
Ervin masih menatap ponselnya sambil bergumam pelan, "..., Kenapa dia masih belum membalas?," Sudah hampir lima menit berlalu sejak Ervin mengirim pesan tetapi balasan belum kunjung datang. "Ervin berdiri dari sudut itu dan duduk di sini sekarang, aku tidak tahu apa yang sedang kau bahas dengan temanmu tapi kita masih punya sesuatu untuk di bahas," kata Jefry pada putranya.
"...."
Ervin sedikit melirik kearah Jefry dan berdiri dari tempatnya. Aku pikir menunggu sambil mendengarkan ocehan mereka tidak terlalu buruk. Ervin berjalan kembali ketempat duduknya. "Baiklah, aku sudah selesai jadi lanjutkan," kata Ervin yang melihat ponselnya.
"Hei? Apa aku tidak pernah mengajarkanmu sopan santu?."
"Nahh... Aku dapat sifat ini darimu jadi jangan mengeluh akan sesuatu yang sudah jelas."
Jefry mendecakan lidahnya karena kesal. "..., Tsk. Kapan kau akan dewasa."
"Aku sudah dewasa."
"Tidak perlu menegurnya Ayah, anak-anak tidak akan pernah mengerti bahasa orang dewasa, Jeremi bahkan lebih dewasa darinya,."
"Angela, aku sudah bilang tutup mulutmu."
"Oh yah?, Kenapa aku harus mendengarkan bocah kecil sepertimu?."
"J-lang ini...!"
"Bedebah sial ini...!"
"Cukup kalian berdua."
Pada akhirnya Janet kehilangan kesabarannya, dia tidak ingin lagi mendengar pertengkaran sepele dari anak-nakanya. Kemarahan Janet bahkan telah membuat Jefry memalingkan wajahnya dan meminum secangkir kopi yang di bawakan oleh pelayan.
"Ervin dan Angela, kalian berdua sudah dewasa, jangan saling menyalahkan satu sama lain ketika kalian sama-sama membuat masalah."
"Tapi bu-"
"Angela."
"Tsk."
"Huhh... Aku punya dua anak, tapi mereka tidak bisa membuatku berhenti khwatir. Suamiku bahkan tidak menganggap serius kejadian yang bisa saja mencoreng nama baik keluarga ini."
"Aku tidak-"
"Tutup mulutmu Jefry dan dengarkan aku."
__ADS_1
"H-baiklah, kamu bosnya." Jefry tidak mengatakan apapun lagi setelahnya. "Ervin dengarkan ibu ini sekali saja, dan cobalah untuk mengerti!. Masalah kali ini tidak mudah untuk di alihkan karena reputasi Olivia dan keluarganya begitu besar dan berpengaruh!."
"...."
"Satu-satunya cara untuk mengalihkan rumor ini adalah membuat sebuah pernikahan palsu, cobalah untuk ikut serta dalam skenario kita ini.
"Sebenarnya ibu tidak suka melakukan ini ataupun membuatmu melakukan hal konyol seperti ini akan tetapi! .... Hahh... Kamu mau melakukannyakan sayang?."
"Tidak."
"Hei? Tidak bisakah kau mengerti sekali ini saja?!."
"Aku tetap tidak mau."
"Ervin pikirkan citramu dan perusahaanmu. Kalau kamu dan Olivia terbukti tidak memiliki hubungan apa-apa maka yang menerima sisi buruk publik adalah Olivia yang memulai masalah ini duluan," kata Jefry.
"Coba pikirkan untuk sementara ini Ervin, kami sudah mendiskusikan ini dengan Ibu, setidaknya hanya sampai beberapa bulan saja sampai beritanya mere-"
Ervin yang bosan mendengar ucapan mereka berkata. "Kalian ini benar-benar idiot. Apa kalian pikir hanya karena aku melakukan pernikahan dengan seseorang maka sudah pasti berita akan segera meredah?.
"Kalian bilang yang untung adalah aku?."
"Apa maksudmu Ervin."
"Hei? Perkataan mu bukankah terlalu kasar?," Benatk Angela.
"Er-Ervin-"
"Bodoh. Coba berfikir sedikit rasional. Kalau aku menikah dengan wanita lain pada saat ini maka para fans berat wanita gila itu akan menuduhku melakukan perselingkuhan.
"Para fansnya pasti akan mencari-cari kebenaran lewat mulut wanita itu dan bagaimana nantinya kalau dia berbicara yang tidak benar di media?, Apa kalian sudah mendiskusikan tentang itu?, Jangan hanya berfikir dengan satu pemikiran!, Cobalah kreatif untuk menciptakan sebuah jalan keluar yang benar.
"Pusat masalahnya ada di wanita itu bukan ada padaku!, Jika tidak ada jalan keluar maka cari jalan lain. Jebak j-lang itu pada sebuah sekandal baru dengan orang lain!.
"Wanita itu yang membuat masalah, kenapa aku yang harus bersusah payah untuk menyelesaikan masalah?!.
"Menikah dengan wanita lain untuk mengalihkan rumor?, Tidakkah kalian berfikir kalau hal ini hanya membuatku terlihat menyedihkan? Seolah-olah aku sangat memohon supaya masalah ini segera selesai?."
"Ervin kami hanya-"
"Hahaha... Aku yakin kalian tidak berfikir sampai sejauh itu, apasih yang bisa kalian lakukan dengan benar?."
__ADS_1
"Ervin...."
"Diamlah pak tua. Bukankah aku sejak tadi cukup ramah mendengarkan kalian?."
"Begini saja Ervin, kalau kamu tidak suka dengan jalan keluar kami lalu bagaimana kalau kita mengunakan jalan keluarmu?."
"Jalan keluarku hanya satu untuk keluar dari masalah ini. Dan kalian pasti sudah tahu metode apa yang akan aku lakukan."
"...."
"...."
"...."
Mereka semua terdiam, kepala mereka tidak bisa memproses semua hal yang di katakan oleh Ervin. Dan mereka juga sudah tahu metode apa yang akan Ervin gunakan. "Ervin kalau kamu menguanakn metodemu itu bukankah kamu akan lebih di curigai?."
"Jangan pikirkan hal itu ibu. Sebenarnya kalian hanya perlu melakukan bagian kalian masing-masing, ini bukan kesalahanku makanya aku meminta kalian untuk meredamnya sebisa mungkin jangan sampai aku yang turun tangan!.
"Dan untuk ibu, karena ibu yang mengundang wanita itu, beberapa media mungkin akan mencari ibu, kalau ada seorang wartawan yang ingin menulis berita soal masalah ini maka ibu bisa menjawab kebenaranya.
"Untuk Angela, aku tidak tahu apa yang bisa kau lakukan jadi lakukan sesukamu."
"Hah?."
"Dan Sergio, kamu sudah menutupi beberapa berita tentangku jadi tidak perlu lagi untuk menutupi sebagian besar rumor ini karena nantinya pihak dari wanita itu akan curiga."
"Lalu bagaimana denganmu Ervin?, aku yakin kau tidak akan membunuhnya dalam waktu dekat inikan?," Tanya Jefry.
"Masih belum, untuk bagianku sendiri ... Beberapa orang yang aku kenal sudah membantuku melakukan apa yang aku butuhkan jadi tidak perlu mengunakan metode bodoh sebelumnya, Selesai?."
"Kamu mengatakan semuanya seolah-olah ini muda." Angela menggerutu pada sikap acuh tak acuh Ervin. "Hahh... Inilah sebabnya kau selalu kabur dari rumahmu setelah bertengkar dengan mertuamu."
"Apa?."
"Angela... Bukan, kalian semua. Aku ingatkan sekali lagi, ini bukan yang pertama kalinya aku mengatakan ini. Kalian cobalah berhenti untuk memperbesar masalah-masalah kecil seperti ini."
Angela yang mendengar itu mengangkat tangannya dan memalingkan wajahnya, mereka tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah Ervin menutup pembicaraan. Kepala mereka sudah hampir meledak hanya untuk melepaskan Ervin dari jerat rumor yang semakin menyebar itu akan tetapi saat ini betapa santainya Ervin mengubah seluruh rencana mereka hanya dalam waktu singkat.
Ervin berdiri dari kursinya, dia berjalan menuju pintu tak lupa dia mengambil ponsel yang dia letakan di atas meja. "Aku akan beristirahat sekarang, jangan khawatir besok pagi aku akan seger pulang kerumahku. Banyak hal yang harus kulakukan besok."
"Ervin, jangan pergi dulu, masalah ini belum selesai."
__ADS_1
"Tapi itu sudah selesai untukku ibu. Ibu juga beristirahatlah. Aku akan mengirimkan salah satu wartawan yang aku kenal untuk membantu ibu." Setelah mengatakan itu Ervin berjalan melewati pintu, dia menuju kamar berwarna hitam paling sudut mansion, diam taman dan kolam renang besar paling terlihat jelas dari ruangannya.
"Tsk, Kebiasaan keluarga ini... Mereka selalu membuat masalah semakin besar, kalau bisa mengunakan metode mudah kenapa harus mengunakan metode sulit?," Gumama Ervin yang menghilang kedalam kamar.