Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 50 - Leluhur Petir


__ADS_3

Pertarungan akhirnya selesai dengan terbunuhnya Bai Wen. Selanjutnya, Rong Yan dan Rong Wei akhirnya bisa tenang kembali dan mengizinkan mereka untuk mengkremasikan mayat mereka berdua.


Saat api mulai dinyalakan, mereka juga mengkremasikan mayat Bai Wen bersama keduanya. Kini, desa Qun telah menjadi seperti semula dan kabut mayat yang menghalangi pandangan mereka dengan perlahan menghilang.


”Ya. Masalah desa Qun sudah selesai dan aku juga harus pergi.” ucap Luo Xuan Ying saat ia mulai merasa kabut mayat yang ada di sekitarnya mulai menghilang secara perlahan.


Liu Zhang Chen menatapnya dengan ekspresi cemas. Ia berpikir, mungkin inilah akhirnya. Dia tidak akan bisa bertemu dengannya lagi dan mungkin ia tidak akan bisa melihatnya lagi untuk selamanya. Jika bukan karena masalah di desa Qun, mungkin mereka berdua tidak akan bertemu secara langsung seperti ini. Dan bagaimanapun juga, saat ini Luo Xuan Ying tidak akan pernah bisa kembali padanya.


”Kau akan pergi kemana?” tanya Liu Zhang Chen yang masih menatapnya dengan cemas.


”Menemui Ibuku. Aku sudah bertemu dengannya beberapa Minggu yang lalu dan ternyata, dia memang sudah mati saat usiaku lima tahun.” jawab Luo Xuan Ying dengan wajah yang terus menunduk.


Liu Zhang Chen tampak terkejut dan ia hanya bisa menundukkan kepalanya dengan sedih. Yu Zhaoyi adalah orang yang paling dicari-cari oleh Luo Xuan Ying sejak ia masih hidup. Lalu, pada akhirnya ia bisa bertemu dengannya kembali meskipun ia harus merasakan kematian terlebih dahulu.


”Jaga dirimu baik-baik.” gumam Liu Zhang Chen dengan suara pelan namun, suaranya mampu terdengar jelas di telinga Luo Xuan Ying yang sedang berdiri di hadapannya.


Luo Xuan Ying memukul pelan dada Liu Zhang Chen. ”... Itu bukanlah kata-kata yang ingin aku dengar. Seharusnya aku yang mengatakan hal itu padamu. Mungkin, saat ini aku akan tetap berada di sini sampai Zhang Chen menemukan mayatku. Setelah itu, aku mungkin akan pergi dan meninggalkanmu terlebih lagi, aku tidak akan mengganggumu ataupun merasuki muridmu itu. Jadi, Zhang Chen bisa mendapatkan kedamaiannya kembali.” ucap Luo Xuan Ying yang diakhiri dengan tawa kekanak-kanakannya seolah ia menganggap hal ini adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh Liu Zhang Chen.


Liu Zhang Chen terdiam dan tidak berekspresi. Kedua tangannya mengepal kuat seolah ia sedang membendung sebuah kesedihan dalam benaknya dan menahan sakit pada tenggorokannya. Bersamaan dengan hal itu, hujan turun dengan deras sehingga membuat kabut mayat menghilang dengan sangat cepat.


Begitu ia tahu bahwa kabut yang ada di sekitarnya mulai menghilang, Liu Zhang Chen sangat terkejut dan langsung mengangkat kepalanya kembali. Di saat ia mengangkat kepalanya, ia menjadi sangat sedih ketika ia tidak lagi melihat Luo Xuan Ying yang sedang berdiri di hadapannya padahal, ia sama sekali belum mengatakan selamat tinggal untuknya.


Liu Zhang Chen menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memeriksa keberadaan kabut mayat yang ada di sekitarnya. Akan tetapi, kabut itu benar-benar sudah hilang dan tidak ada setetes pun yang tersisa. Ia menghela nafasnya dan memejamkan matanya selama beberapa saat sebelum akhirnya, seseorang menarik pakaiannya dari bawah.


”Guru besar Chen! Kita harus pergi sekarang. Kak Ruo dan yang lainnya sudah pergi lebih dulu.” ucap Xiao Qing Xuan yang telah menarik pakaian Liu Zhang Chen dari bawah.


Liu Zhang Chen menatapnya dengan terkejut seolah ia sangat tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya saat ini. Wajahnya sangat mirip dengan Luo Xuan Ying akan tetapi, bola matanya memiliki warna yang hampir sama dengan laut biru yang jernih.

__ADS_1


Liu Zhang Chen memandanginya dengan senyum sedih sambil mengelus kepalanya selama beberapa saat. ”Tentu saja. Kita akan pergi sekarang.” ucap Liu Zhang Chen dengan nafas yang terdengar sengal sebelum akhirnya, ia memakaikan kembali sebuah topi bambu di atas kepala Xiao Qing Xuan. Setelah itu, ia pun pergi tanpa mengajak Xiao Qing Xuan untuk berjalan di sebelahnya.


Xiao Qing Xuan hanya bisa menatapnya dengan bingung setelah semua kejadian ini terjadi padanya. Sifat Liu Zhang Chen saat ini sedikit berbeda dari biasanya. Ia berpikir bahwa Liu Zhang Chen mungkin akan menendangnya setelah ia menarik pakaiannya. Akan tetapi, tidak biasanya ia tersenyum pahit dan mengelus kepalanya dengan lembut.


”Hmm,... Mungkinkah kristal hewan sihir yang aku berikan padanya memiliki efek samping?” batin Xiao Qing Xuan yang memikirkannya.


”Qing Xuan!” seru seorang wanita berambut perak yang ada di belakangnya.


Xiao Qing Xuan melihat ke belakang dan ia pun sedikit terkejut melihat Lei Yun bersama dengan beberapa pasukan yang sedang berdiri di belakangnya. Ini adalah pertama kalinya ia bertemu dengan leluhur petir yang tinggal di istana langit.


”Ada apa leluhur petir?” tanya Xiao Qing Xuan setelah ia menghadap sepenuhnya ke arah Lei Yun.


Lei Yun yang masih tidak berekspresi, berjalan menghampirinya tanpa mengalihkan perhatiannya sedikitpun. Lalu, setelah ia berada di hadapannya. Lei Yun meletakkan telapak tangannya di atas pundak Xiao Qing Xuan dan ia pun berkata, ”... Jagalah kakak Chen dengan baik.”


Xiao Qing Xuan terkejut dan ia tidak bisa berkata-kata selama beberapa saat.


Xiao Qing Xuan sedikit tertawa saat ingin menjawabnya, ”... Aku pasti akan menjaganya dengan baik.” ucapnya dengan terpaksa karena ia tidak ingin tersambar petir yang bisa dikendalikan oleh Lei Yun dengan mudahnya.


Setelah itu, ia pun segera pergi meninggalkannya dan menyusul Liu Zhang Chen yang sudah berada jauh di depannya. Bagaimanapun juga, ia sangat tidak ingin berbicara dengan Lei Yun yang sangat sensitif dan emosinya bisa membuat seseorang meregang nyawa. Tapi, melihatnya saat ini mungkin Lei Yun sudah memperbaiki dirinya dan tidak lagi bersikap seperti anak kecil.


...∴ ════ ∴ ❈ ∴ ════ ∴...


24 Tahun lalu, Wilayah Lin Zhong Sekte Teratai Emas.


”Patriark Sekte! Atap rumah Tuan muda hancur!”


”Kumpulan petir telah menyambar kediaman Tuan muda dan banjir besar terjadi di sana!”

__ADS_1


Para murid-murid di sana tampak panik dan seluruhnya melaporkan hal ini pada Luo Guanshu yang masih menempati posisi sebagai Patriark Sekte. Beberapa hari yang lalu, putranya Luo Xuan Ying kembali dengan membawa seorang bayi yang tidak jelas darimana asalnya. Ia hampir saja berpikir bahwa anaknya yang masih kecil ini telah menghamili seorang anak perempuan. Akan tetapi, setelah Liu Zhang Chen menjelaskannya secara rinci, Luo Guanshu semakin percaya bahwa bayi yang dibawa Luo Xuan Ying adalah anak haram.


”Ying'er! Apa yang kau lakukan?! Kau membuat keributan dimana-mana!” teriak Luo Guanshu saat ia telah mendobrak pintu kediaman Luo Xuan Ying yang telah menjadi porak poranda karena tersambar petir selama beberapa kali dan diguyur hujan yang sangat deras.


”A~ ayah. Jangan berisik! Kau akan membuatnya bangun!” ucap Luo Xuan Ying dengan pelan saat dirinya sedang merangkak di depan pintunya sendiri.


Luo Guanshu tampak terkejut setelah ia melihat keberadaan Luo Xuan Ying yang sedang merangkak di depan kakinya. Wajahnya tampak kotor dengan pakaian dan rambut yang basah karena hujan. Terdapat beberapa luka yang terbentuk di wajahnya dan juga pada punggung tangannya. Ia pun merasa cemas dan berlutut di hadapannya untuk memastikan bahwa putranya saat ini baik-baik saja.


”Sudah aku katakan kau itu tidak pandai merawat anak!” ketus Luo Guanshu dengan kesal saat dirinya memperhatikan keadaan Luo Xuan Ying saat ini.


Luo Xuan Ying tertegun dan menatapnya dengan bingung. Ia pun segera berdiri kembali dan berkata dengan keras, ”... Sudah ku katakan aku bisa menjaga bayi telanjang ku sendiri! Lagipula, dia sama saja dengan bayi kebanyakan. Memangnya, apa bedanya dengan yang lain?"


Sedetik kemudian, Luo Guanshu langsung menutup mulut Luo Xuan Ying yang sedang bersuara keras. Dan tidak lama setelahnya, Lei Yun yang sedang tertidur di atas sebuah kursi mendadak terbangun dan memperhatikan mereka berdua yang sedang berdiri di sana.


Ia menatap mereka dengan bola mata yang tampak berkaca-kaca karena ingin menangis. Lalu, di atas atap rumah yang berlubang, muncul beberapa petir yang siap menyambar keduanya dan awan hitam yang akan menghujani mereka.


”Bukankah kau sendiri yang bilang untuk tidak berbicara keras?!” bisik Luo Guanshu pada Luo Xuan Ying di saat ia melihat ke arah Lei Yun.


Luo Xuan Ying tidak menjawab dan menatapnya dengan bingung.


Tidak lama setelahnya, Lei Yun berteriak, ”... Aku ingin Ayah!”


Lantas, teriakannya itu membuat hujan kembali mengguyur mereka dan petir kembali menyambar bahkan Luo Guanshu juga ikut tersambar petir yang dikendalikan oleh Lei Yun. Para murid di belakang mereka juga terkena imbasnya dengan hujan deras yang membasahi pakaian mereka bahkan membuat penglihatan mereka menjadi buram.


Saat petir masih menyambarnya, Luo Guanshu berteriak, ”Kirimkan surat untuk Sekte Pedang Beracun sekarang!”


”Baik!”

__ADS_1


__ADS_2