Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 65 - Rumah Tua Lembah Pemakaman Hantu


__ADS_3

”Guru! Mengapa kau pergi begitu saja padahal tadi itu mereka sedang menceritakan hal menarik?” tanya Xiao Qing Xuan setelah ia terus ditarik oleh Liu Zhang Chen keluar dari wilayah Longyuan menuju wilayah Mubei. ”Ah! Mungkinkah laki-laki bernama Shangzhu Shi itu adalah orang yang sangat berbahaya?”


Begitu ia selesai mengatakannya, Liu Zhang Chen berhenti menariknya. Keduanya berada di sebuah desa yang ada di wilayah perbatasan. Xiao Qing Xuan merasa cukup terkejut karena tempat ini adalah tempat bertemunya Liu Zhang Chen dan Luo Xuan Ying setelah menghilang selama dua bulan.


”Kenapa Guru berhenti di sini?” tanya Xiao Qing Xuan saat menatap Liu Zhang Chen yang tampak dingin.


Liu Zhang Chen mengangkat kepalanya ke atas dan menghela nafasnya. Xiao Qing Xuan tidak bisa melihat ekspresinya saat ini karena ia sedang membelakanginya. ”... Sampai di sini saja.” ucap Liu Zhang Chen dengan suara pelan.


Xiao Qing Xuan tertegun dan bertanya, ”Apa maksud Guru? Apakah guru akan pergi ke Mubei sendiri?”


Liu Zhang Chen berdiri menghadap ke arah Xiao Qing Xuan. Ekspresinya tampak sedih dan kecewa. Ia mengeraskan kepalan tangannya seolah-olah ia akan menghadapi kematian setelah berpisah dengannya.


”Tetaplah di sini. Tunggulah sampai aku kembali.” ucap Liu Zhang Chen dengan pelan.


”Kenapa meninggalkanku di sini? Seharusnya jika sejak awal aku tahu kalau pada akhirnya akan seperti ini, aku tidak akan pernah ikut dengan Guru. Bukankah itu artinya Guru sudah menelantarkan ku di sini?” ketus Xiao Qing Xuan dengan ekspresi marahnya yang meluap.


Liu Zhang Chen tidak berekspresi dan menjawab, ”Kau tidak akan mengerti. Menelantarkan mu di sini sama saja dengan menyelamatkan mu. Aku tidak ingin kau bertemu dengannya.” ucapnya sambil mengangkat tangannya. Ia berencana untuk menidurkan Xiao Qing Xuan di tempat ini akan tetapi, Xiao Qing Xuan malah menampar tangannya dan membentak, ”... Aku tidak peduli dengan apa yang Guru katakan padaku! Aku akan tetap ikut dengan Guru!”


Liu Zhang Chen menatapnya dengan cemas. Ia tahu kalau Xiao Qing Xuan adalah anak dari He Mu'an Qing namun, bukan berarti dia ingin Xiao Qing Xuan kembali ke Mubei dan bertemu dengan paman dan juga kakeknya. Karena itu ia meminta agar Xiao Qing Xuan tetap berada di sini agar ia tidak ditemukan oleh pamannya dan murid-murid sekte puncak Donqiong.


”Qing Xuan,... Aku hanya~


SRATTT!!!


Liu Zhang Chen langsung menarik Xiao Qing Xuan begitu keduanya mendapatkan serangan dadakan dari seorang pemuda berjubah hitam. Mereka tidak bisa melihat siapa yang telah menyerangnya karena orang ini memasang tudung kepalanya. Lalu, dengan cepat Liu Zhang Chen langsung menepis serangan tersebut. Ia pun sangat terkejut setelah ia tahu bahwa pedang yang digunakan lawannya adalah pedang Ruixi milik Luo Xuan Ying.

__ADS_1


”Kau ini siapa? Mengapa Ruixi bisa ada di tanganmu?!” ucap Liu Zhang Chen saat dirinya sedang menahan serangan yang dilakukan oleh seorang pemuda.


Pemuda itu tidak menjawab dan hanya menunjukkan senyum seringainya. Ia pun menguatkan serangannya dan semakin mendorong Liu Zhang Chen lebih dalam lagi. Tidak ingin kalah dalam satu serangan, Liu Zhang Chen segera melompat mundur dan berdiri di depan Xiao Qing Xuan saat tengah memperhatikan mereka.


”Ruixi? Hawa kekuatannya sangat mirip dengan hawa kekuatan milik Jin Qin Ran. Mungkinkah apa yang dikatakan oleh Liu Zhang Chen benar kalau yang telah membunuh Luo Xuan Ying adalah orang ini?” batin Xiao Qing Xuan yang memikirkannya.


”Guru! Pemuda ini adalah Paman Jin!” ucap Xiao Qing Xuan pada Liu Zhang Chen yang masih berdiri di hadapannya.


Namun, belum selesai ia menjelaskan. Tiba-tiba saja pemuda ini melancarkan serangannya dalam bentuk sebuah mantra teleportasi yang muncul di bawah kaki mereka. Setelah array terbentuk dengan sempurna, pemuda ini menyatukan kedua telapak tangannya dan memindahkan keduanya ke suatu tempat yang menjadi tujuan mereka sejak awal.


Cahaya biru menenggelamkan keduanya dan tidak lama setelahnya, cahaya itu pun menghilang setelah mereka sampai di suatu tempat yang cukup gelap dan berbau anyir. Tempat itu adalah sebuah lembah gelap yang dipenuhi dengan gundukan pemakaman. Terdapat ratusan suara teriakan dari arwah tanpa tubuh yang terdengar jelas di telinga keduanya. Hawa kemarahan di sana sangat besar dan bisa mengelupas kulit manusia.


Tempat ini adalah lembah pemakaman hantu.


”Guru besar Chen! Guru!” seru Xiao Qing Xuan sambil mencoba membangunkan Liu Zhang Chen yang tak sadarkan diri semenjak mereka sampai di tempat ini.


”Kenapa tiba-tiba seperti ini? Apa yang terjadi?” Liu Zhang Chen tampak bingung setelah ia memperhatikan sekitar. ”... Sepertinya ini ulah pemuda yang sebelumnya telah menyerang Guru. Dia membuat mantra teleportasi untuk memindahkan guru dan Xuan'er ke tempat ini.” jawab Xiao Qing Xuan.


Liu Zhang Chen berdiri kembali sambil memegangi kepalanya yang terasa semakin sakit. ”... Tadi itu benar-benar Ruixi. Apakah kau yakin kalau pemuda itu adalah Jin Qin Ran?” tanya Liu Zhang Chen sambil menatap ke arah Xiao Qing Xuan.


”Ya itu benar! Aku ingat bagaimana hawa kekuatan milik Paman Jin. Dan jika tidak salah, Guru bilang kalau paman Jin mampu mengendalikan Ruixi dengan baik?” jawab Xiao Qing Xuan.


”Itu benar tapi, kita tidak tahu apakah itu benar-benar dia atau tidak.” singkat Liu Zhang Chen sambil berjalan maju ke depan dan semakin dalam.


”Apakah Guru akan mencari mayat kakak Ying?” tanya Xiao Qing Xuan yang mengejarnya.

__ADS_1


”Ya.” jawabnya dengan singkat.


”Kemana Guru akan mencarinya?"


”Cari saja sampai dapat. Jika kau bertanya lagi, aku tidak akan menjawabnya.” ucapnya sambil terus berjalan di tengah-tengah tanah yang lembab dan basah.


Xiao Qing Xuan tampak cemberut dan dirinya hanya bisa terdiam sambil menatap ke depan. Tidak lama setelah keduanya berjalan cukup jauh dari tempat mereka mendarat, mereka menemukan sebuah rumah kayu yang tua dan lapuk. Rasanya tidak mungkin ada seseorang yang tinggal di tanah mengerikan seperti ini kecuali, dia adalah seorang praktisi Iblis yang sedang mempelajari kitab terlarang.


”Jangan ke sana,... Jangan ke sana,....” batin Xiao Qing Xuan yang menatap heran pada rumah kayu.


”Ayo pergi!” celetuk Liu Zhang Chen langsung menarik tangan Xiao Qing Xuan menuju rumah tersebut.


Ketika keduanya telah memasuki rumah tersebut, mereka melihat mayat seorang pemuda yang sudah menjadi tulang belulang. Mayat ini duduk di sebelah sebuah peti mati yang tersegel menggunakan sebuah mantra yang cukup ganas. Tepat di bawah tangan mayat pemuda, terdapat secarik kertas yang berisikan sebuah tulisan.


”Guru! Apakah dia seorang praktisi Iblis? Mengapa dia tinggal di sini?” tanya Xiao Qing Xuan setelah ia melihat mayat pemuda.


Liu Zhang Chen tidak menjawabnya. Ia pun mengambil sebuah kertas yang ada di bawah tangan mayat pemuda dan membacanya perlahan.


”Bagi siapa saja yang menemukan mayat kami, aku harap kalian mengkremasikan kami bersamaan dan menguburkan kami di tempat yang sama. Tolong sampaikan permintaan maaf yang datang dari mulut tuan muda Luo untuk tuan muda Liu atas semua kejahatan yang telah dilakukannya."


Xiao Qing Xuan sibuk memikirkan apa arti tulisan ini. Ia pun bergumam sambil memperhatikan sebuah peti mati yang ada di depannya. ”Permintaan maaf yang datang dari mulut tuan muda Luo? Apakah itu artinya yang berada di dalam peti ini adalah,... ”


BRAKKK!!!


Liu Zhang Chen memberikan dorongan keras pada penutup peti mati di depannya. Setelah terbuka dengan sempurna, keduanya merasa terkejut ketika melihat apa yang tersimpan di dalam peti mati. Dia adalah mayat seorang pemuda yang masih sangat sempurna. Wajahnya pucat dengan bibir yang masih terlihat merah muda. Tidak ada satupun bagian tubuh yang hilang maupun disatukan dan kedua kelopak matanya tertutup dengan sempurna. Pemuda ini tidak terlihat seperti mayat melainkan seperti orang yang sedang tertidur meskipun usia mayat sudah berumur 16 tahun.

__ADS_1


”Mayat ini adalah mayat milik Luo Xuan Ying!”


__ADS_2