Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 100 - Penyesalan


__ADS_3

”Kau mengerikan! Lepaskan dia!” teriak Yin Hua yang tampak sedih dan kecewa, meratapi kematian Xiao Ruo yang harus melindungi Xiao Qing Xuan.


Xiao Qing Xuan tampak tidak bisa berkata-kata. Ia terdiam selama beberapa saat dengan wajahnya yang tampak mengalami tekanan berat. Pikirannya semakin kacau dan kepalanya seperti ingin meledak. Hatinya terus ditikam oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Ia mulai berpikir bahwa apa yang dikatakan oleh He Nan Ming memang benar terjadi. Pamannya, bukanlah orang jahat tapi, merekalah orang-orang yang selalu berdiri di sisinya.


Kini, semua orang tengah membencinya. Ia membunuh saudaranya sendiri dan bahkan membuat kedua orang tuanya bercerai. Ia sudah dianggap sebagai pembawa masalah yang bahkan mengakibatkan kematian Xiao Ruo.


”Kenapa kau masih berdiri di sana?! Cepat pergi dari sini! Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!” teriak Yin Hua dengan penuh amarah.


Xiao Qing Xuan menurunkan pandangannya. Tak lama, ia pun berjalan kembali menghampiri Yin Hua yang sedang memeluk mayat Xiao Ruo yang semakin dingin. ”... Maaf. Aku tidak bisa melakukan hal banyak untuknya.” ucapnya dengan sedih sambil menggigit bibirnya yang terasa gemetar.


Yin Hua mendengus dan mencibirnya, ”Maaf? Kau pikir, maaf saja sudah cukup untuk membayar semua kesalahanmu?!” teriak Yin Hua yang langsung menatap lebar ke arah Xiao Qing Xuan. ”... Selama ini, Xiao Ruo selalu memilihmu ketimbang Ibunya sendiri. Ia bahkan lebih membela mu dibandingkan denganku yang telah melahirkannya dan merawatnya selama ini! Kau pikir, bagaimana perasaan seorang Ibu jika dia terus diabaikan oleh anaknya sendiri?! Apakah kau mengerti apa yang selama ini aku alami?! Sekarang, kau sudah tahu mengapa aku membencimu sejak dulu 'kan?!” lanjut Yin Hua dengan penuh amarah yang meluap-luap.


Xiao Qing Xuan tidak menjawab dan ia hanya bisa terdiam di tempat yang sama.


Sambil berjalan perlahan menghampirinya, Yin Hua berkata dengan pelan, ”... Aku tidak mengerti mengapa dia lebih memilihmu dan aku juga tidak mengerti mengapa dia sampai berkorban nyawa untukmu. Dia sudah banyak berjanji padaku namun, semua itu hanyalah kebohongan yang ia katakan padaku. Selama ini aku selalu merasa jengkel padamu dan aku sangat ingin menyingkirkan mu jika saja kau bukan anak kandung dari Lian Lei! Sekarang apakah kau mengerti bagaimana perasaanku selama ini?! Apakah tidak cukup mengambil Xiao Ruo dariku sehingga kau harus mengambil nyawanya?! Apakah kau tidak sadar bahwa kau telah memberatkan semua orang yang ada di sekitarmu?!” teriak Yin Hua dengan sangat marah dan air mata yang tidak berhenti mengalir.


Sampai detik ini pun, Xiao Qing Xuan akhirnya mengerti mengapa Yin Hua membencinya. Jika saja ia dan Xiao Ruo tidak pernah dekat, mungkin hal ini tidak akan terjadi. Ia selalu berharap bisa bersikap dingin terhadap Xiao Ruo. Namun, waktu tidak akan bisa terulang kembali dan ia harus menjalani kehidupannya yang sekarang.


”Aku sangat menyesal atas kematiannya. Bagiku, nyonya Yin dan Kak Ruo sudah seperti keluarga. Karena aku tidak bisa dekat dengan nyonya Yin, aku mendekati kak Ruo agar aku bisa mengerti apa yang dirasakan oleh nyonya Yin selama ini. Namun, aku telah gagal melakukannya dan berakhir seperti ini. Aku sangat meminta maaf.” ucap Xiao Qing Xuan dengan penuh penyesalan dan air mata yang tumpah, membanjiri pipinya.


Yin Hua tampak semakin kesal padanya. Ia menggertakan giginya dan berteriak, ”Aku tidak memerlukan omong kosongmu! Cepat! Tinggalkan kami dan jangan pernah menemui Xiao Ruo!” teriaknya yang berhasil membuat Xiao Qing Xuan tampak terkejut.


Setelah itu, Yin Hua bersama dengan kedua pemuda tadi membawa mayat Xiao Ruo kembali ke kediaman mereka. Semua orang sudah meninggalkan Xiao Qing Xuan di tempat yang sama. Kini, di dalam benaknya hanya tersisa sebuah penyesalan yang tidak berujung. Ia jatuh berlutut sambil memegangi kepalanya yang terasa berat.

__ADS_1


”Seseorang,... Keluarkan aku dari penyesalan ini.” ucap Xiao Qing Xuan dengan suara pelan sambil memegangi kepalanya.


Tak lama, muncul seorang laki-laki berjubah hitam yang sedang mengulurkan tangan padanya. Xiao Qing Xuan merasa sangat terkejut dan langsung mengangkat kepalanya ke atas, melihatnya siapa pemuda yang sedang berdiri di depannya.


”Xuan'er. Kau tidak mengikuti apa yang aku katakan padamu. Aku sudah bilang kalau aku bukanlah orang jahat. Jadi, kau harus mengikuti apa yang aku katakan sekarang.” ucap seorang laki-laki yang ternyata adalah He Nan Ming.


Dengan ekspresi yang terlihat sangat sedih, Xiao Qing Xuan mencoba untuk berkata, ”Paman,... Kak Ruo, dia sudah~


”Sshhtt.” He Nan Ming langsung menutup mulut Xiao Qing Xuan dan melanjutkan, ”Sebaiknya lupakan saja. Kau tidak perlu mengingatnya. Dia hanya akan berada di dalam masa lalumu.” bisiknya yang membuat Xiao Qing Xuan tak sadarkan diri setelah seluruh Ingatan yang terkunci di dalam giok Fenghuang telah kembali padanya.


He Nan Ming terdiam saat melihat Xiao Qing Xuan tergeletak di tanah. Ia melihat ke arah pecahan batu giok yang berada di dekatnya. ”... Anak itu cukup pintar. Dia tahu kalau aku mengalirkan sihir gelap dalam giok miliknya dan membuat Qing Xuan membunuh masa lalunya. Namun, sayang sekali dia sudah mati. Qing Xuan mungkin tidak akan menanyakan mengapa Ingatannya telah kembali.” batin He Nan Ming sambil menatap kembali ke arah Xiao Qing Xuan di depannya.


...\=\=\=\=\=\=\=\= • ✠ • \=\=\=\=\=\=\=\=...


”Xuan'er? Kau sudah sadar?” ucap seorang pemuda yang sedang menggendongnya.


Begitu mendengarnya, Xiao Qing Xuan langsung terbangun dan ia merasa sangat terkejut ketika ia melihat ukuran tubuhnya yang sangat kecil. Jari-jarinya yang mungil dan pakaian yang pernah diberikan oleh Xiao Lian Lei enam tahun lalu, saat ini Xiao Qing Xuan berada di dalam ingatannya ketika usianya sepuluh tahun.


”Bagaimana bisa?! Mengapa aku menjadi seperti ini?!” batin Xiao Qing Xuan yang merasa terkejut setelah melihatnya.


”Ada apa Xuan'er? Mengapa diam saja? Kau tidak ingin berbicara denganku?” tanya pemuda itu kembali sambil menolehkan kepalanya.


Saat ia melihat wajah pemuda ini dari samping, ia merasa sangat terkejut setelah tahu bahwa pemuda ini adalah Liu Zhang Chen yang telah membunuh Xiao Ruo!

__ADS_1


Xiao Qing Xuan menatapnya dengan penuh amarah. Ia menggertakan giginya dan berkata dengan dingin, ”Turunkan aku sekarang!”


Liu Zhang Chen tampak terkejut setelah mendengarnya. Tak lama, ia pun segera menurunkan Xiao Qing Xuan di depannya. ”Ada apa Xuan'er? Apakah kau marah padaku?” tanya Liu Zhang Chen yang tampak cemas.


”Menjauhlah! Jangan mendekat!” teriak Xiao Qing Xuan sambil berjalan mundur menjauhinya. ”... Jangan berpura-pura baik padaku! Kau,... Kau yang telah membunuh kak Ruo dan kau juga yang membuat ku dibenci oleh semua orang! Kau adalah penjahat kejam!” lanjut Xiao Qing Xuan dengan sangat marah.


Liu Zhang Chen menatapnya dengan sedih. Ia mencoba untuk menyentuh Xiao Qing Xuan namun, Xiao Qing Xuan tetap berjalan mundur menjauhinya. ”... Kau benar-benar membenciku?” tanya Liu Zhang Chen.


Xiao Qing Xuan mengangguk iya. Tak lama, Liu Zhang Chen kembali melanjutkan, ”... Kau bermimpi kalau aku telah membunuh Xiao Ruo dan membuatmu dibenci oleh semua orang. Mengapa kau tiba-tiba seperti itu?”


Xiao Qing Xuan menatapnya dengan waspada dan berkata, ”Karena aku melihatnya dengan mataku sendiri kalau kau yang telah membunuh kak Ruo!”


Liu Zhang Chen menatapnya dengan bingung dan berkata, ”Xiao Ruo tidak mati. Dia berada di belakangmu.” ucapnya sambil menunjuk ke arah belakang Xiao Qing Xuan.


Xiao Qing Xuan merasa sangat terkejut ketika mendengarnya. Ia pun segera berdiri menghadap belakang dan melihat Xiao Ruo yang sedang berlari ke arahnya.


”Tidak mungkin! Bukankah dia sudah mati?” batin Xiao Qing Xuan yang merasa sangat terkejut.


”Adik Xuan! Aku pikir terjadi sesuatu padamu! Aku sangat mengkhawatirkanmu!” ucap Xiao Ruo yang langsung memeluk leher Xiao Qing Xuan hingga membuatnya merasa sesak.


”T~ tunggu kak Ruo! Sebenarnya ada apa ini?” tanya Xiao Qing Xuan yang terlihat bingung.


”Aduh,... Duh,... Ingatan mu ini pendek sekali. Kau baru saja membuat Zhang Chen merasa cemas. Apakah kau tidak ingat kalau kau hampir saja dimakan oleh ular ikan di sungai Mu Rong?” ucap seorang pemuda yang berdiri di belakang Liu Zhang Chen

__ADS_1


Xiao Qing Xuan langsung menoleh ke arah datangnya suara dan ia merasa cukup terkejut setelah ia tahu bahwa pemuda yang berdiri di belakang Liu Zhang Chen adalah Luo Xuan Ying yang seharusnya sudah mati bertahun-tahun lalu.


__ADS_2