Bayi Kembarku Dari Boss Kejam

Bayi Kembarku Dari Boss Kejam
Chapter 08.


__ADS_3

"Uungh!!!." Asiah terkejut, ketika jari-jari Ervin mulai turun ke area bawah, secara refleks Asiah mengigit lidah Ervin kemudian menendang tulang keringnya . "Awwt-." Ervin sedikit mengerang dan mundur selangkah.


"HAHH... HAHH HAHHH.... BAJIN-GAN... HAHH...." Asiah menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian menyeka bibir basahnya ketika Ervin mundur.


Orang-orang yang melihat mereka berdua terkejut dan segera menjauh dari mereka berdua. Beberapa wanita tahu kalau Ervin sangat membenci wanita yang melukainya walau hanya segores saja, Ervin bisa bertindak sangat kasar pada wanita tersebut jika dia benar-benar kehilangan kontrol tetapi sekarang, Ervin melihat Asiah yang baru saja mengigit lidahnya.


"Hahaha...."


Bukannya marah Ervin malah tersenyum ketika tubuh bagian bawahnya menegang karena tangsangan. "Kamu-kamu!..., Sebenarnya apa yang kamu lakukan padaku?!!."


Sebelumnya Ervin sudah memiliki ketertarikan pada Asiah ketika dia dengan berani mengacungkan jari tengahnya tanpa takut pada Ave yang merupakan model ternama di Prancis. Aaarg- wanita ini benar-benar sesuatu!. Ervin menjilat bibir yang bercampur dengan darah, biasanya dia akan mengamuk jika sedikit saja bagian tubuhnya terluka akibat sesuatu yang sepele tetapi saat ini dia bahkan tidak memiliki niat untuk mengamuk dan hanya ada niat untuk ******* habis wanita di depannya itu.


Bezz... Bzzz...


Ponsel dalam tas kecil Asiah bergetar sebentar membuat Asiah mengalihkan pandangannya dari pria didepannya untuk melihat ponsel sejenak, ketika membuka ponsel dia melihat sebuah pesan dari Erika di sana.


[ Wtf! ASIAHHH!!! BOB BILANG...! BOB BILANG KAU BERTEMU DENGAN ERVIN KYROS HAH??? MENJAUH DARINYA! DIA BAJINGAN GILA!. ]


"...."


Asiah melirik pria di depannya sebentar dan menelan ludahnya. Sial, apa aku terlibat dengan orang yang salah? Seharusnya tidak seperti ini! Kenapa aku bertemu dengan bajingan gila!!!, Batin Asiah.


"Ehem...." Asiah batuk palsu sambil berusaha untuk terus tenang. "Baiklah, aku akan berpura-pura ini tidak terjadi—"


Bezz... Bezzz...


Pesan dari Erika datang lagi.


[ ASIAH! Dia memang bajingan gila tapi! Percayalah!!! Dia adalah yang paling tepat untukmu! Bajingan itu biasanya hanya tidur dengan beberapa wanita dalam waktu singkat jadi tidak masalah kalau kamu menjadikannya sebagai-. ]


Asiah diam. Erika bodoh... Sebenarnya apa yang ingin kau aku lakukan...? Dia berbahaya atau tidak????.


Belum selesai Asiah membaca teks pesan Erika, lengannya telah di tarik sekali lagi. "Apa pesan dari temanmu begitu penting sampai kamu mengabaikanku?." Ervin menunjukan sedikit kekesalannya ketika Asiah fokus pada ponselnya dan mengabaikannya.


"...."


Aku sudah membuat keputusan. Sejenak Asiah melihat wajah Ervin. Dia mengamati struktur wajah Ervin dari atas hingga kebawah dagunya dan berfikir sejenak. Sedangkan Ervin memperhatikan Asiah sambil menekan Adik kecilnya yang semakin mengeras. "Hei?," Asiah berbicara pada Ervin.


"Hem-."


Mencium.

__ADS_1


Mata Ervin terbuka lebar karena terkejut ketika Asiah menerjangnya dengan kasar.


"Mhck..." Kali ini Asiahlah yang menerkam bibir Ervin sambil menarik rambut dan mengigit kecil bibirnya.


"!!!"


Sensasi lembut bibir Asiah berhasil memprovokasi Ervin, membuatnya memperdalam ciuman kecil mereka semakin dalam. Untungnya tempat mereka berdua bercumbu tidak di lalui orang lagi karena sebelumnya orang-orang mengira Ervin akan mengamuk.


"Huhff .... Ciht."


Menggeser.


KRANG...KLINRING.....


Meja minuman menjadi berantakan ketika Ervin mengangkat tubuh mungil Asiah di atasnya. Perbedaan tinggi Asiah dan Ervin terlihat jelas, namun menjadikan Asiah sangat imut jika berada di samping Ervin bahkan ketika Ervin menunduk hanya untuk ******* bibir Asiah walau dia sudah mengangkatnya cukup tinggi.


"HHUFF... HUHFFF... A- AHH...."


"Shh-."


Ervin menelan kepala wanita didepannya mengunakan telapak tangannya ketika ciuman mereka menjadi semakin panas, ******* nafas mereka juga menjadi tidak terkendali.


"Uuugh ...."


Mencium Kecil.


".... Jika tempat itu yang bagus maka ayo pergi sekarang," bisik Asiah.


...🌸🌸🌸...


Membuka Mata.


"...."


Asiah membuka matanya dengan susah payah. Dan menyesuaikan cahaya di sekitarnya. Asiah merasakan tubuhnya sangat berat dan sakit di area mis-Vnya terasa perih, kemudian Ingatan tentang kejadian semalam akhirnya terputar.


"Sial... Semalam sangat bruta!."


Dengan suara serak dia mengumpat banyak hal namun tetap berusaha untuk bangun dari tempat tidur. Ketika Asiah berhasil bangun dan berusaha untuk berdiri dia malah terjatuh kebawah. Kakinya tidak memiliki tenaga untuk berdiri dan arean selangkangannya terasa perih, bahkan untuk mengerjakan kakinya selangkah saja sangat sulit baginya.


Tsk. Sial sial sial, ini adalah apa yang harus aku tanggung ketika aku memutuskan untuk melakukannya. Hahh... Tubuhku yang malang maafkan aku....

__ADS_1


Asiah melihat lengannya yang di penuhi bercak merah tidak, seluruh tubuhnya memiliki tanda di setiap sudut. Bajingan Itu!!! Apa Dia Nyamuk?!!.


Asiah ingin memukul pria yang membuatnya menjadi seperti itu namun tidak bisa melakukannya. Asiah menarik nafasnya kemudian berdiri dengan susah payah tetapi dia masih saja terjatuh.


"Awt-." Ketika dia terjatuh, sebuah kertas kecil berwarnah hitam yang terlihat mewah mencuri perhatiannya.


Untungnya meja yang berada di sebelah kasur tidak terlalu tinggi sehingga meskipun Asiah terjatuh dia masih bisa melihat apa yang ada di atas meja.


"Hahaha— hah."


Di atas meja terdapat setumpuk uang dan kertas notes kecil di atasnya uang tersebut. Asiah mengambil kertas dan membacanya.


[ 'Malam yang kita lalui begitu nikmat. Aku tidak pernah begitu bergairah seperti ini sebelumnya. Hubungi aku jika kamu ingin sesuatu atau datang padaku jika kamu ingin menemui ku lagi. ' ]


"...."


Apa dia pikir aku ini pelacur?. ... Yah terserahlah, apa yang aku lakukan sebenarnya jauh lebih jahat dari yang dia kira.


"Hahaha.... Tuan Ervin Kyros Alberto. Sayangnya! Kita tidak akan pernah bertemu lagi untuk selama-lama lamanya."


Asiah tersenyum dan bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari lengket dan keringat. Sedangkan di tempat lain Ervin sedang duduk manis sambil membaca beberapa berkas laporan brand yang baru saja di luncurkan oleh perusahaannya dengan mood yang bagus.


"...."


"...."


"...."


Canggung.


Para eksekutif yang duduk di meja rapat memiliki ekspresi binggung dan takut. Pasalnya boss mereka yang setiap harinya selalu memiliki mood buruk sedang terlihat bahagia sekarang.


Mereka bahkan tidak melihat Ervin memecahkan atau menghancurkan sesuatu pagi ini ketika rancangan busana untuk majalah mingguan masih belum selesai di buat dan menganggap itu sebagai angin lalu.


Apa dia baru saja memenangkan lotre?.


Apa dia makan sesuatu yang kotor pagi ini?.


Apa bos tidur nyenyak malam ini?.


Orang-orang dalam ruangan mulai menebak apa yang terjadi pada bos mereka. "Ehem... Apa ini? Kenapa kalian diam saja? Cepat buat laporan dari masing-masing tim."

__ADS_1


"Ah baiklah," ucap mereka serentak karena terkejut mendengar suara ramah Ervin.


__ADS_2