
Ervin masih ingat kalimatnya.
".... Jika tempat itu berkualitas maka ayo pergi sekarang," bisik Asiah.
Secepat kilat Ervin melajukan mobil sportnya menuju sebuah hotel ternama di Paris dengan pemandangan kelas satu yang mengarah langsung di depan menara Eiffel. Sesampainya di dalam kamar hotel Ervin tidak bisa menahan dirinya untuk ******* bibir Asiah dengan rakus. UUGH— DIA MEMBUATKU GILA!!!. Ervin mulai membuka pakaiannya satu persatu, sambil mengangkat tubuh mungil Asiah yang dibantingnya lembut keatas kasur.
"Biarkan akegg—."
Ervin tidak membiarkan Asiah berbicara walau hanya sebentar. Dia tidak ingin melewatkan sedetikpun sensasi yang telah lama tidak dia rasakan saat bercinta dengan wanita-wanita malamnya.
Diatas ranjang Ervin merobek dress putih Asiah kasar membuat tubuh putih mulusnya terekspos dan tentunya hanya Ervin yang melihat itu.
"Huhhf ...."
Sambil menyeka rambutnya kebelakang dan bernafas berat. Aku akan memakannya sekarang, lihatlah tubuh itu! Aaah... Baru pertama kalinya aku merasa gairah ini. Ervin mulai mencium bibir Asiah lalu perlahan turun ke area leher, kemudian mengigit kecil di leher meninggalkan tanda kecil berwarna merah hasil karyanya. Tangan Ervin yang tidak sabar mulai menelusuri setiap sudut tubuh Asiah mulai dari pahanya naik menuju area pusar.
"Ahh—." Asiah sedikit mendesah saat Ervin memainkan tangannya di sekitar pusarnya.
"Hahaha...."
Selesai bermain-main dengan pusarnya, tangan Ervin kemudian naik kereta dada. Ini sangat pas di tanganku.
"SSSTK—."
Ervin tidak bisa menahannya lagi, tubuh bagian bawahnya sudah mengang dan berdenyut akibat rangsangan yang dia terima. "Akuhhh- aku akan masuk!."
"Eg— TU-TUNGGU DULU-! PAKAI PENGAMAN-!"
"TIDAK... Tidak perlu memakai pengaman... Karena... Aku tidak bisa menung—."
Ervin menutup mulut Asiah dengan telapak tangannya ketika pilar panasnya masuk kedalam tubuh Asiah.
Tubuh Ervin bergetar hebat. "Hem???." Kemudian Ervin melihat wajah Asiah yang memeram dengan tubuh yang ikut gemetar. Apa aku baru saja keluar?. Aku... Keluar... Hanya dalam beberpa detik saja?. Ervin melongo, heran dengan kemampuan jagoan yang tiba-tiba saja memuntahkan cairan di dalam Asiah.
Ini Sangat Memalukan!!! Kalau Adrian Tahu Akan Hal Ini Maka Aku Akan Di Tertawakan!!!.
__ADS_1
"Uugh— Hahh... Apa- sudah ... Sele...sai."
Meski harga dirinya terluka Ervin masih ingin melanjutkan ronde. "Tsk. Masih belum."
Dengan tangannya yang kuat dia menarik tubuh mungil itu kembali kedalam pelukannya. Memaksa pilar panas kembali kedalam berulang-ulang maju mundur. "Tunggu-"
"AAAG—."
Asiah mengigit bibirnya kuat setelah Ervin memasukan senjata tempurnya sekali lagi kedalamnya menahan sakit dan perih berulang-ulang. "AAAGH— HENTIKAN."
"Huhhf... Jangan bergerak-ger— UUGHH."
kesal dengan tubuh Asiah yang terus memberontak, akhirnya Ervin menarik kedua tangannya lalu menekan kembali pilarnya kedalam hingga ke akhir pangkal merasakan sensasi nikmat yang membawanya melayang membuat Ervin tidak bisa berhenti mengerjakan pinggulnya dalam ritme cepat dan kasar. Dia bahkan tidak bisa menghitung berapa kali dirinya telah ejakulasi selama mereka bercinta.
Waktu akhirnya berlalu, dan tak terasa sudah hampir dua jam Ervin bercinta dengan Asiah yang bahkan sudah tidak sadarkan diri nafsu membaranya tidak membiarkan dirinya untuk berhenti walau Asiah telah pingsan.
Sebelum Asiah pingsan dia sempat mendengarnya bergumam dan mengeluh tentang jagoan kecilnya yang masih berada di dalamnya. "Huhhff...." Ervin menghembuskan asap rokok dari mulutnya, sambil masih menikmati sensasi nikmat yang masih terasa seperti air laut yang menghantam dirinya, kemudian Ervin melihat bekas kuku kecil yang membuat lengannya sedikit terluka.
Tersenyum.
Perlahan Ervin mengelus pipi Asiah dengan lembut penuh kasih sayang. Dia sedikit mencubit pipi putih itu karena merasa gemas. Ini terlihat seperti jelly, hmm... Dia punya rambut yang panjang, bulu mata yang lentik alami dan kulit putih alami juga, dia tidak sama dengan wanita yang sudah aku tiduri selama ini. Ervin membalikan tubuh telungkup Asiah, menatapnya dari atas memperhatikan struktur wajah Asiah dengan seksama.
Ervin bergumam pelan. "Hidungnya mancung, bibirnya merah merona, dia bahkan lebih cantik lagi saat tidak ada riasan di wajahnya." Mata Ervin yang tergoda dengan bibir merona Asiah kembali **********, kali ini dia melakukannya tanpa penolakan dari Asiah karena memang Asiah saat itu sedang tertidur.
"Tck— huhh...."Ervin menjilat bibirnya setelah meninggalkan sisa air liurnya di bibir Asiah.
"Wanita yang sangat can—."
BEZZZT... BEZZZT. Suara telefon bergetar.
"Hem?."
Di ambilnya ponsel dari bawah lantai lalu melihat siapa yang menghubunginya. Siapapun ini aku akan menghukumnya karena mengangguku malam ini. Ervin membuka isi kotak pesannya dan sedikit menaikan alisnya.
[ Sekretaris Noela. ]
__ADS_1
Menerima panggilan.
"Apa."
[ "Tuan Muda, kami telah menemukan orang yang telah menipu investasi anda. Saya akan segera kirimkan semua datanya pada anda pagi ini juga. Maafkan saya karena menganggu malam anda akan tetapi, anda harus melihat ini sebelumnya." ] Seseorang bernama Noela mengirimkan sebuah gambar yang menarik perhatian Ervin saat itu.
"Ini bagus, kau sudah melakukan yang benar."
Sebentar Ervin memalingkan wajahnya ke Asiah yang masih tertidur pulas di atas ranjang. "Aku harus pergi sebentar nona manisku." Ervin mencium pipinya selembut mungkin supaya dia tidak terbangun. Kemudian dia mengenakan pakaiannya, mengeluarkan sepucuk kartu nama dan uang yang dia taruh di atas meja kecil di samping ranjang lalu pergi keluar dari kamar.
"Aku tidak perlu mandi, aku suka aroma wanita ini." Dengan penuh percaya diri dia meninggalkan kamar hotel.
"AWW .... Dia punya kuku yang panjang," kata Ervin sambil menyentuh bagian belakang bawah lehernya lalu tersenyum sumringah seperti orang gila. "Hemp, dia benar-benar kucing yang manis."
Itu adalah permulaan dari kegilaannya terhadap Asiah. Awalnya Ervin berfikir dengan sepele tentang malam penuh gairah yang telah dia lalui sehingga dia pergi begitu saja dengan harapan bahwa Asiah akan menghubunginya duluan karena dia memberi kartu namanya akan tetapi.
Setelah hampir 5 bulan lamanya Ervin tidak menerima pangilan telefon atau pesan singkat sekalipun dari wanita yang dia telah mencuri hatinya tersebut. "SIAL! APA INI AKAN BERKAHIR SEPERTI DULU LAGI?!!!." Ervin menghancurkan semua barang-barang yang berada di dalam kantornya, membuat siapapun yang berada di tempat itu merasa takut akan kemarahannya.
GDUBRAK-
Meja di banting kebelakang.
"GAARRG— Apa Kalian Tidak Bisa Mencari Satu Wanita Saja?!!!, Apa Perlu Aku Mencungkil Otak Kalian Suapaya Kalian Bisa Memikirkan Cara Menemukannya?!." Hari itu Ervin banyak berteriak pada bawahannya.
"Ervin sudahlah... Lagi pula kita sudah mencari kemana-mana tetapi tidak bisa menemukannya! Lebih baik kamu sabar saja, biasanya sesuatu akan muncul dengan sendirinya kalau tidak sedang di cari," kata Adrian menenangkan sahabatnya itu.
"Diam kau Adrian, aku sedang tidak ingin mendengar omong kosongmu."
"Huhh... Terserahmu saja."
Adrian mengangkat tangannya ,keudara lalu keluar dari pintu kantor. "Jangan melampiaskan amahmu pada anak buahmu Ervin, mereka sudah melakukan yang terbaik."
"Pergi saja kau keluar."
"Baiklah-baiklah."
__ADS_1
Adrian keluar dari ruangan dengan perasaan lelah di seluruh tubuhnya, dalam hatinya. Huhhf... Sepertinya aku harus menerima kemarahannya untuk beberapa hari kedepan.