
”Aku adalah Yu Zhaoyi, Ibu kandung dari Luo Xuan Ying.”
Begitu namanya tersebut, Xiao Qing Xuan memasang ekspresi terkejut. Ia tidak akan menyangka akan bertemu dengan seorang protagonis rahasia yang bahkan belum diketahui oleh siapapun dalam seri pertamanya.
Yu Zhaoyi digambarkan sebagai tokoh wanita yang menyayangi anak-anak dan rela merendah demi menyelamatkan temannya. Dia juga sangat baik terhadap siapapun orang yang belum dikenal olehnya. Dia memiliki seorang saudara kembar perempuan bernama Yu Zhaoli, Ibu dari Liu Zhang Chen.
Ibu dari Yu Zhaoyi dan Yu Zhaoli berasal dari keluarga Liu dan Ayahhya adalah seorang Kultivator yang berasal dari Mubei. Yu Zhaoyi menikah dengan Luo Guanshu, pemimpin Sekte Teratai Emas dan Yu Zhaoli menikah dengan kepala keluarga Liu bernama Liu Shang Wu.
”Tidak ada penjelasan mengapa karakter Yu Zhaoyi menghilang saat Luo Xuan Ying berumur lima tahun. Penulis tidak menjelaskannya pada seri pertama. Mungkin saja sekarang aku bisa mengetahui bagaimana akhir dari kehidupan Yu Zhaoyi.” batin Xiao Qing Xuan yang memikirkannya.
”Lalu, apakah nyonya Yi bisa menjelaskan mengapa nyonya meminta maaf padaku? Memangnya apa yang terjadi?” tanya Xiao Qing Xuan kembali.
Yu Zhaoyi menunduk sedih seolah ia tidak ingin menceritakannya. ”... Ini semua tentang A-Ying. Bukankah dia sering mencuri tubuhmu?” tanya Yu Zhaoyi sesaat kemudian sambil menatap sedih ke arah Xiao Qing Xuan.
Xiao Qing Xuan mengangguk dengan wajah penasaran.
”Tolong maafkan A-Ying. Aku telah gagal menjaganya. Jika saja aku bisa menolak takdirku sendiri, aku pasti akan menjadikannya anak yang baik.” singkat Yu Zhaoyi.
”Memangnya apa yang terjadi? Mengapa nyonya Yi bisa menyalahkan dirimu sendiri?” tanya Xiao Qing Xuan kembali.
Yu Zhaoyi kembali menunduk dan bercerita, ”37 Tahun lalu, aku dan Zhaoli menikah secara bersamaan di menara merpati yang ada di kediaman keluarga Liu. Zhaoli diterima dengan baik oleh seluruh keluarga Liu akan tetapi, keluarga Luo menunjukkan sifat yang aneh seolah-olah mereka sangat membenciku.”
37 Tahun lalu, wilayah Lin Zhong kediaman keluarga Luo.
”Apakah kau tidak lihat? Bangsawan seperti Luo Guanshu mau saja menikah dengan gadis desa?!”
”Mengapa dia mau memperistri gadis desa yang tidak berpendidikan apalagi Guanshu akan diangkat sebagai Patriark Sekte berikutnya.”
__ADS_1
”Aku dengar Ibunya berasal dari keluarga Liu. Aku sangat yakin, tidak lama setelah pernikahan mereka pasti akan terjadi pemberontakan besar-besaran di sini!”
Terlihat ada beberapa anggota keluarga yang tampaknya tidak menyetujui pernikahan antara Luo Guanshu dengan Yu Zhaoyi. Namun, Luo Guanshu tetap bersikeras dan berusaha meyakinkan pada kedua orang tuanya bahwa inilah yang ia inginkan. Pada akhirnya, Luo Guanshu berhasil menikahi Yu Zhaoyi meskipun ada beberapa orang yang sempat menolaknya.
”Bagaimanapun aku tetap mencintainya! Ini adalah hak yang pantas aku dapatkan sebagai seorang anak putra dari keluarga Luo!” ucap Luo Guanshu yang membantah seluruh perkataan para anggota keluarganya sendiri.
Kemudian setelah itu, Luo Guanshu menunjukkan perhatiannya pada Yu Zhaoyi seolah mengatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan untuk saat ini. Ia terus menjaganya sampai setahun kemudian, Yu Zhaoyi mengandung seorang anak laki-laki di dalam perutnya, dua bulan setelah anak pertama Yu Zhaoli lahir.
Luo Guanshu merasa sangat senang begitu ia mendengar berita baik tersebut. Ia pun memerintahkan kepada dua orang muridnya untuk terus menjaga Yu Zhaoyi kemanapun dia pergi dan tidak boleh ada seorangpun yang mengganggunya. Lalu, beberapa bulan kemudian. Yu Zhaoyi akhirnya melahirkan seorang anak laki-laki, di bulan kesepuluh, hari ketiga saat musim gugur telah berlangsung. (3 Oktober)
Bola matanya yang berwarna ungu kehitaman serta kulitnya yang putih seperti awan, Luo Guanshu akhirnya memberikannya nama Xuan Ying yang berasal dari keluarga Luo.
Saat kelahirannya, masalah yang paling buruk belum lah terjadi. Namun, ketika Luo Xuan Ying baru saja berumur lima tahun, hal itu terjadi.
Sekelompok orang yang berasal dari Mubei, menyerang kediaman keluarga Luo saat Luo Guanshu dan murid-murid terkuat lainnya sedang tidak berada di sana. Akibatnya, kebakaran besar pun terjadi.
Di saat yang bersamaan, Yu Zhaoyi menyembunyikan Luo Xuan Ying yang masih kecil di dalam sebuah lemari yang ada di ruangan bawah tanah. Ia menumpuk beberapa helai kain untuk menutupi Luo Xuan Ying agar ia tidak bisa ditemukan oleh pemberontak yang sedang menyerang.
”Ibu,... Kenapa Ibu menyimpanku di sini? Apa yang terjadi di atas sana?” tanya Luo Xuan Ying dengan wajah polosnya karena ia tidak mengerti mengapa Yu Zhaoyi menyembunyikannya di dalam lemari.
Pada saat itu juga, Yu Zhaoyi tersenyum lembut seolah ia menunjukkan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. ”... A-Ying. Bagaimana kalau kita memulai sebuah permainan. Kau tunggulah di sini sampai Ibumu atau Ayahmu kembali. A-Ying tidak boleh keluar dari dalam jika A-Ying ingin menang. Ya?” ucap Yu Zhaoyi dengan wajah yang membuat Luo Xuan Ying merasa nyaman saat menatapnya.
Sebelum Yu Zhaoyi menutup pintunya, Luo Xuan Ying menarik tangannya kembali dan bertanya, ”Kapan Ibu akan kembali?”
Yu Zhaoyi tersenyum kembali dan mengelus kepala Luo Xuan Ying dengan lembut, ”Ini adalah permainan bertahan hidup. Jika A-Ying ingin menjadi kuat seperti Ayah, kau harus bertahan sampai salah satu dari kami datang mengunjungimu.”
Luo Xuan Ying terdiam dengan wajah yang tampak sedang mengkhawatirkan sesuatu.
__ADS_1
Tidak lama setelahnya, Yu Zhaoyi akhirnya menutup pintu lemarinya dan ia pun pergi menghampiri orang-orang yang sedang bertarung di atas ruangan yang sedang ditempatinya saat ini.
Sampai saat itu juga, Yu Zhaoyi tidak juga kembali dan meninggalkan Luo Xuan Ying di dalam sana selama berhari-hari hingga pada akhirnya, Luo Guanshu menemukannya saat ia sedang tertidur di dalam sana.
37 tahun kemudian.
”.... Hingga saat itu juga, aku terus mengawasinya dari tempat ini. A-Ying masih memainkan permainan ini bahkan sampai dirinya hancur menjadi debu. Dia masih menungguku dan percaya kalau aku masih hidup.” jelas Yu Zhaoyi setelah ia menceritakan masa lalunya pada Xiao Qing Xuan saat berada di tempat yang sama.
”Jadi, dia mencuri tubuhku karena dia ingin bertemu dengan Yu Zhaoyi dan ingin membalas dendam pada orang-orang yang telah membunuhnya? Lalu, dantian yang ada di dalam tubuhku saat ini adalah dantian miliknya.” batin Xiao Qing Xuan yang terkejut setelah mendengarnya.
”Lalu, bagaimana nyonya Yi bisa menjadi seperti ini? Siapa yang telah membunuhmu?” tanya Xiao Qing Xuan dengan penasaran.
Yu Zhaoyi terdiam selama beberapa saat.
”Aku adalah arwah yang telah disucikan. Aku tidak ingat siapa yang telah membunuhku saat itu dan bahkan namaku saja aku tidak ingat.” jawabnya sesaat kemudian.
”Lalu, bagaimana nyonya Yi bisa mendapatkan namamu kembali?”
Yu Zhaoyi melirik ke arah Xiao Qing Xuan dan menjawab, ”Aku bertemu dengan Luo Guanshu di suatu malam. Meskipun ia belum pernah mati tapi, dia masih bisa melihatku. Lalu, dia memberitahukan namaku sehingga aku bisa sedikit lebih tenang. Akan tetapi, ketenangan ini tidak berlangsung lama. Saat aku mendengar A-Ying telah mati, aku berubah menjadi arwah penasaran dan mencuri banyak tubuh manusia. Aku merasuki tubuh mereka dan menghancurkan orang-orang yang ada di Mubei. Siapa yang menduga bahwa tindakanku ini benar-benar telah menentang langit hingga pada akhirnya, mereka memenjarakanku di tempat ini.”
”Yu Zhaoyi yang sudah mati, terus memikirkan Luo Xuan Ying yang masih beranggapan bahwa dirinya masih hidup. Sedangkan Luo Xuan Ying sendiri, hanya beranggapan saja dan hidupnya dipenuhi dengan balas dendam karena dia telah dirasuki hawa kebencian. Ah! Penulis itu benar-benar membuatku bingung!” batin Xiao Qing Xuan yang terus memikirkannya.
Sesaat kemudian, Yu Zhaoyi menjentikkan jarinya pada dahi Xiao Qing Xuan dan tidak lama setelahnya, tubuh Xiao Qing Xuan dengan perlahan memudar.
”Apa yang terjadi?”
”A-Xuan. Sudah saatnya kau pergi. Sampaikan salam ku padanya kalau aku akan terus menyayanginya. Ingat pesan itu baik-baik dan berbicaralah yang lembut padanya.”
__ADS_1