
Di saat seorang anak laki-laki sedang menarik tangannya menuju tempat Liu Zhang Chen berada, Xiao Qing Xuan mulai merasa penasaran dengan siapa nama dari seorang anak laki-laki yang sedang membawanya saat ini.
Ketika keduanya berjalan pelan di sebelah sebuah rumah yang ada di tengah-tengah kabut, Xiao Qing Xuan bertanya, ”... Siapa namamu?”
Anak laki-laki itu tampak tertegun dan menatap Xiao Qing Xuan dengan bingung, ”Maaf, aku tidak mendengarnya.”
Xiao Qing Xuan kembali bertanya, ”Siapa namamu?”
Anak itu tampak terkejut setelah ia mendengar dengan jelas suara Xiao Qing Xuan. Ia termenung sementara seolah ia sedang mengingat ucapan seseorang yang membekas di pikirannya.
Tidak lama setelahnya, anak itu menjawab, ”Ibuku melarang siapapun untuk mengetahui namaku. Jadi, panggil saja aku Chang Ye.”
Xiao Qing Xuan memasang ekspresi heran setelah mendengarnya. Anak laki-laki yang menyembunyikan namanya sebagai Chang Ye benar-benar membuatnya penasaran. Memangnya ada salah satu keluarga yang pernah melarang orang lain untuk mengetahui nama anak-anaknya? Selain itu, aku juga belum pernah bertemu dengan salah satu keluarga He. Banyak yang bilang kalau mereka adalah keluarga yang cukup berbahaya apalagi, mereka memimpin satu-satunya sekte aliran hitam yang ada di pegunungan He'an Ji, Puncak Donqiong. Apakah aku melewatkan plot yang lain?
Setelah mengetahuinya dan memikirkannya selama beberapa saat. Xiao Qing Xuan hanya membalasnya dengan senyum kekanak-kanakannya dan menjawab, ”Aku mungkin akan berhutang budi padamu untuk hari ini. Jadi, itu semua tidak masalah. Namaku Qing Xuan dari keluarga Xiao.” ucapnya sambil mengulurkan tangannya pada Chang Ye namun, Chang Ye tampaknya tidak mengerti apa yang dilakukan Xiao Qing Xuan saat ini.
”Ada apa dengan tanganmu? Apakah itu terluka?” tanya Chang Ye yang tampak tidak mengerti dengan hal itu.
Xiao Qing Xuan menatap kosong dan dirinya hanya bisa terdiam melihat Chang Ye seperti anak yang tidak pernah berbaur dan selalu di dalam rumah. Ia pun mengambil tangan kanan Chang Ye dan mengajaknya bersalaman meskipun Chang Ye Tampak tidak mengerti.
”Apa kau tidak pernah bertemu dengan orang lain? Jika ada seseorang yang mengulurkan tangannya, kau harus mengambilnya. Seperti ini.” ucap Xiao Qing Xuan saat dirinya masih memegang tangan Chang Ye kemudian melepasnya kembali tidak lama setelahnya.
Ketika keduanya telah selesai berbicara, tampak jauh di depan mereka terlihat seorang pemuda yang datang dengan sangat cepat menghampirinya. Lalu, tidak lama setelahnya, pemuda itu terlempar jauh dan menabrak sebuah rumah kayu yang ada di belakang mereka.
Pemuda ini sepertinya telah ditendang oleh seseorang hingga membuatnya merusak salah satu rumah yang ada di sana. Mereka pun merasa heran karena pemuda ini bukanlah arwah tanpa tubuh sedangkan orang yang telah menendangnya adalah orang yang hidup.
”Hawa kekuatan yang lebih dari dua orang. Apakah ada sekelompok orang yang ingin menyerang desa ini?” batin Chang Ye yang tampak terkejut setelah mereka kedatangan pemuda tersebut.
”KU BUNUH KAU! MATA MERAH MUDA!” teriak seorang wanita dari dalam kabut yang sangat tebal. Dan setelah itu, wanita itupun muncul dan langsung menghajar seorang pemuda yang baru saja menabrak sebuah rumah.
”Mata merah muda dan suara teriakan ini, sepertinya aku sangat mengenalnya. Apakah kalian berdua adalah Kak Yue dan Kak Lin?” tanya Xiao Qing Xuan setelah ia mengenal suara yang datang dari mulut seorang wanita yang mendatangi mereka.
Wanita itu berhenti menghajar wajah pemuda tadi dan menoleh ke arah Xiao Qing Xuan dengan tajam.
Benar saja apa yang dikatakan olehnya. Dia adalah seorang wanita dengan pakaian merah dan rambut hitam yang tampak tegas. Dia adalah Feng Yuanyue dan Lin Shuijing.
Xiao Qing Xuan merasa bingung setelah ditatap tajam oleh Feng Yuanyue yang terkenal dengan sifat pemarahnya bahkan terhadap keluarganya sendiri. Ia pun mulai merasa tidak sopan terhadapnya dan dengan perlahan ia pun berjalan mundur menjauhi Feng Yuanyue yang tampak sudah berapi-api.
__ADS_1
”Maaf karena aku telah mengganggu kesenangan kak Yue. Kak Yue bisa melanjutkannya lagi.” ucap Xiao Qing Xuan dengan canggung sambil berlindung di belakang Chang Ye.
”Adik Xuan~ mengapa tidak menolongku?” ucap Lin Shuijing dengan nada memelas seolah yang sedang menghajarnya saat ini buaya yang kehilangan telurnya.
Langsung saja, Feng Yuanyue memberikannya tatapan tajam dipenuhi dengan amarah yang meluap-luap. Pada akhirnya ia pun kembali menghajar wajah Lin Shuijing sebelum akhirnya, seorang anak laki-laki berlari menghampiri keduanya dan berteriak, ”Kakak Yue! Jangan memukulnya!”
Mendengar suara ini, Xiao Qing Xuan langsung menoleh ke belakang dan ia pun cukup terkejut setelah ia tahu bahwa mereka ini adalah Xiao Ruo, Jin Lu'an, Feng Han Rui dan Feng Hao.
”Buset! Kenapa semuanya bersatu di tempat beracun seperti ini?!” batin Xiao Qing Xuan yang masih tidak percaya dengan kedatangan mereka berenam termasuk Feng Yuanyue dan Lin Shuijing.
BUKKK!!
Seseorang menerkamnya dirinya secara tiba-tiba sehingga membuatnya hampir saja terjatuh. Lalu, ia pun akhirnya tahu siapa orang yang saat ini sedang memeluknya melewati aroma rambutnya dan tinggi badan yang sedikit lebih besar darinya.
”Ehh? Kak Ruo? Ada apa?” tanya Xiao Qing Xuan dengan bingung setelah ia melihat Xiao Ruo sedang memeluknya.
Xiao Ruo menunjukkan wajahnya pada Xiao Qing Xuan dan menjelaskan, ”Sebelum aku kemari, aku melihat mayat seekor beruang raksasa dan ular ikan yang sangat beracun. Aku pikir hal buruk terjadi padamu saat melakukan perjalanan dengan Guru besar. Jika itu terjadi, Ayah pasti akan sangat sedih.”
Mendengar penjelasan tersebut, Xiao Qing Xuan sangat terkejut bahkan langkahnya seketika bergerak mundur sedikit. ”... Kenapa aku tidak bisa menirunya! Aku orang gagal!” teriak Xiao Qing Xuan dalam benaknya namun, wajahnya terlihat murung saat dirinya sedang ditatap oleh Xiao Ruo.
Xiao Qing Xuan tersentak kaget dan menjawab, ”Aku baik-baik saja. Tidak perlu memikirkan ku soal ini.”
”Bagaimana aku tidak bisa memikirkannya? Aku baru saja melihat dua ekor hewan sihir raksasa yang mati. Apakah kau pikir aku tidak akan berpikiran negatif?” celetuk Xiao Ruo yang membantah seluruh perkataan Xiao Qing Xuan.
”Cih! Bodoh!” gumam Feng Hao saat dirinya sedang memperhatikan mereka berdua. Namun, suaranya ini mampu terdengar jelas di telinga Xiao Qing Xuan sehingga hal itu membuatnya sangat marah.
Ia segera mengambil sebuah batu yang ada di bawah kakinya dan melemparkannya ke arah Feng Hao yang berdiri tidak jauh di sebelahnya. BUKK!!
Lemparan tersebut mengenai tepat di kepala Feng Hao sehingga membentuk luka yang cukup dalam dan memunculkan segumpal darah yang mengalir di dahinya. ”... Apa maksudnya ini?! Berani melawanku?!” teriak Feng Hao seolah ia tidak terima dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Xiao Qing Xuan padanya.
BUGH!!
Sebuah tinju melayang di rahang Feng Hao sehingga membuatnya terjatuh ke belakang. Serangan tersebut berasal dari Feng Yuanyue yang sangat tidak terima jika salah satu adiknya bertindak tidak sopan apalagi terhadap seseorang yang lebih muda darinya.
”Tunjukkan harga dirimu di depan orang yang lebih muda! Kau tidak akan menjadi penerus keluarga Feng jika sifatmu kekanak-kanakan seperti ini!” teriak Feng Yuanyue dengan penuh amarah sehingga membuat semua orang di sana merasa merinding saat melihatnya.
Saat mereka sedang berada dalam pembicaraannya masing-masing, Chang Ye tampak tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Ia pun menepuk pundak Xiao Qing Xuan dan bertanya, ”Sebenarnya ada apa? Mengapa kalian semua berkumpul di sini? Apakah kalian tidak termakan racun yang ada dalam kabut?”
__ADS_1
Xiao Qing Xuan langsung menatap ke arah Chang Ye. Ia pun melirik ke arah Xiao Ruo dan bertanya kembali, ”Kak Ruo! Bagaimana kalian bisa ada di sini?”
Di saat Xiao Ruo akan menjawabnya, Feng Yuanyue menyela dan menjawab, ”Si bodoh merah muda yang menggiring mereka kemari! Bagaimana kalian berempat bisa termakan oleh ucapannya dan mengikuti semua apa yang dikatakan olehnya jika kalian sudah tahu kalau dia adalah orang gila?!”
”......” tidak bisa berkata-kata karena sudah terpojok sejak awal cerita.
Keempat anak muda yang mengikuti ucapan Lin Shuijing hanya terdiam dengan wajah yang terlihat ketakutan setelah melihat ekspresi kejam dan dingin yang ditunjukkan oleh Feng Yuanyue.
”Aku tidak menyangka akan seramai ini dan semuanya menjadi berantakan sejak Feng Yuanyue ada di sini.” batin Xiao Qing Xuan yang menatap heran pada semua orang yang ada di sana.
Sementara ini, dalam arena pertarungan. Luo Xuan Ying menyandarkan punggung Liu Zhang Chen pada dinding belakang sebuah rumah yang ada di sekitar mereka. Ia sedikit membuka pakaian Liu Zhang Chen dan ia pun sangat terkejut setelah melihat racun ular ikan dan racun kabut mayat yang telah menyebar ke seluruh tubuhnya.
”Zhang Chen,... Bagaimana kau bisa ceroboh seperti ini? Aku tidak menyangka kau akan bisa berkorban untuk orang lain.” ucap Luo Xuan Ying dengan suara pelan.
Liu Zhang Chen menatap sedikit ke arah Luo Xuan Ying dan bertanya, ”Kau sendiri? Sudah berapa lama kau mati? Apakah kau tidak sadar kalau ada seseorang yang mirip denganmu?” ucap Liu Zhang Chen dengan pelan dan nafas yang terhambat karena racun.
Luo Xuan Ying tertawa pelan dan menjawab, ”... Kau masih bisa bercanda denganku? Kau bahkan mengingatkanku pada kematian. Lagipula, memangnya ada seseorang yang mirip denganku?”
Liu Zhang Chen terdiam karena menahan racun yang terus menjalar ke seluruh tubuhnya.
Luo Xuan Ying menatapnya dengan sedih dan bertanya, ”Apakah kau marah?”
Liu Zhang Chen terkejut dan langsung menatap ke arahnya. Kemudian, Luo Xuan Ying melanjutkan, ”... Apa kau lupa kalau saat itu kau sangat membenciku?” ucapnya sambil menatap serius ke arah Liu Zhang Chen.
Ia pun merasa sangat terkejut setelah Luo Xuan Ying bertanya hal itu padanya. ”... A~ aku tidak bermaksud seperti itu. K~ kau yang mengatakan kalau aku ini adalah sepupu mu 'kan?” ucapnya karena sangat terkejut.
Luo Xuan Ying berpikir sebelum menjawab, ”Benar juga. Mengapa aku bisa melupakannya?”
Liu Zhang Chen bernafas lega setelah Luo Xuan Ying mengatakan hal itu padanya. Namun, beberapa detik setelahnya. Dari atas rumah yang menjadi tempat bersandar mereka berdua, muncul dua sosok bayangan putih yang sedang bergerak cepat ke arah mereka.
Kedua arwah ini adalah arwah kebencian Rong Yan dan Rong Wei yang tidak menerima kematiannya.
”Kabut di sini masih terlalu tebal. Tunggulah di sini, aku akan menyelesaikan masalah yang satu ini.” ucap Luo Xuan Ying sambil membentuk kembali pedang miliknya dan bergerak meninggalkan Liu Zhang Chen di tempat yang sama.
...\=\=\=\=...
Note : Aku minta maaf jika performa tulisanku semakin gak bener karena hari ini aku kurang enak badan dan gak sanggup merevisi semua tulisan (1660 kata)
__ADS_1