
Tepat setelah ia merasakan hawa dingin yang ada di atas kepalanya, Xiao Qing Xuan mengambil sejumlah rumput liar yang tumbuh di bawah kakinya. Ia mengalirkan hawa kekuatannya pada rumput tersebut sehingga rumput itu menjadi keras dan tajam. Lalu, sejurus kemudian ia pun melemparkannya dan serangannya itu berhasil mengenai kedua mata dari beruang tersebut.
Setelah satu jurusnya berhasil dilakukan, Xiao Qing Xuan mengambil sebuah batu yang seukuran dengan telapak tangannya. Ia pun juga melakukan hal yang sama seperti rumput tadi dan kemudian ia melemparnya kembali sehingga beruang itu merasa seperti telah dihantam sebuah batu besar yang seukuran dengannya.
Tidak lama setelah beruang hitam itu meringis kesakitan, ia pun berlari menjauhi Xiao Qing Xuan yang tampaknya sangat berbahaya baginya. Namun, hal ini tidak bisa diabaikan olehnya dan ia pun segera berlari menyusul beruang tersebut.
Xiao Qing Xuan memotong sebuah dahan pohon yang ditumbuhi banyak daun dan kemudian, ia mengibaskan dahan pohon tersebut sehingga daun-daun yang keras dan tajam berterbangan dan menancap di seluruh tubuh beruang tadi.
Setelahnya, beruang itupun terjatuh dan tubuhnya terhempas sehingga menumbangkan banyak pohon yang ada di belakangnya dan membuat debu tanah berterbangan dimana-mana.
”Apakah aku terlalu berlebihan dengan membunuh hewan yang dilindungi?” gumam Xiao Qing Xuan yang terus memperhatikan kepulan debu tanah yang menutupi pandangannya.
Tidak lama ketika ia masih berdiri di atas sebuah dahan pohon, tiba-tiba saja kaki depan beruang tersebut menyambar dirinya dan membuat tubuh Xiao Qing Xuan seketika terlempar dan jatuh ke dalam sebuah danau yang ada di dekat gua tersebut.
Saat dirinya tenggelam di dalam danau tersebut, sebuah penampakan seekor ikan besar namun, ikan tersebut memiliki ekor ular telah berhasil membuat Xiao Qing Xuan terkejut karena wujudnya.
Seekor hewan sihir penghuni danau yang sangat beracun. Pernah ada satu-satunya orang termuda yang bisa mengalahkannya meskipun ia kembali dengan racun yang memenuhi tubuhnya. Hewan sihir ini adalah seekor ular ikan yang memiliki ukuran hampir sama dengan beruang hitam yang baru saja di kalahkan olehnya.
”Satu masalah belum selesai dan aku sudah menemukan masalah yang lain!” batin Xiao Qing Xuan yang merasa jengkel dengan keadaannya saat ini.
Seekor ular ikan yang memiliki mata merah dan gigi tajam langsung membuka mulutnya begitu ia melihat Xiao Qing Xuan yang masuk ke dalam danau miliknya.
Saat ini ia tidak membawa pedang ataupun pisau belati. Apalagi, di dalam danau ini tidak memiliki sesuatu yang bisa menjadi senjata untuknya seperti pertarungannya dengan seekor beruang raksasa. Pada akhirnya, ia hanya bisa menatap ke arah mulut ular ikan yang saat ini sedang terbuka dan bersiap untuk memakannya hidup-hidup!
...⊰᯽⊱┈──╌❊╌──┈⊰᯽⊱...
24 Tahun lalu, wilayah Lianfei Sekte Pedang Beracun, Sungai Mu Rong.
Di dalam sebuah hutan yang aman dan jauh dari sekte. Liu Zhang Chen duduk bersila di atas sebuah batu besar yang ada di bibir sungai Mu Rong. Ia mulai melatih Kultivasinya dan mencoba untuk menyempurnakannya kembali.
Liu Zhang Chen tampak berhenti melakukannya dan mengatur nafasnya kembali. ”... Bagaimana bisa? Aku tidak memiliki peningkatan apapun. Padahal aku sudah ada di sini dan menyerap seluruh energi yang ada akan tetapi, mengapa untuk naik satu level saja sangat sulit?” gumam Liu Zhang Chen yang menatap sedih pada sungai yang sedang mengalir.
”Tentu saja kau tidak akan mengalami peningkatan. Kau melakukan kesalahan yang sangat buruk!” ucap seorang anak laki-laki yang telah duduk tepat menghadap ke arahnya dan hal itu berhasil membuat Liu Zhang Chen sedikit terkejut.
Anak muda bernama Luo Xuan Ying ini, meskipun ia sudah menembus level lima alam bintang, kerjaannya hanya mengganggunya setiap hari meskipun sebenarnya ia hanya ingin berbicara dengan Liu Zhang Chen.
__ADS_1
Liu Zhang Chen mengalihkan perhatiannya dan mencoba untuk tidak bertatapan langsung dengan Luo Xuan Ying di sebelahnya.
”Haah,... Lagi-lagi mengabaikanku. Apakah kau tidak memiliki hal lain lagi? Berikan aku sebuah hinaan atau pujian dan hari ini aku pasti tidak akan mengganggumu lagi.” ucap Luo Xuan Ying dengan santainya.
Liu Zhang Chen terlihat sedang mengabaikannya lagi. Ia memejamkan matanya tanpa perlu menatap wajahnya. Menurutnya, mendengar suara Luo Xuan Ying saja sudah membuatnya hampir muntah dan tidak betah berada di tempatnya saat ini.
Tidak lama setelahnya, Liu Zhang Chen akhirnya berdiri kembali dan ia pun berjalan menjauhi Luo Xuan Ying yang masih terpaku dengan wajah herannya.
”Kenapa menjauh? Aku sedang berbicara denganmu!” seru Luo Xuan Ying yang langsung berlari cepat ke arah Liu Zhang Chen.
Saat ia telah berpapasan dengannya, Liu Zhang Chen tampak cuek dan tidak juga memulai pembicaraan. Wajahnya terlihat jengkel seolah ia tidak ingin menempel pada orang yang menyebalkan seperti Luo Xuan Ying.
”Zhang Chen? Apa yang membuatmu seperti ini? Kau begini bukan karena dantianmu yang cacat atau ibumu yang sakit-sakitan semenjak melahirkanmu 'kan?” tanya Luo Xuan Ying tanpa tahu apa akibatnya setelah ia membuat marah Liu Zhang Chen.
Sedetik kemudian, Liu Zhang Chen tampak marah dan ia pun segera mengarahkan tinjunya ke arah Luo Xuan Ying. Namun, serangannya ini berhasil dihindari oleh Luo Xuan Ying dengan mudahnya sehingga saat ini, Luo Xuan Ying berada tepat di belakangnya.
”Tuan muda Liu? Kau tidak sedang meremehkan Tuan muda dari keluarga Luo 'kan? Kau pikir bisa mengalahkanku hanya dengan sebuah pukulan bayi?” ucap Luo Xuan Ying dengan membisikkannya.
Liu Zhang Chen menggeram kesal sambil menggigit bibirnya. ”Cih! Berisik!” teriak Liu Zhang Chen yang langsung membanting Luo Xuan Ying ke depan sehingga hal itu membuat Luo Xuan Ying tenggelam di sungai Mu Rong yang cukup dalam.
Namun, beberapa detik kemudian. Luo Xuan Ying tidak juga menunjukkan dirinya dari atas permukaan air. Liu Zhang Chen berpikir tidak mungkin Luo Xuan Ying tenggelam di dalam sungai kecuali jika terjadi sesuatu padanya.
Liu Zhang Chen mulai menduga bahwa di dalam sungai Mu Rong menyimpan beberapa rahasia terbesar termasuk keberadaan hewan-hewan sihir yang hidup di dalam.
Karena Luo Xuan Ying yang tidak juga muncul, Liu Zhang Chen semakin cemas dan mulai memperhatikan permukaan sungai yang kembali tenang.
”Tidak mungkin! Apakah telah terjadi sesuatu padanya?” gumam Liu Zhang Chen sambil menatap permukaan sungai dengan serius.
Tidak lama setelahnya, dengan perlahan sungai itu menjadi merah seolah-olah di dalam sungai ini terjadi suatu pertarungan yang menyebabkan darah bercucuran.
Liu Zhang Chen terkejut dan ia pun melebarkan kedua matanya karena tidak percaya. ”Dia sedang tidak bercanda! Apa jangan-jangan di dalam sungai ini terdapat hewan sihir yang sangat berbahaya?!” batin Liu Zhang Chen yang mulai menduga-duga.
Lalu, setelah darah mulai menyebar pada sungai tersebut, Liu Zhang Chen segera menarik nafas dan menceburkan diri ke dalam sungai. Setelahnya, ia pun membuka matanya dan ekspresinya seketika terkejut setelah yang dilihatnya saat ini hanyalah darah yang menggumpal dan membuat pandangannya menjadi buta.
Karena keterkejutannya, Liu Zhang Chen nyaris saja membuka mulutnya dan menyebabkan darah yang ada di sekitarnya masuk ke dalam tubuhnya. Ia segera menutup mulutnya kembali dan mencoba untuk berenang mencari keberadaan Luo Xuan Ying.
__ADS_1
Namun, setelah ia melihat darah dimana-mana. Liu Zhang Chen menjadi sangat ragu jika Luo Xuan Ying akan selamat setelah tenggelam di dalam sungai ini. Ia menduga bahwa Luo Xuan Ying sudah dicabik-cabik oleh hewan sihir yang ada di sini. Jadi, untuk apa dia membahayakan dirinya sendiri hanya untuk mencari serpihan daging milik Luo Xuan Ying.
”Apakah aku telah membunuhnya?” batin Liu Zhang Chen yang menatap sedih.
Liu Zhang Chen terdiam di tempat yang sama karena yang ia lihat saat ini hanyalah darah yang menggumpal. Lalu kemudian, seseorang tiba-tiba saja muncul di hadapannya dan orang itu langsung mendorong pinggangnya dan membawanya kembali ke permukaan sungai yang telah tercemar.
Tidak lama setelahnya, kedua orang ini akhirnya berhasil keluar dari dalam sungai dengan nafas yang terengah-engah.
”Haah,... Pantas saja aku tidak melihatmu di sini! Mengapa kau malah menceburkan diri ke dalam sungai?!” ketus seorang anak laki-laki yang sebelumnya telah membawa dirinya kembali ke permukaan.
Liu Zhang Chen yang masih terengah-engah, mencoba menoleh ke arah seorang anak muda yang ada di sebelahnya. Ia sangat terkejut setelah ia tahu kalau orang ini adalah Luo Xuan Ying yang sudah sejak tadi menghilang dan membuatnya cemas selama beberapa saat.
Liu Zhang Chen menahan ekspresi terkejut dan tangan kanannya langsung menampar keras wajah Luo Xuan Ying yang ada di hadapannya.
”Itu karena kau membuatku cemas!” teriak Liu Zhang Chen dengan sangat marah.
Luo Xuan Ying terkejut dengan tamparan tersebut dan ia pun langsung menatap ke arah Liu Zhang Chen dengan ekspresi terkejut. ”Kenapa aku membuatmu cemas? Bukankah kita berdua sudah keluar dari dalam sungai?” tanyanya yang membuat Liu Zhang Chen terdiam selama beberapa saat.
”Kau pikir, aku ini adalah manusia tanpa hati? Selama beberapa saat kau tidak keluar dari dalam sungai dan darah terus bermunculan. Kau pikir aku tidak akan berpikiran negatif setelah melihat hal itu?” ucap Liu Zhang Chen dengan dingin sehingga membuat Luo Xuan Ying membungkam suaranya.
Setelah mendengarnya, Luo Xuan Ying tertawa lepas sambil mengusap matanya yang tampak berair. ”Kau pikir aku akan mati terhina seperti itu? Apakah kau menduga kalau aku telah dimakan oleh monster air yang ada di dalam sungai?” ucapnya diselingi dengan tertawaannya. ”... Monster air yang ada di dalam sungai Mu Rong lebih lemah dibandingkan yang ada di wilayah Lin Zhong. Mereka semua hanya monster yang berada di tingkat bumi sedangkan aku berada di tingkat bintang. Kau pikir aku akan kalah?”
Setelah mendengarkannya, Liu Zhang Chen tampak kesal. Ia pun mengeraskan tinjunya dan memukul perut Luo Xuan Ying yang masih bisa tertawa.
”Akh!” Tepat setelah itu, Luo Xuan Ying langsung berhenti tertawa dan menatapnya dengan ekspresi terkejut. ”... Haruskah kau melakukan ini padaku? Apa yang salah dengan ucapanku?” ucapnya yang kemudian langsung terdiam begitu melihat Liu Zhang Chen yang tampak tertunduk di hadapannya.
”Ada apa dengan wajahmu?” tanya Luo Xuan Ying dengan bingung.
Tidak lama setelahnya, Liu Zhang Chen berteriak, ”Aku membencimu! Benar-benar membencimu!” ucapnya yang kemudian pergi begitu saja meninggalkan Luo Xuan Ying.
Saat ia telah pergi, Luo Xuan Ying membuka setengah dari pakaiannya dan ia pun terpaku pada sebuah luka goresan dalam yang tercipta setelah ia bertarung habis-habisan melawan monster air yang berbentuk ular ikan.
”Semoga saja Paman Liu bisa menyembuhkan racunnya.”
...⊰᯽⊱┈──╌❊╌──┈⊰᯽⊱...
__ADS_1
Note : Dua bab berikutnya masih flashback Luo Xuan Ying dan Liu Zhang Chen. Semoga bisa menikmati ceritanya.