Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 48 - Mengetuk Tanah


__ADS_3

Di saat jarum beracun akan mengenainya, sebuah pedang melesat ke arahnya dan menepis serangan Bai Wen sebelum akhirnya Liu Zhang Chen berhasil menghindar dari serangan dadakan yang dilakukan oleh lawannya.


Pedang yang menyelamatkannya, saat ini sedang menancap di atas tanah. Pedang itu memiliki ukuran cukup besar dan terdapat corak teratai yang ada pada pegangan pedangnya.


”Yong Heng?”


Liu Zhang Chen tampak terkejut setelah ia melihat pedang Yong Heng yang sedang menancap di hadapannya. Pedang itu memiliki kekuatan spiritual yang sangat besar dan aura dewa yang mampu membelah apapun. Cahaya emas itu muncul ketika pedang Yong Heng menangkis serangan yang dilakukan oleh Bai Wen terhadapnya.


”Zhang Chen, kau baik-baik saja?” tanya Luo Guanshu ketika ia memunculkan dirinya di hadapan Liu Zhang Chen dan langsung membantunya berdiri kembali.


Setelah berdiri kembali dengan dibantu oleh Luo Guanshu, Liu Zhang Chen menjawab, ”... Aku baik-baik saja. Terima kasih, Patriark Luo telah menyelamatkan ku.” ucapnya sambil membungkuk di hadapannya dan perhatiannya, seketika langsung tertuju pada seseorang yang bersembunyi di belakang kali Luo Guanshu. Anak ini, tampaknya sangat ketakutan ketika harus menatapnya langsung. Dilihat dari pakaiannya saja, Liu Zhang Chen langsung mengenal kalau anak ini adalah Xiao Qing Xuan. Meskipun ia telah menyelamatkannya, Xiao Qing Xuan masih tidak berani menunjukkan dirinya karena ia tidak ingin dituduh sebagai orang yang telah mengambil keuntungan darinya.


Liu Zhang Chen sudah mengetahui semuanya. Karena itu ia langsung saja mengerti dan mengabaikan keberadaan Xiao Qing Xuan yang sedang bersembunyi di belakang Luo Guanshu.


Pedang Yong Heng kembali ke tangan pemiliknya dan Luo Guanshu tampak memperhatikan situasi yang sedang terjadi di tempat ini. Dari dalam kabut itu, ia melihat sesosok bayangan hitam yang sedang bertarung dengan ratusan bayangan hitam kecil di langit. Kabut yang begitu tebal, membuat Luo Guanshu sulit mengenal siapa yang sedang melakukan pertarungan di sana.


”Apakah ada orang lain di sana?” tanya Luo Guanshu sambil memperhatikannya.


Liu Zhang Chen menjawab sesaat kemudian, ”Dia adalah Luo Xuan Ying.”

__ADS_1


Luo Guanshu seketika terbatuk keras saat mendengarnya. Ia merasa tidak percaya dengan semua yang dikatakan oleh Liu Zhang Chen padanya. Bagaimanapun juga, ia sudah beranggapan bahwa Luo Xuan Ying sudah mati akan tetapi, di dalam kabut ini siapapun pasti bisa melihat arwah tanpa tubuh meskipun dia adalah manusia biasa.


”Apakah aku bisa mempercayainya?” tanya Luo Guanshu yang masih tidak percaya saat mendengarnya. ”... Aku pikir, dia sudah kembali tenang dan bereinkarnasi kembali. Tapi, rasanya aku juga merasakan keberadaan hawa kekuatan miliknya.”


Tidak lama setelahnya, Bai Wen muncul kembali dengan ratusan jarum beracun yang melayang di sisi kanan dan kirinya. Ia tampak seperti menatap dingin ke arah Luo Guanshu yang muncul secara tiba-tiba di hadapannya. Tentunya, ia sangat ingat bagaimana Luo Guanshu menghajarnya habis-habisan dan mengakhirinya dengan hukuman gantung seumur hidup.


Tempat ini sudah menjadi milikku. Tidak akan ada seorangpun yang bisa pergi begitu saja.


Bai Wen tampaknya mulai serius dalam menghadapi dua orang sekaligus. Setelah ia menyingkirkan Luo Xuan Ying dalam pertarungannya, Luo Guanshu muncul sebagai penggantinya sehingga ia pun tidak memiliki cara lain untuk melawan kedua orang ini sekaligus.


”Xuan'er. Sampai kapan kau akan bersembunyi di sana?” tanya Luo Guanshu sambil melirik ke belakang dan memperhatikan Xiao Qing Xuan yang masih bersembunyi di belakangnya.


Luo Guanshu berlutut di hadapan Xiao Qing Xuan dan berkata, ”Ketuklah tanahnya dan bantulah Ying'er di sana.”


Xiao Qing Xuan tertegun dan ia pun mengikuti apa yang dikatakan oleh Luo Guanshu padanya. Ia pun mulai mengetuk tanahnya selama beberapa kali. Dan tidak lama setelahnya, muncul sebuah bayangan hitam dari dalam tanah. Bayangan hitam itu adalah hawa kebencian milik penduduk desa Qun yang terkubur bersama jasad-jasad mereka.


”Sejak kapan aku bisa mengendalikan mereka?” batin Xiao Qing Xuan yang bingung dengan kemunculan hawa kebencian dari dalam tanah.


”Orang yang pernah mati pasti bisa melakukannya. Karena mereka memiliki hubungan dengan alam surga dan neraka.” singkat Luo Guanshu sambil meletakkan telapak tangannya di atas kepala Xiao Qing Xuan yang tampak kebingungan. ”... Selain itu, kau juga telah berhasil memanggil arwah Rong Yan dan Rong Wei.”

__ADS_1


Mendengar hal tersebut, Xiao Qing Xuan seketika terkejut setelah ia menoleh ke belakang dan melihat Rong Yan dan Rong Wei yang telah berdiri di belakangnya. Keduanya tampak memegang senjata yang sama seperti yang ada di atas jasad mereka.


Rong Wei memegang sebuah busur dengan satu anak panah sedangkan Rong Yan memegang sebuah pedang yang terbalut kain putih!


”A-Wei benar. Kalian berdua memiliki wajah yang sama dan hawa kekuatan yang sangat mirip.” ucap Rong Yan yang memecah keheningan di tempat itu.


Liu Zhang Chen tampak terkejut setelah dirinya melihat kembali arwah Rong Yan dan Rong Wei di belakang mereka. Bukan hanya itu saja, ia juga melihat hawa kebencian yang telah dipanggil kembali oleh Xiao Qing Xuan tanpa sepengetahuan darinya.


”Dia pernah mati satu kali? Tapi, kapan itu terjadi?” batin Liu Zhang Chen sambil menatap serius ke arah Xiao Qing Xuan yang sedang memulai pembicaraan singkat dengan Rong Yan.


Sesaat setelah pembicaraan mereka selesai, Rong Yan berkata kembali, ”... Terima kasih karena telah mengulur waktu. Selanjutnya, biar kami yang akan membereskan sisanya.”


Sedetik kemudian, Rong Yan dan Rong Wei bersama dengan hawa kebencian milik penduduk desa langsung bergerak cepat menyerang Bai Wen yang telah bersiap untuk melawan mereka. Sebagian dari hawa kebencian itu melenyapkan puluhan tangan yang sedang menyerang Luo Xuan Ying dan sebagian yang lain melakukan pertarungan melawan Bai Wen yang telah membunuh mereka.


Tidak ada yang tahu bagaimana pertarungan antara penduduk desa dengan Bai Wen. Yang mereka lihat saat ini hanyalah sekelebat bayangan hitam dan putih yang saling menyerang dan suara dentingan pedang yang tidak berhenti terdengar di telinga mereka.


”Paman Luo! Bagaimana kau tahu kalau aku pernah mati satu kali?” tanya Xiao Qing Xuan yang menatap langsung ke arah Luo Guanshu di sebelahnya.


Luo Guanshu tersenyum simpul ke arahnya sambil menjentikkan jarinya pada dahi Xiao Qing Xuan. ”... Itu karena hawa kekuatan mu sangat mirip dengan orang mati.”

__ADS_1


__ADS_2