Bayi Kembarku Dari Boss Kejam

Bayi Kembarku Dari Boss Kejam
Chapter 011.


__ADS_3

"Yah begitulah. Jam mengajarku juga sudah berakhir, aku tidak bisa berlama-lama di sini lagi hahaha...."


"Hemm... Sayang sekali, padahal biasanya kamu yang pulang paling akhir. Aku jadi sedih karena harus tinggal di sini seorang diri." Guru tersebut terlihat sedih.


"Hahaha... Jangan khawatir dan... Aku ingin meminta tolong pada anda."


"Apa itu?."


Asiah menunjukan kawah serius sekaligu khawatir. "Ada muridku yang bernama Jeremi yang nantinya akan menunggu di sekitar parkiran. Bisakah anda bersamanya sampai ada yang menjemputnya? Atau setidaknya sampai pekerjaan anda selesai."


"Hemm... Baiklah, aku akan ingat. Cepat pulang sana. Tidak baik bagi calon ibu muda untuk berdiri di sini terlalu lama."


"Baiklah-baiklah."


Asiah tersenyum ramah dan pergi mengunakan mobilnya pulang kerumah. Di perjalanan dia melihat sebuah toko baju yang menarik perhatiannya. "Aku pikir aku harus membeli baju baru lagi nanti." Kemudian Asiah melajukan mobilnya sampai kerumah.


***


Siang menjelang malam, dan malam menjelang pagi. Hari berlalu cepat tak terasa hari Minggu telah datang. Asiah bangun dari tempat tidurnya seperti biasa, dia berdoa sebentar dan melanjutkan aktifitasnya seperti biasa sebelum berangkat ke Gereja yang tak jauh dari rumahnya.


Dua jam telah berlalu, orang-orang yang beribadah bersamanya saling menyapa setelah sesi ibadah berakhir dan sekarang Asiah berdiri didepan parkiran gereja seorang diri. "Hemmm... Aku pikir aku harus membeli baju sekarang," Asiah melihat bajunya yang sudah tidak muat lagi.


Perutnya yang membesar sudah membuat semua pakaian dalam lemarinya tidak muat lagi. "Haiss... Sepertinya anak-anakku tumbuh dengan cepat. ... Sekaligus membeli baju untuk kalian tidak buruk juga." Asiah memiliki banyak ide dalam kepalanya untuk membeli baju-baju bayi yang akan dia pakaikan pada anak-anaknnya nantinya.


"Hanya mengingat itu saja membuatku bersemangat!." Ada kilat cahaya di mata Asiah ketika membayangkan baju-baju imut yang nanti akan dia beli.


Asiah Menganti bajunya dan memakai baju Dress berwarna kuning dengan gambar berung di bagian punggung dan depannya, pakaian itu menonjolkan perut dan membuat penampilan Asiah terlihat seperti anak SMA.


"Kyhahaha... Ini sangat mendebarkan!!!."


Asiah bergegas pergi menuju parkiran setelah memastikan rumahnya aman dan melajukan mobilnya menuju pusat perbelanjaan


Les Galeries LaFayette. Sesampainya di sana Asiah memarkirkan mobilnya dengan aman dan segera bergegas masuk kedalam Mall.


***


Ditempat lain.


"Hei? Apakah kamu baik-baik saja?."


"Hah?."

__ADS_1


Adrian melihat Ervin yang sejak tadi memijat kepalanya. "Apa kepalamu masih sakit?. Memang menahan Itu rasanya sangat sakit tapi bukankah-"


"Bisakah kau diam!."


"Ungh, baiklah aku akan diam. Kita akan berhenti di Les Galeries LaFayette sebentar. Brandmu sepertinya sedang di pajang di sana jadi mari melihatnya sebentar."


"Tidak perlu, antar saja aku kembali kerumahku, aku ingin beristirahat sebentar."


"Oh ayolah... Kita hanya akan melihatnya sebentar saja," Adrian mengabaikan kekesalan Ervin dan melaju menuju Les Galeries LaFayett.


Di tempat lain Asiah sudah heboh membeli peralatan bayi di mulai dari baju, tempat tidur bayi, mainan dan masih banyak lagi seakan-akan uang di dalam dompet Asiah tidak akan habis setelah membeli banyak barang. "Aaah~ ini sangat menyenangkan... Apa lagi yang perlu kubeli...?"


Karyawan yang melihat reaksi Asiah menjadi senang karena pelanggan yang datang membeli banyak sekali barang tanpa memikirkan harga.


Pelanggan yang senang hati pun senang.


Pelanggan yang menghamburkan uang untuk membeli banyak barang adalah yang terbaik.


Mereka tersenyum cerah untuk melayani Asiah, para karyawan toko beramai-ramain menulis pesanan Asiah sebelum menyinggu tentang pasangan Asiah. " Anda membawa banyak barang, di mana suami anda? Apakah beliau tidak datang untuk membawa barang anda?," Tanya seorang karyawati pada Asiah.


"Aku tidak punya suami jadi tidak ada yang membantuku."


"Eh???."


"O-ohh~ ahaha... Maaf karena menyinggung anda," karyawati itu meminta maaf sepenuh hati pada Asiah.


"Hahaha... Tidak masalah, banyak yang mengatakan hal serupa jadi ini bukan hal baru bagiku. Tolong bungkuskan ini sekalian!." Kata Asiah bersemangat.


"...."


"...."


Dua orang berdiri dari kejauhan untuk melihat kerumunan manusia di dalam mall besar itu. Beberapa orang berteriak dan berlarian di koridor memilih-milih pakaian, sementara itu Ervin menggerutu karena kesal dengan keramaian di dalam mall.


"Tsk... Tsk... Tsk..., aku tidak mengerti kenapa barang mewahku harus berada di tempat murahan ini," ucap Ervin kesal. Ervin menunjukan ketidak sukaannya sejak pertama kali mereka masuk kedalam mall.


"Hei hei hei... Tidak semua orang seperti bajingan. Aku juga sering beli di tempat ini karena harganya yang manusiawi. Jika aku bisa hidup sepertimu dengan barang mewah setiap hari maka aku tidak perlu datang ketempat ini untuk membeli pakaian santai."


"Kau beli pakaian di tempat murah ini?."


"Tentu saja, lagi pula tidak semua barang di tempat ini murah. Ada yang mahal juga! Tidak semua orang bisa berbelanja di tempat ini," kata Adrian.

__ADS_1


"Haiss... Pantas saja kau terlihat seperti tikus lusuh, datang saja ke tokoku dan ambil sesukamu di sana apa susahnya."


"Tidak terimakasih. Aku tidak mau memakai barang mewahmu itu, bisa-bisa aku mati karena di rampok."


"Terserahmu saja."


"Kita kemari untuk melihat jamkan?. Aku dengar Jam tangan keluaran terbaru ini cukup unik karena pembuatannya yang cukup lama.


"Aku penasaran seperti apa bentuknya."


"Nahh... Itu hanya jam tangan dengan harga murah. Karyawanku selalu mengeluh untuk mengedarkan sesuatu sesuai dengan harga yang dapat di jangkau kalangan menengah."


"Wow, sepertinya di antara karyawanmu masih ada yang waras untuk memberikan ide semacam ini."


"Sudahlah, lagi pula harga Seratus Juta untuk sepasang jam tangan dengan merek Aishwa sudah menjadi penghinaan untukku. Tidakkah kau berfikir kalau aku sangat baik hati karena memberikan harga murah itu."


"...., Sesekali cobalah untuk hidup seperti orang biasa maka kau akan tahu bagaimana rasanya mengunakan pakaian dengan harga murah tapi dengan kualitas terbaik."


"Itu tidak akan terjadi."


"Kenapa kau berfikir seperti itu?."


"Karena aku tidak akan sudih memakai memakai sutra murah walau hanya sede—"


Gdbuk.


"Aww— maafkan aku!."


"Cik."


Ervin melihat dengan malas seorang wanita yang memungut barang-barangnyanya yang terjatu di lantai. Matanya terbuka lebar ketika melihat wanita yang sedang memungut tas belanja yang jatuh itu. Tiba-tiba saja jantungnya berdetak cepat setelah melihat siapa yang ada di hadapannya.


Adrian yang melihat wanita di depannya sedang kesulitan ikut membantu mengumpulkan barang yang jatuh tapi kemudian dia terkejut setelah melihat wajah wanita itu.


"OH YA TUHAN!!!," Teriak Adrian ketika tubuhnya tersungkur kebelakang karena terkejut.


"!!!"


DEG DEG DEG...


Jantung Ervin berpacuh dengan cepat ketika melihat wanita yang telah menghantuinya selama lima bulan terakhir. Wanita dengan rambut hitam legam yang di ikat kepang kebelakang serta mengunakan baju dress panjang bertema beruang membuat kesan sederhana namun imut pada penampilan wanita di hadapannya.

__ADS_1


^^^Bersambung....^^^


__ADS_2