Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 39 - Kabut Penunjuk Arwah


__ADS_3

14 Tahun lalu, desa Qun adalah desa termiskin yang tidak pernah terjamah oleh siapapun sampai pada akhirnya, dua orang yang berasal dari Mubei datang membantu mereka. Mereka berdua adalah saudara kembar, Rong Wei dan Rong Yan.


Kedua saudara ini memiliki kekurangannya masing-masing. Rong Wei tidak bisa berbicara sedangkan Rong Yan tidak bisa melihat. Kekurangan itu tidak berawal sejak mereka lahir tapi, itu terjadi disebabkan karena ada seseorang yang menyerang mereka.


Saat berusia lima tahun, seorang laki-laki yang berasal dari keluarga Hou menyerang mereka dan menyebabkan lidah Rong Wei terpotong. Lalu, sebagai hukuman karena Rong Yan tidak bisa melindungi adiknya, Rong Wei. Dia meracuni kedua matanya sendiri dan ia pun menjadi buta. Sejak saat itu, mereka meninggalkan tanah kelahiran mereka di Mubei dan berkelana ke seluruh tempat.


Mereka banyak melakukan hal baik seperti menolong penduduk di desa Qun yang miskin dan memberi makan mereka. Semula mereka baik-baik saja dan penduduk desa Qun mulai merasa aman sampai pada akhirnya, seorang anak perempuan berambut putih mendatangi mereka dan menurunkan sebuah wabah penyakit.


Seluruh penduduk desa Qun mati karena terserang wabah mematikan sedangkan, Rong Yan terbunuh dengan pedang yang menembus dadanya. Lalu, Rong Wei yang melihat Rong Yan telah mendahuluinya, ia menjadi depresi dan akhirnya ia pun melakukan bunuh diri dengan melukai lehernya sendiri.


Mayat mereka berdua, kemudian tersimpan di dalam sebuah peti mati yang ada di salah satu rumah yang ada di sana. Sedangkan, keberadaan anak perempuan yang menurunkan wabah, telah mendapatkan hukuman dari keluarga Luo.


...⊰᯽⊱┈──╌❊╌──┈⊰᯽⊱...


Setelah mendengar kisah tersebut, Xiao Qing Xuan tidak berekspresi seolah hal ini adalah sebuah kenyataan yang pernah dialaminya.


”Bagaimana Guru tahu tentang mereka berdua?” tanya Xiao Qing Xuan saat dirinya sedang berjalan berpapasan dengan Liu Zhang Chen.


”Mereka hanyalah dongeng lama. Kakak mu sendiri pasti tahu tentang kisah mereka berdua.” jawab Liu Zhang Chen sesaat kemudian.


”Lalu, apakah Guru juga terlibat? Dimana anak perempuan yang bisa menurunkan wabah itu? Tidak mungkin dia dibiarkan hidup setelah ini 'kan?”

__ADS_1


”Karena dia telah dianggap sebagai ancaman dunia, kepala keluarga Luo menyeret tubuhnya dan menggantungnya di tengah-tengah desa lalu, dibiarkan seperti itu selama bertahun-tahun.”


”Oh, jadi begitu.” batin Xiao Qing Xuan yang menatap datar ke arah Liu Zhang Chen.


Kepala keluarga Luo, Luo Guanshu memang cukup tegas dan paling ditakutkan meskipun sebenarnya ia cukup romantis dengan Yu Zhaoyi, Ibu dari Luo Xuan Ying. Karena kekuatannya dan keadilan yang ditegakkannya, ia ditunjuk sebagai orang yang memimpin jalan perdamaian antara lima Sekte terutama Sekte aliran hitam, Sekte Puncak Donqiong yang selalu melanggar peraturan. Ia terkenal dengan senjata pusakanya yang bernama 'Yong Heng' yaitu sebuah pedang yang mampu membelah apapun bahkan sebuah gunung kokoh sekalipun. Ia juga pernah memberikan sebuah pedang yang mampu mengeluarkan petir bernama 'Ruixi' yang diberikan pada Luo Xuan Ying saat usianya sepuluh tahun.


”Guru! Kapan aku bisa mendapatkan pedang?” tanya Xiao Qing Xuan yang telah berhasil mengundang perhatian Liu Zhang Chen.


”Dantianmu cacat. Bagaimana aku bisa memberikannya padamu? Jika aku memberikannya sekarang, kekuatanmu tidak akan sanggup menahannya.”


”.....” Xiao Qing Xuan terdiam tanpa ekspresi saat mendengarnya.


”Tetap di sana!” ucap Liu Zhang Chen sambil menarik Xiao Qing Xuan ke belakang.


Xiao Qing Xuan menatap bingung dan bertanya, ”Ada apa? Apakah musuh menyerang dalam jumlah banyak?”


”Bukan!” singkat Liu Zhang Chen. ”... Kita tidak tahu apakah kabut ini beracun atau tidak. Hawa kebencian di sini sangat besar. Kau masih mengantongi giok yang aku berikan padamu?” ucapnya yang kemudian menoleh ke arah Xiao Qing Xuan di belakangnya.


Xiao Qing Xuan menunjukkan giok Fenghuang yang tersembunyi di balik pakaiannya. ”... Apakah ini bisa digunakan?”


Liu Zhang Chen memperhatikannya sebentar dan berkata kembali, ”Gunakan itu untuk melindungi dirimu sendiri. Masih ada hal penting yang harus aku lakukan sekarang.” ucapnya dengan singkat sebelum akhirnya Liu Zhang Chen pergi meninggalkannya sendirian di tempat yang sama.

__ADS_1


”Oh, bagus sekali. Sekarang aku menjadi anak yang ditelantarkan.” batin Xiao Qing Xuan yang tidak tahu harus pergi ke arah mana sedangkan penglihatannya saat ini telah ditutupi oleh kabut yang tidak pernah menghilang.


Sementara ini, dalam arena pertarungan. Liu Zhang Chen harus pergi meninggalkan Xiao Qing Xuan di tempat yang sama karena, ia harus membereskan beberapa arwah tanpa tubuh yang masih berkeliaran. Meskipun para arwah ini tidak membawa senjata, mereka memiliki hawa kebencian yang sangat besar sehingga hanya sebuah pedang di alam bulan dan matahari saja yang bisa membuat mereka menghilang dari sana.


Orang hidup tidak akan bisa menyentuh mereka yang telah mati sedangkan mereka yang mati, mampu menyentuh bahkan membunuh orang yang hidup.


Liu Zhang Chen yang sudah terbiasa dengan semua tekanan yang berasal dari energi kebencian, membunuh mereka satu persatu namun, ia tidak pernah menduga bahwa kabut yang dihirupnya saat ini mengandung racun yang akan melemahkan fisik seseorang.


Saat ia telah selesai menghapus setengah dari arwah kebencian yang muncul, racun yang dihirupnya mulai bekerja sehingga, kedua kakinya tidak sanggup menahan tubuhnya sendiri. Ia bertumpu pada pedang yang menancap di atas tanah dengan nafas yang terengah-engah.


”Kebencian mereka terlalu besar. Jika jiwanya belum tenang, itu artinya anak yang membunuh mereka masih hidup. Mereka lupa bagaimana mereka bisa mati dan mereka tidak tahu siapa pembunuhnya. Anak itu harus mati.”


Ketika Liu Zhang Chen beristirahat sebentar dengan bertumpu pada pedangnya, sekelebat bayangan hitam muncul dan mendatanginya dengan jumlah yang sangat banyak. Jika ia terkena jurus mereka, mungkin saja tubuhnya akan dimakan oleh mereka.


Di saat ia tidak bisa melakukan apapun, sebuah bayangan merah dengan pedang hitam yang terbuat dari energi kebencian miliknya, menepis seluruh serangan tersebut sehingga para arwah ini tidak lagi menunjukkan mereka.


Liu Zhang Chen terkejut dengan datangnya seorang pemuda yang melindunginya. Dengan pakaian merah bercorak hitam dan rambut yang dikuncir kuda sedang mengibas mengikuti arah angin. Wujudnya terlihat sangat familiar di pikirannya seolah ia telah kembali ke masa lalunya.


Sosok pemuda ini kemudian menoleh ke belakang dan alangkah terkejutnya ia setelah tahu bagaimana bentuk wajah dari arwah tanpa tubuh yang ada di depannya.


”Aku bisa melihatnya sekarang. Dia adalah Luo Xuan Ying.”

__ADS_1


__ADS_2