
"...."
"Huhh... Sepertinya ini tidak akan muda bagimu, terus terang saja, sebenarnya aku ini bukan orang yang terlalu jahat. Kalau saja keluargaku tidak memiliki hutang dengan keluarga Alvaro maka aku pasti bisa hidup bebas dan merawat orang-orang dengan kemampuan yang kumiliki ini."
"Apa kalian terlibat hubungan kontrak?."
"Seperti itulah, aku bahkan harus bersumpah untuk tetap setia pada Baji— maksudku Tuan Muda seumur hidupku.
"Cik. Apa mereka pikir melayani Iblis itu mudah? Selama bersamanya aku tidak pernah tidur dengan lelap dan—" Julius mengocehkan banyak hal sedangkan Asiah mendengarkan dengan seksama sambil menganggukan kepalanya.
Asiah mendengarkan ocehan Julius hanya untuk mendapatkan sepotong informasi yang berguna untuknya. Dia bahkan diam-diam telah merekam semua pembicaraan mereka selama beberapa menit itu. Dia memang terlihat seperti orang baik tapi! Aku akan melakukan apapun untuk bertahan hidup dan melindungi bayi-bayiku walau harus memanfaatkan dia.
***
Pukul 07:13, Malam.
Di sebuah daerah yang tak jauh dari kota terlihat sebuah rumah besar dan mewah yang di penuhi oleh cahaya dari lampu-lampu cantik yang mengelilingi pekarangan dengan indahnya. Di setiap sudut taman tersusun rapi meja dan kursi yang terlihat elegan dengan hiasan permata biru dan besi penyanggah yang di cat dengan warna emas elegan.
Jalan-jalan di sekitar taman di lapisi karpet merah yang mewah dengan hiasan pagar bunga di setiap sisinya. Di tambah air mancur dengan patung malaikat cantik memperindah penampilan taman seperti di dalam negri dongeng.
Di tengah itu semua, tamu yang di undang satu-persatu memasuki pintu rumah bersama pasangan mereka. Mereka yang hadir memakai pakaian mewah dan indah di pandang. Deretan Artis dan Model ternama terlihat muncul membawa kartu undangan berwarna merah hati di tangan mereka.
"Acara Ulang Tahun Nyonya Alvaro memang tidak pernah mengecewakan. Keluarga mereka mengatur segalanya begitu sempurna setiap tahunnya," ucap seorang wanita berusia 56 tahun pada temannya yang hadir di acara tersebut.
"Lucu kau mempertanyakan hal yang sudah jelas. Putrinya adalah pemilik Fashion terkenal di tambah lagi Suaminya termasuk salah satu orang terkaya di Prancis.
__ADS_1
"Putranya yang merupakan pemilik perusahaan Aishwa yang terkenal.
"Orang-orang seperti mereka tidak mungkin membiarkan hari spesial wanita yang mereka cintai berlalu dengan biasa-biasa saja,"kata sekarang wanita muda dengan Gaun Putih bergaris Emas di bagian dada.
Penampilan wanita itu cukup terbuka di bagian belakang. Kulitnya yang eksotis menampilkan kesan wanita dewasa yang elegan ketika dia berjalan dengan pakaiannya.
Bibirnya yang merah merona membuat pria yang berada di tempat itu tidak bisa berpaling darinya walau hanya sebentar. "Hemmm ... Sepertinya nona Olivia tahu banyak hal tentang keluarga Alvaro," balas wanita berusia 56 tahun pada wanita cantik di depannya.
"Hemp.... Itu hanya pengetahuan dasar saja."
Olivia LaRuorin. Berusia 24 tahun. Sekarang model top yang sedang naik daun berkat kecantikan dan koneksi yang dia miliki.
"Pengetahuan dasar anda cukup bagus rupanya."
"Well..."
"Huhu...."
Dia mengingat bagaimana nyonya dari keluarga Alvaro mendatanginya secara langsung untuk menjadikannya sebagai pasangan putranya di acara ulang tahunnya malam ini. Aku dengar Tuan Muda Ervin Kyros adalah sosok pria yang sangat tampan dan memiliki jiwa pemimpin yang luar biasa.
"Jika aku bisa mengodanya dengan pesonaku maka! Mengunakan barang-barang mewah Aishwa bukanlah hayalan semata," gumamnya begitu pelan sampai-sampai tidak ada yang bisa mendengar suaranya.
Terlahir dengan wajah cantik dan berasal keluarga yang kaya raya telah menempatkan Olivia pada titik puncak kejayaan di usia muda. Kesuksesannya sebagai model membuatnya selalu mendapatkan apapun yang dia mau namun, karena beberapa alasan Olivia tidak bisa memiliki dan menikmati brend terbaru yang di luncurkan oleh Aishwa yang merupakan salah satu dari perusahaan kelas dunia yang memproduksi barang mewah dan langka.
Olivia yang bisa di katakan sangat kaya bahkan tidak bisa memiliki satupun aksesoris brand Aishwa. Oleh sebab itu begitu dia menerima undangan dari nyonya Alvaro secara langsung dia menjadi kegirangan, melakukan yang terbaik untuk membuat dirinya menjadi pusat perhatian dengan pakaian yang di rancang secara pribadi oleh desainer ternama dari Italia.
__ADS_1
Aku sangat percaya diri malam ini. Kalau aku sukses meluluhkan hati Tuan Muda Alvaro malam ini maka aku akan— .... Ah! Aku lupa. Tuan Muda katanya adalah pria yang berkencan dengan banyak model tapi lupakan itu, aku yakin diriku yang sekarang tidak kalah jauh dari model-model yang dia kencani.
Olivia tersenyum bahagia setiap kali dia membayangkan masa depan yang akan terjadi secepatnya. Aku sudah tidak sabar untuk menyaksikan itu semua, batinnya.
Tak lama setelah semua tamu yang di undang hadir. Pemeran utama yang sesungguhnya di acara ulang tahun itu tiba.
"Kamu terlihat cantik malam ini," bisik Jefry pada istrinya.
"Hahaha ... Kamu ini~."
Janet dan Jefry menuruni tangga dengan bergandengan tangan. Mereka terlihat seperti pengantin kembali di acara ulang tahun itu. Di belakang mereka terlihat wanita cantik berambut seputih salju dengan dress abu-abu dan Suaminya dengan jas hitam yang mewah.
Di tengah mereka berdua ada anak kecil tampan yang mengandeng tangan ibunya dari belakang. Anak kecil itu adalah Jeremi Kyros Berlin. Pria kecil itu terlihat imut dengan dasi kupu-kupu hitam di kerah bajunya.
"Wah ... Tampannya!" Para tamu terpukau dengan keluarga bahagia itu, mereka mengagumi Angela yang melahirkan sosok sempurna seperti Jeremi dan Suami tampan di sebelahnya.
Angela memperhatikan tatapan kekaguman itu dan tersenyum bangga, apa yang dia lakukan untuk mendandani Putra dan Suaminya sukses besar namun yang menjadi masalah akan segera tiba.
Angela ingin cepat-cepat turun dari tangga untuk menghindari seseorang yang nantinya akan mendapat perhatian lebih dari siapapun di tempat itu dan orang itu tidak lain adalah Ervin Kyros Alvaro.
"KYAAA!!!."
"TU-TUAN MUDA DATANG!!!."
Para tamu berjenis kelamin perempuan semuanya berteriak ketika orang terlahir muncul di belakang. Pria tampan itu hanya mengenakan kemeja hitam dan rompi tuxedo berwarna abu-abu dengan dahi berwarna merah.
__ADS_1
Lengan baju yang di gulung setinggi siku menampilkan tato cantik yang menghiasi lengannya. "Hemp... Sangat berisik disini."
Ervin menuruni tangga sambil memutar-mutar cincin di jari telunjuknya. Dia tidak terlihat tertarik dengan acara itu dan hanya berdiri diam di belakang Ibu dan Ayahnya padahal, semua wanita yang hadir di tempat berusaha untuk menarik perhatian Ervin seolah dia adalah bintang bersinar malam itu.