
Melihat keadaannya yang semakin memburuk, Liu Zhang Chen segera membawanya pergi kembali ke Lianfei. Namun, saat ia berada di tengah-tengah perjalanan. Tiba-tiba saja hujan turun sangat deras sehingga membuat pandangannya menjadi terhalang. Dan lagi, kota Lianfei masih sangat jauh dari tempatnya berdiri. Jika saja ia memilih untuk meneduh, mungkin saja ia tidak akan sempat menyelamatkan Luo Xuan Ying yang mulai sekarat.
Akan tetapi, saat ia memutuskan untuk kembali berlari. Suara daging terkoyak yang dihajar oleh ratusan anak panah, terdengar di belakangnya. Saat itu juga, Liu Zhang Chen langsung menoleh ke belakang untuk melihat apa yang terjadi di belakang sana namun, Luo Xuan Ying menahannya dan berbisik, ”... Selagi suaraku masih ada, jangan melihat ke belakang. Ini adalah permohonan.” ucapnya dengan suara yang tampak lemas.
Luo Xuan Ying sama sekali tidak berpikir bahwa Liu Zhang Chen sudah melihat tiga buah anak panah yang menancap di punggungnya ketika Liu Zhang Chen membawanya pergi. Tentunya, hal ini akan memperparah keadaan Luo Xuan Ying. Bukan hanya karena penyakitnya melainkan, karena ia juga akan kehabisan darah jika panah terus menancap di punggungnya.
”Apakah aku tidak bisa menyelamatkan orang lain meskipun dia adalah seorang penjahat?” ucap Liu Zhang Chen dengan suara pelan.
Luo Xuan Ying tampak biasa-biasa saja dan berkata, ”Dan kau telah menyiksa seseorang setelah kau menyuruhnya untuk bertahan meskipun darah terus keluar dari tubuhnya. Seharusnya kau membunuhnya dan mengakhiri penderitaannya.”
Sebelum menjawabnya, keduanya telah dikepung oleh pasukan pasukan bayangan yang sedang mengangkat pedang untuk mereka. Di saat itulah, Liu Zhang Chen menjawab, ”Aku tidak bisa melakukannya.”
Mendengar jawaban tersebut, Luo Xuan Ying tertawa kecil dan berkata, ”Kau sangat kejam.” ucapnya dengan suara pelan. Setelah itu, suaranya pun menghilang dan membuat Liu Zhang Chen tampak terkejut setelah merasakannya.
...⊰᯽⊱┈──╌❊╌──┈⊰᯽⊱...
”HAH!”
Xiao Qing Xuan sangat terkejut dan ia pun langsung terduduk begitu ia terbangun dari tidurnya. Karena keterkejutannya itu, kepalanya terasa pusing dan ia pun harus memegangnya selama beberapa saat. ”... Haah, mengapa belakangan ini aku sering bermimpi tentang hal-hal yang sama? Siapa yang memberikanku mimpi seperti itu?” batinnya sambil memegang kepalanya sendiri.
”Kau bangun tiba-tiba. Apakah ada sesuatu yang sudah mengganggumu?” tanya seorang pemuda yang kini telah duduk di pinggir tempat tidurnya.
__ADS_1
Xiao Qing Xuan tampak terkejut setelah ia tahu bahwa pemuda ini adalah Liu Zhang Chen yang tampaknya sudah menunggunya semalaman. Apakah itu artinya, dia juga mendengar bagaimana aku mengigau di malam hari?!
”Guru besar Chen~ apakah guru sudah ada di sini semalaman?” tanya Xiao Qing Xuan dengan wajah canggungnya.
Liu Zhang Chen tidak berekspresi dan menjawab, ”Menurutmu aku tidak terlihat seperti itu?”
”Dugaanku benar!” batin Xiao Qing Xuan yang tampak terkejut. Kemudian ia kembali berkata, ”... Tapi, kenapa Guru bisa ada di sini? Bukankah guru sudah memesan kamar untuk Guru sendiri?”
Liu Zhang Chen menunjuk ke arah jendela dan berkata, ”Apakah kau tidak pernah mengunci jendelamu saat ingin tidur? Seorang pencuri kecil sudah mencuri uangmu.”
Xiao Qing Xuan tampak terkejut dan memeriksa pakaiannya yang terlipat di atas sebuah meja. ”... Y~ yang benar saja?! Dia benar-benar mencuri uang anak kecil?!” ucap Xiao Qing Xuan dengan panik setelah ia tidak melihat uangnya yang selalu tersimpan di balik pakaiannya.
”Berhenti menangisi uangmu. Kita harus segera pergi sekarang.” ucap Liu Zhang Chen sambil berjalan keluar dari kamar tersebut meninggalkan Xiao Qing Xuan yang masih menangisi uangnya yang hilang.
Beberapa saat setelahnya. Liu Zhang Chen mengajak Xiao Qing Xuan makan di sebuah rumah makan yang jauh dari penginapan dan masih berada di dalam wilayah Longyuan. Setelah perayaan malam tadi, suasana Longyuan semakin bertambah ramai. Beberapa anak muda tampak berkeliaran di mana-mana sedangkan anak perempuan memberikan bunga pada semua orang yang berkunjung di rumah makan tersebut.
”Berhentilah menangisi uangmu.” pinta Liu Zhang Chen setelah ia melihat ekspresi sedih Xiao Qing Xuan yang sedang memandangi makanannya sendiri.
”Ya! Iya! Aku akan memakannya.” ketusnya sambil melahap satu persatu makanan yang sudah tertata rapi di atas meja.
Saat keduanya sedang memakan makanan mereka. Beberapa penduduk desa tampak sedang membicarakan sesuatu yang menarik yang belum lama ini terjadi di tempat mereka. Kebetulan sekali, posisi kerumunan itu berada di sebelah meja mereka. Jadi, mungkin saja keduanya bisa menggali informasi dari pembicaraan yang dilakukan oleh penduduk setempat.
__ADS_1
”Apakah kau sudah tahu? Belakangan ini, Ruixi selalu muncul dan menakut-nakuti penduduk biasa.”
Mendengar ucapan ini, Liu Zhang Chen langsung melirik ke arah mereka yang sedang membicarakan pedang Ruixi milik Luo Xuan Ying yang juga belum ditemukan bersama dengan mayatnya.
”Benar! Benar! Aku juga melihatnya! Pedang yang bisa memunculkan petir itu bahkan bisa membelah gunung seperti pedang milik Patriark Luo, Yong Heng, sudah menakut-nakuti para penduduk biasa. Seseorang berjubah hitam datang ke tempat mereka dan menghancurkan sebagian dari tanah mereka.”
”Pedang itu tidak bisa digunakan oleh siapapun selain Xuan Ying sendiri. Apakah dia masih hidup? Bukankah sudah ada kabar bahwa dia telah terbunuh?”
”Apakah kau sudah lupa kalau mayatnya masih belum ditemukan? Bisa saja dia masih hidup dan datang kembali sebagai seorang penjahat. Apakah kau ingat saat Xuan Ying menghilang selama dua bulan karena dirinya dituduh telah mempelajari kitab Iblis yang terlarang?”
”Itu benar! Aku dengar dari cerita kakakku kalau di sini, pernah ada pertarungan antara lima puluh Kultivator aliran berbeda dengan seorang pemuda yang mencoba menyelamatkan Xuan Ying saat ditemukan kembali. Longyuan benar-benar kacau dan berantakan. Sebagian dari penduduk Longyuan mati terbunuh. Pemuda yang menyelamatkan Xuan Ying benar-benar mengerikan. Dia memiliki kemampuan istimewa yang jarang dimiliki oleh semua orang. Dia adalah murid dari seorang Kultivator bajiingan yang sangat kuat dan tidak terkalahkan selama bertahun-tahun, Shangzhu Shi dan nama muridnya adalah Liu Zhang Chen!”
Mendengar namanya ada di dalam pembicaraan mereka, Liu Zhang Chen langsung tersedak minumannya sendiri dan terbatuk-batuk selama beberapa saat.
”Dia kenapa?!” batin Xiao Qing Xuan yang merasa heran setelah ia melihat Liu Zhang Chen tersedak minumannya.
”Kita harus segera pergi.” ucap Liu Zhang Chen sambil menarik tangan Xiao Qing Xuan pergi dari tempat itu.
”Haah? Kenapa selalu terburu-buru? Padahal aku belum selesai makan!” batin Xiao Qing Xuan dengan kesal karena Liu Zhang Chen selalu menariknya disaat ia tidak siap untuk pergi
Namun, saat mereka melangkah pergi dari kedai makanan tersebut. Seorang pemuda berjubah hitam tampak sedang mengawasi mereka sejak tadi. Tatapannya sangat tajam dan bibirnya menunjukkan senyum seringai. Pemuda itu pun menghampiri para penduduk desa. Ia menaruh sekantong keping emas di tengah-tengah meja dan berkata, ”Informasi kalian sangat berguna dan kalian berhasil meyakinkanku. Ini sebagai imbalannya.”
__ADS_1