Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 98 - Menganggapmu Seperti Keluarga


__ADS_3

”Adik Xuan? Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Xiao Ruo yang tampak terkejut setelah ia tahu bahwa pemuda yang mengunjunginya saat ini adalah Xiao Qing Xuan.


Xiao Qing Xuan tersenyum senang ke arahnya. Ia pun berjalan menghampirinya dan langsung merangkul pundaknya sambil bertanya, ”Apakah kak Ruo tidak senang jika aku datang mengunjungimu?”


Xiao Ruo tampak canggung. Setelah itu ia pun berjalan beberapa langkah menjauhinya dan berkata, ”Maaf, Tuan muda. Tapi, jika Ibuku tahu kalau kau ada di sini, dia pasti akan sangat marah.” ucapnya dengan pandangan yang terus di rendahkan.


”Kalau begitu, kau cukup pergi sebentar untuk berbicara denganku 'kan? Ikutlah denganku dan aku akan membawamu ke suatu tempat.” ucap Xiao Qing Xuan yang langsung menarik tangan Xiao Ruo menuju suatu tempat yang cukup jauh dari kediamannya saat ini. Namun, keduanya sama sekali tidak menyadari bahwa Yin Hua sudah mengawasi mereka sejak tadi termasuk mendengar pembicaraan singkat mereka.


”Qing Xuan! Lihat apa yang akan kulakukan setelah ini!” batin Yin Hua yang tampak sangat kesal setelah melihat keberadaan Xiao Qing Xuan di wilayahnya.


Tak lama setelah mereka berlari, keduanya pun sampai di depan sebuah sungai jernih yang ditumbuhi banyak tanaman teratai dan bunga Azalea. Xiao Ruo tampak sangat terkejut setelah ia melihat pemandangan hangat yang ada di depannya begitupun dengan kupu-kupu berwarna biru terlihat sedang berterbangan di atas bunga-bunga teratai yang sedang mekar.


”Tuan muda, mengapa membawaku kemari?” tanya Xiao Ruo yang tampak heran setelah melihat pemandangan di sekitarnya.


”Tidak perlu memanggilku Tuan muda. Lagipula, aku masih menganggapmu seperti keluarga bagiku.” ucap Xiao Qing Xuan dengan wajah yang tampak senang sambil menepuk pundaknya.


Xiao Ruo tampak canggung dan terkejut. ”T~ tapi, sepertinya aku tidak bisa, Tuan muda. Ibuku akan sangat marah jika dia melihatku berbicara denganmu.”


Xiao Qing Xuan menepuk pipi kanan Xiao Ruo hingga membuatnya tersentak. Sambil menatapnya dengan serius, Xiao Qing Xuan berkata, ”Kenapa canggung seperti itu? Bukankah kau dan aku sudah saling mengenal sejak kecil? Aku menghargaimu sebagai saudara. Mengapa kau sama sekali tidak menerimanya?”

__ADS_1


Xiao Ruo tertegun saat mendengar kalimatnya. Ia menundukkan kepala dan menyembunyikan ekspresinya saat ini. Tak lama setelahnya, ia kembali menatap ke arah Xiao Qing Xuan dan berkata, ”Terima kasih adik Xuan. Aku sangat senang saat mendengarnya.” ucapnya sambil tersenyum padanya.


Keduanya pun saling berbicara di depan sungai yang sama. Terkadang keduanya membagi kisah sedih yang terjadi di kehidupan mereka. Xiao Ruo tidak lagi merahasiakan semuanya. Namun, saat ia melihat giok Fenghuang menggantung pada ikat pinggang Xiao Qing Xuan, ia pun bertanya, ”Mengapa adik Xuan masih memakainya? Apakah kau sudah ingat semuanya?”


Xiao Qing Xuan tertegun dan melihat ke arah giok Fenghuang yang mengait pada pakaiannya. ”... Paman selalu menyuruhku untuk memakainya. Aku tidak tahu mengapa dia sampai seperti itu. Apakah kak Ruo ingin aku melepasnya?”


Xiao Ruo langsung menjawab, ”Tidak perlu. Adik Xuan tidak perlu melepasnya.”


”Rupanya kau masih berani berbicara dengan putraku?!” ucap seorang wanita yang datang dari arah belakang.


Keduanya pun langsung menoleh ke belakang dan melihat Yin Hua yang sedang berjalan menghampiri mereka dengan dua orang pemuda yang berada di belakangnya.


Yin Hua mendengus dan berkata, ”Xiao Ruo! Kemarilah! Tinggalkan anak ini sekarang juga!” ucapnya sambil menatap dingin ke arah keduanya.


”Tapi, Ibu! Aku hanya ingin berbicara dengannya sebentar! Adik Xuan tidak pernah bermusuhan denganmu. Lalu, mengapa ibu selalu membencinya?” celetuk Xiao Ruo yang menatap serius ke arah Yin Hua.


Yin Hua berteriak, ”Xiao Ruo! Kau berani melawan ibumu sendiri?!”


Xiao Ruo terdiam dengan ekspresi yang tampak sangat yakin. Namun, kedua tangannya terlihat gemetar saat ia mencoba untuk melindungi Xiao Qing Xuan dari ucapan Ibunya yang selalu terdengar mengerikan.

__ADS_1


Xiao Qing Xuan mendorong pelan Xiao Ruo ke samping. Tak lama setelahnya, ia pun berkata, ”Maaf karena telah mencoba untuk berbicara dengan Kak Ruo sehingga membuat nyonya Yin merasa cemas. Aku akan segera pergi.” setelah mengatakannya, Xiao Qing Xuan langsung berbalik dan berjalan menjauhi mereka.


”Kau tidak akan bisa lari dariku!” teriak Yin Hua yang langsung mengeluarkan pedangnya dan menyerang ke arah Xiao Qing Xuan.


Namun, saat Xiao Qing Xuan mengira bahwa Yin Hua akan menyerangnya, sesosok laki-laki muncul dan Yin Hua langsung bergerak maju menahan serangan yang dilakukan oleh laki-laki tadi. Melihat hal itu terjadi, Xiao Qing Xuan merasa sangat terkejut setelah ia tahu bahwa Yin Hua telah menyelamatkannya dari serangan yang dilakukan oleh laki-laki berjubah putih yang ternyata adalah Liu Zhang Chen.


”Jangan hanya diam saja di sana! Cepat pergi!” teriak Yin Hua pada Xiao Qing Xuan yang masih terdiam di belakangnya. Tak lama, Xiao Ruo langsung menarik tangan Xiao Qing Xuan pergi menuju suatu tempat yang jauh dari arena pertarungan. Namun, karena saat ini Liu Zhang Chen sedang mengincar Xiao Qing Xuan, ia pun segera mengakhiri serangannya dan melompat pergi ke arah Xiao Qing Xuan berlari saat ini.


Kedua pemuda yang berdiri di belakang Yin Hua tidak sanggup untuk menahannya. Pada akhirnya, Liu Zhang Chen bisa bergerak bebas dan menyerang ke arah Xiao Qing Xuan dengan pedangnya sendiri.


Tak membiarkan hal itu terjadi, Yin Hua langsung bergerak cepat menyusul Liu Zhang Chen yang telah berada jauh di depannya. Karena waktu yang sangat sedikit, Xiao Qing Xuan mengeluarkan Pedang Ruixi dan menahan serangan lanjutan yang dilakukan oleh Liu Zhang Chen.


”Cih! Mengapa harus dia lagi?!” batin Xiao Qing Xuan yang merasa kesal.


Saat itu, Liu Zhang Chen tersenyum seringai ke arahnya dan berkata, ”Bocah kecil! Kaulah yang aku incar saat ini.” ucapnya sambil mengeraskan serangannya sehingga membuat Xiao Qing Xuan berjalan mundur beberapa langkah.


”Pergilah!” teriak Xiao Qing Xuan yang membuat petir bermunculan dari dalam pedang Ruixi sehingga, hal itu membuat Liu Zhang Chen terpaksa harus melangkah mundur.


Saat Liu Zhang Chen melangkah mundur, Yin Hua muncul di sebelahnya dan langsung menyerangnya dengan pedang yang berhasil mengoyak bahunya. Terkejut akan hal itu, Liu Zhang Chen langsung menggerakkan pedangnya ke arah Yin Hua. Namun, lagi-lagi serangannya berhasil ditepis olehnya dan ia pun berhasil menghindar dengan selamat.

__ADS_1


Mendapati darah yang terus mengalir keluar pada bahu kirinya, Liu Zhang Chen langsung menatap dingin ke arah Yin Hua yang berada jauh di sebelahnya. Dengan senyum seringai, ia pun berkata, ”... Ternyata orang sepertimu lumayan juga. Satu-satunya orang yang harus dihabisi lebih dulu adalah, kau.”


__ADS_2