Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 89 - Pemangsa Jantung Manusia


__ADS_3

Sebuah asap hitam muncul dan langsung menyerang keduanya dengan bertubi-tubi. Xiao Qing Xuan yang tidak membawa pedangnya, hanya menghindar dari semua serangannya dan berdiri di atas dahan pohon yang kokoh. Ia hanya menonton bagaimana Chang Ye bisa mengalahkan musuhnya saat ini. Chang Ye mungkin tidak lebih kuat darinya akan tetapi, ia mencoba untuk melihat seberapa besar kemajuannya sejak enam tahun lalu.


Dari gerakan pedangnya, Chang Ye seperti sedang melindunginya dari serangan lawan yang wujudnya belum diketahui. Bayangan itu terus membuatnya terpojok dan membantingnya berkali-kali. Namun, ia selalu saja bangkit kembali dan terus berdiri di depannya.


”Chang Ye! Kau tidak ingin aku membantumu?” tanya Xiao Qing Xuan saat ia melihat Chang Ye kembali berdiri di depannya.


Chang Ye menyeka debu yang menempel di pipi kanannya dan menjawab, ”Tidak perlu Tuan muda. Aku akan melakukannya untuk melindungi Anda.” ucapnya sambil menatap serius ke arah lawannya.


Xiao Qing Xuan menatap bingung dan bergumam, ”Aku tidak percaya kalau kau bisa menyelesaikannya sendiri.” ucapnya sambil mengeluarkan sebuah kertas mantra dari balik pakaiannya dan melompat turun dari atas dahan pohon.


”Apa yang kau lakukan Tuan muda! Mengapa tidak berdiri di belakangku?!” tanya Chang Ye yang tampak terkejut setelah melihat Xiao Qing Xuan telah berdiri di depannya.


”Tenang saja. Aku tidak akan membuat diriku terluka.” ucapnya sambil berlari menghampiri bayangan hitam yang belum juga menunjukkan wujud aslinya.


Saat ia sudah berada di dekatnya dan tangan kanannya bersiap untuk meletakkan kertas mantra perwujudan, bayangan hitam mencengkram pergelangan tangan kirinya dan juga kedua kakinya. Dengan cepat Xiao Qing Xuan langsung melompat tepat di atas bayangan hitam. Ia melepaskan beberapa kertas mantra yang diarahkan pada lawannya.


Tak lama setelah salah satu kertas mantra berhasil mengenainya, wujud asli dari bayangan hitam itu akhirnya muncul dan menampakkan wujud seorang wanita yang memiliki wajah hancur dan pakaian yang sangat berantakan.


Xiao Qing Xuan kembali berdiri di depan Chang Ye yang telah menunggunya. ”Tuan muda, kau baik-baik saja?” tanya Chang Ye dengan cemas.


”Ya, aku baik-baik saja. Tapi, sepertinya Ning'er sudah memberikanku luka yang cukup dalam.” jawab Xiao Qing Xuan sambil memperhatikan luka dan kutukan yang ada di pergelangan tangan kirinya.


”Tuan muda, kau terluka!” Chang Ye tampak terkejut setelah melihat darah mengalir keluar dari pergelangan tangannya.

__ADS_1


”Sekarang aku tahu mengapa manusia dan roh tidak suci dilarang untuk bersentuhan. Mereka itu sangat kotor dan pembawa sial!” batin Xiao Qing Xuan sambil memperhatikan lukanya.


”Aku sudah menduganya. Ternyata, Tuan muda sudah mengetahui identitas ku yang sebenarnya.” ucap Ning'er diakhiri dengan senyum seringai dan kedua bola matanya tampak berwarna hitam dan merah.


Melihat musuhnya telah kembali, dengan sigap Chang Ye langsung berdiri di depannya dan berkata, ”Tuan muda sebaiknya beristirahat saja. Kutukan yang ada di tangan kirimu harus segera dihilangkan.” ucapnya sambil menatap serius ke arah Ning'er.


Ning'er mendengus dan berkata dengan mengancam, ”Tuan muda Xiao memiliki bola mata yang indah seperti ombak biru di siang hari. Detakan jantungmu sangat indah dan merdu seperti musik surga. Bisakah aku mengambil semua itu darimu?”


”Kau tidak akan bisa mengambilnya dariku!” ketus Chang Ye yang tidak berhenti menghunuskan pedangnya.


Ning'er menatap Chang Ye dengan bingung dan berkata, ”Kau memiliki detak jantung yang sangat buruk. Apakah kau memiliki kelainan? Sangat mudah bagiku untuk mengalahkanmu.”


Tiba-tiba saja Chang Ye merasa jantungnya seperti diremas dan hal itu langsung membuatnya terjatuh sambil memegangi dadanya yang terasa terbakar.


”Chang Ye? Kau baik-baik saja?” tanya Xiao Qing Xuan setelah ia melihat keadaannya yang semakin parah.


”Apakah itu sangat menyakitkan?” batin Xiao Qing Xuan yang memperhatikannya. ”... Sepertinya, kau yang harus beristirahat.” ucapnya sambil menancapkan sebuah jarum kecil di belakang leher Chang Ye. Tak lama setelahnya, ia pun tertidur karena jarum yang menancap di lehernya mengandung obat tidur.


Setelah membuatnya tertidur, Xiao Qing Xuan menyandarkan tubuh Chang Ye di bawah pohon yang berada di dekatnya. Setelah itu, ia pun berdiri kembali menghadap lawannya yang telah berada tak jauh di depannya.


”Kau memiliki pendengaran yang cukup bagus. Apa kau yang membuatnya seperti ini?” tanya Xiao Qing Xuan.


Ning'er tersenyum seringai dan menjawab, ”Bukankah ini yang kau inginkan?” ucapnya sambil berjalan mendekatinya dengan perlahan.

__ADS_1


Xiao Qing Xuan menarik senyum dan bertanya, ”Mengapa aku menginginkannya?”


Ning'er berdiri tepat di depan wajahnya. Ia memperhatikan bola matanya yang tampak berwarna ombak biru di siang hari. ”Tuan muda, matamu sangat indah. Aku benar-benar ingin memilikinya. Bisakah aku mencungkilnya dan ku gunakan sehari-hari?”


”Memangnya, mataku ini seperti apa sampai-sampai kau menginginkannya?” tanya Xiao Qing Xuan yang membiarkan Ning'er terus menggodanya.


”Matamu indah seperti permata, Tuan muda. Semua orang pasti menyukaimu.” ucapnya dengan senyum menggoda meskipun wajahnya terlihat sangat buruk dan hancur.


Xiao Qing Xuan tampak terdiam selama beberapa saat. Tak lama setelahnya, suara daging terkoyak terdengar di telinga keduanya. Saat itulah, Xiao Qing Xuan menusuk jantung Ning'er dan menghancurkannya di dalam.


Ning'er tampak sangat terkejut ketika ia menghirup aroma darah yang datang dari dirinya sendiri. Ia memberikan Xiao Qing Xuan tatapan membunuh dan kedua tangannya mencoba untuk melepas tangan Xiao Qing Xuan yang masih menembus kulit dan dagingnya.


Ning'er tersenyum seringai dan berkata, ”Tuan muda, sepertinya kau tidak takut dengan kutukan yang semakin menyebar di tubuhmu. Saat ini, nyawa Tuan muda juga berada di tanganku.”


Xiao Qing Xuan tersenyum seringai dan bertanya, ”Benarkah?”


Ning'er tertegun dan setelah itu, ia pun melihat ke belakang. Saat ini, seluruh pasukan keluarga telah berkumpul di belakangnya dengan pedang yang sedang dihunuskan padanya. He Nan Ming menjadi salah satu orang yang berdiri di sana namun, ia tidak membawa pedangnya.


”Bukankah dia adalah orang yang berpura-pura lemah di hadapanku? Jadi ini wujud aslimu?” tanya He Nan Ming yang berjalan maju menghampiri keduanya. ”Qing Xuan! Lepaskan tanganmu darinya!”


Xiao Qing Xuan menurut dan ia pun segera melepaskan tangannya kembali. Saat ini, tangan kanannya telah dipenuhi dengan kutukan dan darah Ning'er. Kutukan itu tampaknya sudah menyebar hingga ke bahunya.


Namun, saat Xiao Qing Xuan melepasnya kembali. Ning'er tampaknya sedang merencanakan sesuatu yang tidak bisa diketahui oleh orang-orang di sekitarnya. Ia segera bergerak cepat ke arah Xiao Qing Xuan yang masih berdiri di depannya. Dengan kuku-kukunya yang tajam, ia mencoba menggali kedua bola mata Xiao Qing Xuan namun, serangannya ini berhasil dibalas oleh He Litao yang muncul secara tiba-tiba.

__ADS_1


Pedangnya langsung memotong tangan Ning'er yang sedang berlari menghampirinya. Ning'er tampak sangat terkejut setelah ia kehilangan tangan kanannya.


”Sudah melukai putraku dan kau masih mencoba untuk membunuh Tuan muda?! Tidak tahu malu!” ketus He Litao dengan dingin setelah itu, ia pun langsung menebas leher Ning'er hingga membuat kepalanya terpenggal.


__ADS_2