
Sejak kecil Tera telah memberi Asiah, membencinya untuk semua hal bagus tentangnya, kepintarannya, keahliannya dalam bergaul dan kecantikan rupa yang di miliknya.
Seolah dunia berputar di sekeliling Asiah Rosen menurut pandanganya. Kecemburuannya semakin merajalela saat Tera tahu bahwa Asiah Rosen berkencan dengan pria idaman di universitas yang kebetulan dia sangat sukai. Pria tampan yang selalu dia fantasikan akan menjadi suaminya dimasa depan kini telah jatuh dalam cengkraman Asiah Rosen.
"AAAARG-."
BUK.
Tera ingat bagaimana Asiah Rosen mengakhiri hubungannya secara misterius dengan pria pujaan hatinya lalu setelah itu pergi keluar negri dan masih belum kembali. Yang pasti setelah kejadian itu hidup damai Tera kembali, tidak ada Asiah Rosen yang menganggu menurutnya.
Tera mengira semuanya akan kembali ketempatnya seperti semula namun nyatanya tidak ada yang berubah. Sosok pria idamannya telah berubah drastis, pria yang akan tersenyum ramah itu kini terlihat beringas dan kejam saat Tera menyatakan cintanya padanya. Dimata Tera pria itu terlihat hanya terobsesi dengan sepupunya yang ada di luar negri dan tidak meliriknya sedikitpun.
"AKU BENCI!!!" Dia berteriak dalam mobil.
Akibat cinta ditolak Tera semakin memendam dendam didalam hatinya sehingga dia memutuskan untuk menjadi lebih baik dari Asiah. Dia mulai bekerja keras menjadi artis terkenal yang bahkan tidak bisa disaingi orang sembarangan, menambah karir sebagai actor dan menambah citranya di publik.
Tera bekerja keras, sangat bekerja keras hingga suatu saat seorang pemuda datang dan membuatnya kembali di kelilingi bunga cinta.
Namanya James Novelius, pria sederhana yang bekerja di tambang emas sebagai manager utama. Sosok pria sederhana yang dia temui di restoran milik keluarga Rosen yang terkenal. Tera yang perlahan mendekat dengan pria itu tidak segan-segan untuk menunjukan rasa sukanya tapi sayangnya rasa sukanya tidak terbalas. Pria yang dia sukai malah menyukai sepupunya yang lain.
Laura Rosen yang dia kenalkan pada James di pertengahan Juli 2024 lalu tanpa tahu bahwa Laura telah mengincar James untuk waktu yang lama sehingga secara tidak langsung dia sudah menjadi perantara di antara hubungan mereka.
__ADS_1
Beberapa bulan kemudian. "Tera kami akan segera menikah." Dia masih ingat bagaimana pria yang dia cintai membawa Laura kehadapannya dan memperkenalkannya sebagai kekasih bahkan yang lebih parah mengatakan 'Akan segera Menikah' .
"Hahaha." Tera tertawa getir.
Hanya dalam waktu singkat itu mereka sudah memutuskan untuk menika???. Tentu saja hal itu membuat Tera menggila namun tidak menunjukannya pada siapapun.
Ayahnya yang merupakan teman cerita terpercayanya malah berperilaku sepele mengatakan supaya dia mulai menyukai pria yang setara dengan dan akan menikahkan ya pada seseorang yang lebih baik, lebih kaya, dan lebih bermartabat.
Anehnya Tera tidak tertarik, dia hanya mau James yang baik hati, dia merasa rasa suka yang dimilikinya pada James lebih besar dari semua pria yang dia sukai sebelumnya makanya dia bersumpah dalam dirinya untuk melakukan apapun untuk merebut James dari sepupunya Laura.
"Asiah!."
Kedua wanita yang telah dia anggap sebagai perusak hubungnya dengan semua orang yang dia cintai kini bersatu, tentu saja hal itu membuat Tera semakin gila tapi tidak bisa menunjukannya di depan umum.
Dia akan melampiaskannya entah itu kapan namun harus menunggu lagi. Itu sebabnya ketika upacara pemberkatan di laksanakan Tera hanya menatap kosong ke arah altar pernikahan.
Menyaksikan pria yang dia cintai menikah dengan orang lain yang tidak lain adalah sepupunya sendiri. Sialan... Mereka semua menghancurkan hidupku. Kesal dan amarah bercampur menjadi satu. Kemudian tatapanya tertuju kepada paman pertamanya.
Roberto Rosen dan Istrinya bersama Asiah yang berada di mereka. Tatapanya melirik Asiah dari ujung kepala hingga ujung rambut. Dan yang menarik perhatiannya adalah perutnya yang membesar, dikatakan sejak beberapa bulan yang lalu Asiah Rosen telah mengandung cucu pertama untuk keluarga pamanya yang dipamerkan di restorannya.
Tera ikut tertawa bahagia tetapi dia menertawakan Asiah Rosen yang dia anggap telah resmi menjadi lacur yang membuka selangkangannya pada orang lain lalu mengandung anak orang asing yang tidak dikenal.
__ADS_1
"Siapa calon menantumu Robert?." Itu adalah kalimat yang dia ingin dengar dari orang lain. "Tidak ada, tidak ada suami... Putriku akan menjadi ibu tunggal."
Senyuman di wajah Tera menghilang, dia tersinggung karena sampai akhir keluarganya tetap menyayangi Asiah yang dia anggap sebagai keberadaan kotor di keluarga Rosen.
Sebelumnya Ayahnya pernah berkata padanya setelah acara di restoran berakhir. "Tsk... Tsk... Tsk... Padahal dulu aku selalu berharap supaya kamu meniru anaknya Robert tapi lihatlah ... Hamil di luar nikah ditambah lagi tidak ada suaminya .... Tsk tsk tsk... Ibunya lacur sudah pasti putrinya juga lacur kotor."
Dia tidak menyukai Ayahnya tetapi untuk kali ini dia menyukai perkataan Ayahnya mengenai Asiah Rosen. "Jangan sampai jadi seperti j-lang itu, aku akan memotong-moting tubuhmu jika sampai mencoreng nama baik keluarga ini."
"Baik Ayah." Saat itu moodnya benar-benar bagus tidak seperti sekarang yang hancur berantakan di acara pernikahan yang dia anggap terkutuk.
"Tera." Untungnya ada teman dekat yang dia ajak bersamanya kali ini, teman dekat yang juga membenci Asiah Rosen dan Laura Rosen saat berada di kampus. Kebencian temanya pada Asiah Rosen tidak terlalu besar karena Asiah Rosen lulus lebih awal bersama temanya Erika Rahayu mendahului dia dan temanya sehingga hanya Tera hanya mampu memupuk kebencian untuk Laura.
Acara pernikahan selesai kini acara hiburan di laksanakan, semuanya bahagia kecuali Tera yang masih menatap tajam Laura dan James seperti dia akan menikam Laura di altar jika tidak ada orang yang lewat.
"Tera sampai kapan kamu akan disini? Tempat ini terlalu panas untuk mataku, ayo kita ke toilet sebentar." Temanya mengajak dia ke toilet, sekaligus untuk membersihkan wajahnya dari kerutan mesam setelah menyaksikan pria yang dia cintai menikah dengan orang lain.
Didalam toilet mereka bercerita dan mengutarakan kesal di dada tanpa tahu bahwa Asiah Rosen ada didalam dan saat semaunya ketahuan mereka berdua pucat. "B-bagaimana ini Tera!!!." Temanya yang takut tertimpa masalah menjadi panik.
"Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja, lacur itu tidak akan pernah mengatakan apapun jadi tenang saja." Seharusnya setelah mengatakan itu dia tidak perlu mendatangi Aisah lagi tetapi berkat desakan temanya yang semakin ketakutan dia akhirnya memutuskan untuk menghampiri Asiah Rosen untuk memastikan dia tutup mulut.
Setelah mendatangi Asiah dia sebenarnya sudah mendapat jawaban yang dia inginkan tetapi tiba-tiba dia keinginan untuk menrendahkan Asiah didepan umum muncul dalam benaknya, dia tidak bisa tidak tergoda dengan hidangan yang sudah ada di depan mata.
__ADS_1