Bayi Kembarku Dari Boss Kejam

Bayi Kembarku Dari Boss Kejam
Chapter 63.


__ADS_3

STAK...STAK...


Suara Guntung memotong rambut.


"Hemm... Kalau di ingat lagi terakhir kali istri saya mengidam dia ingin supaya rambut saya di gundul namun meninggalkan sedikit di bagian tengahnya."


"W- ... Itu terlihat mengerikan."


"Tentu saja. Saya sangat malu sampai-sampai saya takut untuk keluar dari rumah saya untuk bekerja tapi." Barberman menceritakan kepada Ervin bagaimana wajah bahagia yang di berikan oleh istrinya setelah dia menunjukan hasil potongan rambutnya untuk pertama kalinya. "Hahaha... Dia tersenyum sangat indah, dia wanita paling cantik di dunia ketika dia tersenyum seperti itu," katanya lembut.


"...."


Ervin melihat Asiah lagi di belakangnya melalui pantulan cermin. Wanita yang ada di belakangnya masih sama, Asiah masih melihat  majalah sambil mengelus-elus perutnya yangs emakin membesar. Jika yang dikatakan pria ini benar.... Apakah Asiah akan melakukan hal yang sama juga denganku?. Nah... Mungkin pria ini hanya membual saja, mana ada wanita yang menyukai pria dengan potongan rambut seperti ini. Ervin melihat kaca lagi.


"Sudah berapa bulan tuan?."


"Hem?."


"Maksud saya, sudah berapa bulan usia kandungan istri anda tuan?."


"Sudah awal delapan bulan."


"Berarti sebentar lagi.... Pasti akan sangat berat untuk istri anda."


"Maksudmu?."


"Istri saya mengandung bayi kembar di rahimnya. Awalnya saya pernah memiliki sedikitpun rasa cemas padanya karena percaya bahwa dia bisa melakukan semuanya tanpa perlu bantuanku tetapi—."


"Tetapi?."


Wajah barberman menunjukan sedikit kesedihan di sana. "Kamu kehilangan kedua bayi kami. Saya sangat sepele waktu itu ketika istri saya mengalami kontraksi dan akhirnya.... Yah begitulah, kami kehilangan bayi kami sebelum tanggal lahir mereka."


Untuk pertama kalinya Ervin merasa simpatik dan ada sesak di dadanya setelah mendengar cerita sedih dari seseorang.


"Oh... Aku turut berduka."


"Hahaha.... Itu hanya cerita lama saja lagi pula Puji Tuhan, kami sekarang sudah memiliki tiga orang anak. Satu anak laki-laki dan dua lagi anak perempuan, mereka tumbuh dengan sangat baik sampai sekarang."


".... Kamu terdengar seperti Ayah yang hebat."

__ADS_1


"Hahaha... Itu bukan apa-apa."


Barberman membersihkan potongan rambut kecil yang ada di sela telinga Ervin dan membuka kain yang di ikatkan kelehernya. Tunggu dulu. Barberman berhenti di tempatnya setelah melihat hasil yang cukup mengejutkan. Apakah potongan rambut seperti ini selalu terlihat....


Ervin berdiri dari kursi dan melihat kaca. Dia membuka maskernya dan bergumam. "Tidak terlalu buruk." Ervin melihat sisi demi sisi potongan rambutnya.


"Anda—."


Barberman merasa sangat familiar dengan wajah pria di depannya. Dimana aku pernah melihat pria ini? Wajahnya sangat tidak asing?!. Barberman terus memandang wajah pria di depannya itu dan berdebat beberapa kali di dalam pikirannya.


"Hem... Tidak tahu kenapa tapi rasanya kepalaku jadi sangat ringan," gumam Ervin.


Meski aku tidak jamin tapi.... Ervin melihat Asiah yang masih belum memperhatikan Ervin. Apakah dia akan senang setelah melihat potongan rambutku?. Ervin mewanti-wanti ekspresi apa yang akan di berikan Asiah setelah melihatnya saat ini. Dia berjalan pelan kearah Asiah dengan jantung yang berdebar-debar. Ahh~ saat ini aku sangat gugup. Ervin berdiri tepat di depan Asiah


"Huhhf...."


Asiah merasa cukup bosan selama beberapa menit berada di dalam barbershop. Dia menilai waktunya yang tidak singkat dengan bermain ponsel dan membaca majala di atas meja. Terkadang ketika dia sangat bosan Asiah melihat kearah Ervin yang sedang di potong rambutnya.


Hemm... Sepertinya dia tidak keberatan dengan teknik barberman itu. Asiah mengalihkan pandanganya kemajala sekali lagi dan melihat Ervin lagi. Sepertinya dia sedang berbincang dengan barberman itu.


Asiah menatap punggung Ervin dari jauh dan menyentuh perutnya. Bayi di dalam perut Asiah mulai bergerak aktif seperti yang di baca di dalam buku kehamilan. "Hahh... Apa kalian bosan?.... Ibu juga begitu." Perlahan Asiah mengelus perutnya yang semakin hari semakin membesar. Pinggangku terasa sedikit nyeri... Aku pikir setelah selesai dari sini aku ajak Ervin untuk membeli bantal baru saja.


"Bagaimana? Apa kau suka?," Tanya Ervin.


Berkedip.


Mata Asiah berkedip beberapa kali, jantungnya juga berdebar-debar setelah melihat gaya rambut Ervin. Apa ini sungguh dia?. Perlahan tangannya di angkat keatas, Asiah ingin menyentuh rambut Asiah namun ragu dan menariknya lagi.


Menarik.


Ervin menarik tangan Asiah dan meletakkannya di kepalanya sambil mengoda Asiah dengan nakal. "Bagaimana? Apa kau suka?, Bukankah ini yang kau mau?." Ervin bisa merasakan getaran di tangan Asiah dan gerakan lembut dari tangannya yang halus menjelajah di setiap sudut kepalanya.


"Hei.... Kau bisa membuatku tegang kalau menyentuh seperti itu," canda Ervin.


"...."


Asiah tidak perduli dengan apapun yang di katakan Ervin. Dia hanya fokus melakukan apapun yang diinginkan otaknya. Bibirnya mulai berkedut dan perlahan naik keatas.


Menampakan senyuman bahagia yang baru dilihat Ervin untuk pertama kalinya.

__ADS_1


"Pffftt.... Apa ini benar kamu?!."


"...."


Berkedip.


"Hahaha...." Perasaan Asiah semakin senang. Dia mengosok tangannya di rambut Ervin yang bahkan tidak sepanjang kuku jarinya. "Hahah.... Kamu terlihat sangat imut...!" Sangking gemasnya Asiah dia mencubit kecil kulit kepala Ervin dan menarik telinga Ervin untuk mensejajarkan wajah mereka.


"Ahaha.... Lihat Ini.... Aku Sangat Suka!."


"Kau suka?."


Asiah menganggukan kepalanya secepat mungkin sambil masih mengelus kepala Ervin. "Kamu!... Kamu jauh lebih tampan seperti ini!," Kata Asiah bersemangat. "Wajahmu terlihat lebih segar dan... Dan... Aku menyukainya!!!." Asiah memeluk kepala Ervin di dadanya dan menjitak kepala Ervin beberapa kali sangking senangnya dia.


"AHHH.... YA AMPUN! YA AMPUNN... AKU SANGAT SUKA INI!." Asiah mencium kepala Ervin dari atas kepala sampai keningnya, membuat tubuh Ervin membeku di tempat dan tak bisa bergerak sesaat.


Ap-apa dia baru saja menciumku?!!. Ervin kebingungan.


"Ya Ampun... Kamu Sangat Tampan!...."


Mencium.


Asiah tanpa sadar memberikan ciuman di bibir Ervin. Betapa bahagianya dia saat ini, senyuman manis tak kunjung menghilang dari wajah Asiah walau sudah melihat wajah Ervin berulang-ulang. "Ya Tuhan!... Kamu pria paling tampan yang pernah aku temui," kata Asiah bersemangat.


"Benarkah?."


"Iya!."


"Apa lagi yang kau inginkan?."


"Hem?." Asiah menggelengkan kepalanya kekanan dan kekiri. "Aku Sudah Puas Dengan Ini, Aku Tidak Butuh Yang Lainnya!. KAMU YANG TERBAIK ERVINN...."


"APA?!! ER—ERVIN! TUAN BESAR ERVIN! PEMILIK PERUSAHAAN AISHWA!!!," Teriak barberman. Dia merasa seluruh bulu di tubuhnya berdiri dan keringat dingin mulai turun. Ini gila!!! Aku tidak mengenalnya karena dia saat ini memakai masker!... Aaak— apa yang akan kulakukan?!! Kenapa aku memuntahkan banyak masalahku padanya....


Di tempat lain.


"Dimana ini? Ayah... Kenapa membawa kami ketempat ini? Apa ayah ingin mencukur rambut?," Tanya Angela.


"Hahh.... Bukankah aku sudah bilang diam dan ikuti aku saja." Jefry melihat sebuah GPS di ponselnya yang menunjukan posisi mobil Ervin diparkirkan. Bocah itu berhenti di tempat ini.

__ADS_1


__ADS_2