Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 56 - Dewi Ikan Mas


__ADS_3

”Guru besar Chen! Mengapa kita harus meninggalkan Lin Zhong begitu cepat? Padahal mereka memiliki makanan-makanan yang enak dan orang-orang di sana juga cukup ramah.” keluh Xiao Qing Xuan saat ia dan Liu Zhang Chen sedang berjalan di sebuah desa kecil yang memiliki banyak pedagang kayu.


Liu Zhang Chen langsung menjawab, ”Tidak ada waktu untuk bersantai ria. Waktu tidak bisa kau kembalikan seperti semula dan tidak bisa dimajukan sesuai keinginanmu. Itulah mengapa kau harus menghargainya.”


”Mulutnya saja yang bijak tapi, orangnya tidak sama sekali.” batin Xiao Qing Xuan yang langsung membungkam suaranya karena tidak tahan terus dinasehati seperti ini.


Tidak lama setelah pembicaraan keduanya selesai, perhatian Liu Zhang Chen tampak terpaku pada sebuah kuil tua yang dipenuhi dengan bakaran dupa dan buah-buahan yang sudah disajikan di meja batu. Terdapat tirai sutera berwarna emas yang berada di setiap tiang penyangga kuil tersebut. Ada juga beberapa penduduk desa yang sedang duduk di depan sesaji yang telah mereka siapkan.


”Kenapa berhenti di sini? Apakah Guru ingin melakukan sesuatu seperti buang air?” celetuk Xiao Qing Xuan yang langsung mendapatkan sebuah pukulan keras di kepalanya setelah ia mengatakan semua itu.


Liu Zhang Chen memberikannya tatapan dingin dan berkata, ”Tunggulah di sini. Aku akan segera kembali dan jangan kemana-mana.” ucapnya sambil berjalan menuju kuil yang terbangun di hadapannya.


Xiao Qing Xuan tidak berkata-kata dan ia hanya bisa menuruti apa keinginannya. Ia juga melepas topi bambunya karena merasa tidak ada angin yang mengenai wajahnya.


Saat ia berjalan, Liu Zhang Chen menghampiri seorang penduduk desa yang baru saja melintas di depan kuil. ”... Dewa apa yang berada di dalam kuil?” tanya Liu Zhang Chen begitu ia menghentikan langkah seorang pria paruh baya di hadapannya.


Laki-laki itu menoleh ke arah kuil yang dimaksud dan melihat kembali ke arah Liu Zhang Chen. ”... Dia adalah Dewi Ikan Mas, Jinyu Xiaojie” jawabnya dengan singkat.


Liu Zhang Chen memperhatikan dan kembali bertanya, ”Kuil ini sudah terlihat sangat tua. Apakah kalian tidak memperbaikinya?”


Laki-laki itu mendengus dan menjawab, ”Kami sangat ingin melakukannya. Tapi, kami hanya seorang tukang kayu. Uang yang kami dapatkan hanya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.”


”Apakah aku boleh masuk ke dalam?”

__ADS_1


Laki-laki itu tampak terkejut dan ia pun langsung menjawab, ”Tentu saja Tuan muda. Jinyu Xiaojie pasti bisa menerima Anda.”


Ia tidak merasa aneh dengan sifat yang ditunjukkan oleh laki-laki ini. Ia pun segera berjalan menghampiri kuil dan memasukinya tanpa ragu.


Saat berada di dalam kuil, ruangan itu terlihat sangat berdebu dan gelap. Bangunan itu tidak memiliki apapun di dalam selain bongkahan kayu yang lapuk dan sebuah lukisan besar. Lukisan itu adalah lukisan seorang wanita berambut kuning dengan kedua mata yang berwarna emas. Kulitnya seputih salju dengan lukisan tiga ekor ikan mas yang mengelilinginya. Ia memakai hanfu berwarna putih dengan memiliki corak bunga Peony berwarna emas yang ada pada bagian pundak dan lengannya.


Mereka menyebutnya sebagai Dewi Ikan Mas dan namanya adalah Jinyu Xiaojie.


”Meskipun hanya gambar, lukisan ini memiliki hawa kekuatan yang cukup besar seolah lukisan ini dibuat dengan tumbal nyawa.” gumam Liu Zhang Chen sambil menyentuh permukaan lukisan. ”Aromanya sangat menyengat. Mereka bilang lukisan ini sudah berumur puluhan tahun dan tidak pernah ada yang berani mengambilnya maupun memperbaikinya. Seharusnya, lukisan ini sudah pudar dan perlahan menghilang. Tapi, lukisan ini masih terlihat baru meskipun sudah dipenuhi dengan debu. Kecuali, mereka membuatnya dengan darah manusia.”


Tepat setelah ia mengakhiri kalimatnya, cahaya emas muncul dan keluar dari lukisan tersebut. Cahaya tersebut hampir saja melukai Liu Zhang Chen sebelum akhirnya ia berhasil menghindar dari serangan tersebut. Akan tetapi, setelah cahaya tersebut keluar, lukisan Jinyu Xiaojie menghilang secara tiba-tiba. Bisa dipastikan bahwa cahaya emas tadi adalah arwah miliknya.


”Dia pergi keluar!”


”Kenapa dia lama sekali. Apa menariknya kuil yang sudah tua dan berdebu. Lagipula, peminatnya juga sedikit. Mengapa dia begitu penasaran dan meninggalkanku di sini.” Xiao Qing Xuan menggerutu karena Liu Zhang Chen tidak juga kembali dan membiarkannya menjadi pusat perhatian para penduduk desa.


Menggunakan sebuah ranting pohon, Xiao Qing Xuan menggores tanah dan membuat sebuah bentuk yang tidak beraturan. Ia seperti sedang melamun sambil memperhatikan hasil goresannya sendiri.


Lalu, muncul sebuah teriakan yang berkata, ”Menyingkir dari sana?”


Xiao Qing Xuan merasa terkejut dan langsung melihat ke arah datangnya suara. Akan tetapi, sebuah cahaya emas sudah menghampirinya lebih dulu dan cahaya tersebut berkumpul masuk ke dalam tubuhnya. Alhasil, Xiao Qing Xuan terjatuh ke belakang dengan kedua bola mata yang tertutup.


”Cih! Dia sudah merasukinya.” batin Liu Zhang Chen yang tampak kesal setelah ia berada di dekat Xiao Qing Xuan.

__ADS_1


Setelah Liu Zhang Chen terduduk di sebelah kepalanya, dengan perlahan Xiao Qing Xuan membuka kedua matanya kembali dan mengambil posisi duduk secara bersamaan.


”Guru besar Chen~ benda apa tadi? Aku merasa lebih ringan dari biasanya.” ucap Xiao Qing Xuan dengan suara pelan sambil mengusap-usap kedua matanya.


”Kau tidak dirasuki olehnya?” tanya Liu Zhang Chen yang tampak tertegun.


”Hah? Apanya dirasuki? Aku baik-baik saja.” celetuk Xiao Qing Xuan yang langsung menoleh ke arah Liu Zhang Chen dengan kedua bola mata yang sudah terbuka lebar.


Saat melihatnya, Liu Zhang Chen sangat terkejut setelah ia melihat wajah Xiao Qing Xuan saat ini. Bagaimana mungkin ia tidak melihat bahwa saat ini, kedua bola mata Xiao Qing Xuan berwarna emas!


”Apakah matamu memang berwarna emas atau aku yang Tidak memperhatikannya?” tanya Liu Zhang Chen kembali.


Xiao Qing Xuan merasa tertegun dan langsung menjawab, ”Sejak dulu bola mata ku selalu berwarna biru. Apakah Guru besar Chen tidak pernah melihat warna mata milik Ayahku?”


”Cobalah lihat sendiri.” ucap Liu Zhang Chen sambil mengeluarkan sebuah cermin saku dari balik pakaiannya dan memberikannya pada Xiao Qing Xuan.


Ia mengambil cermin saku dan mengarahkannya pada kedua bola matanya saat ini. Xiao Qing Xuan merasa sangat terkejut sekaligus tidak bisa berkata-kata setelah ia melihat kedua bola matanya berwarna emas!


”G~ Guru besar Chen~ aku kenapa?” tanya Xiao Qing Xuan dengan wajah memelas nya ketika ia menyadari adanya perbedaan dari kedua matanya dan berat badannya saat ini.


Liu Zhang Chen menghela nafasnya. Ia pun berdiri menghadap Xiao Qing Xuan yang masih terduduk dan mengangkatnya ke atas. ”... Kau benar. Berat badanmu saat ini hanya seberat satu koin emas. Jinyu hanya mengambil alih tubuhmu dan ia tidak mengambil alih kesadaranmu.” ucap Liu Zhang Chen dengan santainya sambil menunjukkan wajah tanpa ekspresi.


”Dia ini sedang menertawai ku dalam hati?!”

__ADS_1


^^^Note ; 1 koin emas \= 4,25 gram ^^^


__ADS_2