Become A Protagonist

Become A Protagonist
Chapter. 49 - Hubungan Darah


__ADS_3

”... Itu karena hawa kekuatan mu sangat mirip dengan orang mati.”


Xiao Qing Xuan tampak terkejut setelah ia mendengar hal tersebut. Bagaimanapun juga, ia beranggapan bahwa Luo Guanshu telah menyamakan dirinya dengan orang mati yang tidak bernyawa.


”Apa yang patriark Luo katakan padaku?” Xiao Qing Xuan hanya bisa menatap bingung dan merasa sangat penasaran mengapa Luo Guanshu mengatakan hal itu padanya.


Tidak lama setelahnya, Liu Zhang Chen langsung menariknya ke belakang sehingga Luo Guanshu harus berhadapan dengan Liu Zhang Chen yang tampaknya sangat marah terhadap semua ucapannya.


”Apakah Patriark Luo berhak menakut-nakuti murid pribadiku?” ucap Liu Zhang Chen dengan dingin di saat ia sedang menatap ke arah Luo Guanshu yang telah membuatnya marah.


Saat ditatap seperti itu, Luo Guanshu hanya terdiam sambil memelihara ekspresi bingungnya. Tentunya ia ingat pembicaraannya dengan murid-murid Sekte ketika mereka sedang dalam perjalanan menuju kemari. Pedang Yong Heng yang berada di belakang punggungnya, tampak sangat marah ketika ia merasakan adanya hawa kemarahan yang mengancam tuannya ini. Namun, Luo Guanshu tetap berusaha tenang meskipun pedang miliknya sudah tidak sabar untuk memenggal kepala seorang pemuda yang ada di hadapannya.


”Tentu saja aku hanya mengetesnya saja. Tidak ada kekuatan yang mirip dengan orang mati.” ucap Luo Guanshu diselingi dengan tertawa kecilnya. ”... Aku mengetahuinya karena ada satu muridku yang terbunuh di lubang mayat. Dan bersamaan dengan hal itu, seseorang mengatakan padaku kalau tuan muda dari keluarga Xiao yang telah membunuhnya di lubang yang sama.”


Di belakangnya, Xiao Qing Xuan tampak tidak bisa berkata-kata dan menahan wajah terkejutnya. ”... Tidak aku sangka aku benar-benar membunuhnya! Kesucian tanganku telah hilang!” batinnya sambil memeluk paha Liu Zhang Chen karena ia tidak ingin disalahkan.


Setelah bersembunyi di belakangnya, Xiao Qing Xuan sama sekali tidak menyadari bahwa ada orang kedua yang juga ikut bersembunyi di belakang Liu Zhang Chen. Pemuda ini terus bersembunyi di belakangnya karena takut berhadapan dengan seorang kakek tua yang menyembunyikan wajahnya sehingga ia terlihat lebih muda.


”Mengapa Ayahku bisa ada di sini?” ucap Luo Xuan Ying secara tiba-tiba di saat ia sedang bersembunyi di belakang punggung Liu Zhang Chen.

__ADS_1


”Bahkan anaknya sendiri takut berhadapan dengannya?!” batin Xiao Qing Xuan yang tampak terkejut setelah melihat keberadaan Luo Xuan Ying di sebelahnya dan pemuda ini sedang menunjukkan raut ketakutannya saat ia tahu, bahwa ia kedatangan tamu yang benar-benar tidak terduga.


Luo Guanshu tampak terkejut setelah ia melihat keberadaan Luo Xuan Ying yang sedang bersembunyi di belakang Liu Zhang Chen. Ekspresinya terlihat sangat tidak percaya bahwa hari ini ia bertemu kembali dengan seseorang yang sangat ingin ditemui olehnya selama bertahun-tahun.


”Ying'er? Kau kah itu?” tanya Luo Guanshu yang masih tidak percaya dengan keberadaan Luo Xuan Ying di hadapannya.


Luo Xuan Ying menatap bingung dan bertanya-tanya, mengapa Luo Guanshu seolah-olah sangat merindukannya? Ia pikir, Luo Guanshu telah melupakannya sehingga ia pun tidak perlu berat hati ketika ingin bertemu dengannya.


”Haha! Lihatlah wajahmu! Kau terlihat abnormal jika dibandingkan dengan manusia biasa!” teriak Luo Xuan Ying diselingi dengan tertawaannya yang keras.


BUGH!!!


Suara yang begitu keras membuat semua orang terkejut ketika melihatnya. Xiao Qing Xuan tidak menduga kalau Luo Guanshu akan meninju rahang Luo Xuan Ying hingga membuatnya terhempas padahal seharusnya, manusia yang hidup tidak akan bisa menyentuh mereka yang sudah mati.


”Bagaimana dia bisa melakukannya?” batin Xiao Qing Xuan yang langsung berlari menghampiri Luo Guanshu di depannya. ”... Patriark Luo! Bagaimana kau bisa memukul wajahnya padahal seharusnya orang hidup tidak akan bisa menyentuh arwah?”


Luo Guanshu tertegun dan langsung melirik ke arah Xiao Qing Xuan di sebelahnya. ”... Mudah saja. Kau pasti bisa melakukannya juga. Kau hanya perlu menyerap energi kemarahan yang ada di sekitarmu dan memusatkannya pada kepalan tanganmu. Setelah itu terkumpul, kau akan bisa menyentuh mereka bahkan memukuli mereka habis-habisan.”


”Orang tua jangan membohongi anak kecil!” teriak Luo Xuan Ying saat dirinya berdiri kembali dan menatap keduanya dengan jengkel.

__ADS_1


Xiao Qing Xuan mengikuti apa yang dikatakan oleh Luo Guanshu padanya. Ia pun melakukan hal yang sama dan muncul sebuah bayangan hitam yang mengelilingi kepalan tangannya. Saat itu terjadi, ia merasa adanya keanehan pada tangan kanannya yang terasa jauh lebih kuat dari sebelumnya.


”Jadi, setelah ini aku bisa menghajar arwah tanpa tubuh?” tanya Xiao Qing Xuan yang sangat terkejut dengan kekuatannya saat ini.


Luo Guanshu mengelus kepala Xiao Qing Xuan dan menjawab, ”... Tentu saja. Kau bisa melakukannya pada arwah di depanmu.”


Setelah mengatakannya, mereka langsung menatap tajam ke arah Luo Xuan Ying yang masih berdiri di tempat yang sama. Keduanya telah merencanakan sesuatu terhadap Luo Xuan Ying yang telah menjadi target mereka.


”A~ ayah,... Aku ini anakmu~ Tega sekali~


Di saat hubungan ketiganya semakin dekat, Liu Zhang Chen hanya bisa memperhatikannya mereka dari kejauhan. Ia tidak berekspresi seolah ia sangat senang karena akhirnya ia bisa melihat pemandangan yang sudah lama tidak dilihat olehnya.


Tidak lama setelahnya, Lei Yun muncul kembali di sebelah Liu Zhang Chen setelah ia selesai mengurusi beberapa mayat berjalan yang akan menyerang mereka. Lei Yun kembali tanpa luka sedikitpun dan keringat yang muncul dari keningnya. Saat sampai di sana, ia juga memperhatikan keadaan yang sedang terjadi di hadapannya. Ia merasa terlahir kembali setelah melihat Luo Xuan Ying dan Luo Guanshu bertemu kembali meskipun di saat-saat tegang seperti ini. Apalagi, dengan adanya Xiao Qing Xuan di antara mereka, keduanya terlihat jauh lebih dekat dari sebelumnya.


”Bagaimana dengan mayat-mayat berjalan tadi? Kau berhasil membersihkannya?” tanya Liu Zhang Chen setelah ia melihat keberadaan Lei Yun di sebelahnya.


Lei Yun menjawab, ”... Ya kakak Chen. Rong Yan dan Rong Wei telah menyelesaikannya dengan baik.”


”Mereka sudah mengalahkannya?”

__ADS_1


”Ya. Rong Wei yang telah membunuh Bai Wen. Dia menancapkan anak panahnya tepat di jantungnya dan Rong Yan membantu dengan membutakan kedua matanya dan memotong lidahnya.” Lei Yun melihat dengan jelas semua pertarungan yang dilakukan oleh Rong Wei dan Rong Yan termasuk bagaimana akhir dari Bai Wen yang cukup mengerikan.


__ADS_2