
”Lagi-lagi anak itu. Dia bahkan sampai mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan jiwamu. Sangat disayangkan. Padahal usianya masih sangat muda.” ucap Shangzhu Shi yang muncul secara tiba-tiba saat Liu Zhang Chen menyandarkan tubuh Xiao Qing Xuan di bawah pohon besar yang ada di sebelah mereka.
Saat itu juga, Liu Zhang Chen berdiri tegak menghadap Shangzhu Shi dengan ekspresi marah. Ia tampak sangat kesal dan kedua bola matanya mengartikan bahwa ia akan membunuhnya saat ini juga. ”... Aku pasti akan membunuhmu!”
Mendengar hal itu, Shangzhu Shi tersenyum seringai dan berkata, ”Aku sudah tahu kalau kau akan mengatakannya. Untuk berjaga-jaga saja, aku sudah memasang banyak penghalang agar tidak ada seorangpun yang menjadi pengganggu. Dan karena anak itu sudah mati, aku tidak akan mengusirnya. Biarkan dia tenggelam dalam debu! Kau tidak bisa melakukan apapun untuk saat ini 'kan?”
Sementara ini, di kaki gunung Meiyou. Sekelompok pasukan sedang menyebar di beberapa titik. Mereka sama sekali tidak bisa menembus sebuah penghalang tak terlihat. Seluruh pasukan berhenti di wilayah yang sama namun, hingga saat ini mereka tidak juga menemukan jalan masuk menuju puncak gunung.
”Cih! Aku tidak peduli dimanapun letaknya! Cari cara agar kita bisa masuk ke puncak gunung! Aku tidak ingin kalian kembali tanpa membawa kabar apapun!” teriak He Nan Ming yang tampak kesal dan sangat marah. ”... Zhang Chen! Lihat saja apa yang akan kulakukan nanti!”
Saat ia sedang berpikir untuk mencari cara agar mereka bisa memasuki gunung Meiyou, salah satu anggota pasukan mendatanginya dan menyampaikan sebuah berita buruk padanya.
”Pemimpin! Pemimpin!” seru anggota pasukan dengan terburu-buru. ”... S~ saya memiliki berita buruk untuk Anda.” ucapnya dengan ekspresi yang tampak mencemaskan sesuatu.
He Nan Ming mulai menatapnya dengan serius dan bertanya. ”Berita buruk apa itu?”
Dengan wajah yang tampak sangat ketakutan, pasukan itu menjawab, ”... H~ hawa kekuatan spiritual milik Tuan muda Xiao, tiba-tiba saja menghilang. Salah satu dari anggota kami bahkan mengatakan bahwa ia tidak bisa merasakan keberadaan Tuan muda Xiao. Dan bisa dipastikan bahwa saat ini, Tuan muda Xiao telah,....
BUGH!!!
He Nan Ming langsung memukul wajah pemuda tersebut. Wajahnya yang tampak sangat marah itu berkata, ”... Tidak ada seorangpun yang bisa mengatakan hal itu di depanku! Qing Xuan tidak mungkin mati secepat itu! Dia pasti masih hidup!” He Nan Ming berteriak karena putus asa.
”Qing Xuan! Aku percaya kau masih hidup! Kau pasti tidak akan mati secepat itu.” batin He Nan Ming yang mulai merasa cemas.
Saat seluruh pasukan sibuk untuk mencari, tiba-tiba terdengar suara ledakan yang berasal dari suatu tempat di gunung Meiyou. Api mulai berkobar dan melahap sebagian besar dari hutan yang ada di depan mereka. Suara dentingan pedang sangat nikmat terdengar di telinga mereka. Tak lama, salah satu dari pasukan mereka menyadari sesuatu dan ia pun berkata, ”... Tuan! Di depan sana terjadi pertarungan antara Liu Zhang Chen dengan Shangzhu Shi! Sepertinya, mereka telah melakukan pertarungan sampai mati dan Liu Zhang Chen tampaknya telah mencapai batasnya!”
He Nan Ming menatap ke arah pemuda dan bertanya kembali, ”Lalu, bagaimana dengan Qing Xuan? Apakah dia baik-baik saja?”
Pemuda itu tampak cemas dan pada akhirnya ia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.
Karena kekesalannya, He Nan Ming membuka pedangnya kembali dan mengalirkan seluruh hawa kekuatannya. Setelah itu, ia pun menyerang dinding penghalang yang sudah sejak tadi menghalang jalan mereka untuk maju.
”Kalian semua bajiingan! Aku pasti akan membunuhmu!” teriak He Nan Ming sambil terus menyerang dinding penghalang yang tidak mungkin bisa dirusak oleh senjata apapun. Sedangkan, seluruh pasukan mengikuti apa yang ia lakukan. Mereka pun menyerang dinding tersebut secara bersamaan dan tidak berhenti sampai dinding itu hancur.
__ADS_1
Sementara ini, jiwa asli Xiao Qing Xuan yang telah dicabut, tengah berdiri di depan tubuhnya sendiri. Ia memandangnya dengan heran saat ia melihat tubuhnya yang telah kaku dan dingin akibat pedang yang menembus dada kirinya. Tak lama, ia pun berlutut di hadapannya dan menyentuh pundaknya. Namun, Xiao Qing Xuan tidak mampu menyentuh tubuhnya sendiri karena saat ini ia sudah menjadi hantu.
”Aku seperti mengingat sesuatu. Tubuh ini, bukanlah milikku. Sejak dulu, tubuh ini memang sudah kosong. Aku yang asli adalah seorang anak muda yang sedang menunggu di depan gedung percetakan dan mengantri untuk membeli sebuah novel terlaris. Namun, karena suatu hal, aku yang menjalani semua cerita di dalamnya. Setiap bab aku melaluinya dengan hati-hati. Aku bahkan mengubah seluruh jalan ceritanya. Aku merasa bersalah karena aku memaksa untuk tidak menjadi tokoh antagonis. Pada akhirnya, Liu Zhang Chen yang menjadi tokoh antagonisnya. Tetap saja pada akhirnya, aku mati di tangan Liu Zhang Chen seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Apakah setelah ini, aku akan kembali ke zamanku sendiri?”
^^^Note: Mengulas Chapter. 00 - prolog^^^
”Qing Xuan! Aku tahu kau marah. Tapi, bisakah aku meminjam tubuhmu selama beberapa menit saja? Aku ingin menolong seseorang yang berarti bagimu dan berakhir bersama sebagai pahlawan yang membunuh satu-satunya Iblis mengerikan. Meskipun aku terdengar naif tapi, aku sangat ingin melakukannya. Izinkan aku untuk menempati tubuhmu selama beberapa saat.” ucap Xiao Qing Xuan yang berkata pada dirinya sendiri.
...\=\=\=\=\=\=\=\= • ✠ • \=\=\=\=\=\=\=\=...
Api terus berkobar dan membuat gunung Meiyou semakin mengamuk. Saat ini, Liu Zhang Chen benar-benar terdesak oleh Shangzhu Shi yang memiliki kekuatan sepuluh kali lipat lebih kuat darinya. Ia bahkan tidak sengaja mematahkan pedangnya sendiri. Darah di sudut bibirnya tidak pernah kering karena luka yang berada di sekujur tubuhnya.
”Jika saja aku bisa lebih kuat darinya, mungkin masalahku bisa terselesaikan dengan mudah. Ini semua benar-benar salahku!” batin Liu Zhang Chen yang bertahan pada sebuah batu besar yang berada di atas tanah.
”Zhang Chen! Kau lebih lemah dari apa yang kukira. Kau tidak ada bedanya dengan anak tadi.” cibir Shangzhu Shi yang tampak tidak mendapatkan luka sedikitpun setelah bertarung dengannya.
Liu Zhang Chen tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh Shangzhu Shi. Ia tetap berfokus pada pernafasannya sendiri dan aliran spiritual yang ada dalam tubuhnya. Tak lama setelahnya, ia pun kembali menyerang dengan pedang yang hanya tinggal separuh.
Ia terus menyerang tanpa menghiraukan apakah serangannya itu berhasil mengenainya atau tidak. Tapi, yang pasti saat ini, Liu Zhang Chen tampak sangat marah karena selama ini ia sadar bahwa ia telah dimanfaatkan olehnya.
”Aku sudah berada di jarak yang tidak aman! Aku harus melakukan sesuatu!” batin Liu Zhang Chen yang memikirkannya.
”Hei! Zhang Chen! Mengapa kau tidak kembali kemari? Dalam beberapa tahun kemudian, aku pasti akan mengajarimu banyak hal dan membuatmu lebih kuat dari yang sekarang.” ucap Shangzhu Shi sambil menatap sinis ke arahnya.
Liu Zhang Chen yang tampak kesal langsung menjawab dengan keras, ”Lebih baik aku menjadi seseorang yang cacat seumur hidup daripada harus berguru darimu!”
”.....”
Shangzhu Shi tidak berekspresi saat terus menatapnya. Ia pun mengeluarkan sebuah pedang besar yang kemudian dihunuskan ke arahnya. ”Kau pikir aku membutuhkanmu? Kau pikir aku akan berlutut padamu dan memohon agar kau kembali?” ucapnya sambil berjalan mendekatinya. ”... Huh! Apakah selama ini kau hidup di dalam mimpimu saja?!”
Shangzhu Shi langsung bergerak cepat menghampirinya dengan pedang yang bersiap untuk mengoyak seluruh dagingnya. Saat ia berencana untuk menahan serangannya dengan sebilah pedang yang patah, tiba-tiba saja sesosok bayangan hitam muncul dan bayangan tersebut langsung berdiri di belakang Shangzhu Shi sambil menaruh sebuah kertas mantra di belakang punggungnya.
”Cih! A~ aku tidak bisa bergerak!” batin Shangzhu Shi yang tidak menyadari akan datangnya serangan yang berasal dari belakang.
__ADS_1
”Kau tidak tahu bahwa sejak usiaku sepuluh tahun, aku sudah ditakdirkan untuk menjadi praktisi Iblis yang lebih kuat darimu?” ucap seorang pemuda yang sebelumnya telah menaruh mantra penahan di punggung Shangzhu Shi. ”... Muridmu, He Mu'an Qing menurunkan kekuatannya padaku dan seorang jenius berbakat juga melakukan hal yang sama. Memangnya kau pikir, aku akan berakhir begitu saja?”
Liu Zhang Chen tampak terkejut setelah mendengarnya. Ia pun mulai menduga bahwa pemilik suara ini adalah Xiao Qing Xuan yang seharusnya sudah mati!
”Apa yang sebenarnya terjadi saat ini?!”
”Hei! Kau dan aku seperti Yin dan Yang, bukan begitu? Jika kau adalah Iblis putih maka, akulah yang menjadi Iblis hitam!” ketus Xiao Qing Xuan sambil menendang tubuh Shangzhu Shi yang tidak bisa bergerak ke dalam kawah gunung yang masih aktif.
Setelah itu, Shangzhu Shi akhirnya jatuh ke dalam kawah tersebut dan tubuhnya meleleh, dibakar oleh panasnya api yang membara di dalamnya.
Saat ia melihat Xiao Qing Xuan tengah berdiri di depannya, Liu Zhang Chen menatapnya dengan cemas dan mencoba untuk berjalan menghampirinya. Xiao Qing Xuan yang ada di depannya sama sekali tidak mirip dengan Xiao Qing Xuan yang biasanya. Tidak sembarang mantra bisa digunakan untuk melumpuhkan seluruh anggota gerak iblis seperti Shangzhu Shi. Ia merasa penasaran bagaimana Xiao Qing Xuan bisa menguasai seluruh mantra tersebut dalam waktu yang sangat singkat.
”Qing Xuan? Kaulah itu?” tanya Liu Zhang Chen yang tampak tidak percaya.
Tak lama setelahnya, Xiao Qing Xuan menjawab, ”Ya. Ini aku.” ucapnya dengan suara pelan.
”Bagaimana kau bisa menguasai mantra pengunci Iblis begitu cepat?”
Xiao Qing Xuan mengalihkan perhatiannya dan menjawab, ”Kau tidak perlu tahu bagaimana aku bisa melakukannya.” ucapnya sambil berjalan menuju kawah gunung yang sedang menunggunya untuk turun. ”Aku ingin mengakhirinya segera.”
Mendengar jawaban ini, Liu Zhang Chen tampak sangat terkejut. Ia pun langsung berlari menghampiri Xiao Qing Xuan dan berkata, ”Jangan mengakhirinya begitu saja! Kau baru saja hidup kembali. Mengapa kau dengan mudahnya mengatakan semua itu?”
Xiao Qing Xuan memandangi langit yang mulai fajar. Tak lama setelahnya, ia pun menjawab, ”Karena aku putus asa. Tidak ada lagi yang menerima keberadaanku.”
”Tidak! Qing Xuan! Jangan mengatakan hal itu! Ayo kita pulang. Semua akan baik-baik saja ketika kau sampai di rumah.”
Xiao Qing Xuan tertawa kecil dan menjawab, ”Tidak. Aku tidak lagi memiliki rumah. Aku tidak merasakan adanya kehangatan di dalamnya. Karena itu, aku memilih untuk mengakhirinya saja. Lagipula, aku datang kemari hanya untuk menolongmu saja dan bukan untuk kembali ke rumah. Karena itu, selamat tinggal.” ucapnya sambil menjatuhkan dirinya dari atas bibir kawah gunung.
Saat Liu Zhang Chen mencoba untuk menahan tangannya dan membawanya kembali ke atas, ia malah kehilangannya ketika ia sampai di bibir kawah.
Tanpa memikirkan apapun, Liu Zhang Chen segera melompat turun dan menyusul Xiao Qing Xuan yang sudah jatuh lebih dulu darinya.
Lalu, setelah ia berada di dekatnya, Liu Zhang Chen langsung memeluk tubuh Xiao Qing Xuan yang penuh luka sambil berkata, ”Teruslah hidup atau kau hidup bersamaku!”
__ADS_1
Setelah itu, Xiao Qing Xuan tidak merasakan apapun lagi dalam tubuhnya. Rasa sakit dan kecewa yang pernah dialaminya, semuanya telah menghilang tanpa jejak.