Bayi Kembarku Dari Boss Kejam

Bayi Kembarku Dari Boss Kejam
Chapter 020.


__ADS_3

Pukul 12:37, Siang.


"...."


"...."


Dua orang pria yang berada dalam satu ruangan putih dengan ciri khas rumah sakit yang menampilkan peralatan-perlaatan kesehatan. Kamar tersebut lebih terlihat seperti hotel dari pada kamar rumah sakit.


Dua orang pria yang duduk saling berhadapan memiliki admosfir berat di sekeliling mereka.


"Ehemm... Jadi-... Jadi begini.... Aku sudah berusaha untuk datang secepat mungkin tapi ada kendala di perjalanan dan—"


"Apa sudah selesai memuntahkan alasan bodohmu?." Ervin melipat tangannya di atas perutnya. Dia memutar-mutar cincin silver di jari telunjuknya sembari memberikan tatapan tajam pada pria berkacamata di depannya yang juga sedang melihat kearahnya dengan ekspresi gugup.


"Umm- tuan Alvaro begi—"


Pria berkacamata menyaksikan Ervin memiringkan kepalanya ke kanan membuatnya refleks melihat kearah yang di lihat Ervin.


Di belakang mereka, seorang wanita hamil sedang tertidur dan sedikit menggeliat di atas ranjang. Wanita itu memiliki selang infus di pergelangan tangannya selagi dia tertidur pulas. Kira-kira apa hubungan tuan muda dengan wanita ini?.


"Tidak perlu melihatnya seperti itu."


Suara dingin Ervin membuat pria berkacamata itu memalingkan lagi hadapannya pada Ervin. "Uugh."


"Julius, bukankah kau sudah bersumpah padaku kalau kau ... Akan datang segera kapanpun aku memintamu datang." Ervin masih memutar-mutar cincin ditangannya.


"Maafkan aku tuan muda, ketika anda menghubungi saya, saat itu! Saya sedang melakukan perawatan pada kakak ipar anda!."


Julius La Berus. Pria berusia 29 tahun, yang bekerja sebagai dokter pribadi keluarga Alvaro. Dia adalah salah satu dokter jenius yang bekerja di bawah kepemimpinan Jefry Kyros Alvaro. Saat ini dia menerima perintah dari Jefry untuk melayani Ervin walau dengan berat hati. Kepribadian Ervin yang berbeda jauh dari Ayahnya membuat Julius takut dan selalu menghindari Ervin dengan sengaja namun ada kalanya dia akan datang untuk menolong Ervin ketika Ervin benar-benar membutuhkan bantuannya.


"...."


"Glupp." Dengan hati-hati Julius terus-menerus mengamati perubahan emosi yang di tunjukan Ervin padanya, dia tidak ingin bertindak gegabah di depan seseorang yang sifatnya tidak bisa ditebak seperti Ervin. Ini membuatku gila, kalau saja aku sedang tidak berada di Belgia untuk mengobati suami Nona Muda hari ini maka aku bisa datang tepat waktu.

__ADS_1


"Tuan muda—"


"Lupakan soal itu, aku akan menyimpan amarahku padamu nanti. Katakan saja apa yang sedang terjadi padanya," tanya Ervin dengan nada rendah. Ervin melihat kearah Asiah yang masih tertidur.


"...."


Julius menjilat bibirnya setelah mendengar Ervin akan melampiaskan amarahnya padanya nanti kemudian dia mulai berbicara walau suaranya bergetar. "Wa-wanita i—"


"Namanya Asiah."


"Benarkah, Namanya yang unik."


"...."


"Ehemm. Nona Asiah saat ini mengalami gejala demam yang biasa terjadi pada ibu hamil usia Lima Bulan keatas, mual, anemia dan kelelahan terkadang menjadi penyebab dari gejala ini.


"Untungnya kondisinya telah setabil setelah mendapat perawatan. Biasanya gejala seperti ini akan sering terjadi seiring bertambahnya usia janin dan kesehatan Ibu dari bayi juga mempengaruhi faktor-faktor ini.


"Tapi biasanya jika usia kandungan memasuki bulan ke lima kejadian seperti ini seharusnya sudah mulai berkurang.


"Bayi kembar?."


"Apa anda tidak tahu?."


"Dengan tubuh sekecil itu dia mengandung bayi kembar?."


"Umm- yah begitulah."


Hemm... Apakah bayi yang di kandung wanita ini adalah milik Tuan Muda?. Julius bertanya-tanya dalam hatinya. Hahaha... Aku ini memikirkan apa sih. Jenis manusia seperti tuan muda ini tidak mungkin memiliki jenis perasaan seperti ini. Tahun lalu dia bahkan memaksaku untuk membedah tubuh seorang wanita yang mengandung anaknya secara diam-diam.


Julius kembali mengamati Ervin, dia memikirkan beberapa hal yang akan dia laporkan pada tuannya nanti setelah dia selesai berurusan dengan Ervin. Aku harus melaporkan ini pada Tuan Besar, kalau sampai berita ini tersebar luas maka keluarga Alvaro akan mendapat masalah lagi.


"Jika kau berfikir untuk melaporkan ini pada Ayahku lagi maka aku akan memotong-motong tubuhmu seperti yang aku lakukan pada bawahannya yang lain."

__ADS_1


"...."


Julius yang mendengar mendadak berhenti bernafas, tubuhnya menjadi kaku setiap kali teringat akan kekejaman Ervin yang pernah dia lihat sebelumnya. Sejak awal Ervin memang tidak pernah menunjukan sikap ramahnya sedikitpun di depan publik, bahkan hanya orang-orang tertentu saja yang mengenal dan bisa berbicara dengan leluasa dengan Ervin.


Bisnis yang di kembangkan oleh Ervin sendiri hanyalah sebuah pengalihan untuk menutupi aktifitas gelap yang sering dia lakukan. Ervin bahkan telah melakukan pembunuhan ketika dia masih duduk di bangku SMA, korban pertamanya adalah seorang guru baik hati yang berusaha untuk membawa Ervin kejalan yang benar namun guru tersebut berakhir teragis di tangan Ervin.


Ervin semakin menjadi-jadi setiap kali Ayahnya menutupi tindak kriminal yang dia lakukan bahkan sampai saat ini. Julius sendiri juga telah mengalami saat-saat sulit ketika dia melayani Ervin untuk pertama kalinya, dia ingat jelas bagaimana Ervin memerintahkan dirinya untuk membedah tubuh seorang wanita yang sedang hamil anaknya sendiri.


"Belah perutnya. J-Lang ini telah menipuku dan berusaha untuk memerasku dengan sesuatu yang ada di tubuhnya itu." Julius melihat dengan jelas ketika Ervin mengatakan hal itu dengan mudah sambil menghisap sebatang rokok.


"Tapi tu—"


"Tutup mulutmu dan lakukan saja."


"...."


Saat itu cuaca sedang hujan dan hari telah menjelang malam. Gudang tempat dia menyekap wanita malang itu terasa sangat dingin. Wajah wanita di hadapannya telah membengkak karena di pukul oleh benda tumpul. Bajingan gila ini, dia bahkan tega melukai wanita.


"Kenapa kau diam saja?."


"...."


"HUK- UUGHH!!!."


Wanita di depan Julius menitihkan air mata, ekspresi wajahnya sangat ketakutan. Julius tidak punya pilihan lain dia mengambil pisau bedah dan membuka paksa kain yang dikenakan wanita itu.


Julius bergumam "Maafkan aku." Dia mengasihani wanita di depannya, tangannya bergetar saat pisau menuju perut wanita itu. "Kau sangat lama." Ervin yang melihat tangan Julius bergetar menjadi kesal. Dengan suka rela dia mengambil pisau bedah dari tangan Julius yang dan memegangnya erat-erat.


"Tu-TUAN!!!."


"HAHAHA...." Ervin tertawa riang ketika dia menekan pisau di tangan Julius kearea perut wanita itu. Julius ingat jelas darah yang mengalir keluar dan betapa gilanya Ervin saat itu. Sampai saat ini setiap kali Julius menutup matanya ingatan akan hari itu akan terputas seperti sebuah video lama.


"Apa yang sedang kau pikirkan?."

__ADS_1


"Eh? Tidak ada."


Lamunannya berkahir ketika Ervin memanggilnya lagi. Ervin berdiri dari sofa dan berjalan menuju ranjang pasien. Dia melihat Asiah yang berbalik kearahnya dengan mata tertutup. Apa dia sudah baik-baik saja sekarang?. Ervin menyeka rambut yang menutupi mata dan bibir Asiah.


__ADS_2