
"Huh... Aku pikir aku akan belanja untuk makan malam." Asiah melihat jam tangannya lalu mengambil dompet di dalam tasnya.
"Hemm... Kira-kira beli apa malam ini."
Asiah melamun di parkiran mobil, tangannya diam di depan pembuka pintu mobil saat dia melamun belanjaan yang akan dia beli.
"Nona Asiah?."
"Hem?."
Asiah yang melamun tersadar setelah mendengar suara seseorang memanggilnya dari belakang. "Siapa?." Asiah melihat seorang pria muda berpakaian rapi berdiri dengan sopan di depannya. "Saya bawahan Tuan Muda Ervin. Beliau memerintahkan saya untuk menjadi supir anda hari ini," katanya sangat sopan.
"Ervin... Ah, memangnya kemana bosmu?."
"Tuan muda sedang ada keperluan jadi tidak bisa menjemput anda, beliau juga sudah menghubungi anda beberapa kali namun tidak anda menjawab pangilannya."
"...."
Asiah menyalakan ponselnya yang di nonaktifkan dan melihat banyak panggilan telefon dan pesan dari Ervin.
[12 Pesan Belum Terbaca.]
"Dia sudah gila." Asiah membual salah satu pesan dari Ervin.
[ Tuan Muda Ervin.
' Hei aku tidak bisa menjemputmu hari ini, tapi aku akan mengirimkan orangku kesana. Duduk di bangku belakang dan jangan banyak berbicara dengannya. ' ]
[ 42 Pangilan tidak terjawab.... ]
Sebelumnya Asiah dan Ervin melakukan beberapa kesepakatan setelah Asiah ketahuan menipu Ervin. Asiah sepakat dengan semua persiaratan yang di katakan Ervin sampai batas tertentu dan Ervin juga setuju melakukan persiaratan Asiah sampai batas yang di tentukan.
Melirik.
Asiah melirik pria muda di depannya lalu tersenyum puas. "Baiklah, aku mengerti sekarang." Asiah memberikan kunci mobilnya pada pria muda itu lalu masuk kedalam mobil namun dia duduk di samping kuris pengemudi. "Kenapa kamu tidak masuk?."
"Tuan Muda mengatakan kepada saya untuk tidak pernah duduk di sebelah Nona."
"... Tsk, dia itu-."
Asiah mau tidak mau pindah kebangku belakang dan membiarkan pria muda itu mengemudi. "Siapa namamu?," Tanya Asiah.
__ADS_1
"Nama saya Cristian Nona," jawabnya sopan.
"Nama yang bagus, umurmu berapa?."
"Saya masih Dua Puluh Satu Tahun nona."
"Berarti kamu masih adikku!. Aku selalu ingin punya adik laki-laki... Kamu mau jadi adikku?" Tanya Asiah.
"J-jangan begitu Nona, Tuan muda akan marah pada saya nantinya."
"Kenapa dia harus marah?."
"Itu...."
"Jangan berusaha untuk dekat dengannya!, Jangan banyak bicara dengannya!. Jangan sampai kau melihat miliku dengan tatapan suka atau apapun itu.
"Aku akan membunuhmu kalau sampai kau melakukan satu saja dari peringatanku itu" Cristian mengingat perkataan Ervin padanya seperti sebuah lagu pengantar tidur yang menyeramkan.
"Hahh ... Padahal aku ingin dekat denganmu karena sepertinya kita akan bertemu beberapa kali," gumam Asiah.
"...."
Cristian yang mendengar suara Asiah menjadi merinding, tapi dia tetap berusaha untuk tetap fokus di jalannya. "Cristian tolong berhenti di depan mall sebentar, ada sesuatu yang ingin aku beli."
Ceritain membawa mobil menuju mall terdekat yang tak jauh dari sekolah tempat Asiah mengajar. "Apa yang ingin anda beli? Saya bisa membelikannya untuk jika anda memerintahkan sa-."
"Tidak perlu, aku bisa sendiri."
"Tapi kata Tuan—"
"Aku ingin membeli pakaian dalam apa kau mau belikan untukku juga?."
"Tidak!," Ucapnya tegas.
"Kalau begitu duduk manis saja disini dan jangan cerewet berbicara tentang Ervin oke!." Asiah membuka pintu mobil dan berjalan masuk kedalam mall yang di ikuti Cristian dari belakang. "Nona tunggu sebentar, saya harus memastikan keamanan anda!," Kata Cristian cemas.
"Kamu terlalu berisik."
"Tapi Non-."
Sebuah tangan kasar dan tidak terlalu lemah memegang bahu Cristian. Dia melihat kebelakang punggungnya untuk mendapati seorang pria yang tidak terlalu tua wajahnya melihat Cristian sambil menyuruhnya untuk diam. "Siapa and-"
__ADS_1
"Mundurlah kebelakang," kata Jefry menyela Cristian.
"Bawa anak ini keluar dan awasi dari belakang, awasi pergerakan Ervin juga."
"Kami mengerti Tuan," jawab dua pria kekar di belakangnya. Kedua pria kekar itu membawa Cristian keluar dari mall dengan paksa meninggalkan Jefry dan Asiah sendirian di mall tanpa penjagaan.
".... Mari kita lihat seperti apa wanita yang di pilih bajingan kecil itu, aku akan langsung menyingkirkannya kalau dia tidak sesuai dengan kriteria keluarga kami yang terhormat." Jefry berjalan pelan menuju arah Asiah pergi, dengan bantuan bawahannya lain dia mulai mengintai dengan penyamaran.
"Hemm... Daging Sapi atau daging Ayam?."
Di dalam mall Asiah segera menuju tempat penjualan daging segar beserta sayur dan buah saat ini dia sedang memilih-milih bahan pangan yang akan dia bawa di keranjang belanjanya.
Asiah meletakan kedua daging yang di bungkus rapi itu kedalam keranjang dan berjalan menuju bagian penjualan sayur-sayuran. Dia mengambil wortel, kentang, tomat, cabai, seledri, dan masih banyak lagi yang dia ambil. Semuanya di masukan kedalam keranjang belanja besi dan di dorong ketempat penjualan buah.
semunya berjalan normal sampai akhirnya sebuah masalah terjadi.
"ADUH!."
"Hem?." Sesampainya di tempat buah, Asiah melihat seorang pria tua sedang kesusahan, pria tua itu menjatuhkan beberapa buah kelantai.
"Sir! Anda harus membeli buah-buah yang jatuh itu sekarang juga. Hei Penjaga! Bagaimana Bisa Kalian Membiarkan Gelandangan Ini Masuk Kedalam Toko,"teriak salah satu pegawai wanita.
"Ma-maafkan saya! Tangan saya- tangan saya tiba-tiba gemetar saat mengambil buah jeruk di lantai."
"Cih... Seharusnya Anda Meminta Salah Satu Dari Kami Untuk Membantu Anda! Kalau Sudah Seperti Ini Siapa Yang Di Rugikan?! Tentu Saja Kami," teriaknya.
"Hei nona kamu terlalu kasar," kata seorang pelanggan yang datang membela pria tua yang menyedihkan itu.
"Lalu bagaimana? Apa anda ingin menganti buah yang sudah jatuh itu?."
"Tapi-."
"Urus saja belanjaan anda nyonya."
"Hahh... Anak muda zaman sekarang," pelanggan itu berjalan melewati kedua orang di depannya itu. "Bagus, kamu bekerja dengan baik Lucy." Jefry berbisik sepelan mungkin pada karyawan yang telah berakting sangat bagus.
Saat ini Jefry sedang menyamar mengunakan pakaian yang membuatnya terlihat seperti gelandangan dengan sempurna. Tidak akan ada yang tahu kalau aku ini adalah seorang Milioner dengan penampilanku yang sekarang. Jefry sudah merencanakan ini sebelumnya, dia dan karyawan wanita sudah sepakat untuk melakukan sandiwara. Ini yang di lakukan anak muda zaman sekarang untuk mengungkapkan sifat seseorang.
Bagaimana?. Apa aku sudah melakukannya sama seperti yang ada di tv?. Jefry melihat karyawan wanita yang mengajungkan jari jempolnya. Anda terlihat sempurna. Setelah itu Jefry kembali melihat reaksi apa yang akan diberikan Asiah padanya. Sekarang mari kita lihat seperti apa reaksi wanita ini. Jefry membuat dirinya terlihat semenyedihkan mungkin.
Dan benar saja apa yang dia harapkan terjadi, Jefry melihat Asiah datang membawa keranjang dorong berisi banyak bahan makanan di dalamnya tapi dia sedikit terkejut. Dia ini... Apa dia akan memborong seluruh isi toko?. Walau sedikit terkejut Jefry tetap berusaha untuk memainkan perannya. Jefry memberikan isyarat mata pada pegawai toko untuk melanjutkan perannya.
__ADS_1
"Kamu Harus Membeli Semua Jeruk Yang Terjatuh Itu."
"Tapi-tapi— uang saya tidak cukup untuk membeli semua in-." pria tua itu bersujud dengan wajah ketakutan karena tidak memiliki uang sepeserpun dikantungnya saat ini.