Bayi Kembarku Dari Boss Kejam

Bayi Kembarku Dari Boss Kejam
Chapter 016.


__ADS_3

Adrian menyeringai dan menunjukan sebuah lembaran kertas yang berbeda dari yang ada di meja. "Ini yang terpenting, aku pikir kau akan tertarik dengan yang ini." Adrian memberikan lembar kertas pada Ervin.


"Apa ini?."


"Ini daftar orang-orang yang pernah berkencan dengannya." Adrian menyaksikan perubahan ekspresi pada Ervin dan tersenyum tertarik. "Semua informasi ini kudapat dari beberapa tetangga dan foto-foto media sosial dari lingkungan tempat tinggalnya dan kamu akan melihat ini dan itu."


Adrian mengoreksi setiap data dengan tepat, dan menyusunnya dengan rapi. "Ini adalah informasi yang aku dapatkan dari beberapa tetangga di sekitar rumahnya dan kamu tahu! Di antara para tetangga yang menyukai wanitamu ada yang sangat membencinya sampai-sampai dia membuat sebuah list keseharian wanitamu!," kata Adrian bersemangat.


"Apa?, Bukankah itu—."


"Heheh... Jangan terlalu memikirkannya, wajar kalau ada tetangga seperti itu di setiap tempat, aku juga memiliki tetangga yang mengagu di lingkungan rumahku."


"Aku tidak bertanya."


"Tapi aku ingin memberitahumu."


"..., Lanjutkan."


"Lima bulan yang lalu, dia terlihat berpergian dengan empat pria berbeda dalam kurun waktu yang singkat. Dan mereka semua di kabarkan pergi ketempat-tempat berbeda dan berakhir di hotel-hotel yang berbeda.


"Sungguh?, tetangga yang seperti ini benar-benar merepotkan, apakah dia bekerja sebagai mata-mata?."


"Lanjutkan."


"Hahh... Selanjutnya ke empat pria yang dia kencani dalam kurun waktu yang singkat itu, tidak pernah menunjukan diri mereka lagi setelah bulan kedua... Nah setelah bagian ini menarik.


"Aku pikir ini mungkin adalah saat-saat dia hamil, bukankah dia bilang kalau, dia hanya tidur dengan sembarang pria lalu hamil anak salah satu dari mereka?."


"Yah, dia bilang begitu padaku."


"Dan kemudian bagian ini juga sangat menarik, jika kamu menyatukannya akan terlihat jelas kalau dia menyembunyikan sesuatu." Adrian menunjukan catatan tetangga dan catatan informasi yang dia dapat dari tempat Asiah bekerja. "Di tempat dia bekerja, wanitamu mengaku kalau dia melakukan program bayi tabung untuk mendapatkan anak.


"Ternyata, wanitamu juga menunjukan bukti bahwa dia melakukan prosedur program dengan Legal."


"Tunggu sebentar, jika dia melakukan itu bukankah dia seharusnya memiliki suami sah? Dan untuk apa dia berpergian dengan bajingan-bajingan ini kalau pada akhirnya dia mengatakan kalau dia mengikuti program bayi tabung?."


"Yah, mau bagaimana lagi, para wanita itu sangat sulit untuk di mengerti. Mereka melakukan hal-ha rumit seperti ini hanya untuk mendapatkan yang mereka mau."


Adrian berjalan menuju mesin cetak yang mengeluarkan kertas dengan tulisan di atasnya. "Ini, orang yang kupekerjakan sudah mengirim beberapa informasi tentang pria yang bisa kita anggap sebagai teman kencannya." Adrian memberikan kertas itu pada Ervin yang duduk menyilangkan kakinya.


"...."

__ADS_1


Ervin membeca informasi dari pria pertama sampai pria keempat. Dahinya mengkerut saat membaca semua informasi itu. "Mereka semua hanya pekerja biasa dan tidak memiliki latar belakang yang menarik, Meraka bahkan tidak kaya sepertiku dan—" Ervin bergumam dengan kesal.


"...."


Hahh... Ervin ini semua bukan tentang kekayaan, kalau wanita itu tidak puas denganmu mau sekaya apapun dirimu dia akan mencari yang lebih memuaskan dari pada dirimu.... Pada akhir ini semua hanya tentang kenikmatan duniawi saja. Adrian melonggarkan kerah bajunya.


"Mungkin bayi-bayi yang di kandung oleh wanitamu itu adalah bayi dari salah satu dari empat orang itu."


"...."


Klak.


Ervin meletakan kertas dengan kasar. "Aku masih belum puas dengan ini."


"Huh????."


"Masih banyak bagian yang tidak lengkap, aku baru akan puas jika semuanya sudah terkumpul."


"Hei... Sudahlah, lagi pula kita sudah mendapatkan informasi yang bagus, aku bisa menyimpulkan kalau kau bukan Ayah dari bayi yang dia kandung.


"Ayo coba pikirkan!, Kalau kau adalah Ayah dari anak-anakknya bukankah seharusnya dia datang kepadamu untuk meminta pertanggung jawaban? Soalnya, kau inikan  SA...NG....AT...KA...YA....


"Kalau aku jadi wanita dan hamil anakmu aku akan menjadi gila dan menyebarkan keseluruh dunia kalau aku mengandung anakmu!.


Adrian mengatakan itu dengan tegas dan panjang lebar, berharap Ervin akan mengerti dan tidak lagi keras kepala, namun apapun itu Ervin bukanlah seseorang yang mendengarkan orang lain.


"Tutup mulutmu dan lakukan saja apa yang aku minta."


"..., Hahh... Sangat sulit berbicara dengan orang yang sedang jatuh cinta." Adrian menyeka wajahnya kasar.


"Apa katamu?!"


"Tidak, lupakan saja."


Adrian berbalik dengan malas. Dia berjalan menuju telefon dan menghubungi seseorang dengan raut wajah kesal. Sedangkan Ervin dia mengamati foto-foto pria yang ada di meja, dia mengingat semua wajah mereka dan tidak berniat untuk melupakannya.


Apa benar mereka lebih baik dariku? Mau dilihat darimanapun aku lebih tampan dan bergairah di banding mereka. Ervin menjadi kesal setiap kali dia melihat foto-foto pria random tersebut.


Tak. Tak. Tak.


Ervin mengetuk jarinya di atas pegangan kuris, dan tiba-tiba sesuatu terlintas di pikiran Ervin.

__ADS_1


"Adrian."


"Apa lagi?."


"Berapa usia kandungannya?."


"Maaf tapi apa?."


"Berapa usia kandungan Asiah saat ini?."


"Itu... Tunggu! Kau sudah memanggil namanya seperti itu?."


"Jangan bertanya sesuatu yang tidak penting, jawab saja aku."


"Aku tidak tahu."


"Kalau begitu cari tahu."


"...."


Adrian menutup matanya dan mengirimkan pesan pada temannya. "Apa kau ingin tahu berapa usia kandungannya?," Adrian bertanya dengan serius.


"Bukan ingin tahu. Jika kita bisa membandingkan usia kandungannya dengan tanggal-tanggal pertemuannya dengan para pria jelek ini maka akan ketahuan siapa Ayah dari anak-anak ini."


"Ooh! Aku tidak kepikiran sampai kearah itu!,


Tapi.... Ervin aku ingin tahu, kalau misalnya. Ini hanya misalanya saja!. Kalau misalnya kamu adalah Ayah dari bayi yang di kandung wanita itu apa yang akan kau lakukan?."


"Apa lagi, aku akan mengambil mereka. Bukankah itu sudah jelas?."


"Mengambil? Apakah kau tidak akan menyuruhnya untuk mengugurkan anakmu seperti yang telah kau lakukan pada wanita-wanita simpananmu yang lain?."


"...."


Ervin hanya diam, dia tidak memiliki niat untuk menjawab pertanyaan Adrian. "Lakukan saja apa yang harus kau lakukan."


"..., Baiklah pada akhirnya jika semuanya telah menjadi jelas, semua keputusan ada di tanganmu." Adrian pergi keluar dari ruangan meninggalkan Ervin di dalam sendirian.


"...."


Apa yang akan kulakukan jika mereka ternyata  adalah anakku? Banyak wanita yang datang padaku mengatakan kalau mereka mengandung anakku tapi aku belum pernah sebingung ini sebelumnya.

__ADS_1


"Apa yang aku pikirkan, kenapa aku sangat memikirkan masalah ini?, Aku bahkan tidak menerima bayi yang jelas-jelas adalah anakku  sendiri tapi kenapa...?, Aku begitu bersikeras dengan bayi yang  bahkan belum tentu anakku?, Kenapa aku berusaha sekeras ini hanya untuk—."


__ADS_2