
15 Tahun lalu, untuk pertama kalinya Istana langit mengangkat seorang Jenderal wanita bernama He Mu'an Qing. Dia adalah seorang Kultivator yang berada di level tujuh alam matahari. Meskipun Kultivasinya gelap, ia terkenal sebagai pemimpin yang bijak setelah memenangkan peperangan yang terjadi di perbatasan wilayah Mubei dan Longyuan. Sejak saat itu juga, He Mu'an Qing dikirimkan ke Istana langit dan diangkat sebagai Jenderal di usianya yang masih sangat muda.
Selama tiga tahun ia menjabat sebagai Jenderal dan memimpin berbagai pasukan yang melakukan pertarungan di wilayah-wilayah perbatasan. Akan tetapi, diusianya yang ke-24 tahun, He Mu'an Qing memutuskan untuk melepas pangkatnya sebagai Jenderal. Ia memutuskan untuk keluar dari Istana langit dengan alasan yang tidak bisa dijelaskan olehnya.
Pada akhirnya, ia pun kembali ke Mubei dan mengurus beberapa masalah yang sempat terjadi di sana. Xiao Lian Lei yang sudah terpikat dengannya saat masih muda, melamarnya saat ia masih berada di Mubei dan keputusan ini disetujui oleh Patriark Sekte Puncak Donqiong sekaligus Ayah dari He Mu'an Qing, He Donyun.
Selama dua tahun, keduanya terikat dengan tali pernikahan sampai akhirnya, He Mu'an Qing mengandung anak pertama mereka saat kembali dari Mubei. Keduanya tampak sangat senang dan hanya bisa menunggu sampai bayinya lahir.
Lalu, pada akhir musim gugur. Saat He Mu'an Qing berkunjung kembali ke Mubei untuk melihat kakaknya, He Nan Ming yang akan diangkat sebagai Patriark Sekte berikutnya, He Mu'an Qing mengeluh sakit perut hingga membuatnya berkeringat dingin. Saat itulah, mereka segera bergegas menuju kediaman keluarga He yang jaraknya tidak jauh lagi. Dan setelah sampai di sana, seorang tabib langsung mendatanginya dan mengatakan bahwa, ”Nyonya akan segera melahirkan.”
Setelah itu, He Mu'an Qing melahirkan seorang anak laki-laki dengan nama yang belum ditentukan oleh Xiao Lian Lei. Pada akhirnya, He Nan Ming yang menentukannya dan ia pun memberikannya nama, Xiao Qing Xuan.
Setelah Xiao Lian Lei mendengar kabar tersebut, ia pun segera bergegas ke Mubei dengan beberapa pasukannya. Selama dua bulan, mereka terus berada di Mubei karena He Donyun tidak memperbolehkan keduanya untuk kembali ke Huan Xu. Ia masih ingin memeluk cucunya seolah ia tidak ingin lepas darinya. Namun, pada akhirnya He Donyun memperbolehkan keduanya untuk pergi karena Huan Xu masih memerlukan seorang pemimpin.
Setahun setelah mereka kembali ke Huan Xu, He Mu'an Qing bertemu dengan seorang laki-laki berjubah hitam di dalam sebuah hutan yang cukup lebat dan besar. Pemuda itu, memakai tudung dan sebuah cadar sehingga ia tidak bisa menebak siapa pemuda yang sedang berdiri di hadapannya.
__ADS_1
Tanpa alasan yang jelas, pemuda ini langsung menyerang He Mu'an Qing menggunakan sebuah senjata pusaka elemen petir bernama Ruixi. Pedang ini adalah milik Luo Xuan Ying yang seharusnya sudah mati 15 tahun lalu. Akan tetapi, seseorang memanfaatkan kematiannya dengan mengambil senjata pusaka miliknya dan berpura-pura menjadi orang itu.
Meskipun ia tidak memiliki senjata pusaka, He Mu'an Qing mewarisi darah Ibunya yang berasal dari keluarga Shuijing. Ia membuat sebuah pedang yang terbuat dari kristal berwarna merah muda yang ia gunakan untuk menepis serangan yang dilakukan oleh lawannya. Akan tetapi, sebuah kristal akan langsung hancur jika ia terbanting dengan keras maupun terkena petir. Sehingga, He Mu'an Qing tidak bisa menggunakan pedang kristal dan memilih bertarung menggunakan sebuah jarum besar yang memiliki ukuran seperti telapak tangan orang dewasa.
Saat melakukan pertarungan dengannya, He Mu'an Qing menebas perut pemuda dan mengeluarkan sebuah plat keluarga bermarga Jin. Akan tetapi, hal itu malah membuatnya lengah sehingga ia sama sekali tidak menyadari serangan yang dilakukan oleh pemuda.
Pemuda itu menancapkan pedangnya pada dada kiri He Mu'an Qing hingga tepat mengenai jantungnya. Darah terus bermunculan dari dalam tubuhnya. Kedua kakinya tidak sanggup menopang tubuhnya lagi. Karena sekarang ini ia tidak sekuat yang dulu, He Mu'an Qing tidak bisa membaca pikiran lawan sehingga ia hanya bisa menghindar dan terus menghindar.
Merasa bahwa ia telah membunuhnya, pemuda ini pergi dengan meninggalkan beberapa jejak bekas pertarungan mereka. Karena ia menggunakan pedang Ruixi yang hanya bisa digunakan oleh Luo Xuan Ying, para petinggi lainnya menjadi sangat bingung karena tidak ada saksi mata saat pertarungan mereka berlangsung. Mereka tentu tidak bisa berbicara dengan He Mu'an Qing yang sudah mati. Para petinggi Sekte Puncak Donqiong terus berdatangan dan menuduh bahwa Luo Xuan Ying lah yang telah membunuhnya. Akan tetapi, hal ini langsung dipatahkan oleh Liu Zhang Chen yang merasa sangat tidak terima dengan tuduhan mereka.
...⊰᯽⊱┈──╌❊╌──┈⊰᯽⊱...
”Itulah yang dia ceritakan padaku. Mereka semua menuduh teman Guru sebagai orang yang telah membunuh Ibuku. Dia mengatakan kalau plat keluarga Jin sudah diambil kembali sehingga para petinggi hanya bisa asal menuduh saja.” jelas Xiao Qing Xuan setelah ia menceritakan semua itu pada Liu Zhang Chen.
Liu Zhang Chen berpikir sebelum berkata, ”Kematian Xuan Ying, mungkin berhubungan dengan keluarga Jin. Selain Xuan Ying sendiri, tidak ada yang bisa menggunakan pedang Ruixi sebaik dirinya. Kecuali orang itu pernah menyerap energi kekuatan miliknya.”
__ADS_1
Xiao Qing Xuan tampak terkejut dan ia pun langsung bertanya kembali, ”Apakah seseorang bisa menyerap energi kekuatan milik orang lain? Bagaimana mereka bisa melakukannya?”
Liu Zhang Chen menjelaskan, ”Hanya ada beberapa anggota keluarga Jin yang bisa melakukannya. Jurus itu adalah jurus yang dilakukan turun temurun sehingga hanya keluarga Jin yang bisa melakukannya itu pun tidak semuanya bisa."
”Siapa saja yang bisa melakukannya?”
”Hanya ada tiga orang yang bisa melakukannya di antara ratusan anggota keluarga. Mereka adalah Jin Shi Yuan, Jin Lu'an dan Jin Qin Ran. Ada kemungkinan bahwa orang yang telah membunuhnya adalah Jin Qin Ran, Ayah dari Jin Quanyao.” jelas Liu Zhang Chen setelah ia memikirkannya dengan hati-hati.
Xiao Qing Xuan terlihat sangat terkejut dan ia pun langsung berkata, ”Itu tidak mungkin! Tuan Jin sangat baik. Bagaimana bisa orang seperti dirinya akan membunuh orang lain yang tidak bersalah?!”
Liu Zhang Chen menatapnya dengan dingin dan berkata, ”Ada banyak orang bermuka dua di sekitarmu. Mengapa kau masih sangat yakin kalau mereka itu orang baik?” singkatnya yang berhasil membuat Xiao Qing Xuan terdiam tanpa kata.
Tidak lama setelahnya, Liu Zhang Chen berdiri kembali dan memakaikan Xiao Qing Xuan sebuah topi bambu. ”Saat sampai di Mubei, kau dilarang membuka topi mu. Sedikitpun jangan lakukan! Jika kau sampai dibawa kembali oleh Pamanmu maka, kau akan dianggap sebagai penghianat.”
Xiao Qing Xuan menatap kecewa dan berkata dalam benaknya, ”Jika sudah seperti ini, untuk apa dia membawaku ke Mubei? Mereka adalah orang-orang kuat apalagi He Nan Ming merupakan orang yang keras kepala dan menyebalkan. Firasatku benar-benar buruk.”
__ADS_1