Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 15 - Rusaknya Wadah Tumbal


__ADS_3

Sebuah pedang patah, telah mengoyak daging dan mematahkan beberapa tulang rusuk miliknya. Karena wadah tubuh ini telah rusak parah, jiwa Luo Xuan Ying keluar dari dalam tubuh dan jiwa Xiao Qing Xuan yang asli akhirnya kembali.


Tepat setelah hal itu terjadi, Liu Zhang Chen langsung menebas leher Wu Lan yang ada di hadapannya dan membiarkannya mati secara perlahan. Sedangkan, di dalam pelukannya saat ini, Xiao Qing Xuan yang baru saja mendapatkan tubuhnya kembali, secara mendadak ia merasakan sakit di seluruh tubuhnya seperti ada sebuah benda panas telah menusuknya berkali-kali.


”Akh! Sakit sekali!” teriak Xiao Qing Xuan begitu ia merasakan rasa sakit yang semakin membunuhnya.


”Xuan Ying! Kau baik-baik saja?!” tanya Liu Zhang Chen dengan wajah yang tampak sedang mencemaskannya.


”Cih! Apanya yang baik-baik saja?! Dengan luka seperti ini, bagaimana kau bisa melihat aku sedang baik-baik saja?!” batin Xiao Qing Xuan sambil memeluk dirinya sendiri.


Liu Zhang Chen tampak terkejut setelah ia sadar bahwa di telapak tangannya saat ini terdapat gumpalan darah yang keluar dari tubuh Xiao Qing Xuan yang terluka. Ia pun menatap ke arah mayat Wu Lan dengan ekspresi kesal dan membawa Xiao Qing Xuan pergi dari tempat tersebut.


”Bertahanlah sebentar. Aku akan merawatmu.” ucap Liu Zhang Chen sekali lagi sambil membawa pergi Xiao Qing Xuan kembali ke kediamannya.


Saat Liu Zhang Chen membawanya pergi dengan gerakan yang cukup cepat, jiwanya kembali dikeluarkan untuk bertemu dengan seseorang pada dimensi yang tidak bisa dikunjungi oleh makhluk hidup sekalipun.


Saat jiwanya telah keluar, Xiao Qing Xuan membuka matanya kembali secara perlahan. Seketika ia merasa terkejut setelah kakinya mendarat pada sebuah permukaan kasar dan pemandangan bunga higanbana yang tumbuh di sekitarnya.


Bunga kematian itu, tumbuh setinggi pinggangnya dan jauh di depan sana, terdapat seorang pemuda dengan rambut kuncir kuda yang sedang duduk di antara bunga-bunga ini.


”Padahal langitnya tampak biasa saja tapi, mengapa higanbana tumbuh di seluruh tempat?” batin Xiao Qing Xuan yang memperhatikan.


Setelah terdiam memperhatikannya dari kejauhan, ia pun akhirnya berjalan menghampiri pemuda tersebut. Ia adalah seorang pemuda berpakaian hitam yang tampaknya sedang menundukkan kepalanya karena rasa bersalah yang baru saja dialaminya.


Xiao Qing Xuan awalnya tidak mengerti dengan situasinya sampai akhirnya ia ingat kalau saat itu ia sedang terluka cukup parah setelah sesosok arwah mengambil alih tubuhnya.


”Haah?! Apakah dia arwah yang sudah merasuki ku?!” batin Xiao Qing Xuan yang mulai menduga-duga.

__ADS_1


”Tidak aku sangka ternyata aku bisa memanggil jiwamu kemari.” ucap pemuda tersebut setelah ia merasa bahwa Xiao Qing Xuan telah berdiri di belakangnya.


Xiao Qing Xuan terkejut dan ia pun segera menghentikan langkahnya. Ia berkedip selama beberapa kali karena merasa penasaran dengan seorang pemuda yang ada di depannya.


”K~ kau ini siapa?” tanya Xiao Qing Xuan dengan canggung.


Pemuda itu tersenyum seringai sambil mencabuti helai bunga higanbana yang tumbuh mengelilinginya. ”Tidak sampai satu menit, kau sudah melupakanku. Seharusnya aku tidak melakukan hal yang merepotkan seperti ini hanya untuk meminta maaf padamu.”


Mendengar ucapan pemuda tersebut, Xiao Qing Xuan memasang ekspresi terkejut karena sebuah ingatan baru saja terlintas di pikirannya.


”Kau adalah jiwa yang seenaknya saja mengambil tubuhku?!” ketus Xiao Qing Xuan dengan wajah kesalnya begitu pemuda ini akhirnya berdiri dan menunjukkan wajahnya.


...❦ ════ •⊰❂⊱• ════ ❦...


Pemuda dengan rambut dikuncir kuda, memiliki senyum kekanak-kanakan dengan usia sekitar 20 tahun. Matanya tampak bulat berwarna biru menyala di bagian kanan dan mata sebelah kirinya berwarna merah. Di saku kanannya, terdapat sebuah liontin giok Phoenix yang menggantung di sana.


”Hoh,... Kau sepertinya anak kemarin sore. Bagaimana keadaanmu saat ini? Apakah luka yang ada di tubuhmu sudah sembuh?” tanya pemuda tersebut dengan senyum kekanak-kanakannya.


”Hah? Jadi kau orang yang telah merasuki tubuhku dan mencurinya?!” ketus Xiao Qing Xuan sambil menatapnya dengan kesal.


Pemuda itu tertawa kecil dan berkata, ”Aku tidak punya pilihan lain. Lagipula, jika aku tidak melakukannya, kau dan Zhang Chen pasti sudah mati.” ucapnya tanpa memikirkan apa yang telah ia perbuat pada Xiao Qing Xuan yang masih hidup.


”Lalu, kenapa kau malah mengembalikan ku saat tubuhku sedang terluka? Kau ingin membuatku mati muda?!” protes Xiao Qing Xuan.


Mendengar hal tersebut, pemuda itu seketika terdiam dengan wajah membeku. Sesaat ia mengalihkan perhatiannya ke sudut lain dengan mulut yang tidak juga memberikannya jawaban yang pasti.


”Huh! Apakah dia tidak akan memberitahukan ku mengapa dia melakukan itu padaku?!” batin Xiao Qing Xuan sambil menatapnya dengan kesal.

__ADS_1


”Aduh,... Kau pikir aku mau menempati tubuh yang sudah rusak? Aku tidak akan mau menyakiti diriku sendiri dengan merasuki tubuh yang rusak!” celetuk pemuda dengan santainya.


”Dasar otak kera!” batin Xiao Qing Xuan yang menahan amarahnya. ”... Lalu, kau ini siapa? Mengapa memanggilku ke tempat aneh yang dipenuhi bunga kematian.” tanya Xiao Qing Xuan kembali.


Pemuda itu tertawa kekanak-kanakan dan menjawabnya dengan santai, ”Tentu saja aku adalah orang yang sudah merasukimu. Seperti yang kau lihat, tempat ku ini memang dipenuhi dengan bunga higanbana yang berarti kematian dan namaku, adalah Luo Xuan Ying.”


...❦ ════ •⊰❂⊱• ════ ❦...


”Apa maksudmu kau tidak bisa menyembuhkannya?!” bentak Liu Zhang Chen pada seorang tabib laki-laki setelah ia dan Xiao Qing Xuan kembali ke kediamannya. Akan tetapi, tabib yang saat ini sedang memeriksa keadaan Xiao Qing Xuan mengatakan kalau ia tidak bisa menyembuhkan luka yang ada di tubuhnya. Lukanya begitu parah dan bahkan sampai merusak beberapa organ dalamnya. Keadaannya saat ini benar-benar kritis dan kemungkinan besar ia tidak akan selamat.


”Sang abadi! Aku mohon maaf! Tapi, keadaan tuan muda Xiao saat ini benar-benar tidak bisa ditolong!” ucap tabib tersebut dengan wajah penuh ketakutan.


Liu Zhang Chen merasa sangat kesal dan mendorong tabib tersebut hingga terjatuh. Dirinya begitu mencemaskan keadaan Xiao Qing Xuan meskipun sebelumnya, ia benar-benar membencinya.


”Zhang Chen! Tenanglah! Sejak kau kembali, kau belum beristirahat sama sekali. Kembalilah ke kamarmu.” ucap Liu Chang Mo yang mencoba untuk menenangkan Liu Zhang Chen kembali.


Liu Zhang Chen mengernyitkan keningnya saat menatap ke arah Liu Chang Mo yang ada di sebelahnya. ”Dia adalah Xuan Ying! Aku yakin dia ingin mengatakan sesuatu padaku dan aku harus segera menyelamatkannya.” ucap Liu Zhang Chen dengan pelan.


Sifat Liu Zhang Chen saat ini, benar-benar membuat siapapun terkejut ketika melihatnya. Tidak biasanya ia menunjukkan sifat kasarnya pada orang lain apalagi, ia melakukannya demi menyembuhkan seseorang yang tidak memiliki hubungan dengannya.


”Aku senang, Guru besar Chen ingin menyelamatkan putraku. Tapi, Anda harus memikirkan keadaan Anda sendiri.” ucap Xiao Lian Lei dengan tenang.


”Ayah benar. Keadaan Guru besar saat ini juga cukup mengkhawatirkan. Luka yang ada di seluruh tubuh Anda sama sekali belum tersentuh. Bisa-bisa, Guru besar akan terkena demam jika mengabaikan luka Anda sendiri.” lanjut Xiao Ruo.


Liu Zhang Chen terdiam sambil mengalihkan perhatiannya pada objek lain. Ia yang awalnya sangat mencemaskan keadaan Xiao Qing Xuan, perlahan mulai melupakannya dan berjalan keluar dari kamar tersebut.


Saat ia berjalan dan berhenti tepat di bibir pintu, Liu Zhang Chen kembali menoleh ke belakang dengan cemas sebelum akhirnya ia benar-benar meninggalkan kamar tersebut.

__ADS_1


”Apa yang terjadi selama Guru besar terjebak bersama adik Xuan?” pikir Xiao Ruo yang tidak berhenti menatap ke arah Liu Zhang Chen dengan sifatnya yang sangat tidak biasa.


__ADS_2