Bayi Kembarku Dari Boss Kejam

Bayi Kembarku Dari Boss Kejam
Chapter 013.


__ADS_3

"Apa kamu bercanda?."


"Tentu saja tidak haiss... Aku tidak habis pikir bagaimana kesimpulanmu bisa sampai sejauh itu, kita bahkan hanya bertemu sekali.


"Kamu bertanya kenapa aku tidak menghubungimu? Itu karena aku sibuk dengan pria lain," Asiah berbicara dengan percaya diri.


"Aku tidak punya hobi untuk bermain dengan pria yang sama dua dua kali."


"..., Setidaknya kau bisa bermain denganku lebih lama! Apa kau tidak mau keturunan dari pria kaya sepertiku? Aku juga akan membayarnya berapapun kalau kamu mau!."


"...."


Adrian menggelengkan kepalanya setelah mendengar Ervin. Ervin..., bukan begitu caramu berbicara pada orang yang kamu sukai dan apa ini? Apakah kamu baru saja memohon pada seorang wanita untuk tetap memakaimu? Dan mengandung anakmu?!, Batin Adrian.


"Ini bukan masalah harga tapi- hahh... Kenapa aku harus menjelaskannya padamu."


"Jelaskan!."


"Kenapa harus?."


"Supaya aku tahu apa yang harus aku lakukan padamu."


"Kamu bajingan gila!."


Asiah lelah berbicara pada Ervin dan bergerak meninggalkan dia namun lagi-lagi Ervin tidak melepaskannya dengan mudah.


"Lepaskan Tanganku!."


"Jawab Aku Sebelum Aku Bertindak Sangat Kasar!," Kata Ervin. Tatapan Ervin menjadi dingin dia sangat serius dengan ucapannya apa Asiah, mungkin dia tidak akan sanggup untuk melukai Asiah namun dia sanggup untuk memukul siapapun yang lewat dari tempat parkiran saat ini termasuk memukul Adrian juga


"Ini bahaya, aku tidak ingin menjadi samsak empuk untuk Ervin," gumamnya.


"Jelaskan Sekarang!."


"Baiklah, Kamu Bukan Tipeku. Setelah tidur dengamu sekali, aku menyadari bahwa kamu tidak semenarik yang aku bayangkan!, Aku juga tidak mau keturunan dari pria membosankan sepertimu. Oleh karena itu aku berkeliaran ketempat-tempat lain untuk mencari pasangan yang sesuai dengan kriteriaku dan akhirnya sekarang aku mengandung."


Maafkan ibumu ini sayang, ibu harus berbohong untuk menghindar dari bajingan gila ini, batin Asiah.


"Hanya itu saja, aku tidak punya alasan lain lagi! Apakah itu sudah menjawab keluhanmu?!." Asiah bertanya pada Ervin.


"Apa katamu?."


Plak. Plak. Plak.


Adrian menepuk tangannya, dia terkagum-kagum dengan jawaban Asiah. Ini pertama kalinya aku mendengar seorang wanita tidak merasa puas setelah bercinta dengan Ervin.

__ADS_1


"Apa?." Ervin bingung. "Maksudmu, aku bukan tipemu???." Dalam kepalanya dia tidak berhenti bertanya-tanya.


"Serius? Dari semua penjelasanku kamu hanya menangkap itu?."


"Jawab aku!, Apa aku bukan tipemu?."


"Iya."


"Tapi aku ini tampan dan kaya raya!."


"Yah, kamu memang Tampan dan Kaya tetapi kamu bukan tipeku."


"A—"


Dunia Ervin seperti berputar tampa arah, perkataan Asiah membuatnya terguncang begitu keras sehingga dia tidak bisa melihat Asiah lagi. "..., Hei?" Asiah yang melihat hal itu menguatkan kesempatan emasnya untuk melarikan diri. Tak lupa dia mengambil tas pakaian dari Adrian.


"Tolong katakan pada temanmu untuk tidak membesar-besarkan masalah ini," kata Asiah sembari memohon pada Adrian.


"Ugh, iya. Ba-baiklah... Aku- aku akan berusaha hahaha...."


Asiah berjalan menjauh meninggalkan mereka berdua. Dia masuk kedalam mobilnya yang terparkir tak jauh dari posisi mereka. Setelah aku sampai di rumah aku harus menghubungi Erika. Asiah melajukan mobilnya keluar dari parkiran dan melewati Adrian dan Ervin.


"Ummm... Jadi- Ehem. Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya Ervin."


"Dia bilang- Dia bilang- dia bilang!! ...


"Hei jangan memikirkan hal itu, yah... Banyak wanita terkadang tidak puas hanya dengan satu burung. Tapi!, Percayalah dia hanya satu di antara banyak wanita yang tidak puas denganmu jadi jangan berputusasa.


BAM.


"Hei!."


Ervin meninju bagian hoods mobilnya meninggalkan bekas besar di sana. "AKU TIDAK BISA MENERIMANYA!."


"Tsk tsk tsk.... Bajingan ini."


"Adrian cari tahu siapa saja yang tidur dengannya selama beberapa bulan terakhir ini. Aku ingin semua rangkapnya besok."


"Hem? Apa kau sudah gila?, Kita sudah mencari semua hal yang berhubungan dengan wanita itu selama beberapa bulan dan tidak menemukan apapun.


"Dan sekarang, kamu memintaku untuk mencari siapa saja yang bermain dengan wanita itu?."


"Gunakan koneksimu."


"Paling tidak kau harus tahu siapa namanya dan dimana dia tinggal."

__ADS_1


"...."


"Apa?."


"Bukankah dia baru saja membeli peralatan bayi?." Adrian dan Ervin bergegas masuk kedalam mall dan menuju toko baju tempat Asiah membeli barang-barangnya.


Di dalam Mobil.


"Gila! Apa yang harus kulakukan! Bajingan itu cukup tajam untuk menebak dengan benar!.


"Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku meninggalkan negara ini?.


"Tidak.... Sebentar lagi murid-muridku akan segera lulus jadi aku harus melihat mereka walau harus memanjat dinding.


"Aaak... Apa yang harus kulakukan?."


Asiah bersungut-sungut di dalam mobilnya.


"Aku pikir aku harus menghubungi Erika terlebih dahu—"


Bezz... bezz...


Ponsel Asiah bergetar.


"Hem?," Asiah melihat isi pesan darurat dari seorang guru yang memaksanya untuk segera datang ke sekolah. "Persetan!. Asiah memutar laju mobilnya dan segera menuju sekolah.


...🌸🌸🌸...


Di sebuah daerah yang jauh dari perkotaan, Mobil Ferari hitam memasuki kawan perumahan mewah. Seorang pria tinggi dengan tato urar di lengannya keluar dari mobilnya dan bergegas masuk kedalam rumah dengan mood yang buruk.


Pria bertato itu adalah Ervin yang sedang dalam mood buruk. Dia masuk kedalam rumah dan menghiraukan semua pelayan yang menyambutnya. Ervin berjalan cepat sembari menggerutu akan banyak hal.


Ingatan tentang wanita yang yang baru saja dia temui setelah sekian lama membuatnya cemberut dan kesal. Tsk, tidak puas katanya.


Ervin mengabaikan semua pelayan yang menyapanya sampai akhirnya dia tiba di bagian dalam rumahnya. "Ervin? Kamu pulang?, Sudah lama sejak kamu mampir—"


"Jangan bicara padaku dulu Ibu. Aku sedang dalam mood buruk." Ervin mengabaikan ibunya dan menaiki tangga yang mengarah kelantai atas rumah. "Apa sesuatu yang buruk terjadi?."


BANG.


Pintu di banting keras. Ervin menutup pintu kamarnya dengan keras, dia tidak perduli dengan apa yang akan di katakan oleh ibunya.  Ervin langsung membaringkan tubuhnya dalam dekapan selimut. "Dia tidak tertarik padaku dan tidak ingin memiliki anak dariku makanya dia tidur dengan pria lain dan menerima anak dari mereka???????."


Ervin mengigit bibirnya karena kesal. Hal-hal seperti ini, aku tidak bisa menerimanya. Ervin membalikan badannya dan melihat kedalam celananya. "Apa kemampuanmu menjadi sedikit berkurang? Apa aku tidak memupukmu dengan baik?," Tanya Ervin.


"Aku pikir tidak. Aku selalu memanjakanmu dengan pupuk berkualitas mana manamungkin kamu menjadi lemah, pasti dia yang menjadi masalahnya."

__ADS_1


Ervin bangun dari tempat tidurnya ketika mendengar suara ketukan dari pintu. "Sayang? Apa ada masalah di kantor?."


"Sudah Kubilang Jangan Ganggu Aku! Kenapa Kalian Selalu Heboh Setiap Kali Aku Pulang?." Teriak Ervin kesal.


__ADS_2