
He Mu'an Qing menarik cambuknya kembali dan ia pun segera melangkah maju menghampiri Shangzhu Shi yang berada di depannya. Namun, saat ia menyerangnya, Shangzhu Shi tidak melakukan apapun dan hanya bergerak menghindar untuk kesekian kalinya. Shangzhu Shi mungkin akan membiarkan lawannya kehabisan tenaga setelah itu, ia akan menyerang jika sudah saatnya. Manusia yang masih hidup mungkin akan mudah kelelahan namun, arwah tanpa tubuh tidak bisa merasakan kelelahan. Akan tetapi, setelah ia melepaskan diri dari wadah tubuhnya, jiwanya akan mudah hancur jika seseorang menebasnya dengan senjata pusaka.
Shangzhu Shi mulai menyadari kalau He Mu'an Qing tidak mungkin merasakan kelelahan. Ia pun segera mengambil pedangnya dan menyerangnya dari belakang dengan gerakan cepat. Namun, hawa kemarahan He Mu'an Qing menghalau seluruh serangan yang dilakukan oleh Shangzhu Shi. Hal ini, membuat kesempatan bagi He Mu'an Qing untuk segera melawannya.
Ia pun menarik cambuknya kembali dan melepaskannya ke arah Shangzhu Shi yang berada di atasnya. Namun, saat ia melakukan serangannya, sebuah bayangan putih melesat dan langsung menangkis serangannya dengan sangat mudah.
Saat itu terjadi, He Mu'an Qing merasakan adanya tanda bahaya dan ia pun segera turun kembali setelah melakukan serangannya di atas udara. Kepulan debu terjadi saat sosok putih itu mendarat tepat di depan Shangzhu Shi seolah ia sedang melindunginya. Lalu, tidak lama setelahnya, sosok itu pun muncul dan membuat semua orang di sana merasa sangat terkejut.
”Tidak mungkin! Matanya sudah berubah menjadi merah sepenuhnya. Apakah dia menghancurkan cahayanya sendiri?!” batin He Mu'an Qing saat ia melihat sosok pemuda yang sedang berdiri di sana.
”Tepat waktu. Akhirnya kau datang juga, Zhang Chen.” ucap Shangzhu Shi yang menatap seringai pada orang-orang yang terkejut begitu ia tahu bahwa pemuda setengah Iblis ini adalah Liu Zhang Chen.
...\=\=\=\=\=\=\=\= • ✠ • \=\=\=\=\=\=\=\=...
Sementara ini, kejadian di tempat Xiao Qing Xuan berada. Setelah mendengar kematian Luo Xuan Ying, Liu Zhang Chen selalu tampak sedih dan tidak ingin berbicara dengan siapapun. Ia bahkan tidak pernah berbicara dengan pamannya maupun saudara seperguruannya sendiri. Ia selalu mengurung diri di kediamannya. Namun, terkadang ia hanya keluar malam untuk membunuh beberapa hantu liar dan hewan-hewan sihir. Setelah itu, pagi harinya ia menghabiskan sisa waktunya untuk tidur.
”Sebesar itukah kesedihannya? Apakah ini tidak terlalu berlebihan?” batin Xiao Qing Xuan saat melihat Liu Zhang Chen yang sedang tertidur di atas dipannya.
Lalu, waktu pun berubah menjadi 13 tahun kemudian. Liu Zhang Chen mendapatkan posisi sebagai Guru besar di Sekte Pedang Beracun. Namun, ia tidak pernah menilai maupun melihat kemajuan murid-murid yang ada di sana. Setiap harinya selalu sama. Tidur di siang hari dan bekerja di malam hari.
Bosan,....
Ia melalui kehidupannya dengan perasaan bosan seolah tidak ada yang menarik di dalam kehidupannya. Semua tampak monoton dan tidak berwarna. Ia tidak pernah menatap wajah seseorang secara langsung maupun melakukan kontak fisik. Semua ia lakukan sendiri tanpa bantuan orang lain.
CRAKK!
Suara cermin pecah seketika terdengar di telinganya begitu seorang anak kecil menggandeng tangannya secara langsung. Liu Zhang Chen tampak terkejut dan ia pun langsung menatap ke arah seorang anak muda yang jauh lebih pendek darinya. Anak itu tersenyum padanya dan suara cermin pecah ini semakin mengguncang ingatannya.
__ADS_1
”Ah? Apakah itu adalah aku? Bukankah dia terlihat masih berumur tujuh tahun?” batin Xiao Qing Xuan setelah ia tahu bahwa anak yang sedang menggandeng tangannya adalah dirinya sendiri.
Liu Zhang Chen tampak terkejut setelah melihatnya. Ia mencoba untuk menyentuh kepala Xiao Qing Xuan yang masih kecil namun, Xiao Lian Lei sudah menggendongnya lebih dulu dan meminta maaf pada Liu Zhang Chen karena Xiao Qing Xuan telah mengganggu harinya.
Setelah itu, Liu Zhang Chen tidak bertemu dengan Xiao Qing Xuan lagi selama bertahun-tahun karena Xiao Lian Lei sudah memperingatkan pada Xiao Qing Xuan untuk tidak bertemu lagi dengannya.
”Sekte Pedang Beracun tampaknya sedang berada di ambang kehancuran. Bagaimana bisa mereka mengangkat Liu Zhang Chen sebagai guru besar di sana? Dia itu sangat tidak mempedulikan muridnya sendiri.”
”Ya! Dia terkenal dengan sifat malasnya. Jika anakku sudah dewasa, aku tidak akan mengirimkannya ke Sekte Pedang Beracun. Bisa-bisa dia tidak mendapatkan kemajuan jika dia berguru di sana.”
”Hahaha! Kau benar! Apakah kau tahu apalagi yang lucu? Dia berubah seperti itu karena teman terdekatnya dibunuh di lembah pemakaman hantu.”
”Hahaha! Aku sungguh tidak menduganya!”
Liu Zhang Chen tampak tidak mempedulikan orang-orang desa yang sibuk membicarakannya. Ia merasa kalau apa yang dikatakan oleh mereka adalah sebuah kebenaran. Lagipula, dia tidak memiliki alasan untuk membalas semua perkataan mereka. Dia hanya diam dan terus seperti itu sampai berita menyebar kemana-mana.
Waktu pun terus berlanjut hingga tiga tahun kemudian. Liu Zhang Chen kembali bertemu dengan Xiao Qing Xuan di depan sebuah sungai yang berada di dekat kediamannya. Anak ini memberikannya sebatang bunga tabebuya berwarna merah untuknya.
”Ini untuk Guru besar Chen!” ucap Xiao Qing Xuan dengan senyum polosnya saat memberikan bunga itu pada Liu Zhang Chen.
Namun, saat ia akan menerimanya. Muncul sebuah akar yang merambat dari dalam air. Akar tersebut langsung melilit kaki kiri Xiao Qing Xuan dan menariknya ke dalam.
Saat melihat Xiao Qing Xuan tenggelam ke dasar sungai, Liu Zhang Chen tampak mencemaskannya dan ia juga tampak ragu untuk menyelamatkannya. Ia berpikir, ”Untuk apa menyelamatkannya? Kau tidak akan mendapatkan untung sama sekali dengan menyelamatkannya dari dasar sungai.”
CRAKK!!!
Suara cermin pecah kembali terdengar di telinganya. Dan saat itulah, Liu Zhang Chen segera melompat ke dasar sungai dan menarik Xiao Qing Xuan keluar dari sana sekaligus memotong akar-akar panjang yang sudah menariknya hingga ke dasar.
__ADS_1
Saat tiba dipermukaan, Liu Zhang Chen menjadi sangat bingung mengapa ia harus menyelamatkannya? Tubuhnya seolah-olah memiliki pikiran sendiri dan dorongan kuat dari seseorang yang ada di belakangnya. Ia merasa kalau ini hanya membuang-buang waktunya dan ia pun akhirnya pergi meninggalkannya.
^^^Note : mengulang kembali ch 00 - 15^^^
Lalu, keesokan paginya. Saat Xiao Qing Xuan pergi mengunjungi kediamannya setelah ia diusir oleh Liu Chang Mo karena dianggap mengganggu. Liu Zhang Chen kembali merasakan sakit di kepalanya saat ia melihat Xiao Qing Xuan yang sedang terduduk di hadapannya. Wajah Xiao Qing Xuan sangat mirip dengan wajah teman lamanya, Luo Xuan Ying yang sudah mati 16 tahun lalu. Ia pun mengusirnya karena ia tidak ingin melihat masa lalunya sendiri.
Saat ia sendiri dan masih terduduk di atas dipannya. Liu Zhang Chen berpikir, ”Memangnya siapa orang itu? Mengapa aku begitu peduli padanya? Dia bukanlah apa-apa selain debu yang mudah disingkirkan. Seharusnya aku membiarkannya tenggelam di dasar sungai—
CRAKKK!!!
Lagi-lagi pikirannya semakin kacau. Sudah sejak lama ia mengurung masa lalunya sendiri. Namun, semenjak ia melihat Xiao Qing Xuan, ingatan itu pecah dan berhamburan kemana-mana. Semuanya keluar seperti cermin yang jatuh dari ketinggian.
”Xuan Ying! Kau mencoba menghantuiku?!”
Tidak lama setelahnya, ia pun pergi meninggalkan kediamannya menuju tempat Xiao Qing Xuan berada. Saat ia sudah berada di tempatnya, ia berdiri tepat di depan sebuah pohon yang sedang diduduki oleh Xiao Qing Xuan. Namun, saat Wu Jiang Yu melompat menghampiri dahan yang sedang didudukinya, Xiao Qing Xuan terjatuh dengan mudahnya setelah ia terkejut melihat kedatangan Wu Jiang Yu di depan wajahnya.
Saat ia terjatuh, Liu Zhang Chen menyiapkan kedua tangannya dan ia pun meraih punggung Xiao Qing Xuan sebelum dia terbanting ke tanah.
”Merepotkan sekali. Mengapa aku harus menolongnya? Apakah karena wajahnya yang sangat mirip dengan Xuan Ying?”
Beberapa hari setelahnya, Xiao Qing Xuan dirasuki oleh arwah pendendam Luo Xuan Ying. Dan saat itulah, puncak dari semua ingatan Liu Zhang Chen pecah dan kembali seperti semula. Hal itu terjadi ketika dia memeluk punggung Xiao Qing Xuan yang sedang dirasuki.
”Akhirnya aku ingat semuanya. Anak ini sudah memecah seluruh ingatan yang terkurung dalam diriku. Semuanya, sudah kembali seperti semula. Xuan Ying,... Maaf sudah melupakan mu.”
Sedetik kemudian, Xiao Qing Xuan yang asli terbangun kembali di dalam sebuah ruangan yang sangat gelap dan hanya terdapat sebuah lentera kecil yang ada di sebelahnya. Setelah ia melihat semua ingatan Liu Zhang Chen yang sudah dirusak oleh Shangzhu Shi, sekarang ia malah berada di dalam sebuah ruang kosong yang gelap dan tidak memiliki apapun di dalamnya.
”Apakah ini adalah alam bawah sadarku? Mengapa gelap dan suram seperti ini?” gumamnya sambil memperhatikan.
__ADS_1
Tak lama setelahnya, ia pun berjalan tanpa arah karena yang bisa dilihatnya saat ini hanyalah cahaya lentera miliknya. Namun setelah itu, ia melihat seseorang yang sedang terbaring penuh luka di hadapannya. Kedua kaki dan tangannya diikat menggunakan rantai yang sangat kuat. Ia pun merasa penasaran dan mencoba untuk mendekatinya. Lalu, setelah melihat wajahnya, ekspresinya berubah menjadi sangat terkejut setelah ia tahu bahwa pemuda ini adalah jiwa yang asli milik Liu Zhang Chen.