudah berumur tiga puluh satu tahun, sudah saatnya bagiku untuk mencari pasangan hidup dan berhenti bermain-main sekarang."


"...."


Asiah sedikit berfikir mengenai apa yang dikatakan Ervin barusan. Apakah dia bisa di percaya?. Matanya memandang Ervin yang duduk menyilangkan kakinya. Tidak, jangan terpancing dengan ucapan manisnya, ingatlah Asiah! Dia adalah pria yang tidak bisa di percayaa....


"..., Apa kau ragu?."


"Iya."


"Begini saja." Ervin berdiri dari sofa dan mengahap Asiah. Dia memegang pundaknya lalu menatap matanya dalam-dalam. "Jika kau masih ragu padaku bagaimana kalau aku membuktikan diriku layak untuk memilikimu."


"Membuktikan bagaimana?."


"Aku bisa melakukan apapun yang kau mau."


Asiah menyentuh dagunya dan memikirkan bagaimana dia harus berurusan dengan Ervin. Aku tidak bisa mempercayainya begitu saja, sekilas dia memang memiliki obsesi terhadapku tapi itu tidak akan bertahan lama, ah! Bagaimana kalau aku mencobainya sampai dia menyerah?. Asiah mendapat ide yang bagus di dalam benaknya.


"Apa kau tahu cara menyeduh susu?."


"Hem? Untuk apa?."


"Tentu saja untuk kuminum."

__ADS_1


"Tapi kau bahkan belum sarapan siang."


"Aku biasa makan dua kali sehari. Pagi dan Malam, setelah hamil aku lebih banyak meminum susu dari pada makan."


"APAAAA— KAU SUDAH GILA! .... Kenapa Kau Memberi Makan Anakku Dua Kali Sehari!!!." Ervin berteriak sangat keras sehingga telinga Asiah terasa sakit.


"Hei, berhenti berteriak."


"BAGAIMANA AKU TIDAK BERTERIAK SAAT KAU TIDAK MEMPERHATIKAN KESEHATANMU SENDIRI.


"LIHATLAH!. Lihat Tubuhmu Yang Sudah Mengurus Ini!, Wajahmu Juga Sudah Tirus Berbeda Dengan Pertama Kali Kita Bertemu, Sebenarnya Apa Saja Yang Sudah Kau Makan...."


"Tsk bagaimana aku bisa makan kalau selera makanku tidak ada! Kau pikir aku suka mengurangi jatah makananku."


"Hahh!. Yang benar saja, ayo ikut aku ke mansionku."


"Tidak mau, aku lebih suka di rumahku."


"Jangan keras kepala, kalau dirumahku pasti selera makanmu meningkat, pasalnya makanan di rumahku semuanya enak."


Asiah menyentuh leher bagian belakangnya. "Kamu pikir aku tidak tahu hal semacam itu, dengaryah. Aku memang sedang tidak berselera makan sejak beberapa bulan yang lalu."


"WTF!."


"Kenapa kamu marah?."


Ervin ingin mengutarakan kekesalannya namun tidak jadi, dia kehabisan kata-kata.


...🌸🌸🌸...


5 September 2024.


BEEEZZZZ...


"Hem?."


[ Tuan Muda Ervin.


'Hei apa kau sudah makan siang?. ' ]


"...."


Melihat Jam.


[Pukul. 01:03. ]


Asiah menghela nafas. "Hahh...." lalu menjawab pesan yang dikirim Ervin.


KLING.


[ Istriku


' Aku baru akan makan siang bersama teman kerjaku. ' ]


"Hemmp, kalau tidak aku ingatkan dia pasti tidak akan makan siang." Ervin mulai mengerutu ditengah ruang rapat.


Ditempat lain.

__ADS_1


"Miss Asiah!."


"Yah?."


"Apa anda akan makan di sini?."


"Yah, maaf tidak bisa ikut dengan kalian."


"Oky, selamat menikmati makan siangnya Miss Asiah."


"Tentu, anda juga Miss Alene."


Mereka berdua berpisah di persimpangan kantor, berjalan menuju tempat mereka masing, Asiah duduk di bangku kerjanya dan mengeluarkan kotak bekal makan siangnya. Apa yang harus aku katakan, aku tidak bisa membiarkan mereka melihatku membawa makanan ini.


Asiah melihat kotak bekal yang berisi bubur berwarna hitam kental dan susu sebagai toping buburnya. Uungh- pagi ini entah apa yang aku pikirkan sampai-sampai ingin makan makanan yang bahkan aku belum pernah buat. Hahh... Anak-anakku, kalian selalu membuat ibu kalian ngidam yang aneh-aneh.


Sebelumnya, saat pagi hari datang dan Asiah akan beraiap-siap untuk berangkat kerja tiba-tiba saja lidahnya ingin merasakan makanan aneh setelah melihat bubur berwarna hitam yang di campur susu di televisi. "UUGH-." Asiah memasukan sesuap bubur kedalam mulutnya. "Tidak buruk juga."


"Apa yang kamu makan Asiah?."


"GUUH!—."


Mery tiba-tiba muncul dari belakang Asiah dan mengejutkannya. "Hem?... Apa... Ini?."  Mery melihat makan siang Asiah yang menurutnya seperti gumpalan lumpur aneh.


"Ugh- kau makan sesuatu yang kotor," kata Mery sambil menjauh dan menutup mulutnya.


Mendengar komentar Mery Asiah mulai protes. "Ini bukan sesuatu yang kotor! Ini makan suangku."


"Tapi warnanya hitam dan memiliki lendir.... Ebg— aku mau muntah melihatnya."


"...."


Sudah kuduga bentuknya akan terlihat aneh di depan orang, untung saja aku tidak ikut dengan Alene. ... Aku bisa bayangkan bagaimana ekspresi wajah mereka setelah melihat makan suangku, bisa-bisa satu kantin tidak makan siang karena ulahku.


"Snif ... Mau bagaimana lagi, pagi ini aku sangat ingin memakan makanan ini."


"Apa kau masih mengidam?."


"Yah, dan anehnya apapun yang ingin aku makan selalu aneh..."


"Aneh?."


".... Lupakan soal itu, bagaimana dengan anda? Bukankah ada kabar Mis Mery katanya akan menikah lagi?." Asiah meletakan sendoknya disebelah bekal dan melihat Mery yang duduk disebrang.


"Jangan bahas itu, membuat kesal saja."


"Kenapa?," Asiah menunjukan senyum nakal saat melihat Mery kesal.


"Aku tidak suka ekspresi wajahmu."


"Hahahaha...." Percakapan Asiah dan Mery berlanjut sampai bel istirahat mereka berakhir dan kembali keaktiftas mereka seperti biasa.


"Baiklah anak-anak sekarang buka buku pelajaran matematikanya, kita akan mulai pelajaran perkalian dan pembagian," ucap Asiah penuh semangat pada murid-muridnya. "Semuanya sudah sarapan siang inikan, jadi jangan ada yang tidak fokus."


"YES MISS."


"GOOD...! NOW OPEN YOUR BOOK...."

__ADS_1


2 Jam Kemudian.


Tak terasa waktu telah berjalan cepat, waktu belajar berakhir di pukul 02:00 siang sekarang telah pukul 04:17 sore. Asiah mengemas barang-barangnya dari meja kerjanya dan segera keluar dari kantor guru menyapa beberapa guru yang masih tinggal di sana dan segera menuju parkiran.


__ADS_2