Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 62 - Tuduhan


__ADS_3

17 tahun lalu, konferensi Sekte Setengah Bulan, wilayah Lunsheng.


Seorang petinggi wanita berdiri di tengah-tengah panggung megah yang dikelilingi oleh para murid-murid dari kelima Sekte yang berbeda. Beberapa saat yang lalu, mereka mengadakan beberapa kompetisi yang akhirnya dimenangkan oleh lima orang di peringkat teratas. Dan sekarang adalah saatnya untuk mengetahui pemenangnya.


”Peringkat kelima yang meraih poin 155, He Nan Ming dari Sekte Puncak Donqiong pegunungan Yongwu. Peringkat keempat yang meraih poin 165, Wu Jiaoyi dari Sekte Setengah Bulan. Peringkat ketiga yang meraih poin 175, Bai Suzhe dari Sekte Teratai Emas. Peringkat kedua yang meraih poin 195, Liu Zhang Chen dari Sekte Pedang Beracun. Dan peringkat pertama yang meraih poin penuh, Luo Xuan Ying dari Sekte Teratai Emas."


Setelah pengumuman selesai dibacakan, semua orang bersorak karena setiap sekte memiliki juara terkecuali Sekte Awan Putih yang sama sekali tidak mendapatkannya. Mendengar bahwa Luo Xuan Ying mendapatkan peringkat pertama, semua orang yang ada di sekitarnya bersorak gembira untuknya dan mengangkatnya ke atas dengan bangga.


”Kakak Ying sangat hebat. Lain kali ajari aku beberapa teknik pedang yang kau miliki.” pinta salah seorang murid yang berada di sebelahnya.


Luo Xuan Ying tampak canggung dan menjawab, ”Bagaimana aku bisa menjawabnya? Mungkin lain kali saja. Aku tidak bisa mengajarimu untuk saat ini.”


”Ayolah kakak Ying!” rayu beberapa murid yang ada di sana.


Sementara ini, di tempat berkumpulnya para Patriark Sekte pada sebuah panggung yang lain. Luo Guanshu tampak senang begitu ia mendengar ada dua orang muridnya yang mendapatkan kedudukan peringkat tertinggi. Ia mungkin tidak akan percaya bahwa putranya sendiri yang telah memenangkan konferensi ini untuknya.


”Sekte Teratai Emas benar-benar beruntung karena memiliki dua orang murid yang sangat kuat.” ucap Wu Rongyu yang berperan sebagai Tuan rumah dalam konferensi ini. Meskipun ia hanya mendapatkan peringkat keempat, ia terlihat tidak keberatan dengan keputusan para petinggi.


Luo Guanshu tersenyum padanya dan berkata, ”Terima kasih atas sanjungan yang diberikan Patriark Wu. Mereka berdua memang keras kepala.”


”Benarkah semua kemenangan ini disebabkan oleh putramu? Apakah dia tidak mengandalkan anak perempuan yang selalu berdiri di sebelahnya?” celetuk He Donyun sambil menatap mereka dengan dingin karena curiga terhadap semua keputusan ini.


”Patriark He Donyun benar. Gadis yang bernama Lei Yun itu pasti sudah membantunya. Tidakkah kalian lihat bahwa ada kecurangan dalam konferensi ini?” ucap Hou Changyi, Patriark Sekte Awan Putih yang tidak mendapatkan kemenangan sama sekali.


Meskipun ada dua orang yang mencoba untuk menentang keputusan, Luo Guanshu tampak tenang seolah tidak ada masalah yang terjadi. ”... Mengenai Lei Yun, dia adalah bayi yang dibawa pulang oleh Ying'er tujuh tahun lalu. Dia pasti mengerti peraturan-peraturan yang harus ia lakukan saat konferensi sedang berlangsung. Karena, Lei Yun mengikuti semua yang dilakukan oleh Ying'er.”


”Benarkah?” tanya Hou Changyi yang tampak kesal. ”... Saat perburuan hantu dimulai, beberapa dari muridku ada yang tewas. Mereka yang selamat mengatakan kalau gadis itu yang telah melakukannya. Apakah kau tidak akan menghukumnya atau mengeluarkannya dari arena?”


Wu Rongyu tampak tidak peduli. Ia mengalihkan perhatiannya pada Liu Chang Mo yang berada di sebelahnya. Pada akhirnya, Liu Chang Mo menjawab, ”Sesuai dengan peraturan saat arena perburuan sedang berlangsung, peserta diperbolehkan membunuh murid dari sekte yang lain tapi, dia tidak diperbolehkan membunuh temannya sendiri. Lei Yun bukanlah senjata milik tuan muda Luo tapi, dia juga peserta dalam konferensi ini. Jadi, tidak ada kecurangan saat arena perburuan sedang berlangsung.”


Hou Changyi merasa kesal dan ia tidak bisa mengatakan apapun selain diam di tempat. Namun, di saat suasana sudah mulai tenang kembali, He Donyun menyela pembicaraan dan berkata, ”... Putramu memang seorang jenius berbakat. Akan tetapi, apakah kejeniusannya itu tidak disebabkan karena ia pernah menjamah kitab Iblis milik kami?”

__ADS_1


Hal itu membuat keempat petinggi lainnya merasa sangat terkejut terutama Luo Guanshu yang tidak terima jika putranya telah dituduh pernah menjamah kitab Iblis milik mereka. ”... Putraku tidak mungkin melakukannya!” teriak Luo Guanshu yang tampak sangat marah bahkan ia sampai memecahkan gelas yang ada di genggamannya.


”Tenanglah, Patriark Luo! Kita akan menyelesaikannya secara baik-baik.” ucap Wu Rongyu saat ia mulai merasakan adanya ketegangan di tempatnya saat ini.


”Huh! Jadi seperti itu? Bukan hanya memanfaatkan gadis kecil di sebelahnya dia juga mempelajari kitab Iblis yang tidak boleh disentuh oleh siapapun.” ucap Hou Changyi dengan tatapan sinis.


Luo Guanshu tampak sangat marah. Ia pun mengeluarkan pedangnya dan berdiri dari tempatnya. ”... Apakah kalian memiliki bukti kalau dia benar-benar mempelajarinya?”


”Oh tidak. Dia sepertinya sangat marah.” batin Wu Rongyu yang memperhatikannya. ”... Patriark Luo! Kau harus memenangkan dirimu.”


”Tentu saja aku memiliki buktinya. Jika tidak, untuk apa aku mengatakannya? Dia menyimpan kitab itu di dalam kantong spiritual miliknya. Jika kau tidak percaya, ambil saja benda itu darinya.” jelas He Donyun sambil meneguk minumannya.


Luo Guanshu tampak tidak percaya dengan semua ucapan He Donyun. Namun, ia berharap hal itu tidak benar-benar terjadi. Ia pun berjalan menghampiri Luo Xuan Ying yang berada di tengah-tengah murid yang sedang menyanjungnya.


Saat sampai di hadapannya, Luo Guanshu menatapnya dengan sedih begitupun dengan Luo Xuan Ying yang tampak bingung setelah didatangi olehnya.


”Apakah Patriark Luo datang untuk menyanjungnya?” bisik salah satu murid.


”Berikan kantong spiritual mu padaku.” ucap Luo Guanshu dengan dingin.


Luo Guanshu menatapnya dengan dingin dan membentak, ”Serahkan padaku sekarang!”


Melihatnya mulai serius, Luo Xuan Ying mengambil kantong spiritual dari balik pakaiannya dan memberikannya pada Luo Guanshu begitu saja. Saat ia memberikannya, Luo Guanshu membuka kantong tersebut dan mengeluarkan semua yang tersimpan di dalamnya. Namun, ekspresinya seketika terkejut ketika ia melihat sebuah benda hitam yang keluar dari dalam kantong tersebut. Benda itu adalah sebuah buku yang dikelilingi oleh hawa kebencian yang sangat kuat.


”Tidak mungkin! Benda yang keluar dari dalam kantong spiritual milik Tuan muda Luo adalah kitab Iblis!” ucap salah seorang murid yang merasa terkejut melihat semua itu terjadi.


Saat kitab Iblis itu keluar dari dalam kantong spiritual miliknya, Luo Xuan Ying merasa sangat terkejut dan langsung berkata, ”... A~ aku tidak pernah mencurinya! Ayah! Ini semua bukan aku yang melakukannya—


Sebuah tamparan keras mengenai wajah Luo Xuan Ying ketika ia belum selesai mengatakan kalimatnya. Kedua tangannya gemetar saat ia tahu bahwa Luo Guanshu yang sudah menamparnya dengan sangat kuat hingga membuat sudut bibirnya mengeluarkan darah.


”Apakah kau mencoba untuk mengkhianatiku?!” tanya Luo Guanshu dengan dingin dan wajah yang tampak sangat marah padanya.

__ADS_1


”Tidak Ayah! Aku tidak mungkin mengkhianati tempat kelahiran ku sendiri! Percayalah padaku! Aku tidak mungkin melakukannya! Aku sudah dijebak oleh seseorang!” Luo Xuan Ying berusaha untuk menjelaskan apa yang terjadi namun, Luo Guanshu tidak kunjung merubah ekspresinya.


Luo Guanshu kembali menamparnya dengan keras hingga membuatnya terhempas ke belakang. Melihat situasi yang semakin memuncak, Liu Zhang Chen menghampiri Luo Xuan Ying yang hanya bisa terduduk sambil memandangi Ayahnya yang tampak sangat marah padanya.


”Patriark Luo! Tolong jangan langsung mengambil keputusan. Mungkin saja Xuan Ying sudah dijebak oleh seseorang.” ucap Liu Zhang Chen yang mencoba memisahkan mereka berdua.


Luo Guanshu menatap keduanya dengan dingin dan berkata, ”... Waktu berbicara sudah selesai. Kau tidak diizinkan kembali ke Sekte dan menebus dosamu seumur hidup.” ucapnya dengan dingin sambil berjalan pergi meninggalkannya. ”... Semua murid Sekte Teratai Emas. Jangan ada satupun orang yang berbicara dengannya. Ini adalah perintah! Jika ada yang membantahnya, kalian akan bernasib sama sepertinya.”


Semua orang hanya bisa terdiam dan menontonnya saja. Tidak ada yang berani mencampuri urusan mereka. Dengan adanya kitab Iblis yang tersimpan di dalam kantong spiritual milik Luo Xuan Ying, hal ini membuat semua orang menduga bahwa Luo Xuan Ying sudah melakukan cara curang untuk memenangkan konferensi.


Di saat seluruh murid Sekte Teratai Emas sudah meninggalkan Luo Xuan Ying sendirian di sana, ia tampak kesal sekaligus merasa terhina dengan semua ucapan yang dikatakan oleh Luo Guanshu. Melihatnya membuat Liu Zhang Chen langsung bertanya, ”... Kau baik-baik saja, Xuan Ying?”


Mendengar hal itu, Luo Xuan Ying tertawa kecil dan menunjukkan senyum seringainya pada Liu Zhang Chen. ”... Menurutmu bagaimana? Apakah aku terlihat baik-baik saja?”


Liu Zhang Chen terdiam dan hanya menatapnya sementara waktu.


”Untuk apa aku hidup jika tidak ada seorangpun yang mau mempercayai ku?” ucap Luo Xuan Ying dengan suara pelan.


”Tidak benar!” celetuk Liu Zhang Chen. ”... Kau bilang tidak ada seorangpun. Tapi, aku masih mempercayaimu. Aku percaya kau tidak mungkin mempelajarinya.”


”Kenapa seperti itu? Apakah kau mencoba menjadi pahlawan agar kau mendapatkan banyak perhatian?!” bentak Luo Xuan Ying.


”Tidak! Aku tidak mungkin berniat seperti itu!” celetuk Liu Zhang Chen dengan suara keras.


”Lalu kenapa?!” teriak Luo Xuan Ying sambil menatapnya dengan ekspresi marah. ”Sebaiknya tinggalkan aku sendiri. Kau tidak perlu menjadi pahlawan untukku! Aku sangat membenci orang yang selalu membohongi dirinya sendiri!”


Namun, saat ia sedang mencoba untuk berdiri. Lei Yun menahan tangan kanannya dan berkata, ”Kemana Ibu akan pergi? Bawa aku bersama ibu.”


Luo Xuan Ying semakin bertambah marah. Ia pun mendorong keras Lei Yun ke belakang dan berhasil ditangkap dengan baik oleh Liu Zhang Chen di belakangnya.


”Xuan Ying! Kau tidak perlu melakukan ini padanya!” bentak Liu Zhang Chen setelah ia menahan tubuh Lei Yun yang akan terjatuh ke belakang.

__ADS_1


Luo Xuan Ying tersenyum seringai dan berkata, ”Baguslah! Semua orang membenciku termasuk kau sendiri. Sekarang aku bisa pergi.” ucapnya yang kemudian menghilang dari tempatnya berdiri.


Liu Zhang Chen menatap cemas karena masalah yang dialami oleh Luo Xuan Ying bukanlah masalah biasa. Kali ini, ia menjadi orang yang paling dibenci oleh semua para Kultivator bahkan Ayahnya sendiri. Namun, ia sama sekali tidak sadar kalau ada seseorang yang selalu berdiri di belakangnya.


__ADS_2