Bayi Kembarku Dari Boss Kejam

Bayi Kembarku Dari Boss Kejam
Chapter 25.


__ADS_3

"Sebuah lamaran di depan publik...?, Dia pasti sudah tidak sabar bertemu dengan Tuhan setelah membuat Iblis marah."


"Olivia LaRuorin bukan orang biasa, setelah sekandal ini tersebar keseluruh dunia, Olivia akan aman untuk sementara karena publik akan menyorotnya sepanjang waktu untuk waktu yang lama."


"Heem~ pemikiranmu logis juga."


"Tentu saja," Asiah menunjuk kearah layar ponsel Julius. "Ada banyak orang yang melihat kejadian itu, jika Ervin membunuhnya dalam waktu dekat maka dia akan mendapat masalah dari berbagai pihak."


"Tapi jika Tuan Muda membunuh Ervin tanpa ketahuan bukankah—"


"Itu akan sangat sulit, kalaupun Ervin menjadikan seseorang sebagai kambing hitam tetap saja media akan mengalihkan pandangan mereka pada Ervin."


"A—"


"Bahkan Ayahnya yang selalu menutupi kejahata yang di lakukan Ervin tidak akan mudah menghadapi kecaman dari keluarga Model ini.


"Kalau kamu memeriksa latar belakang sang Model, kamu bisa melihat jajaran orang-orang  petinggi yang memiliki hubungan baik dengan keluarga LaRuorin.


"Jika Ervin adalah seseorang dengan banyak masalalu kelam maka bukan tidak mungkin kalau dia memiliki banyak musuh yang mengincarnya dari berbagai arah.


"Salah satu musuh Ervin yang cukup cerdas kemungkinan akan mengunakan skandal ini untuk menjatuhkan keluarga Alvaro, membuat media mengeruk masalalu keluarga mereka dan mengekspos semuanya seperti menembakkan misil."


"...."


Julius mendengarkan pendapat Asiah dan mencerna semuanya dengan baik. "Aku yakin Tuan Mudamu tidak akan bertindak nekat seperti itu, kalaupun dia ingin membunuhnya, setidaknya dia akan menunggu sampai semua orang melupakan kejadian ini."


"Well... Tuan Muda bisa membuat semua orang lupa akan kejadian ini dalam waktu singkat."


"Tapi masalahnya kejadian ini tidak akan mudah di lupakan ketika semuanya terjadi pada saat nyonya keluarga Alvaro berulang tahun, seorang Super Model terkenal yang mencium dan melamar pemilik perusahaan Aishwa..


"Menciptakan skandal besar untuk menutupi skandal yang lebih besar hanya akan membuat rumor pengalihan menjadi tidak berguna." Asiah berbicara dengan tenang.


"Aku lupa akan hal itu karena takut dengan Tuan Muda. Kalau dipikir-pikir Tuan Muda juga menghabisi korbannya ketika keadaan telah meredah."


"Meskipun dia ini pria gila setidaknya dia masih memiliki otak untuk tidak membuat keributan segera."


"..., Apa kamu tidak cemburu setelah melihat adegan ciuman ini?."


"Kenapa aku harus cemburu?."


"Bukankah kau sudah tidur dengan Tuan Muda dan bahkan memiliki bayi?."

__ADS_1


Asiah tertawa. "Hahaha... Tidur sekali dengannya tidak akan membuatku jatuh cinta padanya. Bukankah aku sudah bilang padamu kalau aku hanya ingin bayi sebelumnya."


"Ah, aku lupa soal itu."


"Sepertinya kamu kurang istirahat."


"Hahh... Bagaimana dengan demammu?."


"Aku merasa sudah baikkan sekarang, tadi pagi memang rasanya sangat sakit tapi sekarang sudah mendingan, terima kasih atas perawatanmu."


"Itu semua berkat Tuan Muda."


"Kamu ada benarnya, setidaknya aku harus mengucapkan terimakasih padanya karena membawaku kerumah sakit.


"Ah! Aku bertanya-tanya bagaimana kamu tahu namaku?."


"Tuan Muda yang memberitahuku."


"Apa dia sudah mencari tahu informasiku?, Aku harus tanya Erika nanti," gumam Asiah.


"Kamu.... Kamu bilang kamu sangat menghindari Tuan Muda Ervin dan melakukan segala hal untuk menutupi informasi pribadimu dengan bantuan suami temanmu yang memiliki koneksi besar di negara ini.


"Tapi setelah mendengar ceritamu dari awal ketika Tuan Muda yang tiba-tiba muncul di daerah tempat tinggalmu, bukankah itu artinya Tuan Muda sudah tahu banyak tentang identitas yang di sembunyikan itu?."


"Hhump....Huhh- aku pikir, informasi dari toko baju bayi adalah salah satu cara mereka untuk menemukan informasiku.


"Mana aku tahu kalau Ervin akan muncul di mall tempat orang-orang dari kalangan biasa berbelanja ketika dia memiliki toko baju dan aksesoris miliknya sendiri," Asiah bersandar di sandaran ranjang dan menutup matanya, dia masih belum menghubungi Erika setelah  pertemuannya tak terduga dengan Ervin.


"Hemm... Kamu ada benarnya juga!, Biasanya Tuan Muda tidak akan datang ke dalam Mall yang menjual barang-barang murah dan tidak sesuai dengan standarnya.


"Jadi aku mengerti bagaimana frustasinya dirimu karena kebetulan bertemu dengannya, mungkin hari itu adalah hari sialmu."


"Aku setuju dengan pemikiranmu."


"Lalu, aku masih penasaran bagaimana kau bisa menipu Tuan Muda?."


"Aku hanya bilang kalau dia bukan tipeku dan bayi yang kukandung adalah salah satu anak dari pria lain yang aku ajak bercinta."


"...."


Julius mengedipkan matanya, dia juga mengusap-usap telinganya berhadapa apa yang dia dengar adalah sebuah kesalahan.

__ADS_1


"Kamu benar-benar gila...."


Ervin menyentuh lengannya yang merinding. Wanita ini cukup menyeramkan, berfikir kalau dia mengatakan hal seperti itu pada Tuan Muda kami. Tak heran kalau Tuan Muda memiliki ketertarikan pada wanita seperti ini.


"Kamu tahu, sepertinya Tuan Muda tertarik padamu." Julius menonaktifkan ponselnya dan berjalan ke sofa lembut yang berada tak jauh dari ranjang Asiah.


"...."


Asiah terdiam ketika mendengar ucapan Julius dan berkata. "Dia tidak menyukaiku, maniak sepertinya hanya tertarik pada hubungan seksual saja."


"Bagaimana kamu begitu yakin?."


"Bukankah kamu sudah bersamanya cukup lama? Dia bahkan cukup gila untuk membunuh darah dagingnya, ketertarikan yang dia miliki hanyalah nafsu semata.


"Kamu pasti menyadari kalau sesuatu seperti Cinta dan perasaan Romantis tidak berlaku pada Ervin."


"Lalu bagaimana denganmu?. Apa kamu tidak memiliki sesuatu seperti cinta padanya?."


"Tidak. Satu-satu yang aku cintai darinya hanyalah anak-anak ini, karena sejak awal aku juga hanya menginginkan hal ini, itupun jika ibuku membiarkan aku memiliki anak dari hasil bayi tabung aku tidak akan bersusah payah sampai sejauh ini " tatapan mata Asiah saat mengatakan itu memiliki sensasi dingin.


"Jujur padamu. Jika aku tidak mengandung bayi-bayiku yang sekarang maka aku akan segera mencari pria lain dan melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan pada Ervin sekarang."


"...."


"Pada akhirnya kami juga saling membayar untuk itu, jika dia merasa puas sewaktu kami bercinta maka itu adalah bayaran akan kerja kerasnya. Dan imbalan yang aku dapat adalah bayi yang ada dalam rahimku ini.


"Bukankah ini hubungan timbal-balik yang sesuai?. Maaf saja kalau aku berkata seperti ini karena sejak awal aku memang bukan orang baik, aku sama saja seperti Ervin."


Asiah menatap kekosongan di sudut kamar, dia melamun sambil mengelus perutnya. Jika keputusan yang aku ambil ini salah, maka aku akan melakukan apapun untuk melindungi bayiku. Aku pernah lolos dari seseorang seperti Ervin jadi Aku yakin kali ini, aku pasti bisa melakukan hal yang sama. Tatapan mata Asiah penuh dengan percaya diri


"Huhh...."


Baik Tuan Muda dan Wanita ini tidak ada yang waras, mereka hanya melakukan apapun yang mereka inginkan. Julius kembali melakukan pekerjaannya, dia memeriksa ulang hasil pemeriksaan kesehatan Asiah.


Di tempat lain.


Menepis.


"Uugh."


"...."

__ADS_1


"Ervin Tenanglah!."


__ADS_2