Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 09 - Dirasuki Hawa Kebencian


__ADS_3

”Kak Lu'an! Apakah benar Guru besar dan adik Xuan tenggelam di sungai ini?” tanya Xiao Ruo saat ia dan Jin Lu'an telah sampai di sungai yang ada di bawah tebing.


”Kemarin malam pasti sungai di sini mengalir sangat deras. Kemungkinan, mereka berdua telah terbawa arus dan saat ini keduanya berada jauh dari tempat jatuhnya mereka. Saat terjatuh, mereka tidak akan mungkin sempat untuk pergi ke darat karena tidak ada satupun tali pembantu yang akan menarik mereka keluar dari dalam sungai. Terlebih lagi, guru besar pasti akan membawa Adik Xuan bersamanya. Kita akan tetap berjalan sampai menemukan akar pohon yang ada di atas air.” jelas Jin Lu'an yang memperhatikan.


Xiao Ruo menatap ke arah Jin Lu'an di sebelahnya dan bertanya, ”Darimana kak Lu'an mengetahui semua itu?”


Jin Lu'an membuka telapak tangannya dan menunjukkan sebuah liontin giok putih bercorak Phoenix milik Liu Zhang Chen.


”Liontin ini adalah hadiah dari Kak Ying untuk Guru besar. Biasanya ia tidak akan melepaskannya namun, benda ini telah tersangkut pada dahan pohon saat keduanya terbawa arus.”


Di waktu bersamaan, Liu Zhang Chen yang masih berada di dalam gua, merasa sangat terkejut setelah ia menyadari bahwa ia kehilangan liontin miliknya. Ia terlihat sangat ketakutan dan mencarinya ke seluruh tempat bahkan sampai di bibir sungai.


Selama beberapa menit ia terus mencari, Liu Zhang Chen tidak juga menemukan liontin giok miliknya. Sebelumnya, ia menyimpan liontin tersebut di balik pakaiannya namun, kali ini saja ia bertindak ceroboh dengan menjatuhkan benda berharga miliknya.


Liu Zhang Chen tampak mencemaskan liontin miliknya dan bahkan ia sampai tidak menyadari kalau Xiao Qing Xuan juga telah pergi seharian dan tidak kembali saat ini juga. Dari kelihatannya, ia sepertinya hanya mempedulikan liontin miliknya dan sama sekali tidak mencemaskan keadaan Xiao Qing Xuan yang bahkan namanya tidak pernah disebut olehnya.


”Aku harus segera mencari liontin itu sebelum ada seseorang yang mengambilnya!” gumam Liu Zhang Chen yang langsung pergi meninggalkan tempatnya berdiri menuju suatu tempat dan mencari benda berharganya yang hilang.


Sementara ini, di dalam sebuah lubang yang dipenuhi dengan mayat manusia yang dipenuhi dengan hawa kebencian. Xiao Qing Xuan akhirnya terbangun setelah selama tiga jam ia tertidur karena harus memperbaiki Kultivasinya yang telah menghitam karena hawa kebencian yang menyerbu tubuhnya. Ia memegang dadanya yang terasa terbakar dengan kelopak mata yang tidak bisa terbuka sepenuhnya.


”Aku sudah menduganya. Liu Zhang Chen tidak mungkin mencariku bahkan sampai siang begini, aku masih tetap berada di tempat yang sama. Haah,... Dia itu benar-benar Guru yang tidak pernah mempedulikan muridnya sendiri.” gumam Xiao Qing Xuan yang mencoba mencari cara agar ia bisa keluar dari lubang ini.

__ADS_1


Tidak lama, ia pun segera menoleh ke belakang dan menatap ke arah beberapa orang yang memakai baju zirah lengkap dengan perlengkapan perangnya.


Orang-orang ini pasti menyimpan belati di balik pakaian mereka. Mungkin, memanjat dinding ini adalah pilihan yang bagus agar bisa keluar dari tempat busuk ini.


Xiao Qing Xuan menghampiri orang-orang tersebut dan benar saja tebakannya. Mereka menyimpan barang-barang berharga dalam pakaian mereka.


”Penjahat mana yang membiarkan harta lawannya terbuang sia-sia? Mereka pasti bukan korban perampokan. Sebuah pertarungan besar telah terjadi di tempat ini.” gumam Xiao Qing Xuan yang membuka baju zirah milik tumpukan mayat-mayat ini.


”Haha! Kalian semua telah seenaknya mengambil tubuhku tanpa persetujuan dariku! Sebagai bayarannya, aku akan mengambil barang-barang milik kalian.” ucapnya dengan senyum seringai yang ditujukan pada mayat-mayat ini meskipun sudah jelas kalau mereka tidak akan bisa melihat apa yang dilakukan Xiao Qing Xuan saat ini.


Namun, saat ia mengambil satu persatu benda berharga milik mayat-mayat ini. Tiba-tiba saja sebuah tangan muncul dari bawah tumpukan mayat yang ada di depannya dan tangan tersebut langsung mencengkram pergelangan tangannya!


Alhasil, Xiao Qing Xuan menjadi sangat terkejut setelah kemunculan tangan tersebut. Ia pun segera merangkak mundur dan mencoba untuk tidak mempedulikan sebuah tangan yang sedang melambai padanya.


”Ada apa dengan tangan ini? Mengapa dia berbicara seperti itu?” gumam Xiao Qing Xuan yang merasa penasaran dan ia pun segera menggenggam tangan tersebut.


Tangan ini masih hangat! Dia adalah manusia?!


Tanpa pikir panjang, Xiao Qing Xuan segera mengangkat tiga mayat laki-laki yang saat ini sedang menindih seorang pemuda yang diperkirakan berumur 17 tahun.


Setelah ia menyingkirkan ketiganya, Xiao Qing Xuan tertegun karena pada pakaian lengan kanan pemuda tersebut, terdapat lambang perguruan milik Sekte Teratai Emas yang ada di wilayah Lin Zhong.

__ADS_1


”Kau baik-baik saja?” tanya Xiao Qing Xuan sambil memperhatikannya. ”... Hmm, sepertinya tidak baik-baik saja ya? Ada luka di sekujur tubuhmu. Pasti itu semua sakit sekali.” lanjutnya seolah ia tidak peduli dengannya.


”T~ Tuan muda! Selamatkan aku! Perburuan malam, Sekte Puncak Donqiong telah membunuh semuanya.” ucap pemuda tersebut dengan suara yang terdengar patah-patah dan membuat Xiao Qing Xuan bingung untuk mencerna maksudnya.


”Tidak mungkin aku keluar dengan membawa seseorang yang ukurannya lebih besar dariku?!” batin Xiao Qing Xuan sambil menatap bibir lubang yang terbuka sangat lebar.


”Aku tidak berniat untuk menyelamatkan orang. Jadi, kau di sini saja dan tunggu sukarelawan yang lain.” jawabnya dengan sopan dan berkarisma sebelum akhirnya ia berlari ke dinding tanah dan menaikinya menggunakan dua buah belati yang ditemukannya.


”Tuan muda! Tunggu!” teriak pemuda tersebut sambil mencoba untuk berjalan merangkak ke arah Xiao Qing Xuan yang sudah jauh darinya. ”... Bukankah Tuan muda telah dirasuki oleh hawa kebencian yang tidak suci? Aku berjanji tidak akan menyebarkan berita ini jika Tuan muda menyelamatkanku.” lanjutnya yang membuat Xiao Qing Xuan seketika terhenti.


Mendengar hal itu di telinganya, Xiao Qing Xuan menatap pemuda dengan wajah penuh amarah dan satu iris mata sebelah kirinya berubah menjadi merah.


”Memangnya kau ini siapa? Apakah kau mengira kalau aku akan mengeluarkanmu dari tempat menjijikan ini?” tanya Xiao Qing Xuan dengan tatapan yang terlihat mengerikan dan pegangan pisau belati yang digenggamnya, seketika hancur karena kemarahannya.


”Dia ini mudah marah dan dirasuki oleh kekuatannya sendiri! Dia benar-benar berbahaya untuk saat ini!” batin pemuda yang menatap ngeri ke arahnya.


”Kau sepertinya bukan orang yang bisa menyimpan rahasia orang lain. Dunia tanpa ada satupun penghianat adalah impian semua orang. Karena itu, membunuhmu adalah sebuah berita baik karena penghianat-penghianat itu telah berkurang satu.” ucap Xiao Qing Xuan dengan dingin sambil mencabut kembali pisau belati yang telah tertancap pada dinding tanah.


”Ayahmu yang telah membunuhku dan melempar mayatku ke dalam lembah makam hantu sehingga aku menjadi seperti ini! Seharusnya, orang sepertimu, tidak terlahir di dunia!”


SRATTT

__ADS_1


Sebuah sayatan terbentuk di leher laki-laki tersebut setelah Xiao Qing Xuan mengakhiri kalimat yang diucapkannya dengan penuh amarah. Kali ini, ia telah membunuh satu orang dalam kehidupannya yang sekarang.


”Aku,... Luo Xuan Ying pasti akan membalas kalian semua!”


__ADS_2