
Xiao Qing Xuan tersadar kembali di sebuah tempat yang memiliki aroma lembut. Ia pun membuka mata dan terlihat bunga Azalea yang sedang bermekaran di depan wajahnya. Ia pun langsung terduduk dan memandangi sekitar.
Ia seperti berada di sebuah pulau kecil yang hanya ditumbuhi oleh bunga Azalea. Sedangkan di sekitarnya hanya ada lautan yang sangat luas tanpa ujung. ”Tempat apa ini? Mengapa aku selalu saja di bawa ke tempat-tempat aneh? Bagaimana aku bisa keluar dari tempat ini?” gumam Xiao Qing Xuan yang menatap heran sekitarnya.
”Xuan'er! Akhirnya kau bangun!” ucap seorang wanita yang berjalan menghampirinya dari belakang.
Ia pun segera menoleh ke belakang dan melihat seorang wanita dengan hanfu hitam bergaris merah. ”I~ Ibu? Mengapa Ibu membawaku kemari?” tanya Xiao Qing Xuan yang tampak terkejut setelah tahu bahwa wanita ini adalah He Mu'an Qing.
He Mu'an Qing duduk di sebelah Xiao Qing Xuan dan memandangi langit yang tampak biru. ”... Sebenarnya bukan apa-apa. Aku hanya ingin meminta maaf dan berpamitan denganmu.” ucapnya dengan wajah yang tampak bersalah.
Xiao Qing Xuan menatap bingung dan bertanya kembali, ”Meminta maaf? Untuk apa?”
He Mu'an Qing mengelus kepala belakang Xiao Qing Xuan dan berkata, ”Maaf karena aku telah membuatmu terluka. Seharusnya aku tidak terburu-buru untuk melawannya. Sekarang ini, Zhang Chen berada di luar kendali dan aku takut Xuan'er akan terluka jika bertemu dengannya. Karena itu, aku merasuki tubuhmu dan melakukan sedikit pertarungan dengan Shangzhu Shi. Tapi, semua yang aku lakukan adalah kesalahan. Karena aku, kau terluka dan mendapatkan kutukan yang semakin menyiksamu. Maaf, ya.” ucapnya sambil menunjukkan senyumnya pada Xiao Qing Xuan.
Xiao Qing Xuan berpikir sebelum berkata, ”Tidak. Itu bukan salah Ibu. Kau hanya mencoba untuk melindungiku. Aku bukan seseorang yang begitu mempedulikan hasilnya. Aku hanya melihat seseorang dari niatnya saja. Terima kasih karena sudah mencoba melindungiku.” ucapnya dengan diakhiri dengan senyum kekanak-kanakannya.
Melihat hal itu, He Mu'an Qing menjadi sangat sedih bahkan sampai menangis. Ia mengusap air matanya yang mengalir dan memeluk Xiao Qing Xuan secara tiba-tiba. ”... Maaf aku tidak bisa menemanimu saat kau masih kecil. Aku selalu ingin melihatmu tumbuh dan menjadi orang dewasa. Jika saja aku lebih berhati-hati, mungkin aku tidak akan meninggalkanmu secepat ini.” ucapnya di tengah-tengah Isak tangisnya.
Saat ia ingin menyentuh rambut dan punggung He Mu'an Qing, tiba-tiba saja muncul ratusan cahaya dari dalam tubuhnya dan hal itu membuat wujudnya semakin memudar.
”Apakah waktu bicara sudah selesai? Cepat sekali.” batin Xiao Qing Xuan yang merasa terkejut setelah memandangi dirinya sendiri.
He Mu'an Qing melepaskan pelukannya dan mengusap bawah matanya yang berair. ”Sudah saatnya kau pergi. Setelah ini, aku tidak akan bertemu denganmu lagi.”
Mendengar ucapan ini, Xiao Qing Xuan menjadi sangat terkejut dan bertanya kembali, ”Apa maksudnya? Aku tidak akan bertemu lagi dengan Ibu?”
Dan baru saja ia bertanya, tiba-tiba langit di sekitarnya menjadi hitam dengan angin kencang yang menerbangkan ratusan kelopak bunga Azalea yang tumbuh di sekitarnya.
__ADS_1
Melihat hal itu, Xiao Qing Xuan menjadi sangat terkejut dan memperhatikan sekitar yang tampak hancur. ”Apa maksudnya? Kenapa tiba-tiba menjadi seperti ini?”
He Mu'an Qing berdiri kembali dan pandangannya memperhatikan sekitar. ”Aku sudah memutuskannya. Jiwaku akan bereinkarnasi kembali. Mungkin akan memakan waktu yang sangat lama. Tapi, aku akan menunggu. Karena itu, aku tidak akan bertemu denganmu lagi.” ucapnya sambil menunjukkan wajahnya kembali.
Xiao Qing Xuan merasa tidak menerimanya dan langsung berkata, ”Tapi,... Ibu tidak perlu melakukannya! Jika ibu ingin, aku bisa mengakhiri hidupku dan terus menemanimu di sini.”
He Mu'an Qing menjentikkan jarinya pada dahi Xiao Qing Xuan dan berkata, ”... Tidak ada orang tua yang ingin anaknya mati begitu saja. Lagipula aku sudah memutuskannya dan semua ini sudah terlambat. Jika aku terlahir kembali dan memiliki seorang anak yang mirip sekali denganmu, aku pasti akan menjaganya dengan baik.” ucapnya yang kemudian mengecup kening Xiao Qing Xuan. ”Setelah kau kembali, ingatan mu tentangku akan menghilang tapi, kau akan tetap menjadi dirimu sendiri.” Setelah itu, ia pun menghilang dan Xiao Qing Xuan kembali ke dalam tubuh aslinya.
Saat ia telah kembali ke tubuh aslinya, Xiao Qing Xuan merasa sedikit heran dengan dirinya sendiri. Seperti ada sebuah kekuatan besar yang masuk ke dalam tubuhnya dan basis Kultivasinya meningkat jauh lebih pesat.
Xiao Qing Xuan langsung terduduk dan memperhatikan dirinya. ”Tidak mungkin! A~ aku berada di tingkat level satu alam bulan?!” ucapnya dengan tidak percaya. Tak lama setelahnya, ia pun sadar bahwa sekarang sudah pagi dan kejadian di aula utama sudah berlalu. ”... Aku seperti melupakan sesuatu. Karena kutukan yang disebabkan pertarungan kemarin, orang itu memasukkan tangannya yang terluka ke dalam mulutku dan membuatku tidak sengaja menelan darahnya. Tapi, saat itu aku sedang tidak sadarkan diri. Bagaimana dia menyelesaikannya? Atau mungkinkah,....”
...\=\=\=\=\=\=\=\= • ✠ • \=\=\=\=\=\=\=\=...
Di sebuah kamar yang cukup besar di dalamnya hanya memiliki sepasang meja dan kursi yang sedang diduduki oleh seseorang. Saat ini, He Nan Ming sedang memandangi giok Fenghuang yang baru saja dititipkan oleh Luo Qinyun untuk diberikan kepada Xiao Qing Xuan.
Tak lama setelahnya, seorang pelayan laki-laki mendatanginya dan berkata, ”Tuan! Tuan muda Xiao ingin bertemu dengan—
BRAKKK!!!
”Kau apakan aku semalam?!” teriak Xiao Qing Xuan yang langsung membanting pintunya dan menunjuk ke arah He Nan Ming dengan wajah penuh curiga.
He Nan Ming tertawa dan menjawab, ”Aku hanya melakukan ini dan itu. Memangnya kenapa? Lagipula, kau memiliki gigitan yang sangat kuat.” jawabnya sambil menunjukkan luka gigitan besar yang ada di punggung tangannya.
”Hah? Aku benar-benar sudah menggigitnya?!” batin Xiao Qing Xuan yang merasa tidak percaya ketika melihat luka yang kembali berdarah.
”Kau bisa pergi.” ucap He Nan Ming pada seorang pelayan yang baru saja mendatanginya. Ia kemudian tersenyum lebar pada Xiao Qing Xuan yang masih berdiri di depannya dan berkata, ”... Xuan'er kemarilah. Aku memiliki hadiah kecil untukmu.”
__ADS_1
Xiao Qing Xuan menatap penuh curiga dan berkata dalam benaknya, ”Menyeramkan jika dia tersenyum seperti itu! Apakah dia ingin membalas dendam?!”
”Kenapa kau menatapku seperti itu? Kemarilah Xuan'er.” ucap He Nan Ming yang masih memelihara senyum lebarnya.
Sambil menunjuk ke arahnya, Xiao Qing Xuan membentak,”Berhentilah tersenyum seperti itu padaku! Kau membuatku ketakutan!”
He Nan Ming memejamkan matanya sesaat dan berkata kembali, ”Hmm,... Baiklah. Tapi, kau kemarilah dulu. Ada yang ingin aku berikan.”
Merasa sudah aman, Xiao Qing Xuan segera menghampirinya dan berdiri tepat di sebelah kursinya. ”... Apa yang ingin paman berikan padaku? Memangnya Paman bisa memberikan semua yang aku inginkan?”
He Nan Ming tampak cemberut dan berkata, ”Berhentilah meremehkan Pamanmu. Seseorang menitipkan benda ini padaku dan aku harus segera mengembalikannya padamu.” ucapnya sambil mengaitkan sesuatu pada ikat pinggang Xiao Qing Xuan.
Tidak lama setelahnya, ia pun selesai dan Xiao Qing Xuan cukup terkejut setelah He Nan Ming mengaitkan giok Fenghuang untuknya. Ia merasa heran karena seharusnya He Nan Ming sudah tahu bahwa giok ini adalah pemberian dari Liu Zhang Chen sedangkan He Nan Ming sendiri sangat berlawanan dengannya.
”Aku pikir paman akan membuangnya karena giok ini adalah pemberian Guru besar Chen.” ucap Xiao Qing Xuan sambil menatapnya dengan bingung.
He Nan Ming berkedip dan menjawab, ”Kau pikir aku ini penjahat? Tidak mungkin aku membuang benda milik seseorang begitu saja. Lagipula, aku tahu kalau benda ini sangat berharga bagimu.”
Xiao Qing Xuan tertegun dan menjawabnya dengan canggung, ”A~ aku sudah salah mengira. Maaf,...”
He Nan Ming tertawa kecil dan berkata, ”Tidak apa-apa. Sekarang kau bisa pergi. Aku pikir, Patriark Luo ingin berbicara sesuatu denganmu.”
Xiao Qing Xuan berkedip heran dan mengulang kembali perkataannya, ”Menemuiku? Untuk apa?”
He Nan Ming menjawab, ”Entahlah. Temui saja dia di kediaman keluarga.”
Xiao Qing Xuan berkata, ”Kalau begitu, aku pergi dulu. Terima kasih karena paman sudah mengembalikan giok ini padaku.” ucapnya yang kemudian pergi keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
Saat melihatnya pergi, kedua bola mata He Nan Ming berubah menjadi merah. Hawa kebencian berkumpul di telapak tangannya saat ia meletakkannya di atas meja. ”Setelah aku mengalirkan hawa kebencian dalam giok miliknya, dia pasti akan segera membunuh masa lalunya. Dalam beberapa tahun kemudian, seluruh Sekte harus segera disingkirkan.”