Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 97 - Ancaman Dunia


__ADS_3

Xiao Qing terus mengurung diri di dalam kamarnya selama beberapa hari. Ia bahkan tidak memakan makanannya saat para pelayan menawarkannya. Dan jika pelayan itu tetap memaksa dan memasukkannya ke dalam kamarnya, ia akan membuangnya ke luar jendela bersama dengan nampannya.


Belakangan ini ia merasa sangat kesepian karena ia tidak memiliki lawan bicara yang seumuran dengannya. Ia selalu menolak tawaran dari para pelayan yang mencoba untuk menjadi teman bicaranya.


Mendengar hal ini, Xiao Lian Lei mulai mencemaskan keadaannya. Ia mencoba untuk berbicara dengannya agar ia mau keluar dari kamarnya akan tetapi, Xiao Qing Xuan malah membentaknya dan menyuruhnya untuk pergi.


Saat ini kekuatannya telah kembali seperti semula dan tidak seperti yang terjadi padanya beberapa hari yang lalu. Xiao Lian Lei tahu bahwa yang ada di dalam tubuh Xiao Qing Xuan adalah kekuatan spiritual milik He Mu'an Qing. Namun, hal ini sama sekali tidak disadari oleh Xiao Qing Xuan semenjak ia bertemu dengan He Mu'an Qing di alam bawah sadarnya.


”Sekarang, apa yang harus kulakukan? Beberapa hari ini, hujan selalu turun setiap saat. Apakah langit mengerti apa yang aku rasakan saat ini?” batin Xiao Qing Xuan sambil melirik ke arah jendela yang terpasang di sebelahnya.


”Mengapa tidak pergi saja? Kau pasti merasa sesak jika terus ditekan seperti itu.” ucap sebuah suara yang kedatangannya tidak bisa diketahui oleh siapapun.


Xiao Qing Xuan tampak tidak menghiraukan siapa yang sudah mengatakan hal itu padanya. Ia hanya terdiam tanpa merubah posisinya saat ini. Suara itu mirip sekali dengan suara seorang pemuda yang mengajaknya untuk melakukan kejahatan. Namun, untuk kali ini saja ia merasa sangat ingin berkunjung ke tempat Xiao Ruo berada.


Tak memakan waktu lama, Xiao Qing Xuan segera menggunakan mantra teleportasinya dan mendarat jauh di luar kediaman keluarga Xiao. Saat ini, ia sedang berada di dalam sebuah hutan perbatasan yang tidak memiliki hewan-hewan buas. Karena itu, ada banyak penduduk desa yang berkunjung kemari untuk mencari bahan makanan dan obat-obatan.


”Akhirnya aku bisa pergi dengan mudah. Sekarang hanya tinggal mencari kediaman Xiao Ruo di perbatasan Longyuan.” batin Xiao Qing Xuan yang langsung berlari ke depan mengikuti arah angin yang membawanya menuju suatu tempat.


Sementara ini, di sebuah kediaman kecil milik salah satu keluarga terkuat. Kini kediaman itu telah menjadi lautan darah dengan satu orang laki-laki yang berdiri di tengah-tengah mayat mereka. Laki-laki itu tak pernah melepaskan pedangnya dan terus memandangi mayat yang ada di bawah kakinya dengan tatapan meremehkan.

__ADS_1


”Dia juga tidak berada di sini.” gumam Liu Zhang Chen yang sudah membunuh semua orang yang ada di dalam kediaman tersebut. ”Haah,... Buang-buang tenaga.”


Liu Zhang Chen memasukkan pedangnya kembali dan menatap sekitar yang dipenuhi dengan mayat-mayat manusia. Tak lama setelahnya, ia pun segera berjalan keluar dan menutup kembali gerbang kediaman dengan rapat. Saat ia tengah berdiri di sana, ia melihat seorang pemuda yang sedang membawa setumpuk kayu bakar di belakang punggungnya.


Pemuda itu adalah Xiao Ruo yang telah kembali ke wilayah perbatasan setelah Yin Hua bercerai dengan Xiao Lian Lei.


Saat melihatnya sedang berjalan tidak jauh di depannya, Liu Zhang Chen tersenyum seringai karena ia baru saja mendapatkan rencana untuk melenyapkan seseorang yang sedang diincarnya. ”... Hanya tinggal sebentar lagi dan aku pasti akan mendapatkannya.” batin Liu Zhang Chen yang tidak melepaskan perhatiannya pada Xiao Ruo.


Xiao Ruo yang merasa sedang diawasi langsung menoleh ke arah sebuah kediaman yang telah mati. Ia merasakan adanya energi spiritual yang sangat besar berasal dari dalam kediaman tersebut. Karena merasa ada sesuatu yang aneh terjadi di dalam kediaman tersebut, Xiao Ruo langsung berjalan menghampirinya. Dan saat ia telah berdiri tepat di depan gerbang kediaman, ia merasa sangat terkejut setelah melihat darah mengalir keluar dari bawah pintu yang sedang tertutup rapat.


Tanpa memikirkannya lagi, Xiao Ruo segera membuka gerbang tersebut dan tampak jelas di depannya saat ini, sudah ada setumpuk mayat yang mati dengan darah yang membanjirinya.


Tak lama setelah ia memperhatikan sekitar, ia melihat sebuah tangan bergerak sedikit dari seseorang yang sedang terbaring berlumuran darah di sana. Saat itu juga, Xiao Ruo menaruh kayu bakar miliknya dan berlari menghampiri pemuda yang tergeletak di sana.


”Kau baik-baik saja? Katakan sesuatu padaku!” ucap Xiao Ruo dengan cemas sambil memeriksa keadaan seorang pemuda yang sedang sekarat.


Pemuda itu berkedip dengan pelan. Kedua bibirnya gemetar saat ia ingin berbicara. Setelah ia memeriksanya, Xiao Ruo menjadi sangat terkejut karena kedua kaki pemuda ini telah terpotong.


”Bertahanlah! Aku akan segera mengobatimu.” ucap Xiao Ruo yang langsung merobek jubahnya dan membalutnya pada kedua kaki pemuda yang terputus.

__ADS_1


”T~ tuan muda. Tolong.” ucap pemuda dengan nada terbata-bata.


Xiao Ruo langsung menjawab, ”Ya! Aku pasti akan menolongmu!” ucapnya sambil terus membalut lukanya.


”T~ tidak tuan muda. Bukan ini yang aku inginkan. T~ tolong balaskan dendam keluargaku. Orang yang telah membunuh kami adalah, Z~ Zhang Chen.” ucapnya dengan kesulitan setelah itu ia pun mati dengan bola mata yang terbuka dan tampak mengerikan.


Setelah melihat orang yang akan diselamatkannya mati, Xiao Ruo tampak sangat sedih. Ia menangis sambil menutup kedua bola mata pemuda yang sedang dipangku olehnya. Ia merasa tidak menyangka bahwa orang yang telah membantai mereka adalah Guru besarnya sendiri, Liu Zhang Chen. Meskipun mulai ada kabar bahwa Liu Zhang Chen adalah penjahat yang selalu membunuh orang yang tak bersalah, Xiao Ruo masih tetap memihak padanya dan percaya kalau Liu Zhang Chen bukanlah penjahat.


”Maaf, aku tidak bisa melakukannya.”


Beberapa hari setelahnya, para penduduk desa yang berada di wilayah perbatasan Longyuan mengkremasikan mayat seluruh keluarga yang terbunuh dalam satu malam. Jika saja Xiao Ruo tidak mengatakannya, mungkin saja mereka semua akan membusuk dan berubah menjadi arwah pendendam yang mengganggu kehidupan mereka.


Saat ini, Liu Zhang Chen telah dianggap sebagai ancaman dunia. Dan bahkan istana langit telah memberikan perintah untuk segera menangkap Liu Zhang Chen hidup atau mati. Jiwa dan tubuhnya harus segera dihancurkan agar dunia tenang kembali.


Setelah mengkremasikan mayat para keluarga, Xiao Ruo kembali ke kediamannya di sebuah rumah yang tampak sangat sederhana. Lalu, saat ia akan membuka pintunya, seorang pemuda menyebut namanya dari belakang. Hal itu membuatnya merasa cukup terkejut dan langsung menoleh ke belakang.


”Kak Ruo? Kau tampak sangat sedih. Apa yang sudah terjadi?” tanya pemuda di belakangnya.


”Ah! Adik Xuan? Mengapa kau bisa ada di sini?”

__ADS_1


__ADS_2