
Seseorang telah menaruh racun di gelasnya!
Xiao Qing Xuan mengambil sebuah daging cincang yang kemudian ia masukkan ke dalam gelas Chang Ye tanpa sepengetahuan siapapun seolah ia melakukan dengan tidak sengaja.
”Chang Ye.” seru Xiao Qing Xuan yang berhasil mendapatkan perhatiannya. ”... Aku tidak sengaja memasukkan daging ke dalam gelasmu. Jadi, sebagai gantinya kau pakai saja gelas milikku.”
Chang Ye terlihat canggung dan sempat menolak permintaan Xiao Qing Xuan dengan berkata, ”... Tidak perlu melakukannya. Aku bisa mengambilnya lagi.” ucapnya dengan ragu karena ia merasa bahwa ini bukanlah kesalahan Xiao Qing Xuan.
”Tidak perlu sungkan. Aku berdua saja dengan Guru besar Chen.” celetuk Xiao Qing Xuan yang langsung mengambil gelas keramik milik Liu Zhang Chen dan setelah itu, dia pun meminumnya.
Liu Zhang Chen menatap terkejut sekaligus merasa heran karena bagian gelas yang digunakan oleh Xiao Qing Xuan adalah bekas miliknya. Ia pun merasa tidak ingin meneguk minumannya sendiri karena hal ini sudah terulang untuk kedua kalinya.
Di saat ia melakukannya, Xiao Qing Xuan sama sekali tidak menyadari bahwa saat ini He Litao sedang menargetkannya. Tatapannya terlihat dingin dan kesal terhadapnya. Padahal, ia baru saja menyelamatkan nyawa Chang Ye anaknya sendiri dan tidak ada yang tahu apa yang terjadi jika Chang Ye meneguk racunnya.
He Litao menghela nafasnya sambil menaruh gelasnya. ”Chang Ye! Kita akan kembali ke Mubei.” ucapnya yang berhasil membuat Chang Ye tampak terkejut seolah ia enggan untuk kembali ke sana.
”Tidak! Aku tidak mau!” Chang Ye langsung menolak karena ia tidak ingin mendengar He Litao berbicara lagi. ”Aku tidak menyukai orang-orang yang ada di sana. Mereka semua terlalu kaku dan tidak menyenangkan. Mengapa Ayah harus tinggal di sana dan membiarkan Ibu tinggal sendirian?” lanjutnya dengan santai karena merasa dirinya adalah orang yang benar.
”Karena itu kau harus kembali. Kau sendiri tahu jika Ibumu sendirian di sana.” lanjut He Litao.
”Hmm,... Beberapa waktu lalu, dia mengajakku berjalan-jalan ke Mubei. Tapi, kenapa dia menolak untuk pulang ke rumahnya sendiri?” batin Xiao Qing Xuan yang memikirkannya.
”Mereka memang seperti itu. Jangan terlalu memikirkannya.” ucap Luo Guanshu dengan suara pelan sambil menaruh daging cincang di atas piring Xiao Qing Xuan.
Xiao Qing Xuan langsung menoleh ke arah Luo Guanshu yang berada di sebelahnya. ”... Patriark Luo. Memangnya seperti apa orang-orang yang ada di Mubei? Dan mengapa ada banyak orang yang menyebut tanah itu sebagai sarangnya para Kultivator yang berkhianat?”
Luo Guanshu menurunkan pandangannya. ”... Pegunungan Yongwu, Sekte Puncak Donqiong, satu-satunya Sekte aliran hitam berada di Mubei. Hawa kekuatan di sana sangat besar sehingga orang biasa tidak akan bisa memasuki wilayah mereka. Bahkan seorang Kultivator yang berada di alam bintang tidak akan bisa memasukinya dengan mudah. Jika dia tetap memaksa maka, akan terjadi pendarahan yang ada dalam tubuhnya hingga membuat jantungnya hancur berkeping-keping.”
__ADS_1
Xiao Qing Xuan tertegun saat mendengarnya, mengingat bahwa tujuan mereka selanjutnya adalah wilayah Mubei dan menemukan lembah pemakaman hantu. Xiao Qing Xuan sendiri masih berada di level lima alam bintang dan ia masih sangat sulit untuk memasuki wilayah Mubei dengan mudah.
”Lalu, bagaimana dengan anak-anak yang lahir di sana?” tanya Xiao Qing Xuan kembali.
Luo Guanshu menatapnya sebentar dan kemudian menjawab, ”.... Tentu saja karena darah bawaan. Baik itu Ibunya atau Ayahnya yang berasal dari keluarga He, dia bisa dengan mudahnya memasuki wilayah Mubei meskipun dia orang biasa. ”
”Itu sama saja dengan bunuh diri jika aku tetap memasuki wilayah yang paling ditakuti seperti Mubei. Jika saja aku memiliki darah keturunan keluarga He, aku pasti bisa memasuki wilayah mereka dengan mudah.” batin Xiao Qing Xuan yang memikirkannya. Setelah itu, ia pun menoleh ke arah Liu Zhang Chen dan bertanya, ”... Guru besar Chen. Apakah Guru serius ingin membawaku ke wilayah Mubei? Aku merasa tidak memiliki garis keturunan keluarga He dan aku masih berada di alam bintang level lima. Bisa-bisa aku akan mati jika pergi ke sana.” ucapnya dengan suara pelan.
Liu Zhang Chen melirik ke arahnya sesaat dan kembali melihat ke depan sambil berkata, ”... Kau bisa memasukinya dengan mudah. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”
Xiao Qing Xuan terdiam tanpa ekspresi sambil menoleh kembali ke arah Luo Guanshu. ”... Patriark Luo. Mengapa guru besar Chen begitu yakin kalau aku bisa melewati wilayah itu dengan mudah? Kau sudah hidup lebih lama darinya. Jadi, Patriark Luo pasti tahu mengapa Guru besar Chen mengatakan hal ini padaku?” ucapnya sambil memegangi lengan pakaian Luo Guanshu.
Luo Guanshu mengalihkan pandangannya ke langit-langit seolah ia tidak tidak mempedulikannya. ”... Kenapa tidak bertanya saja pada Patriark Liu? Kau sudah berguru di Sekte Pedang Beracun selama beberapa tahun. Seharusnya kau menanyakan hal itu padanya.”
”Memangnya siapa yang ingin berbicara dengan kakek tua yang galak itu? Semua orang juga tahu bahwa dia orang yang paling berbahaya untuk harga diri seseorang.” batin Xiao Qing Xuan yang langsung mengalihkan perhatiannya.
”Mengapa Ayah selalu bersikeras untuk mengajakku kembali ke Mubei?! Aku tidak ingin pergi ke sana!” teriak Chang Ye karena tidak tahan dengan rasa kesalnya terhadap He Litao yang selalu memaksanya untuk pulang ke Mubei.
Ia masih terlihat tenang sambil meneguk minumannya. Sesaat kemudian, He Litao menjawab, ”... Kapan kau akan bersikap dewasa? Aku ini adalah Ayahmu sekaligus Guru mu. Apakah kau takut aku akan mencelakaimu atau membunuhmu di sana?”
Chang Ye menggertakan giginya dan mengeraskan kepalan tangannya. ”... Aku tidak menginginkannya. Jika Ayah ingin pulang, pergilah sendiri! Jangan pernah mengajakku lagi—
HOEEK!!
Belum selesai ia berbicara, Chang Ye memuntahkan darah secara mendadak dan membuat semua orang di sana merasa terkejut termasuk Ayahnya. Sedetik kemudian, Chang Ye terjatuh tepat di atas kedua tangan He Litao yang telah menunggunya.
”Rasanya dia tidak meminum obat yang aku berikan di gelasnya. Mungkinkah karena penyakitnya kambuh kembali?” batin He Litao saat dirinya sedang memeriksa keadaan Chang Ye yang tidak sadarkan diri setelah ia memuntahkan darahnya.
__ADS_1
”Ada apa dengannya?” tanya Xiao Qing Xuan yang langsung berlari menghampiri Chang Ye dan He Litao.
He Litao sempat menatapnya dengan dingin namun, pada akhirnya ia pun menjawab, ”... Dia memiliki kelainan jantung sejak lahir. Ibunya selalu memberikannya obat untuk mengurangi rasa sakitnya. Tapi, untuk hari ini persediaan obatnya telah habis dan karena itulah, aku menyuruhnya untuk kembali ke Mubei.”
”Apakah racun yang ada di dalam gelas tadi, bertujuan untuk menidurkan Chang Ye selama beberapa hari agar Litao bisa membawanya ke Mubei? Oh tidak. Aku telah mencampuri urusan orang lain?! Aku harus melakukan sesuatu untuk menggantikannya.” batin Xiao Qing Xuan yang merasa bersalah karena tindakannya tadi.
”Paman Litao. Aku meminta izin untuk memeriksa keadaan Chang Ye saat ini.” ucap Xiao Qing Xuan kembali.
He Litao tampak mencemaskannya. Namun, pada akhirnya ia pun mengizinkannya untuk memeriksa keadaan Chang Ye saat ini.
Setelah ia mengizinkannya, Xiao Qing Xuan membuka pakaian luar Chang Ye dan meletakkan telinganya tepat di atas dada kirinya. Irama detakan jantungnya tidak sama. Terkadang cepat dan kemudian melambat secara perlahan. Sangat tidak beraturan!
Xiao Qing Xuan terlihat sangat terkejut dan langsung mengangkat kepalanya kembali. Sedetik kemudian, ia pun menekan-nekan dada kiri Chang Ye agar jantungnya berdetak kembali dengan normal.
Ia terus menekannya dengan sangat kuat bahkan sampai berkeringat dingin. Wajah khawatir tampak pada ekspresi He Litao saat ini. Ia merasa takut jika ia harus kehilangan putra satu-satunya.
Sudah separah ini, apakah dia akan baik-baik saja?
”Kemampuan medis Mu'an Qing ternyata sampai pada keturunannya. Dia pasti bisa menyelamatkannya.” batin Luo Guanshu yang memperhatikan.
Tidak lama setelah Xiao Qing Xuan terus menekan dada kiri Chang Ye sekuat tenaga, ia pun akhirnya terbangun dalam keadaan terkejut karena nafasnya sempat tertahan di tenggorokannya.
”Chang Ye,... Kau sudah merasa baikan?” tanya Xiao Qing Xuan begitu ia melihat bola mata Chang Ye yang terbuka secara tiba-tiba.
Setelah itu, Chang Ye terduduk sambil memegangi kepalanya. ”... Terima kasih, Tuan muda Xiao. Aku sudah merasa lebih baik.” ucapnya dengan suara pelan dan setelah itu, perhatiannya seketika tertuju pada He Litao yang berada di hadapannya. ”... Ayah, maaf aku sudah melawan. Aku akan kembali ke Mubei.”
He Litao tampak senang. Ia pun memeluk lembut Chang Ye ketika perasaan cemasnya menghilang. ”Anak yang baik~
__ADS_1
Di saat Xiao Qing Xuan sedang menikmati pemandangan tersebut, Liu Zhang Chen langsung menarik kerah belakangnya dan berkata, ”Pertunjukkan sudah selesai. Kita harus segera pergi.”