Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 77 - Anak Kecil Dilarang Ikut Campur


__ADS_3

”Tuan He! Akhirnya kau datang!” sambut beberapa petinggi yang sebelumnya telah terlempar keluar dari dalam aula utama karena keributan yang terjadi di dalam sana hingga merusak sebagian besar dari bangunan tersebut.


Setidaknya atap dari bangunan tersebut runtuh dan beberapa dindingnya rusak dan berlubang. Kedua wanita yang sebelumnya bertarung di sana, benar-benar sudah membuat He Nan Ming memasang ekspresi datar karena ia harus memperbaiki bangunan yang rusak parah.


”Sudah menumpang di rumahku dan dia masih berani merusaknya?!” ucap He Nan Ming yang tampak kesal setelah itu ia pun membuka pintunya yang sudah rapuh dan rusak.


Saat membukanya, mereka sangat terkejut ketika disuguhkan dengan pemandangan dua orang wanita, Luo Qinyun dan Jinyu Xiaojie yang terikat bersamaan dan tergantung di langit-langit bangunan. Sedangkan di sudut lain, Lei Yun tampaknya terlihat sangat tenang saat menyeruput teh yang diberikan oleh para pelayan.


”Tuan He! Tolong lepaskan! Aku tidak ingin menempel pada hewan ini.” ucap Jinyu Xiaojie dengan nada memelas karena tidak tahan terus bersama dengan Luo Qinyun yang menempel padanya.


Luo Qinyun tampak marah dan langsung berteriak, ”Siapa yang kau panggil hewan?! Kau sendiri adalah roh ikan mas! Kau sama saja dengan hewan!”


”Dia ini menyebalkan sekali! Jika aku mendapatkan wujud laki-laki ku, aku pasti sudah menjahit mulutnya!” batin Jinyu Xiaojie dengan kesal.


”Kenapa Dewi gadungan itu bisa ada di sini?! Dia orang yang sudah membuat berat badanku menurun drastis!” teriak Xiao Qing Xuan sambil menunjuk pada Jinyu Xiaojie yang sedang menggantung di atasnya.


”Kenapa kau sangat kesal? Aku hanya ingin menumpang sampai aku di Mubei. Itu saja yang aku inginkan.” jawab Jinyu Xiaojie dengan santainya.


Di sisi lain, Luo Guanshu sedang berjalan menghampiri Lei Yun yang sedang duduk di sisi ruangan yang tampak utuh. Saat ia sudah berdiri di hadapannya, ia pun bertanya, ”Apa yang terjadi?”


Lei Yun berdiri kembali dan menjawab, ”Leluhur Iblis putih, Shangzhu Shi muncul kembali dan mengambil kakak Chen. Karena itu, kami perlu berbicara dengan Tuan muda Xiao agar ia mau memberikan giok Fenghuang miliknya untuk menemukan Kakak Chen.”


Luo Guanshu tampak terkejut dan bertanya kembali, ”Mengapa tidak segera menyelesaikannya? Shangzhu Shi mungkin akan sangat berbahaya jika tetap dibiarkan dan mungkin saja Zhang Chen juga sedang dalam masalah.”


Lei Yun menjawab, ”Tuan He tidak mengizinkan kami untuk berbicara dengan Tuan muda Xiao.”

__ADS_1


Setelah menjawabnya, Luo Guanshu menghampiri Xiao Qing Xuan yang berada di antara anggota keluarga He. Saat sampai di dekatnya, Luo Guanshu langsung berkata, ”Xuan'er. Aku pinjam giok Fenghuang milikmu.”


Xiao Qing Xuan tertegun saat di dekati. Ia pun mengambil sesuatu dari balik pakaiannya dan memberikan giok Fenghuang pada Luo Guanshu yang sudah berdiri di depannya. ”Memangnya ada apa? Mengapa Patriark Luo mencarinya?' tanya Xiao Qing Xuan setelah memberikannya.


”Seharusnya kau sudah tahu. Zhang Chen menghilang dan kedua petinggi ini mencoba untuk mencarinya dengan bantuan giok milikmu.” singkat Luo Guanshu yang langsung memberikan giok itu pada Lei Yun.


Saat mendengarnya, Xiao Qing Xuan tampak terkejut dan langsung berlari mendekati Lei Yun yang berdiri tidak jauh di depannya. ”Apakah kakak Yun tahu bagaimana cara mencarinya?” tanya Xiao Qing Xuan saat ia telah berdiri di depannya.


Saat melihat Xiao Qing Xuan di depan matanya, Lei Yun merasa sedang melihat Luo Xuan Ying saat berumur sepuluh tahun. Selama bertahun-tahun ia terus mencari kemana hilangnya Luo Xuan Ying dan sekarang ini, ia hanya bisa melihatnya melalui kayu pusara yang menancap di atas tanah. Lalu, setelah ia melihat Xiao Qing Xuan yang wajahnya sangat mirip dengannya, ia pun menjadi sedikit lega karena ia tidak perlu memikirkannya untuk sekarang ini.


”Apakah kau sangat mencemaskannya?” tanya Lei Yun sambil menyentuh kepalanya.


Wajah Xiao Qing Xuan tampak memerah. Ia pun langsung menjawab, ”S~ siapa yang mencemaskannya? Dia itu guru ku! Seorang Guru tidak boleh menelantarkan muridnya begitu saja. Aku tidak peduli apakah dia ingin kembali atau tidak.” ucap Xiao Qing Xuan dengan canggung meskipun dia benar-benar yakin kalau saat ini ia sama sekali tidak mencemaskannya.


Chang Ye berpikir sebelum berkata, ”Zhang Chen itu, apakah dia adalah orang yang pernah bertukar gelas denganmu? Dia itu terlihat sangat dingin. Pantas saja kau tidak mencemaskannya.”


Lei Yun menjawab, ”Qinyun yang akan melacaknya.”


Di tengah-tengah pembicaraan mereka, Luo Qinyun berteriak, ”Kapan kau akan melepaskan kami?! Aku sudah tidak tahan menempel pada hewan ini!” ucapnya sambil menatap jengkel ke arah Jinyu Xiaojie yang terikat di belakangnya.


”Hah?! Memangnya siapa yang sudi berada di dekatmu?! Aku menjamin tidak ada satupun laki-laki yang ingin dekat denganmu!” ketus Jinyu Xiaojie yang menatapnya dengan jengkel.


”Kau pikir aku tidak tahu kalau kau adalah Dewi gadungan yang sudah membuat miskin satu desa?!” ucap Luo Qinyun yang tidak mau kalah.


”Setidaknya aku terkenal karena kekayaanku tidak seperti kau yang terkenal karena mulutmu yang besar!” ucapnya yang berhasil membuat Luo Qinyun semakin marah.

__ADS_1


”Bajiingan! Kubunuh kau!”


”Huh! Silahkan saja kalau kau bisa membunuh roh sepertiku!”


Disisi lain, mereka yang sedang menonton mereka kedua hanya bisa terdiam tidak berekspresi. Awalnya, mereka berdua sedang melakukan sebuah pertarungan hingga membuat para petinggi ketakutan dan pergi dari tempat mereka. Namun, karena sebuah kecelakaan yang membuat segelas air terlempar dan mengenai wajah Lei Yun yang terlihat tenang, mereka berdua berakhir seperti ini.


”Mereka berdua cepat sekali akrab. Pasti karena sifatnya yang terlihat sama.” ucap Lei Yun sambil melemparkan sebuah pedang dan pedang tersebut langsung memotong tali pengikatnya.


Setelah membuatnya terjatuh dari atas ketinggian, Lei Yun menghampiri Luo Qinyun yang berada tidak jauh di depannya. Ia pun segera memberikan giok Fenghuang padanya dan berkata, ”Jangan membuang-buang waktu untuk berbicara dengannya. Sekarang carilah keberadaan hawa kekuatannya.” ucapnya sambil menatap dingin.


”Kau selalu terburu-buru. Bagaimana jika terjadi sesuatu padaku? Aku yakin kau pasti tidak akan mau menolongku.” jawabnya saat ia sedang memegang giok Fenghuang dan wajahnya tampak heran setelah ia terus ditatap dingin oleh Lei Yun.


Lei Yun tidak menjawab dan hanya memperhatikannya sesaat. Tidak lama kemudian, Luo Qinyun mulai mencoba merasakan keberadaan hawa kekuatan milik Liu Zhang Chen yang tersimpan di dalam Giok Fenghuang yang dipegangnya saat ini.


Ketika sedang melakukannya, Luo Qinyun merasa sedikit mual ketika melihat apa yang Liu Zhang Chen lihat saat ini. Ada banyak kepala manusia yang bergelimpangan dimana-mana. Kedua kakinya sedang berlutut dengan darah yang sudah membanjirinya. Bau anyir darah seolah tidak lepas dari indera penciumannya dan rasa sakit seperti kematian mencoba untuk mengambil nyawanya.


HOEKK!


Luo Qinyun memuntahkan seluruh isi perutnya karena ia tidak tahan dengan aroma darah yang menyengat dan kepala manusia yang bertebaran dimana-mana. Ia merasa mual setelah melihat apa yang Liu Zhang Chen lihat sekarang ini.


”Apa yang kau lihat?! Apa yang terjadi pada kakak Chen?” tanya Lei Yun yang tampak khawatir setelah ia melihat hal itu.


Luo Qinyun tampak tertekan dan tampak depresi setelah ia melihat hal itu. Kedua matanya terbuka lebar dan pikirannya sungguh kacau. ”A~ aku melihat ada banyak kepala manusia. Darah ada di mana-mana dan orang yang kau cari, sedang sekarat.” ucapnya dengan nada penuh ketakutan.


”Siapa yang sedang kalian cari? Kalian tidak ingin merebut muridku kembali 'kan?” ucap seorang laki-laki berambut putih yang sekarang ini sedang duduk di depan sebuah meja lantai sambil menyeruput minuman yang berada di atasnya.

__ADS_1


Saat melihatnya, mereka semua tampak terkejut setelah tahu bahwa orang ini adalah Shangzhu Shi!


”Aku harap kalian tidak mencarinya. Karena saat ini, ia sudah mati.”


__ADS_2