
24 Tahun yang lalu, kota Lianfei, Sekte Pedang Beracun.
Seorang anak laki-laki berumur 12 tahun, tampak sedang berlari terburu-buru untuk menemui seseorang yang berada di suatu tempat. Saat ini, kedua tangannya seolah telah menyembunyikan sesuatu di balik punggungnya dan menjadikan hal ini sebagai sebuah kejutan pada seseorang yang ingin ditemuinya.
Setelah menemukan sesuatu yang sangat tidak terduga, Luo Xuan Ying langsung berlari menuju kediaman Liu Zhang Chen yang jaraknya tidak jauh dari tempatnya berdiri. Menurutnya, benda itu sangatlah aneh dan mungkin saja Liu Zhang Chen akan terkejut setelah ia memperlihatkannya.
Lalu, tepat di depan sebuah rumah besar dengan halaman yang luas, di saat Luo Xuan Ying akan membuka pintunya, seorang anak laki-laki yang berada di dalam rumah tersebut sudah membukanya lebih dulu.
Hal ini membuatnya sangat terkejut karena ia baru saja diperlihatkan wajah sangar Liu Zhang Chen yang tidak senang dengan keberadaannya.
”Masuk tanpa izin. Mau apa kau datang kemari?” tanya Liu Zhang Chen dengan wajah yang terlihat sangat membencinya.
Luo Xuan Ying tersenyum senang di saat Liu Zhang Chen sedang menatapnya seperti itu. Ia kemudian mengeluarkan sesuatu dari balik punggungnya dan ekspresi Liu Zhang Chen seketika tertegun saat melihat benda yang baru saja dibawa oleh Luo Xuan Ying untuknya.
”Lihat apa yang aku temukan! Ini sebuah telur raksasa! Kita bisa merebusnya atau menggorengnya lalu dimakan bersama di tempat ini.” ucap Luo Xuan Ying dengan ekspresi senang saat ia memperhatikan wajah tidak percaya milik Liu Zhang Chen.
Liu Zhang Chen tidak berekspresi saat mendengarnya.
”Kau tidak dengar ucapanku atau kau berusaha untuk tidak marah?” tanya Luo Xuan Ying dengan heran. ”... Atau mungkin, kau ingin mengambilnya dariku dan memakannya sendiri?” lanjutnya dengan nada menggoda sehingga membuat wajah Liu Zhang Chen tampak memerah.
”Sudah jelas kalau tempat ini bukanlah tempat biasa! Kau mencoba untuk memanggang telur seperti ini di tempatku?! Aku tidak akan mengizinkannya!” ketus Liu Zhang Chen dengan wajah yang terlihat menahan amarahnya.
Luo Xuan Ying tertegun dan berkedip selama beberapa kali. ”... Haah, sayang sekali. Padahal kediamanmu cukup bagus dan luas.” keluh Luo Xuan Ying. ”... Bagaimana jika aku melakukannya di luar sekte. Kau pasti mau memakannya juga 'kan?” lanjutnya dengan ekspresi senang seolah telah terlahir kembali.
”Tidak!” ketus Liu Zhang Chen yang langsung berjalan pergi dari tempat berdirinya.
”Zhang Chen! Tunggu sebentar!” seru Luo Xuan Ying yang langsung berjalan cepat menghampirinya dan berdiri berpapasan dengannya. ”... Bagaimana jika aku memaksamu untuk memakannya. Malam harinya, aku bisa saja menculikmu dan membawamu ke tempat aku memasak telur ini.”
”Cih!”
Liu Zhang Chen menggeram kesal sambil mengeraskan tinjunya. Namun, ia masih bisa menahannya meskipun ia sudah merasa sangat jengkel dengan seseorang yang sedang berjalan di sebelahnya. ”Kau makan saja itu sendiri!” ucapnya dengan agak kesal terhadapnya.
Tidak lama setelahnya, telur besar yang ada di kedua tangan Luo Xuan Ying gemetar dan muncul retakan dari dalam. Keduanya pun terkejut setelah melihat hal ini terjadi.
”Apa yang kau tunggu? Taruh itu di bawah! Kau ingin terkena kotorannya?” celetuk Liu Zhang Chen.
Luo Xuan Ying tertegun dan ia pun segera menaruh telur tersebut di bawah kakinya.
__ADS_1
Keduanya tampak sedang memperhatikan secara bersamaan bagaimana telur ini akan menetas dan akan seperti apa bentuknya. Lalu setelah beberapa menit terus berjuang keluar dari cangkangnya, sebuah rambut perak dan sepasang kaki manusia muncul dari dalam telur.
”Hah? Sejak kapan manusia bertelur?!” batin Luo Xuan Ying yang merasa heran setelah melihat sepasang kaki tersebut.
Lalu, tidak lama setelahnya. Dari dalam telur keluar seorang bayi perempuan dengan rambut perak dan mata berwarna abu-abu yang tampak indah. Perhatian bayi tersebut langsung terpaku pada Luo Xuan Ying yang berdiri di hadapannya. Bayi itu merangkak dan menyentuh sepatu Luo Xuan Ying dengan satu jarinya.
”Ibu~” ucap bayi tersebut sehingga membuat keduanya terlihat sangat terkejut.
”Bayi ini bisa bicara?!” batin Luo Xuan Ying yang sangat heran dan langkahnya langsung bergerak mundur karena ia tidak ingin terlibat dengan bayi yang ada di depannya.
Setelah melihatnya menjauh, kedua bola mata bayi ini langsung berkaca-kaca seolah ingin menangis. Lalu, tidak lama setelahnya. Bayi itupun menangis dan langit yang ada di atas kepala mereka seketika menghitam.
DUARR!
Bersamaan dengan hal itu, ratusan petir jatuh dan langsung menyambar Luo Xuan Ying yang tidak mengetahui bahwa bayi ini bukanlah bayi biasa.
”X~ Xuan Ying? Kau baik-baik saja?” tanya Liu Zhang Chen setelah ia melihat ratusan petir tersebut langsung menyambar Luo Xuan Ying dan membuatnya terjatuh.
”Bayi ini mencoba untuk membunuhku!” gumam Luo Xuan Ying dengan kesal setelah kulitnya terpanggang oleh ratusan petir.
Setelah itu, Luo Xuan Ying terduduk kembali dan bayi tersebut langsung memeluk kakinya seolah tidak ingin melepasnya.
Saat melihatnya, Xuan Ying sedikit takut karena ia tidak ingin tersambar petir dua kali. Pada akhirnya ia hanya bisa membiarkannya seperti itu hingga bayi ini lelah.
”Zhang Chen,... Apa yang harus aku lakukan?” tanya Luo Xuan Ying dengan nada merengek dan wajah memelas.
Liu Zhang Chen mengalihkan perhatiannya seolah tidak peduli dengan apa yang dialami oleh Luo Xuan Ying. ”... Aku lupa untuk mengatakan kalau telur yang kau ambil itu bukanlah telur biasa. Bisa dibilang, telur itu sebenarnya adalah bintang jatuh yang tidak berwujud apapun.” jelasnya yang membuat Luo Xuan Ying bingung saat mendengarnya.
”Bintang jatuh? Maksudmu ada seseorang yang memohon untuk memiliki anak?” tanyanya dengan bingung.
”Aku tidak menyebut seseorang dalam kalimatku.” ucap Liu Zhang Chen yang membuat Luo Xuan Ying tampak terdiam. ”Kau tidak serius mendengar ucapanku? Bintang jatuh yang tidak berwujud, akan selalu mengikuti bentuk dari benda atau makhluk hidup yang pertama kali dilihatnya. Saat mendarat di tanah, dia pasti melihat sebuah telur milik salah satu hewan sihir yang ada di hutan. Lalu, karena hewan sihir yang ku maksud tidak mengakuinya, ia terkubur di dalam tanah selama ratusan tahun sebelum akhirnya kau menemukannya. Dari dalam telur, dia melihatmu sebelum akhirnya menetas dan menjadi anak manusia.”
Luo Xuan Ying menatap bingung saat mendengar penjelasan tersebut.
”Maksudmu, dia adalah bintang jatuh yang tidak memiliki bentuk? Lalu, apa yang dilihatnya pertama kali, ia akan menirunya? Itu artinya aku adalah makhluk hidup kedua yang dilihatnya?” jelas Luo Xuan Ying yang masih terlihat bingung.
Liu Zhang Chen mengangguk setuju. ”Dia meniru dirimu sampai ke tulang-tulangnya. Karena itu dia memiliki elemen petir yang levelnya sangat jauh darimu.”
__ADS_1
”Hah? Kenapa dia harus berubah menjadi bayi perempuan dan bukan laki-laki? Jika dia meniruku sampai ke tulang, seharusnya dia menjadi bayi laki-laki.” ketus Luo Xuan Ying dengan mengejek.
Tiba-tiba saja wajah Liu Zhang Chen tampak memerah begitu ia mengingat suatu hal yang mungkin akan mempermalukan Luo Xuan Ying. ”... Aku ingat. Itu tergantung bagaimana dia memandangmu. Menurutmu, apa yang membuatnya menjadi bayi perempuan?”
Luo Xuan Ying terdiam dan memikirkannya. Tidak lama setelah itu, ia pun memasang ekspresi terkejut begitu ia mengerti mengapa Liu Zhang Chen mengatakan hal itu padanya.
”J~ jadi dia menganggap ku ini seperti,....."
”Kenapa kau baru menyadarinya? Lain kali jangan membawa benda yang aneh-aneh lagi.” ucap Liu Zhang Chen dengan nada tidak peduli.
Setelahnya, bayi itu menyentuh dada Luo Xuan Ying yang terbalut pakaian. Bayi itu menatapnya dengan polos dan berkata, ”Ibu~ aku ingin susu.”
”......”
Luo Xuan Ying terdiam dengan wajah kaku yang seketika membeku.
”Zhang Chen! J~ jauhkan dia dariku!” teriak Luo Xuan Ying yang langsung berdiri di belakang Liu Zhang Chen dengan wajah yang tampak ketakutan.
”Kenapa mengadu padaku? Dia itu anakmu sekarang. Kau yang membuatnya sendiri 'kan?” ketus Liu Zhang Chen sambil mencoba untuk menjauhkan dirinya dari Luo Xuan Ying yang terus berada di belakang punggungnya.
”Aku tidak pernah membuat anak! Sungguh! Lagipula aku ini seumuran denganmu!” teriak Luo Xuan Ying dengan nada meminta tolong.
”Apakah kau ingin tersambar petir lagi? Cepat! Berikan dia susu!”
”Tidak mau! Aku masih ingin menikmati masa mudaku! Aku tidak ingin berperan sebagai orang tua dari bayi ini!”
Bayi itu kemudian menoleh ke belakang dan perhatiannya seketika terpaku pada Liu Zhang Chen yang sedang berdiri di depan Luo Xuan Ying.
Tidak lama setelahnya, bayi itupun tertawa dan merangkak mendekati mereka berdua. ”Ibu~ Ayah~”
”......”
”......”
Keduanya menjadi kaku setelah bayi tersebut mengatakan kalimatnya.
Setelah itu, Luo Xuan Ying dan Liu Zhang Chen melaporkan hal ini pada petinggi Sekte dan Patriark mereka. Akan tetapi, karena bayi ini sangat berbahaya apalagi ia memiliki kekuatan petir yang sangat luar biasa melebihi Luo Xuan Ying, Liu Chang Mo terpaksa membuat keduanya harus mengurus bayi yang tidak jelas darimana asalnya.
__ADS_1
Dan karena bayi ini memiliki kemampuan mengeluarkan petir dari atas langit, Luo Xuan Ying memberikannya nama Lei Yun yang berarti Awan Petir.
Selama bertahun-tahun, Lei Yun terus menempel pada Luo Xuan Ying seolah ia tidak ingin jauh-jauh darinya sebelum akhirnya, delapan tahun kemudian. Sekelompok orang mengepung lembah pemakaman hantu dan mengakibatkan kematian Luo Xuan Ying yang belum diketahui siapa yang telah membunuhnya.