Bayi Kembarku Dari Boss Kejam

Bayi Kembarku Dari Boss Kejam
Chapter 28.


__ADS_3

"Kau-"


Adrian tidak bisa berkata-kata, pria yang hampir saja melemparnya dengan kursi kayu seharga ratusan juta menjadi tenang hanya dalam hitungan detik setelah menonton sebuah video singkat. Aku pikir, wanita itu benar-benar sudah mencuci otaknya sepenuhnya. Adrian menatap Ervin dengan tatapan tidak percaya dan mundur selangkah menjauh dari Ervin.


"...."


Ervin mengalihkan pandangan dari ponsel setelah video berakhir, dia melihat Adrian dan kemudian melihat kearah tempat kosong yang seharusnya di isi oleh pria yang dia hajar barusan. "Kemana dia pergi?."


"Aku membawanya keruanganku, dia akan mati jika terus berada di sini. Jujur padamu Ervin apa yang akan kau lakukan pada kekacawan ini?," Adrian melebarkan tangannya untuk memberi ruang bagi Ervin siapaya dia melihat kekacawan apa yang telah dia lakukan. "Apa masalahnya?."


"Apa masalahnya?!, Kamu pikir hanya kamu saja yang ada di tempat ini? Ervin...!, Bertindak gila seperti itu ada batasannya."


"Dan kau berharap aku akan memperdulikan hal-hal remeh seperti itu, lagi pula ini buka yang pertama kalinya bagiku." Ervin berjalan melewati tumpukan gelas pecah dan bangku yang bererakan di lantai, dia berjalan menuju ruang pribadi Adrian.


"Ak- Huhhpm."


Adrian menyeka kasar wajahnya dengan tangannya. Dia menghela nafas setelah melihat Ervin yang pergi begitu saja meninggalkan semua kekacawan pada dirinya. "Aku selalu menyesali kebodohannku dulu dan memilih untuk berteman dengan bajingan ini."


Adrian memanggil beberapa bodyguard yang berjaga di bar paling atas. Dia memerintahkan beberapa penjaga untuk membersihkan beberapa kekacawan yang di sebabkan oleh Ervin beberapa waktu lalu kemudia, dia pergi keruangan tempat Ervin masuk. Aku harap dia tidak membunuh pria itu, batin Adrian.


Sreek.


Membuka Pintu.


Adrian masuk kedalam ruangan. Dia melihat Ervin yang duduk di atas meja dengan kertas di tangannya kemudian pandangannya beralih pada pria yang duduk di lantai setengah bersujud. Situasi macam apa ini.


Adrian masuk dan mengunci pintu dari dalam, dia menyalakan lampu gantung dan duduk di sofa hanya untuk mengamati situasi di depannya untuk sementara. Tak lupa Adrian merogoh kedalam sofa untuk mendapati Stungun di sana. Ketika dia mendapatkan Stungun itu di meletakan benda itu di sebelahnya.


"...."


"...."


"...."


Hanya ada keheningan dan suara kertas yang di bolak balik oleh Ervin. "Huuk- ugh." Pria yang ada di atas lantai mengerang kesakitan namun tidak berani untuk mengangkat kepalanya. "Namamu, Fransco kan?." Ervin bertanya dan melihat pria di bawahnya.

__ADS_1


"I-IYA."


Ervin menganggukkan kepalanya dan membaca beberapa informasi tambahan. Adrian cukup terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Ervin kemudian dia mulai mengerti arti dari tindakan yang dilakukan oleh Ervin barusan. Aku lupa kalau bajingan ini sangat hebat mengingat wajah seseorang. Jadi pria ini adalah salah satu dari pria yang pernah berkencan dengan wanitanya. Adrian mendengarkan semua kata-kata yang di lontarkan Ervin dengan mata tertutup dan tubuh yang bersandar di sofa namun masih tetap menggenggam Stungun di tangannya.


Ervin kembali berbicara, kali ini dia tidak memegang kertas di tangannya dan berjalan menuju pria muda yang setengah bersujud di lantai. "Hei? Apa kau mengingat seorang wanita bernama Asiah Rosen?," Tanya Ervin.


"!!!"


Pria di hadapan Ervin mengangkat kepalanya setelah mendengar nama tak asing yang tiba-tiba saja dia dengar setelah sekian lama. Mata pria itu melebar dan terlihat ketakutan, dia memalingkan wajahnya dari Ervin. "Aku-aku tidak tahu siapa yang kau maksud."


"...."


Ervin melihat pria itu menghindari tatapannya, dia tidak suka bagaimana cara pria itu menghindari pertanyaannya.


Menarik Rambut.


Ervin menarik rambut pria itu sehingga suara meringis keluar dari mulutnya. Ervin berjongkok di hadapan pria itu dan melihatnya seolah dia akan membunuh pria muda itu kapan saja. "Dari informasi yang aku temukan, kamu adalah yang paling lama berhubungan dengannya." Ervin melemparkan sebuah foto di lantai dan membanting wajah pria muda itu kelantai


Bamm.


"UUGH!-"


"Apa kau mengenalnya sekarang?. Apa kau sudah tahu siapa yang aku maksud?."


"Ak- aku tidak tahu."


BAMM.


Ervin menghantam kepala pria muda itu sekali lagi. "Oh ayolah~ jangan berpura-pura tidak tahu, kamu berkencan dengannya selama sepuluh hari lebih lama dari tiga lainnya, jadi mana mungkin kau tidak tahu siapa dia~." Ervin terus menunjuk-nunjuk foto di atas lantai dan masih menekan kepala pria muda itu dengan tangan kanannya.


"Hei. Katakan saja kau mengenalnya, itu akan lebih baik dari pada terus menerima rasa sakit dari bajingan ini," kata Adrian.


"Ak- huup- aku tidak tahu."


"..., Sepertinya dia tidak akan memberitahumu, walau sekeras apa kau menyiksanya Ervin."

__ADS_1


"Hemp. Mari kita lihat berapa lama dia akan tetap tutup mulut." Ervin mengunakan sekali lagi menghantamkan wajah pria muda itu kelantai berulang-ulang sampai pria itu tidak sadarkan diri. "Kau sudah bertindak sejauh ini, apa yang akan kau lakukan selanjutnya," kata Adrian.


".... Itu adalah rahasia."


"Hahhh...."


Adrian menutup matanya dan menghubungi bodyguardnya untuk masuk kedalam ruangannya. Dia memerintahkan anak buahnya untuk membawa pria muda yang tidak sadarkan diri itu. "Bawa dia ketempat 'Biasa' kami akan datang beberapa jam lagi, pastikan dia sudah sadar ketika kami tiba di sana nanti."


Bodyguard mengangguk dengan sopan dan membawa pria yang tidak sadarkan diri itu. Adrian melihat Ervin membaca layar ponselnya untuk beberapa saat sebelum merogoh kantung sakunya. Cik, apa dia tidak lelah selalu hidup seperti ini?, batin Adrian.


"Kau lihat apa?."


"Tidak ada."


Adrian berjalan memutar meja, kemudian dia mengambil sebuah file berwarna merah dari dalam laci kecil di sebelah jendela. "Apa yang akan kau lakukan pada tiga lainnya?."


"Aku tidak butuh yang tiganya lagi, aku punya firasat kalau yang satu ini saja sudah cukup."


"Lakukan perlahan saja Ervin, kita tidak tahu siapa yang berada di belakang pria ini."


"Tidak perlu khwatir, aku akan melakukannya selembut mungkin sampai dia mengatakan yang sejujurnya padaku."


"...."


Maksudmu dengan mencabut kukunya atau menusuk jari-jarinya dengan jarung?. Adrian menggelengkan kepalanya pasra akan apa yang di lakukan oleh Ervin selanjutnya.


...🌸🌸🌸...


Tanggal 28 Juli 2024.


Pukul 09:16 Pagi.


Tiga berlalu sudah sejak Ervin menciptakan kehebohan di rumah sakit dan juga gosip tentang lamaran pernikahan yang di lontarkan oleh Super Model Olivia pada Ervin pemilik perusahaan Aishwa. Berita tentang dua orang ini telah masuk dalam daftar paling di cari di internet.


"Apa kau kamu akan segera meninggalkan rumah sakit?."

__ADS_1


"Yah, aku sudah lebih baik sekarang. Aku pikir obat-obatan dari kelas V.V.I.P. Benar-benar berbeda," kata Asiah sambil mengikat rambutnya.


"Apa kamu tidak mau menunggu Tuan Muda Ervin dulu sebelum pulang?," Tanya Julius.


__ADS_2