Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 32 - Shuijing


__ADS_3

”Lin Shuijing? Kau datang untuk berkunjung?” tanya seorang pemuda yang datang bersama Xiao Ruo yang sebelumnya telah membawa pergi Xiao Qing Xuan menuju suatu tempat untuk mengobati lukanya.


Merasa bahwa ia sangat mengenali suara ini, pemuda itu langsung menoleh ke belakang dan kedua bola matanya langsung bersinar begitu ia tahu kalau orang ini adalah Liu Zhang Chen.


”Kakak Chen! Aku merindukanmu!” teriak pemuda dengan penuh semangat dan langsung menyambar Liu Zhang Chen yang berdiri di sana. Namun, sebelum ia berhasil menyentuhnya, sebuah tendangan yang datang dari langit tiba-tiba saja mendarat di wajahnya hingga membuatnya terhempas dan terbanting ke tanah.


”Mata merah muda! Aku sudah mencarimu kemana-mana dan kau malah memakan tangan orang lain?!” ucap seorang wanita berambut hitam yang baru saja menendang wajah pemuda dengan sadis.


Dengan wajah memelas sambil memegangi pipi kirinya, pemuda itu berkata, ”Kakak Chen! Lihat apa yang dilakukan Yuanyue padaku! Dia itu kejam sekali! Mengapa aku harus menjadi rekan untuk nenek sihir ini?” keluh pemuda yang membuat wanita itu menjadi naik darah.


Pada akhirnya, wanita itu berjalan menghampiri pemuda dengan hawa kemarahan yang sangat besar. Lalu, ketika ia sudah berada di depannya, ia langsung menarik rambut hitam pemuda sambil mengatakan, ”... Memangnya siapa yang menginginkannya? Siapa yang ingin bekerja sama dengan tukang makan sepertimu, mata merah muda!” ucapnya dengan wajah yang terlihat menunjukkan amarahnya.


”Feng Yuanyue! Lin Shuijing! Sampai kapan kalian akan terus bertengkar seperti ini?” celetuk Liu Zhang Chen sambil menatap mereka dengan kesal. ”... A-Yue, kau temui dua adikmu di dalam dan Lin Shuijing, aku berharap kau akan meminta maaf pada anak kemarin sore.”


Pemuda yang bernama Lin Shuijing tampak tertegun dan bertanya, ”Apa yang kau maksud itu anak yang baru saja menuduhku melakukan hal jahat padanya?” ucapnya tanpa memikirkan apa yang terjadi sebelumnya.


BUGH!!!


”Tidak tahu diri!” teriak Feng Yuanyue yang kembali meninju wajah Lin Shuijing.


Feng Yuanyue adalah kakak pertama dari Feng Han Rui dan Feng Hao yang paling ditakuti oleh seluruh keluarga Feng bahkan Ayahnya sendiri. Sedangkan Lin Shuijing adalah petinggi Istana langit yang selalu pergi meninggalkan tugasnya.


Karena keluarga Shuijing adalah keluarga yang jarang memiliki keturunan. Banyak orang yang mengatakan bahwa mereka telah dikutuk karena kesombongan leluhur mereka. Setiap kali ada wanita dari keluarga Shuijing yang mengandung, tidak lama setelahnya ia akan mengalami keguguran ketika usia janinnya baru berumur empat sampai tujuh bulan. Sedangkan bagi para pemuda yang menikahi gadis-gadis luar, tidak lama wanita yang mereka nikahi akan mati secara misterius. Dan kutukan ini terus berlangsung selama ratusan tahun.


Alhasil, keluarga Shuijing hanya akan memiliki satu keturunan dalam 20 tahun sekali dan Lin Shuijing adalah satu-satunya yang selamat dari kutukan. Itulah yang membuat keluarga Shuijing menjadi punah dan sangat jarang ditemukan.


”A-Yue! Kau jangan memukulnya keras-keras.” celetuk Liu Zhang Chen setelah ia memperhatikan mereka berdua bertengkar kembali.


Feng Yuanyue menoleh ke arah Liu Zhang Chen dengan tatapan jengkel sebelum berkata, ”Kau bilang aku bisa melakukan apa saja dengannya. Mengapa kau menghalangiku untuk menghajar mata merah mudanya yang sangat menjijikan?” ketusnya dengan kesal.


Saat melihat ekspresi marahnya, Liu Zhang Chen terdiam tidak berekspresi. Feng Yuanyue memang cukup pemarah. Karena itu tidak ada orang yang ingin bekerja sama dengannya terkecuali Lin Shuijing yang tidak pernah membedakan siapapun dalam hidupnya.


Mungkin karena Lin Shuijing selalu merasa kesepian dengan kehidupan yang dipenuhi dengan orang-orang yang serius. Ia membutuhkan seorang pemarah seperti Feng Yuanyue untuk menghiburnya.

__ADS_1


Sementara ini, di dekat lapangan pelatihan, terdapat sebuah pohon bunga Meihua yang sedang bermekaran. Dan tepat di bawahnya, terlihat Xiao Ruo yang sedang membaluti luka yang ada di tangan kanan Xiao Qing Xuan menggunakan peralatan medis milik salah satu tabib yang tinggal di sana.


”Bagaimana kau bisa mendapatkan gigitan seperti ini? Kau bahkan ingin mengatakan kalau luka ini bukan apa-apa bagimu, 'kan?” tanya Xiao Ruo saat ia masih membalut lukanya.


Xiao Qing Xuan mengalihkan perhatiannya pada objek lain. ”Sebenarnya aku tidak ingin dikhawatirkan seperti ini. Bisa-bisa aku menjadi tidak nyaman jika terus berada di sebelahnya.” batin Xiao Qing Xuan yang masih tidak menatap ke arah Xiao Ruo.


Xiao Ruo yang memperhatikannya segera bertanya, ”Ada apa adik Xuan? Mengapa kau mengalihkan perhatianmu dariku?”


Xiao Qing Xuan tersentak kaget dan langsung menjawab, ”Tidak! Bukan begitu! Aku hanya merasa aneh pada laki-laki bermata merah muda tadi.” ucapnya disertai dengan tertawaannya yang terdengar pelan.


Xiao Ruo tertegun dan bertanya, ”Maksudmu, Kakak Lin?”


”Lin? Apakah itu namanya? Itu artinya nama panjangnya adalah Lin Shuijing?” batin Xiao Qing Xuan yang memikirkannya.


”Ada apa? Mengapa kau menanyakan hal itu?” tanya Xiao Ruo yang telah selesai mengobati tangan kanan Xiao Qing Xuan.


Xiao Qing Xuan menurunkan pandangannya dan berkata, ”Tidak. Bukan apa-apa.” ucapnya dengan ekspresi yang terlihat sedang memikirkannya. ”... Apakah seluruh keluarga Shuijing memiliki dua kepribadian?”


”Sifat yang menjengkelkan. Sebaiknya jangan dekat-dekat dengannya.” batin Xiao Qing Xuan yang memikirkannya.


Tidak lama setelah pembicaraan keduanya telah selesai, dua orang pemuda terlihat sedang menghampiri mereka berdua. Keduanya mungkin mampu mengenal Liu Zhang Chen dari kejauhan akan tetapi, mereka berdua tidak bisa mengenal siapa seorang pemuda yang sedang berjalan di sebelah Liu Zhang Chen.


Pemuda itu memiliki rambut hitam dengan pakaian berwarna hitam dan putih. Sorot matanya terlihat indah dan bibir tipis seperti pedang. Lalu, saat keduanya telah berada di jarak yang cukup dekat, bola mata pemuda itu mulai tampak terlihat berwarna merah muda. Dan keduanya pun akhirnya tahu bahwa pemuda ini adalah Lin Shuijing yang baru saja mereka bicarakan.


Panjang umur!


Liu Zhang Chen dan Lin Shuijing berhenti di hadapan keduanya. Perhatian Liu Zhang Chen tampak terfokuskan dengan luka yang ada di tangan kanan Xiao Qing Xuan yang telah dibalut rapi tanpa ada yang keluar sedikitpun. Setelah itu, ia meletakkan telapak tangannya pada permukaan dahi Xiao Qing Xuan dan sesaat kemudian ia pun melepasnya kembali.


Sambil menutupi mulutnya, Liu Zhang Chen berdeham dan berkata, ”Sepertinya dia baik-baik saja. Beruntung saja dia tidak demam setelah kau menggigitnya.” ucapnya sambil memberikan tatapan mengejek pada Lin Shuijing yang berdiri di sebelahnya.


”Apa maksud orang ini kalau aku baik-baik saja?! Tanganku bahkan hampir dimakan olehnya.” batin Xiao Qing Xuan yang terkejut setelah mendengarnya.


”Kenapa kakak Chen mengatakan itu? Mulutku ini wangi dan sehat. Jadi, untuk apa ditanyakan lagi?” ucap Lin Shuijing dengan santainya.

__ADS_1


”Primitiv~~” batin Xiao Qing Xuan yang tidak berekspresi saat mendengarnya.


Liu Zhang Chen terdiam selama beberapa saat dan berkata kembali, ”Aku yakin kau memiliki sesuatu untuk dikatakan padanya.” ucapnya sambil melirik ke arah Lin Shuijing.


Lin Shuijing menatap enggan ke arah Xiao Qing Xuan yang masih duduk terdiam di hadapannya bersama dengan Xiao Ruo.


Tidak lama setelahnya, ia pun menghela nafasnya dan mengambil segenggam bunga Meihua yang terjatuh di tanah. Setelah itu, bunga tersebut terkurung dalam sebuah kristal merah muda yang membekukannya sehingga, ukurannya menjadi sebesar telapak tangan anak kecil berumur sepuluh tahun.


”Ini! Sebagai permintaan maafku karena hampir memakanmu, aku akan memberikanmu ini!” ucapnya dengan wajah yang tidak mengarah padanya.


”Dia terlihat tidak serius dan sepertinya, hal ini membuat Xiao Ruo menjadi sangat marah.” batin Xiao Qing Xuan yang memperhatikan wajah Xiao Ruo yang terlihat marah saat melihat ekspresi Lin Shuijing yang tampak enggan untuk meminta maaf.


Pada akhirnya, Xiao Ruo berdiri kembali dan berkata, ”Kakak Lin! Tolong minta maaf dengan benar pada adik Xuan. Jika wajahmu enggan untuk melihatnya, dia pasti tidak akan memaafkanmu.” ucap Xiao Ruo dengan ekspresi marah.


”.... Wah, baik sekali dia.” batin Xiao Qing Xuan yang memperhatikan wajah Xiao Ruo dan Lin Shuijing yang saling bertatapan.


Sesaat setelahnya, Liu Zhang Chen mendorong tengkuk leher Lin Shuijing sehingga hal itu membuatnya langsung membungkuk di hadapan Xiao Qing Xuan.


”Aku sudah terlambat untuk pergi dari sini. Sebaiknya kau jangan menghambatku.” ucap Liu Zhang Chen dengan tangan kanan yang masih mendorong punggung Lin Shuijing ke bawah.


”Kakak Chen~ mengapa kau membuat harga diriku jatuh di hadapan anak kecil?” ucap Lin Shuijing dengan wajah memelas meminta untuk di belas kasihani.


”Cepat minta maaf!” ucap Liu Zhang Chen dengan dingin.


Lin Shuijing langsung menjawab, ”Baiklah! Baiklah! Aku minta maaf karena telah menggigit tanganmu!” ucapnya dengan wajah ketakutan saat melihat ekspresi Liu Zhang Chen.


Tidak lama setelahnya, Liu Zhang Chen akhirnya bisa menenangkan suasana dan Xiao Qing Xuan mengambil pemberian dari Lin Shuijing meskipun dengan perasaan terpaksa.


Lalu, baru saja mereka menyelesaikan masalahnya masing-masing. Dari ujung sana terlihat seorang wanita berambut hitam dengan hanfu berwarna merah sedang menarik dua orang yang ada di belakangnya.


Dia adalah Feng Yuanyue yang telah bertemu dengan kedua adiknya, Feng Han Rui dan Feng Hao. Awalnya ia merasa senang bertemu dengan mereka berdua namun, karena ada salah satu murid yang mengadu kalau dua orang ini telah menindas Xiao Qing Xuan semenjak dia berada di perguruan ini, Feng Yuanyue menjadi sangat marah dan akhirnya menarik mereka berdua ke tempat Xiao Qing Xuan untuk meminta maaf padanya.


~Wahai penulis buku ini,... Tolong maafkan aku karena merubah seluruh jalan ceritanya.~

__ADS_1


__ADS_2