Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 33 - Kota Lianfei


__ADS_3

Kota Lianfei saat ini cukup tenang tenang saja. Tidak ada keributan di sini dan tidak ada satupun kejahatan di antara mereka. Kebanyakan dari penduduk sini bekerja sebagai pemilik penginapan dan kedai makanan. Wajar saja di sini begitu banyak pesaing yang mungkin akan menjatuhkan salah satu dari mereka.


”Guru besar! Kita akan pergi kemana? Apakah Guru sudah menemukan tujuan?” tanya Xiao Qing Xuan saat dirinya berjalan tepat di sebelah Liu Zhang Chen di tengah-tengah kota Lianfei yang sedang ramai.


Liu Zhang Chen melirik ke arah Xiao Qing Xuan dan kembali menatap ke depan sebelum ia berkata, ”Berkelana selama dua tahun. Aku sudah memutuskan akan mengajarimu belajar di luar.”


”Berkelana? Apakah itu artinya aku akan tidur di hutan dan dipaksa bekerja sebagai kuli panggul agar mendapat uang untuk makan sehari-hari?” batin Xiao Qing Xuan yang menduga sesuatu yang belum tentu terjadi.


”Selama dua tahun itu, apakah Guru mempunyai uang cukup untuk menyewa penginapan?” tanya Xiao Qing Xuan dengan wajah yang tampak meragukannya.


”Kau sedang memalak gurumu sendiri?” celetuk Liu Zhang Chen yang berhasil membuat Xiao Qing Xuan membungkam mulutnya. ”... Aku bahkan tidak membawa uang sama sekali.”


Xiao Qing Xuan terdiam, menatapnya tanpa ekspresi. ”Lalu, bagaimana Guru bisa melangsungkan kehidupan di luar?” tanyanya dengan suara yang terdengar putus asa ketika berbicara dengannya.


”Tentu saja dengan bekerja. Kau pikir sangat mudah bagi seseorang untuk mendapatkan uang?” jawab Liu Zhang Chen yang semakin memojokkan Xiao Qing Xuan sehingga dirinya hanya bisa terdiam, menatapnya dengan heran.


”Karena pembicaraan tadi, kita pergi terlalu siang dan sekarang sudah terlalu sore. Kota Lianfei sangat luas dan kita baru sampai di tengah-tengah kota. Jauh di depan sana, terdapat sebuah hutan yang dipenuhi danau dan ikan yang bisa di makan. Karena itu, kita akan menginap semalam di sini.” ucap Liu Zhang Chen kembali sambil berjalan menuju sebuah penginapan dan meninggalkan Xiao Qing Xuan di sana.


”Guru bilang kau tidak membawa uang? Bagaimana Guru bisa menyewa kamar jika tidak memiliki uang?” tanya Xiao Qing Xuan sambil berjalan menghampirinya.


Liu Zhang Chen berdiri di hadapan Xiao Qing Xuan. Setelah itu, ia meraba pakaian Xiao Qing Xuan dan mengeluarkan sebuah kantong penyimpan yang tersimpan di balik pakaiannya.


”Aku akan menggunakan benda ini.” ucap Liu Zhang Chen setelah ia mendapatkan kantong penyimpan milik Xiao Qing Xuan yang di dalamnya juga terdapat sejumlah uang sangat sedikit.


”Kenapa Guru menggunakan uang tabunganku untuk menyewa kamar?!” celetuk Xiao Qing Xuan saat mencoba mengambil kembali kantong penyimpan yang telah berada di tangan Liu Zhang Chen. Akan tetapi, ia tidak bisa meraihnya karena Liu Zhang Chen sengaja mengangkatnya tinggi-tinggi.

__ADS_1


”Seorang Guru bisa melakukan apa saja asalkan perbuatannya tidak melanggar aturan.” ucap Liu Zhang Chen tanpa memikirkannya terlebih dahulu dan kemudian pergi menuju penginapan yang ada di sebelahnya.


”Tapi, Guru tidak bisa menggunakan uangku!” ucap Xiao Qing Xuan dengan terburu-buru sambil berlari menyusul Liu Zhang Chen yang telah memasuki penginapan tersebut.


Pada akhirnya, Liu Zhang Chen berhasil menggunakan seluruh uang milik Xiao Qing Xuan hanya untuk menyewa kamar dalam satu malam apalagi, uang tersebut hanya bisa digunakan untuk menyewa satu kamar saja.


”Menyebalkan! Mengapa aku harus ikut dengannya jika pada akhirnya dia membuatku sengsara seperti ini?” batin Xiao Qing Xuan saat dirinya berada di atas sebuah dipan saat Liu Zhang Chen sedang mandi.


”Sudah satu jam aku menunggunya selesai mandi. Sebenarnya apa yang dilakukannya di sana? Aku bahkan hanya memerlukan waktu lima menit untuk mandi dan tidak peduli apakah bersih atau tidak.” gumam Xiao Qing Xuan yang mulai kesal karena terus menunggu di tempat yang sama.


”Hei~ kau tidak ingin mengambil kesempatan ini?” ucap sebuah suara yang datang dari telinga kirinya.


Saat menoleh ke arah suara tersebut, ekspresinya terlihat terkejut dan tidak senang melihat kedatangan sesosok arwah yang baru saja muncul di sebelahnya.


Sudah jelas kalau satu-satunya arwah yang selalu menghantuinya, hanyalah Luo Xuan Ying dengan wajah yang menyebalkan yang bahkan tidak ingin dilihat oleh Liu Zhang Chen.


”Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Xiao Qing Xuan sambil menatapnya dengan setengah-setengah.


”Mengikutimu sepanjang waktu.” celetuk Luo Xuan Ying yang membuat Xiao Qing Xuan terpaksa mengabaikannya.


Luo Xuan Ying melirik kembali ke arah Xiao Qing Xuan yang masih terduduk di sebelahnya. ”Zhang Chen sedang mandi, mengapa kau tidak mengambil kesempatan itu?”


Xiao Qing Xuan tertegun dan perhatiannya langsung mengarah padanya, ”Apa maksudnya?” ucapnya dengan ekspresi terkejut setelah melihat wajah Luo Xuan Ying yang tampaknya sedang merencanakan sesuatu.


”Maksudku, melihat otot-otot perut miliknya dan rambut hitamnya yang basah. Apakah kau tidak ingin melihat pemandangan itu?” ucapnya sambil membisikkannya di telinga Xiao Qing Xuan.

__ADS_1


”Yang benar saja! Mana mungkin aku tertarik untuk melihatnya! Lagipula, apa yang Guru besar miliki, aku juga memilikinya.” ketus Xiao Qing Xuan sambil melipat tangannya.


”Kau juga memilikinya? Memangnya, apa yang membuatmu sama dengan Zhang Chen? Apa yang kau miliki?” tanya Luo Xuan Ying dengan wajah yang seolah-olah tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Xiao Qing Xuan padanya.


”......” mengabaikannya.


Sementara ini, di tempat Liu Zhang Chen berada saat dirinya sedang berendam di dalam sebuah bak kayu yang ada di penginapan tersebut. Ia terlihat sedang tertidur di dalam sana. Pipi kanannya berpangku pada telapak tangannya sendiri sehingga wajahnya terlihat sangat jelas.


Saat ia tertidur, ia seolah-olah sedang bermimpi tentang kejadian yang terjadi 16 tahun lalu.


Tepat di atas sebuah jurang pemakaman hantu, seorang pemuda telah dikepung oleh puluhan Kultivator aliran hitam dan putih. Pemuda itu tampak lelah dengan luka yang ada di seluruh tubuhnya dan bertopang pada sebuah pedang yang menancap di atas tanah.


Pakaian hitam miliknya dan setengah dari wajahnya telah berlumuran darah dari para Kultivator yang dibunuh olehnya. Untuk saat ini, pemuda itu sedang terpojok dan tidak ada seorangpun yang berada di pihaknya.


Semua orang yang ada di sana adalah musuh terbesarnya.


Setelah terpojok dengan luka yang ada di seluruh tubuhnya, seorang laki-laki berpakaian putih dengan corak naga emas dan membawa sebuah cambuk ekor kuda, datang menghampirinya dengan senyum seringai yang ditunjukkan padanya. Laki-laki ini seolah berencana untuk mengakhiri semua ini dan tidak ingin membuat keributan di saat semua orang sedang tertidur.


Laki-laki dengan cambuk ekor kudanya, memiliki sebuah plat yang menggantung pada sabuk pakaiannya dan setelah membacanya, orang ini berasal dari keluarga Jin.


Setelah kemunculannya, pemuda ini mendapatkan sebuah pedang yang menancap tepat di jantungnya hingga membuat darahnya tidak berhenti mengalir. Tepat setelah itu, di saat-saat terakhirnya. Ia di dorong paksa dan di jatuhkan ke dalam jurang yang telah menjadi sebuah lembah pemakaman hantu.


”HAHH!”


Dalam keadaan terkejut, Liu Zhang Chen langsung terbangun dari tidurnya dan memandangi sekitar. Ia baru saja menyadari bahwa saat ini dirinya masih berada di tempat pemandian dan sudah berlangsung selama satu jam.

__ADS_1


”Apakah itu hanya mimpi saja?” batin Liu Zhang Chen sambil mengusap-usap kepalanya. ”... Bertahun-tahun setelah kematiannya, dia memiliki seseorang yang wajahnya hampir sama dengannya. Jiwanya sangat marah dan merasa dendam terhadap orang-orang yang telah membunuhnya. Aku harus segera menenangkannya agar ia tidak lagi menghantuiku.”


__ADS_2