
"Puffft... Sepertinya anda terkejut tapi... Begitulah klub malam mahal... Lagi pula kamu tidak akan menemui hal semacam ini jika berada di klub murahan nona...."
Mereka duduk di sana sambil berbicara beberapa hal sebelum Bob meninggalkannya untuk melayani tamu penting. "Baiklah, untuk saat ini aku akan meninggalkanmu sebentar. Cobalah untuk bergaul dengan beberapa orang atau bahkan menyerang mereka jika kamu mau.
"Ingatlah, orang-orang yang datang ketempat ini bukan orang sembarangan jadi jaga cara bicaramu dan juga bertindaklah sesuai yang aku katakan barusan jika ingin segera keluar dari tempat ini."
"Haiss... Baiklah, aku mengerti." Asiah menganggukkan kepalanya dan melihat-lihat area klub. Musik kencang menguncang tubuh setiap pendengar, memaksa mereka untuk bergoyang dan menari tanpa lelah. Asiah yang saat itu mengunakan baju putih dengan belahan dada yang terlihat sedikit mencolok ketika berjalan-jalan di sekitar area Pole dance.
"Hei! Lihat itu."
"...."
Para pria yang sedang mengamati mangsa melihat Asiah dengan pandangan tertarik. Berbeda dengan wanita yang hadir di dalam klub. Asiah tidak menari ataupun menyentuh minuman sedikitpun malahan dia terlihat hanya melirik banyak orang di tempat-tempat tertentu dengan tatapan tajamnya.
"FA-k, ini jeckpot namanya."
Beberapa pria terlihat cukup percaya diri untuk menghampiri Asiah namun sayangnya mereka semua berakhir di abaikan.
"Aku tidak tertarik dengan kalian." Bukan tanpa alasan Asiah melakukan itu. Ketika Asiah berjalan-jalan dia telah melakukan observsi terhadap orang-orang di sana yang nantinya akan dia pilih walau pada akhirnya masih belum ada yang menarik perhatiannya.
Tsk, apa para pria di tempat ini tidak ada yang sedikit terlihat normal? Mereka semua melihatku dengan tatapan yang sama sejak tadi.
Ketika Asiah selesai menelusuri area poledance dia duduk kembali kemeja tempat dia dan Bob berpisah sebelumnya di ikuti beberapa pria yang masih ingin berbicara padanya, bahkan beberapa di antara mereka menawarinya untuk minum walau Asiah menolak mereka berulang-ulang. Aku tidak boleh mabuk, kau harus mencari pria yang bisa aku gunakan untuk rencanaku. Nop... Mereka bukan standar yang kucari.
...🌸🌸🌸...
"...." Bob menyaksikan semua yang dilakukan Asiah dari kejauhan sambil menggelengkan kepalanya. Dia tidak mengerti apa yang di pikirkan oleh Asiah namun tetap mengingat apa yang di katakan oleh temannya Erika.
[ 'Bob, ketika Asiah hanya duduk dan melihat-lihat nantinya, kamu tidak perlu menganggunya. Dia akan baik-baik saja dengan caranya sendiri. Tidak seperiku, Asiah itu orangnya sangat pemilih' . ]
__ADS_1
"Haiss... Padahal dia hanya perlu 'Benih' dari pria random kenapa pula dia harus memilih-milih."
Bob kembali fokus pada pekerjaannya tetapi tetap memperhatikan pergerakan Asiah yang kembali berjalan meninggalkan para pria yang duduk di hadapannya ketika DJ kembali menyetel musik keras namun kali ini dengan alunan yang lebih santai.
Ketika alunan musik mulai santai, para wanita yang berjoget di atas panggung satu-persatu turun kebawah. Mereka menjauh berlari kesatu tempat menuju sebuah tangga yang mengarah langsung menuju pintu masuk. Disana, di tempat mereka menatap pintu perlahan terbuka.
CREEEK...
Mata berbinar cerah seolah-olah mereka akan melewatkan sebuah kesempatan emas jika tidak berada di sana.
Wusss...
Penantian mereka akhirnya terwujud ketika pintu di buka dan sosok gagah dengan pakaian kemeja hitam elegan berjalan menuruni anak tangga perlahan. Dia adalah sosok Pria Tampan dengan tato ular di lengannya kirinya, beserta tindik kecil berwarna perak di kedua daun telinga menampilkan kesan sosok berwibawa yang akan menarik perhatian para wanita secara insting.
"Tsk. Aku belum melakukan apa-apa tapi wanita-wanita j-Lang ini sudah mengantri saja." Pria itu berjalan melewati para gadis yang menunggunya dengan antusias begitu saja seolah mereka tidak ada disana, dia terlihat tidak perduli dengan wanita-wanita seksi yang mengoda dirinya, pria itu hanya fokus berjalan menuju ruangan VIP khusus di dalam klub.
Di tempat lain.
"Yoo... Ervin. Sudah lama tidak mampir ketempat ini," kata seorang pria berambut coklat dengan tatapan lembut pada pria gagah di depannya.
"Aku sedikit sibuk mengurus beberapa bajingan. Bagaimana denganmu? Kau terlihat lebih baik dari yang aku pikirkan berengsek."
'Ervin Kyros Alberto. Pria berusia 31 tahun. Putra kedua keluarga Alberto yang terkenal karena kekayaan dan bisnis tambang yang mendunia, sekaligus merupakan pemimpin dari sebuah perusahaan ternama yang dia dirikan sendiri dengan nama 'Aishwa. ' sebuah perusahaan yang menekuni bisnis Fashion dan Barang-barang mewah yang tidak sembarangan orang dapat memiliki brand miliknya.
"Pasti sulit untuk beberapa minggu yang lalu, mengingat banyak yang memburumu sekarang...."
"Puffft.... Aku baik-baik saja. Terima kasih untukmu dan... Di mana nona Ave? Bukannya kalian berkencan dua minggu yang lalu?."
"Nahh... J-Lang itu membuatku malu tadi, tsk! Mengingatnya saja membuatku ingin merobek wajah penuh bedak itu."
__ADS_1
"HAHAHA.... Kamu mengatakan hal yang begitu kejam ketika kamu telah tidur dengannya. Lagi pula Ave adalah seorang model ternama jadi wajar baginya untuk mengunakan banyak bedak."
"Tetap saja itu memuakan- ... Wow! Siapa itu?."
"Hem?"
Ervin menunjuk kearah area Pole Dance yang ramai dengan orang-orang yang menari sembari memberikan uang pada para penari tetapi jari Ervin tidak tertuju pada penari disana melainkan jarinya tertuju pada sosok mencolok yang sedang berjalan di arena itu.
"Yang mana???."
"Wanita dengan gaun putih itu?," Pandangan Ervin hanya tertuju pada seorang gadis yang dengan santainya berjalan di dalam keramaian.
"Oh... Dia Itu wanita yang di bawa oleh salah satu karyawanku. Dia teman dari gadis bernama Erika, apa kamu mengingatnya?."
"Erika...? ...." Sejenak dia berfikir. "Ah! Si imut yang suka gonta-ganti pasangan itu.... Aku sudah lama tidak melihatnya."
"Aku juga sudah lama tidak melihatnya, sepertinya dia tidak akan datang lagi ketempat ini. Sial, entah kenapa aku malah merindukan sikap imutnya yang menjengkelkan itu.
".... Tapi kali ini temannya yang datang agak... Berbeda!. Aku sudah melihat wanita itu sebelum kamu datang, cukup banyak yang mengikutinya sejak pertama kali dia muncul akan tetapi...."
"Akan tetapi?."
"Dia bahkan masih belum menyentuh minuman atau seseorang, aku berfikir apakah dia sedang menunggu sesuatu?,"bisiknya.
"Tidak menyentuh minuman ataupun pria yang mendekatinya... Apa dia menyimpang?."
"Aku juga tidak tahu, Bob mengatakan kalau wanita ini hanya datang untuk bersenang-senang hanya itu yang aku tahu."
"Siapa namanya?."
__ADS_1