Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 53 - Niatan Seorang Anak Muda


__ADS_3

Wilayah Lin Zhong, Kota Xin Meng adalah tempat beradanya Sekte Teratai Emas dan kediaman besar keluarga Luo. Saat ini, keduanya telah berjalan semalaman dan sempat bertemu dengan hewan-hewan sihir yang berukuran sedang. Wajah kelelahan tampak di wajah Xiao Qing Xuan meskipun saat ini wajahnya sedang tertutupi oleh sebuah topi bambu.


”Guru besar Chen~ bisakah kita beristirahat di rumah makan? Guru belum memberikan ku makan sama sekali untuk hari ini.” keluh Xiao Qing Xuan dari dalam topi bambunya.


Hal itu membuat Liu Zhang Chen langsung saja menoleh ke belakang dan melihatnya sedang berjalan mengikutinya. ”Mengapa kau tidak menangkap hewan buruan saat masih di hutan?” ucapnya dengan santai.


Xiao Qing Xuan terkejut dengan ucapan Liu Zhang Chen dan langsung berkata, ”Tapi, Guru besar Chen sama sekali tidak memberikanku istirahat! Guru bahkan tidak mengizinkanku membunuh seekor kelinci di dalam hutan.” keluh Xiao Qing Xuan dengan apa yang sebelumnya Liu Zhang Chen katakan padanya.


Liu Zhang Chen berpikir bahwa apa yang dikatakan oleh Xiao Qing Xuan memang ada benarnya. Selama keduanya berada di dalam hutan, Liu Zhang Chen melarang apapun yang akan dilakukan oleh Xiao Qing Xuan. Keduanya terus berjalan tanpa henti sampai akhirnya mereka sampai di kota Xin Meng. Akan tetapi, Liu Zhang Chen seolah tidak sadar kalau ia telah mengatakan itu semua. Ia pun hanya terdiam merenung dan memikirkan hal-hal yang sudah dipikirkannya selama perjalanan.


”Haah,... Kalau begitu, kita akan mencari rumah makan di sekitar sini.” ucap Liu Zhang Chen sambil mengusap-usap kepalanya saat ia terhenti di tengah-tengah kota yang cukup ramai dan diikuti oleh Xiao Qing Xuan di belakangnya.


Mendengar hal itu, Xiao Qing Xuan mendadak bersemangat dan ia pun menunjuk pada sebuah rumah makan mewah yang dihuni oleh orang-orang kaya. ”... Bagaimana jika di sana—


Namun, belum selesai ia berbicara, tiba-tiba saja seseorang menerkamnya dari belakang dan orang itu langsung menaiki punggungnya karena perasaan senangnya. Dan karena hal itulah, topi bambu yang dipakai olehnya terjatuh ke tanah dan menampilkan wajahnya yang terlihat sangat jelas oleh penduduk kota.


”Tuan muda Xiao! Kita bertemu lagi.” ucap anak muda dengan lantang saat dirinya sedang berada di atas punggung Xiao Qing Xuan.


”Ahh! Mengganggu saja! Pergilah!” bentak Xiao Qing Xuan yang langsung membanting anak muda ke depan. Anak muda itu membentur tanah cukup keras dan kemudian ia tampak merintih kesakitan pada bagian punggungnya saat ia telah terduduk kembali.

__ADS_1


”Apakah Tuan muda Xiao sudah tidak mengenaliku lagi?” tanya anak muda sambil membenarkan posisinya.


Xiao Qing Xuan merasa cukup terkejut setelah mendengar suara ini. Ia seolah-olah pernah bertemu dengan pemilik suara ini beberapa hari yang lalu. Lalu, tidak lama setelahnya. Anak muda ini menunjukkan wajahnya secara jelas di hadapan Xiao Qing Xuan.


”K~ kau? Chang Ye?!”


Xiao Qing Xuan tampak terkejut setelah ia melihat Chang Ye sedang berdiri di hadapannya. Sifat Chang Ye memang sangat mirip dengan Jin Quanyao hanya saja, Chang Ye memiliki sifat yang lebih kekanak-kanakan dibandingkan dengan sifat dewasa yang dimiliki oleh Jin Quanyao. Terlebih lagi, Xiao Qing Xuan bertambah terkejut setelah ia tahu pakaian yang digunakan oleh Chang Ye adalah seragam dari Sekte Teratai Emas.


”Jadi, kau adalah murid dari Sekte Teratai Emas? Lalu, bagaimana bisa kau ada di desa Qun saat itu?” tanya Xiao Qing Xuan yang masih menatapnya dengan heran.


Chang Ye tertegun saat mendengarnya. Tidak lama setelahnya ia pun menjawab, ”... Tentu saja. Keberadaanku ini bisa ada dimana saja. Lalu, mengenai desa Qun. Saat itu aku hanya menjalankan tugas bersama dengan Ayahku. Dia adalah seorang petinggi di Sekte Teratai Emas dan aku sendiri adalah murid sekaligus anaknya.” jawabnya dengan santai seolah sedang membanggakan dirinya.


Xiao Qing Xuan menatapnya dengan bingung dan bertanya kembali, ”Siapa namanya?”


Xiao Qing Xuan tertegun dan menyimpulkan, ”Jadi,... Nama lengkapmu adalah He Chang Ye?”


Chang Ye tersenyum senang dan berkata kembali, ”Tuan muda ternyata tahu banyak tentangku. Bagaimana jika Tuan muda ikut denganku? Aku akan mengajak Tuan muda berkunjung ke Mubei.”


Belum sempat Xiao Qing Xuan menjawab, tiba-tiba saja Liu Zhang Chen menariknya ke belakang di saat dirinya sedang membuka mulut. ”... Abaikan pengganggu ini. Kita akan pergi sekarang juga.” ucap Liu Zhang Chen sambil menatap sinis ke arah Chang Ye yang sedang berdiri di hadapannya.

__ADS_1


”Ada apa Guru besar? Mengapa kau melarangku untuk berbicara dengannya? Dia itu orang yang sudah menyelamatkan Guru saat berada di desa Qun.” celetuk Xiao Qing Xuan saat tangan kanannya masih dipegang kuat oleh Liu Zhang Chen yang tidak memperbolehkannya berbicara dengan Chang Ye.


Mendengar hal itu, Chang Ye tersenyum canggung karena ia tidak ingin balas budi dari Liu Zhang Chen. ”... Hal itu tidak perlu diingat kembali. Tuan muda Xiao tidak perlu mengungkitnya lagi.” ucapnya dengan canggung setelah ia mendapatkan tatapan sinis dari Liu Zhang Chen. ”... Aku mengerti kalau kalian sedang terburu-buru. Karena itu, Tuan muda bisa pergi sekarang.”


Sedetik kemudian setelah Chang Ye mengakhiri kalimatnya. Liu Zhang Chen menarik paksa Xiao Qing Xuan keluar dari kota Xin Meng yang memiliki banyak rahasia di dalamnya. Ia sama sekali tidak terima jika murid pribadinya berkunjung ke tanah terkutuk seperti di Mubei. Orang-orang di sana benar-benar tidak manusiawi karena selalu bertindak kejam. Ia tahu semuanya termasuk bagaimana sikap orang-orang di Mubei ketika mereka kedatangan tamu. Mereka hanya akan membuat semua orang merasa putus asa dan tidak betah berada di wilayah mereka.


”Ada apa Guru besar Chen! Kau bilang kau mengizinkanku makan di tempat ini!” ketus Xiao Qing Xuan sambil menarik tangannya kembali.


Saat ia telah mendapatkan tangannya kembali, Liu Zhang Chen menatapnya dengan sinis seolah ia sangat membenci sifat yang baru saja ditunjukkan oleh Xiao Qing Xuan padanya. Kepalan tangannya terlihat sangat kuat dan kedua bola matanya tampak bersinar terang meskipun hari sudah siang.


”Sekali saja kau membantah ucapanku, kau harus pergi dari ku.” ucap Liu Zhang Chen dengan dingin dan ekspresinya yang mengerikan telah berhasil membuat Xiao Qing Xuan merasa merinding saat melihatnya.


”Apakah dia sangat membenci keluarga He sampai ke tulang?” batin Xiao Qing Xuan yang memikirkannya.


Lalu, setelah keduanya berjalan cukup lama. Langkah keduanya terhenti kembali setelah Liu Zhang Chen menatap seorang laki-laki yang saat ini sedang bersandar pada sebuah dinding bangunan rumah makan yang ada di depannya.


Seorang laki-laki dengan kipas lipat dan pakaian berwarna abu bercorak putih ini, menatap mereka dengan sinis dan penuh perasaan benci dalam benaknya.


Liu Zhang Chen menatapnya dengan waspada. Ia juga menguatkan pegangan tangannya agar Xiao Qing Xuan tidak pergi menjauh darinya. ”Tatapan itu,... Mirip sekali dengan penjahat-penjahat yang sering aku temui di hutan. Mungkinkah dia adalah salah satu dari mereka?” batin Liu Zhang Chen yang memikirkannya.

__ADS_1


Tidak lama setelahnya, laki-laki itupun berdiri dan berjalan menghampiri Liu Zhang Chen yang sudah berada di hadapannya. Laki-laki ini kemudian melipat kipasnya kembali dengan perhatian yang tetap tertuju pada Liu Zhang Chen.


”Tuan muda Liu. Tuan muda Xiao. Aku sudah mendengar banyak kisah tentang kalian berdua. Chang Ye menceritakan semuanya padaku termasuk kejadian yang ada di desa Qun. Aku, He Litao mengundang kalian berdua untuk makan bersama di rumah makan bulan biru.” ucap laki-laki itu dengan sopan sambil membungkuk di hadapan mereka berdua.


__ADS_2